• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMEN WAWANCARA

TRANSKIP WAWANCARA A.Identitas Informan

1. Nama : Ibu Yuni (YU)

2. Usia : 31 Tahun

3. Pekerjaan : Guru

4. Hari/Tanggal : Selasa/17 Juli 2018 B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apa yang Ibu ketahui tentang salat?

“Salat adalah suatu bentuk Ibadah kepada Allah Swt. yang di wajibkan oleh semua umat muslim untuk menjalankannya sehari lima kali”.

b. Apa yang Ibu ketahui tentang disiplin salat?

“Eee menurut saya disiplin salat adalah melakukan salat dengan tepat waktu. Saat adzan kumandang langsung lari ke mushola dengan tepat waktu”.

c. Apakah benar anak Ibu sudah salat dengan tepat waktu?

“Iya benar Mbak. Semua anak kecil di sekitar rumah sini pasti kalau denger adzan langsung pada lari ke muhola. Jadi mereka sudah kompak, lagi maen apa saja di tinggalkan”.

2. Peran orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apakah Ibu sendiri sudah melaksanakan disiplin salat, atau masih bolong-bolong?

“Alhamdulillah sudah tepat waktu mbak. Karena orang tua itu kan sebagai pendidik utama bagi anaknya ya yang menjadi panutan anaknya”.

b. Bagaimana cara Ibu dalam mendidik anak agar salat?

“Saya mulai ngenalkan salat pada anak saya ketika sudah masuk TK. Disitu saya mulai memberikan pengetahuan salat Mbak. Kan ketika anak melihat orang tuanya salat lima waktu setiap harinya membuat anak terpicu untuk meniru. Saya mulai mengajarkan tata cara wudhu, tata cara salat yang benar melalui pendekatan praktek langsung. Saya selalu mengingatkan kalau waktunya salat telah tiba saya ajak salat berjamaah ke mushola. Jadi kalau mendengar adzan kalau lagi ndak ada tamu atau apa pun saya langsung pergi ke mushola. Disekolah pun gurunya juga mengajarinya, guru TPA dan juga guru ngaji pada waktu malam hari. Jadi anak saya akan lebih mudah dalam belajar salatnya”.

c. Bagaimana respon anak ketika Ibu menanamkan kedisiplinan salat kepada anak?

“Anak saya selalu mematuhi, meskipun masih selalu sering dan terus menerus di ingatkan terus. Soalnya itu kan kalau tidak di ingatkan ya kadang-kadang ya namanya anak kecil ada juga malasnya”. Ya, awalnya sih ya kadang pake nangis atau gimana atau alesan lahh tapi kan akhir-akhirnya juga sekarang sudah enak, kalau dengar adzan ndak usah ngejar-ngejarlah dia udah otomatis langsung lari ke mushola”.

d. Apa yang Ibu lakukan jika anak tidak disiplin salat?

“Emm kalau saya pastilah memarahi, kalau tidak mau melaksanakan ya saya beri cubitan lah biar dia mau soale kan kalau sekarang umur dia sudah sepuluh tahun itu kan katanya kalau ndak mau shalat lima waktu kan itu boleh di hajar katanya saya mendengar begitu”.

3. Faktor yang mendukung orang tua dalam menanamkan perilaku disiplin shalat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tahun 2018

a. Apa faktor yang mendukung Ibu dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak?

“Saya puji-puji Mbak. Mas Dafa ganteng, pinter ayo salat dulu besuk biar masuk surga sama Ibu dan Bapak kita bisa berkumpul. Karena salat lima waktu itu yang menjadi pokok utama”.

b. Bagaimana solusi yang Ibu lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut?

“Saya cubit Mbak, kalau masih tidak segera salat saya bentak mbak, pasti dia langsung lari karena sudah takut saya galak”.

TRANSKIP WAWANCARA A. Identitas Informan

1. Nama : Bapak Nurhadi (NH)

2. Usia : 45 Tahun

3. Pekerjaan : Petani

4. Hari/Tanggal : Rabu/18 Juli 2018 B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apa yang Bapak ketahui tentang salat?

