• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENGENDALIAN PENYAKIT

6.1 Penyakit Menular Langsung

6.1.2 Tuberkulosa (TB Paru)

102 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Grafik 6.3

Jumlah Kasus Covid-19 yang Terkonfirmasi Positif dan Meninggal Menurut Kecamatan di Kota Bekasi Tahun 2020

Grafik 6.3 di atas menunjukkan jumlah kasus Covid-19 pada tahun 2020 yang meninggal terbanyak di Kecamatan Bekasi Timur sebanyak 51 orang, diikuti Kecamatan Bekasi Utara (48 orang), dan Kecamatan Bekasi Barat (1.971 orang). Sedangkan Kecamatan Bantargebang dan Kecamatan Jati Sampurna adalah kecamatan dengan jumlah kasus Covid-19 meninggal yang paling sedikit pada tahun 2020 (masing-masing sebanyak 3 orang).

6.1.2 Tuberkulosa (TB Paru)

Tuberkulosa merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus menjadi perhatian. Tuberkulosa yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang mengakibatkan kerusakan terutama pada paru, dapat menimbulkan gangguan berupa batuk yang berlangsung lama (2 minggu atau lebih), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah, sesak napas, bahkan dapat menyebar ke tulang, otak, dan organ lainnya.

51 48

36

27 27 23

18 16

11 9

3 3

10 20 30 40 50 60

103 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Pada Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis telah ditetapkan target program Penanggulangan TBC nasional yaitu eliminasi pada tahun 2035 dan Indonesia Bebas TBC Tahun 2050. Eliminasi TBC adalah tercapainya jumlah kasus TBC 1 per 1.000.000 penduduk.

Pada tahun 2020 berdasarkan rumus pemodelan diketahui jumlah orang yang terduga tuberkulosis di Kota Bekasi ada sebanyak 14.871 orang. Dari jumlah ini, sebesar 88,4 persen (13.142 orang) telah mendapatkan pelayanan tuberkulosis sesuai standar. Pelayanan kesehatan yang diberikan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit – rumah sakit yang ada di Kota Bekasi.

Persentase ini jauh meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 42,2 persen orang terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan tuberkulosis sesuai standar.

Grafik 6.4

Jumlah Kasus TB Paru Menurut Jenis Kelamin di Kota Bekasi Tahun 2020

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah kasus baru TB paru tahun 2020 pada laki-laki lebih banyak dibandingkan pada perempuan.

Bahkan berdasarkan Survei Prevalensi Tuberkulosis yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI tahun 2013-2014, prevalensi pada laki-laki 3 kali lebih tinggi dibandingkan pada perempuan. Hal ini terjadi kemungkinan karena laki-laki lebih terpapar pada faktor risiko TBC misalnya merokok dan kurangnya kepatuhan minum obat.

Laki-laki;

2.885 ; 55%

Perempuan;

2.338 ; 45%

104 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Angka Notifikasi Kasus (Case Notification Rate/CNR) adalah angka yang menunjukkan jumlah semua kasus TB paru yang diobati dan dilaporkan di antara 100.000 penduduk yang ada di suatu wilayah tertentu. Angka ini berguna untuk menunjukkan kecenderungan (trend) meningkat atau menurunnya penemuan kasus dari tahun ke tahun pada wilayah tersebut. Grafik 6.5 berikut menunjukkan angka notifikasi kasus TB paru selama 10 tahun terakhir di Kota Bekasi cenderung meningkat, namun pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan menjadi 205,3 per 100.000 penduduk.

Grafik 6.5

Case Notification Rate (CNR) TB Paru per 100.000 Penduduk di Kota Bekasi Tahun 2010 s.d 2020

Angka penemuan kasus atau CDR (Case Detection Rate) adalah banyaknya jumlah yang dinyatakan sebagai penderita yang telah ditemukan dibandingkan dengan jumlah penderita yang masih diperkirakan pada wilayah tertentu. Pada tahun 2020 cakupan pengobatan semua kasus TB (CDR) di Kota Bekasi sebesar 59,6 persen (terdapat 5.223 kasus tuberkulosis dari 8.758 kasus perkiraan insiden tuberkulosis). Cakupan CDR ini juga menurun dibandingkan tahun 2019 sebesar 88,3 persen.

57,7 65,4 60,0 53,6

116,4 123,5 126,2 144,2

200,4

256,3

205,3

0 50 100 150 200 250 300

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

105 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Grafik 6.6

Case Notification Rate (CNR) per 100.000 Penduduk dan Case Detection Rate (CDR) TB Paru di Kota Bekasi Tahun 2015 s.d 2020

Cakupan penemuan kasus tuberkulosis anak di Kota Bekasi tahun 2020 sebesar 61,2 persen (terdapat 643 kasus TB anak dari 1.050 perkiraan jumlah kasus TB anak). Cakupan ini pun menurun jika dibandingkan dengan cakupan penumaun TB anak pada 2019 sebesar 92,2 persen.

