BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3. Transaksi Perbankan Secara Online
Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan dibidang layanan terutama jasa layanan pembayaran melalui Bank. Inovai jasa layanan perbankan yang berbasis teknologi tersebut terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah bank.
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
Transaksi perbankan berbasis elektronik, termasuk internet merupakan salah satu bentuk pengembangan penyediaan jasa layanan Bank yang memberikan peluang usaha baru bagi Bank yang berakibat kepada perubahan strategi usaha perbankan, dari berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien bagi Bank dan praktis bagi nasabah.
Internet (inter-network) merupakan sekumpulan jaringan computer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan.
Menurut Prastyo (2005 : 67)
Secara umum terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan pihak perbankan untuk meningkatkan keamanan Internet Banking :
a. Melakukan standarisasi dalam pembuatn aplikasi Internet Banking.
Misalnya, user interface yang mudah dipahami, sehinnga user dapat mengambil tindakan yang sesuai.
b. Terdapat panduan bila terjadi fraud dalam Internet Banking.
Pemberian informasi yang jelas kepada user. Sedangkan pihak Pemerintah dapat membebankan masalah keamanan Internet Banking kepada pihak bank, sehinnga bila terjadi fraud dalam sutu nilai tertentu, user dapat mengajukan klaim.
Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang terbesar di seluruh dunia. Layanan
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web,
Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan
lainnya.
Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasrkan satu set protocol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan computer dan mengalamati lalu-lintas dalam jaringan. Protocol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan dan standar komunikasi lainnya. Protocol standar pada internet dikenak sebagai TCP/IP (transmission control
protocol). Protocol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis
computer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun system operasi yang digunakan.
Internet sebenarnya mengacu kepada istilah untuk menyebut sebuah jaringan, bukannya suatu aplikasi tertentu. Karenanya internet tidaklah memiliki manfaat apa- apa tanpa adanya aplikasi yang sesuai. Internet menyediakan beragam aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain :
a. WWW(world wide web)
Secara teknis, web adalah sebuah system dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah internet webserver dipersentasikan dalam bentu hypertext. Informasi di dalam web dalam bentuk teks umumnya ditulis dalam format HTML (Hipertext Markup Language).
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
Informasi liannya disajikan dalam bentuk grafis (dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU,WAV), dan objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World).
b. Electronic mail/Email/messaging
Email atau dalam istilah Indonesia, surat elektronik, adalah aplikasi yang memungkinkan para pengguna internet untuk saling berkirim pesan melalui alamat elektronik di internet. Para pengguna email memiliki sebuah mailbox (kotak surat) elektronik yang tersimpan dalam suatu mailserver.
Layanan email biasanya dikelompokkan dalam dua basis, yaitu email berbasis
client dan email berbasis web. Bagi pengguna email berbasis client, aktifitas
per-emailan dilakukan dengan menggunakan aplikasi email client, misalnya Eudora atau Outlook Express. Sebaliknya, bagi pengguna email berbasis web, seluruh kegiatan per-emailan harus dilakukan melalui suatu situs web,
misalnya
c. File transfer
Fasilitas ini memungkinkan para pengguna internet untuk melakukan pengiriman (upload) atau menyalin (download) sebuah file antara computer local dengan computer lain yang terhubung dalam jaringan internet. Protocol standar yang digunakan untuk keperluan ini disebut sebagai File raTnsfer
Protokol (FTP)
FTP umumnya dimanfattkan sebagai sarana pendukung untuk kepentingan pertukaran maupun penyebarluasan sebuah file melalui jaringan internet. FTP
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
juga dimanfaatkan untuk melakukan proses upload suatu halaman web ke webserver agar dapat diakses oleh pengguna internet lainnya.
d. Remote Login
Layanan remote login mengacu pada program atau protocol yang menyediakan fungsi yang memungkinkan seseorang pengguna internet untuk mengakses (login) kesebuah terminal (remote host) dalam linkungan jaringan internet. Protocol yang umum digunakan untuk keperluan remote login adalah Telnet (Tellecommunication Network).