“Salat itu mendekatkan diri kepada Allah Swt.” b. Apa yang Bapak ketahui tentang disiplin salat?

“Jika mendengar adzan segera ambil air wudhu langsung salat”. c. Apakah anak Bapak sudah salat dengan tepat waktu?

“Ya mbak, alhamdulillah sudah”.

2. Peran orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apakah Bapak sendiri sudah melaksanakan disiplin salat, atau masih bolong-bolong?

“Sudah mbak. Kalau saya sendiri tidak disiplin salat pasti anak saya juga tidak akan shalat tepat pada waktunya”.

b. Bagaimana cara Bapak dalam mendidik anak agar salat?

“Saya dalam membimbing anak untuk salat yaitu dengan cara menasehati dengan pelan-pelan dan sabar. Saya juga mengingatkan anak saya untuk segera salat apabila waktunya salat telah tiba. Saya pun juga begitu segera melaksanakan salat”.

c. Bagaimana respon anak ketika Bapak menanamkan kedisiplinan salat kepada anak?

d. Apa yang Bapak lakukan jika anak tidak disiplin salat?

“Menegurnya. Kenapa sudah waktunya salat tidak segera salat, dan memarahinya supaya tidak di ulangi lagi”.

3. Faktor yang mendukung orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tahun 2018

a. Apa faktor yang mendukung Bapak dalam menanamkan perilaku disiplin salat pada anak?

“Yaitu pengawasan orang tua dalam membina anak memahami ajaran shalat itu sangat perlu di perhatikan”.

b. Bagaimana solusi yang Bapak lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut?

“Saya nasehati pelan-pelan Mbak, sebagai orang tua saya bisa membagi waktu anak maen dan waktunya shalat”.

TRANSKIP WAWANCARA A. Identitas Informan

1. Nama : Ibu Suliyem (SY)

2. Usia : 39 Tahun

3. Pekerjaan : Buruh

4. Hari/Tanggal : Rabu/ 18 Juli 2018 B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apa yang Ibu ketahui tentang salat?

“Salat itu kewajiban yang di perintahkan oleh Allah”. b. Apa yang Ibu ketahui tentang disiplin salat?

“Melaksanakan ibadah salat sesuai waktunya shalat”.

c. Apakah Ibu sendiri sudah melaksanakan disiplin salat, atau masih bolong-bolong?

“Alhamdulillah sudah mbak. Saya sebagai orang tua harus menjadi contoh bagi anak saya. Dari situlah anak saya pasti akan melakukan apa yang telah saya contohkan”.

2. Peran orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apakah anak Ibu sudah salat dengan tepat waktu? “Alhamdulillah sudah mbak”.

b. Bagaimana cara Ibu dalam mendidik anak agar salat?

“Cara yang ampuh untuk mendidik anak salat itu kalo saya dengan cara memberi hukuman. Kalo gak mau salat saya cubit atau gak biasanya saya pukul dengan pukulan yang ringan. Pasti anak saya langsong nurut Mbak”

c. Bagaimana respon anak ketika Ibu menanamkan kedisiplinan salat kepada anak?

“Awalnya sih malas-malasan lama semakin lama tidak di suruh pun selalu salat kalau sudah waktunya ”.

d. Apa yang Ibu lakukan jika anak tidak disiplin salat?

“Saya marahi. Kalau juga belum nurut saya cubit dan saya larang

bermain bersama dengan teman-temannya.”

3. Faktor yang mendukung orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tahun 2018

a. Apa faktor yang mendukung Ibu dalam menanamkan kedisiplinansalat pada anak?

“Eee kalo saya selalu memberikan dukungan pada anak saya supaya terbiasa melaksanakan salat dengan tepat waktu. Karena kan rumah sangat dekat juga dengan mushola. Saya juga cerita pahala bagi orang yang mau salat akan masuk surga.”

b. Bagaimana solusi yang Ibu lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut?