Grafik 6.7

Cure Rate, Complete Rate, dan Success Rate TB Paru di Kota Bekasi Tahun 2010 s.d 2020

123,5 126,2 144,2

2015 2016 2017 2018 2019 2020

CNR CDR

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Cure Rate Complete Rate Success Rate

106 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Angka kesembuhan (cure rate) tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis yang terdaftar dan diobati cenderung mempunyai gap dengan angka keberhasilan pengobatan setiap tahunnya (terlihat pada grafik 6.3 di atas). Angka kesembuhan TB paru di Kota Bekasi tahun 2020 sebesar 62,2 persen. Menurun dari tahun 2019 sebesar 64,8 persen.

Angka kesembuhan berkontribusi terhadap angka keberhasilan pengobatan, bila angka kesembuhan menurun, menurun pula angka keberhasilan pengobatan. Dalam upaya pengendalian penyakit, fenomena menurunnya angka kesembuhan ini perlu mendapat perhatian besar karena akan mempengaruhi penularan penyakit TB paru.

Grafik 6.8

Proporsi Cure Rate Menurut Jenis Kelamin di Kota Bekasi Tahun 2020

Dilihat berdasarkan jenis kelaminnya, proporsi angka kesembuhan (Cure Rate) sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (57 persen), dan sisanya 43 persen berjenis kelamin perempuan.

Karena memang total kasus TB paru-nya lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Namun bila angka kesembuhannya dibandingkan dengan jumlah semua kasus tuberkulosis terdaftar dan diobati, maka pada perempuan sedikit lebih banyak kasus yang sembuh (62,9 persen) dibandingkan laki-laki yang sembuh (61,7 persen).

1.127 ; 57%

857 ; 43%

Laki-laki Perempuan

107 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Pada grafik 6.7 terlihat angka pengobatan lengkap (complete rate) semua kasus tuberkulosis di Kota Bekasi cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir. Peningkatan yang cukup tajam terjadi pada tahun 2019 yaitu 49,0 persen dari 12,8 persen kasus dengan pengobatan lengkap di tahun 2018. Pada tahun 2020 terjadi sedikit peningkatan kembali menjadi 49,6 persen.

Grafik 6.9

Proporsi Complete Rate Menurut Jenis Kelamin di Kota Bekasi Tahun 2020

Sama seperti cure rate, proporsi angka pengobatan lengkap/

Complete Rate juga sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (51 persen atau sebanyak 1.982 orang) dan sisanya (49 persen atau sebanyak 1.899 orang) berjenis kelamin perempuan yang telah mendapatkan pengobatan tuberkulosis paru secara lengkap.

Angka keberhasilan pengobatan (success rate) adalah jumlah semua kasus tuberkulosis yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan. Badan kesehatan dunia menetapkan standar keberhasilan pengobatan sebesar 85 persen.

Grafik 6.7 memperlihatkan trend angka keberhasilan pengobatan semua kasus tuberkulosis di Kota Bekasi yang cenderung menurun. Tetapi pada tahun 2020 ada sedikit peningkatan, meskipun angka keberhasilan ini pun masih jauh di bawah standar badan kesehatan dunia (WHO).

1.982 ; 51%

1.899 ; 49%

Laki-laki Perempuan

108 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020

Angka keberhasilan pengobatan (success rate/ SR) semua kasus tuberkulosis tahun 2020 sebesar 75,0 persen (5.865 kasus).

Angka ini sedikit meningkat dibandingkan SR tahun 2019 sebesar 74,2 persen (4.445 kasus).

Grafik 6.10

Proporsi Success Rate Menurut Jenis Kelamin di Kota Bekasi Tahun 2020

Pada tahun 2020 angka keberhasilan pengobatan lebih besar pada laki-laki (53 persen) dibandingkan perempuan (47 persen). Namun bila proporsinya dibandingkan dengan seluruh kasus tuberkulosis yang terdaftar menurut jenis kelaminnya, angka keberhasilan pengobatan pada perempuan lebih tinggi (77,0 persen) dibandingkan laki-laki (73,4 persen).

Masih tingginya kasus tuberkulosis, maka perlu pencegahan dan pengendalian faktor risiko tuberkulosis. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan: membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, membudayakan perilaku etika berbatuk, melakukan pemeliharaan dan perbaikan kualitas perumahan dan lingkungannya sesuai dengan standar rumah sehat, peningkatan daya tahan tubu, penanganan penyakit penyerta TB, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TB di fasilitas pelayanan kesehatan, dan di luar fasilitas pelayanan kesehatan.

3.109 ; 53%

2.756 ; 47%

Laki-laki Perempuan

109 Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2020