e. IRC (Internet Relay Chat)
Layanan IRC, atau biasa disebut sebagai “chat” saja adalah sebuah bentuk komunikasi di internet yang mengguneken sarana baris-baris tulisan yang di ketikkan melalui keyboard. Kegiatan chatting membutuhkan software yang disebut IRC client, diantaranya yang paling popular adalah software mIRC. Dipicu oleh perkembangan Internet menyadarkan nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan layanan internet Banking atau Online banking atau Electronic banking (e-Banking).
Internet Banking didefinisikan sebagai layanan kepada nasabah minimal uantuk mengakses rekening dan transfer dana antar rekening (Office of the
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
Internet banking juga dapat diartikan melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi system keamanan.
Layanan internet banking memungkinkan nasabah sebuah bank dapat melakukan hampir semua jenis transaksi perbankan melalui sarana internet, khususnya via web. Mirip dengan penggunaan mesin ATM, lewat sarana internet seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengeceken rekening, transfer dana antar rekening, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, dan sebagainya) melalui rekening banknya.
Secara garis besar situs internet banking dibagi dalam tiga tipe, yaitu :
a. Tipe pertama, informasi saja, berupa informasi yang kurang lebih merupakan bentuk website dari brosur produk perbankan. Selain dari website, informasi ini juga dikirimkan lewar e-mail. Disini tidak ada interaksi antara nasabah dan bank. Website internet banking hanya berfungsi sebagai media informasi/iklan.
b. Tipe kedua, pertukaran informasi. Tipe ini lebih maju dari yang pertama, member peluang komunikasi dalam bentuk e-mail, forum antara nasabah dan bank. Nasabah bisa masuk (login) ke website hanya untuk mengakses informasi nontransaksi.
c. Tipe ketiga, transaksional, merupakan situs paling lengkap. Disini nasabah bisa melakukan transaksi keuangan, mulai periksa rekening, transfer dana, hingga melakukan aktifitas pembayaran (payment).
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
Keamanan memang merupakan isu utama dalam e-banking karena sebagaimana kegiatan lainnya di internet, transaksi perbankan di internet juga rawan terhadap pengintaian dan penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Sebuah situs e-banking diwajibkan untuk menggunakan standar keamanan yang sangat ketat untuk menjamin bahwa setiap layanan yang mereka sediakan hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memang betul-betul berhak.
Beberapa bank melengkapi sistem keamanan internet banking dengan sistem tambahan seperti enkripsi dan penggunaan password ganda yang salah satunya selalu berubah-ubah setiap melakukan transaksi perbankan online.
Ada beberapa strategi lainnya untuk melindungi internet banking seperti menggunakan pembaca kartu chip bank konsumen yang bisa mengeluarkan password yang hanya bisa dikenali kartu tersebut. Cara lain yaitu sertifikat digital yang dapat mengotorisasi transaksi perbankan online dengan menghubungkannya pada peralatan fisik milik konsumen seperti komputer atau ponsel.
Menurut Prasetyo (2005 : 67)
Secara umum terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan pihak perbankan untuk meningkatkan keamanan internet banking :
a. Melakukan standarisasi dalam pembuatan aplikasi internet banking. Misalnya,
User interfrace yang mudah dipahami, sehinggan user dapat mengambil
tindakan yang sesuai.
b. Terdapat panduan bila terjadi fraud dalam internet banking.
c. Pemberian informasi yang jelas kepada User. sehingga pihak pemerintah dapat membebankan masalah keamanan internet banking kepada pihak bank,
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.
sehingga bila terjadi fraud dalam suatu nilai tertentu, user dapat mengajukan klaim.
Ida Jayanti Nasution : Penerapan Sistem Informasi Rekening Tabungan Dan Rekening Giro Pada Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin, 2008.