“Solusinya tak jadwalin antara bermain dan salat. Soale kalo gak gitu namanya anak kecil ya seenaknya sendiri”.

TRANSKIP WAWANCARA A. Identitas Informan

1. Nama : Ibu Nur Khayati (NK)

2. Usia : 30Tahun

3. Pekerjaan : Buruh

4. Hari/Tanggal : Kamis/19 Juli 2018 B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apa yang Ibu ketahui tentang salat?

“Salat ya kewajiban yang dilakukan sehari dalam lima waktu.” b. Apa yang Ibu ketahui tentang disiplin salat?

“Kalo misale denger adzan langsung segera salat, jadine tidak nunda waktune salat Mbak”.

c. Apakah anak Ibu sudah salat dengan tepat waktu?

“Alhamdulillah anak saya sekarang ini sudah rajin Mbak solate ”. 2. Peran orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di

Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apakah Ibu sendiri sudah melaksanakan disiplin salat, atau masih bolong-bolong?

“Sudah Mbak, karena itu sikap perilaku orang tua ya akan jadi panutan anaknya”.

b. Bagaimana cara Ibu dalam mendidik anak agar salat?

“Tak ajari cara wudhu, cara solat. Ya ketika anak saya solat saya perhatikan dia kalo ada gerakan atau bacaan yang salah saya benarkan. Biar solatnya bener Mbak begitu. Dan alhamdulillah dia sekarang sudah rajin solate.”

c. Bagaimana respon anak ketika Ibu menanamkan kedisiplinan salat kepada anak?

“Anak saya itu termasuk anak yang nurut Mbk karena saya sendiri juga terlalu memanjakannya. Jadi dia minta apa kalo saya ada uang ya tak turuti. Jadine dia juga nurut apa yang tak perintah”.

d. Apa yang Ibu lakukan jika anak tidak disiplin salat?

“Memarahinya itu pasti Mbak. Kalo gak gitu lama-lama ya jadi terbiasa tidak disiplin solate”.

3. Faktor yang mendukung orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tahun 2018

a. Apa faktor yang mendukung Ibu dalam menanamkan kedisiplinan salat pada anak?

“Kalo pendukunge ya itu dukungan dari keluarga itu jelas Mbak, terutama saya sendiri biar anak saya jadi anak yang sholeh.”

b. Bagaimana solusi yang Ibu lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut?

“Solusine ya pas waktune solat kalo anak saya tidak dirumah tak cari ke rumahe temene tak ajak pulang, atau gak biasane saya belikan snack makanan yang dia suka pasti langsung mau pulang anakku.”

TRANSKIP WAWANCARA A. Identitas Informan

1. Nama : Ibu Suci (SC)

2. Usia : 43 Tahun

3. Pekerjaan : Buruh

4. Hari/Tanggal : Jum‟at/20 Juli 2018 B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apa yang Ibu ketahui tentang salat?

“Salat itu kewajiban yang di perintahkan oleh Allah”. b. Apa yang Ibu ketahui tentang disiplin salat?

“Selalu menjalankan shalat lima waktu, tidak meninggalkannya”. c. Apakah anak Ibu sudah salat dengan tepat waktu?

“Alhamdulillah iya mbak”.

2. Peran orang tua dalam penanaman kedisiplinan pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apakah Ibu sendiri sudah melaksanakan disiplin salat, atau masih bolong-bolong?

“Alhamdulillah iya mbak, menjalankan salat lima waktu dengan tepat”.

b. Bagaimana cara Ibu dalam mendidik anak agar salat?

“Sejak dari kecil saya sudah mengajak anak untuk ikut salat berjamaah di mushola. Saya mencontohkan anak saya untuk shalat dengan tertib. Di situlah anak saya mulai mengerti tentang gerakan salat dan bacaan salat. Saya juga membelikan buku panduan salat untuk anak saya, supaya anak saya lebih mudah dalam belajar salat. Dan alhamdulillah sekarang anak saya sudah salat dengan baik”.

c. Bagaimana respon anak ketika Ibu menanamkan kedisiplinan salat kepada anak?

“Alhamdulillah anak saya nurut untuk melaksanakan salat tepat waktu mbak. Anak saya pun tidak pernah membangkang apa yang saya perintahkan. Karena anak saya takut dengan kemarahan saya”. Hhhee ya begitu lah mbak”.

d. Apa yang Ibu lakukan jika anak tidak disiplin salat?

“Pertama saya menegurnya dengan lisan, dengan cara yang halus. Apabila masih tidak nurut saya memerahinya dengan kata-kata yang keras. Kemudian apabila masih belum mau melaksanakan salat dan malah sibuk sendiri saya mulai turun tangan seperti: mencubit, dan memukul”.

3. Faktor yang mendukung orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tahun 2018

a. Apa faktor yang mendukung Ibu dalam menanamkan kedisiplinan salat pada anak?

“Saya selalu berusaha memberikan perhatian penuh pada anak saya. Jadi keluarga memberikan motivasi karena kepengen anaknya jadi anak sholeh. Dan saya menjanjikan hadiah pada anak saya apabila anak saya disiplin salat. Dengan cara seperti itulah Mbak anak saya melaksanakan salat dengan tepat waktu”. b. Bagaimana solusi yang Ibu lakukan dalam mengatasi hambatan

tersebut?

“Solusinya ya kadang tak marahi kalau nggak gitu ya nanti akan keterusan Mbak”.

TRANSKIP WAWANCARA A. Identitas Informan

1. Nama : Jumroh (JU)

2. Usia : 30 Tahun

3. Pekerjaan : Pedagang

4. Hari/Tanggal : Minggu/22 Juli 2018 B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apa yang Ibu ketahui tentang salat?

“Salat adalah kewajiban orang Islam untuk melakukannya.” b. Apa yang Ibu ketahui tentang disiplin salat?

“Melaksanakan salat tepat waktu sholat.”

c. Apakah anak Ibu sudah salat dengan tepat waktu? “Sudah alhamdulillah. ”.

2. Peran orang tua dalam penanaman kedisiplinan salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Tahun 2018

a. Apakah Ibu sendiri sudah melaksanakan disiplin salat, atau masih bolong-bolong?

“Sudah disiplin Mbak, saya yang ngajari anak biar disiplin solate mosok iya saya tidak disiplin. Karena orang tua itu sebagai contoh panutan bagi anaknya ”.

b. Bagaimana cara Ibu dalam mendidik anak agar salat?

“Saya ajarkan anak mengenai gerakan-gerakan salat secara bertahap, saya belikan mukena untuk salat biar anak menjadi rajin dalam belajar salat.”

c. Bagaimana respon anak ketika Ibu menanamkan kedisiplinan salat kepada anak?

“Pertama ya susah harus di ulang berkali-kali, diingatkan teru-menerus sampai anak mau melaksanakan apa yang saya perintahkan. “

d. Apa yang Ibu lakukan jika anak tidak disiplin salat?

“Saya nasehati, saya jelaskan mengapa harus salat? jadi anak itu bisa tau oh iya shalat itu perintah Allah yang harus dilaksanakan.” 3. Faktor yang mendukung orang tua dalam penanaman kedisplinan

salat pada anak di Dusun Baok, Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tahun 2018

a. Apa faktor yang mendukung Ibu dalam menanamkan kedisiplinansalat pada anak?

“Kalo pendukungnya ya sarana dan prasarana yang mendukung, alhamdulillah rumah deket juga dengan mushola.”

b. Bagaimana solusi yang Ibu lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut?

“Membagi waktu salat dengan bermain. Saya buat jadwal untuk anak saya waktu nya maen ya silahkan maen, kalo waktune salat ya harus salat terlebih dahulu.”

TRANSKIP WAWANCARA

Dokumen terkait