C. Guru Pendidikan Agama Islam
2. Tugas dan Tanggung Jawab Guru Pendidikan Agama Islam
Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar sangat berperan penting dalam pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam. Tindak tanduk guru menjadi sorotan siswa, seperti cara berpenampilan dan bertingkah laku guru akan selalu menjadi contoh para siswa, sehingga kesalahan siswa akan dikembalikan pada guru. Oleh karena itu, guru dituntut untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan profesional.
Nana Syaodih menyebutkan 3 tugas yang harus dilaksanakan oleh guru yang profesional yaitu: Guru sebagai pribadi, guru sebagai pendidik dan pengajar, guru sebagai pembimbing,
36
1.Guru sebagai pribadi
Kedudukan guru sebagai pendidik dan pembimbing tidak bisa dilepaskan dari guru sebagai pribadi, kepribadian guru sangat mempengaruhi peranannya sebagai pendidik dan pembimbing, dia mendidik dan membimbing para siswa tidak hanya dengan bahan yang disampaikan atau metode penyampaian yang digunakan tetapi dengan seluruh kepribadiannya. Mendidik dan membimbing tidak hanya terjadi dalam interaksi formal, tetapi juga interaksi informal, tidak hanya diajarkan tetapi pula ditularkan pribadi guru merupakan suatu kesatuan antara sifat-sifat pribadinya dan perannya sebagai pendidik, pengajar dan pembimbing.
2.Guru sebagai pendidik dan pengajar
Guru mempunyai peran ganda sebagai pengajar dan pendidik, kedua peran tersebut bisa dilihat perbedaannya, tetapi tidak bisa dipisahkan, tugas utama sebagai pendidik adalah membantu mendewasakan anak, tugas utama guru sebagai pengajar adalah membantu perkembangan intelaktual, afektif dan psikomotor, melalaui menyampaikan pengetahuan, pemecahan masalah, latihan-latihan afektif dan keterampilan.
3.Guru sebagai pembimbing
Selain sebagai pendidik dan pengajar, juga guru sebagai pembimbing. Perkembanagn anak tidak selalu mulus dan lancar adakalanya lambat dan mungkin juga terhenti sama sekali, dalam situasi seperti itu mereka perlu mendapatkan bantuan atau bimbingan. Dalam upaya membantu anak mengatasi kesulitan atau hambatan yang dihadapi dalam perkembangannya, sebagai pembimbing, guru perlu memiliki pemahaman yang seksama tentang para siswanya, memahamni segala potensi dan kelemahannya, masalah dan kesulitanya dan segala latar belakangnya.
Guru mengemban tugas sebagaimana dinyatakan dalam UUSPN (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional) No. 20 Tahun 2003 dalam
32
pasal 39 bahwa: (1) “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Ayat (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik dan perguruan tinggi.”37
Tugas pendidik dapat dijabarkan dalam beberapa pokok pikiran, yaitu: a. Sebagai pengajar (intruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran, melaksanakan program yang disusun, dan akhirnya dengan pelaksanaan penilaian setelah program tersebut dilaksanakan. b. Sebagai pendidik (edukator) yang mengarahkan peserta didik pada
tingkat kedewasaan kepribadian sempurna (insan kamil), seiring dengan tujuan penciptaanya.
c. Sebagai pemimpin (managerial) yang memimpin, mengendali diri (baik diri sendiri, peserta didik, maupun masyarakat), upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, dan partisipasi atas program yang dilakukan.38
Guru di samping sebagai pengajar, guru juga harus menjadi pendidik, di mana tugas mendidik adalah agar anak didik mencapai kedewasaan, berahklak mulia dan mengamalkan ajaran agama. Apabila tugas guru di atas dijalankan dengan baik maka anak didik dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi insan kamil atau manusia berkepribadian sempurna, yang memiliki intelektualitas dan budaya yang tinggi serta dibarengi dengan moral dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Seperti yang dikatakan Prof. Dr. Armai
Arif, MA, Bahwa “Perubahan sikap merupakan salah satu sasaran penting dari konsep pendidikan, Perbaikan tersebut diwujudkan dengan memunculkan
37
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional (Direktorat Jendral Pendidikan Islam,Departemen Agama RI, 2006) hal 27.
38
Dr. Al-Rasyid, M.A. dan Syamsul Nizar, M.A., Filasafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis,Tteoritis dan Praktis, (Jakarta: Ciputat Press, 2005) cet. II, hal. 44.
figur insan kamil, yakni sosok manusia berprestasi dalam sisi intelektual dan budaya dalam sisi moral.”39
Menurut al-Ghazali dikutip oleh Abudin Nata, ciri-ciri guru yang baik 1. Guru harus mencintai muridnya seperti mencintai anak
kandungnyasendiri.
2. Guru jangan mengharapkan materi (upah) sebagai tujuan utama dari pekerjaannya (mengajar) karena mengajar adalah tugas yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW.
3. Guru harus mengingatkan muridnya agar tujuannya dalam menuntut ilmu bukan untuk kebanggaan diri atau mencari keuntungan pribadi tapi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Guru harus mendorong muridnya agar mencari ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat 5. Dihadapan muridnya guru harus memberikan contoh yang baik,
seperti berjiwa halus, sopan, lapang dada, murah hati dan berakhlak terpuji lainnya
6. Guru harus mengajarkan pelajaran yang sesuai dengan tingkat intelektual dan daya tangkap anak didiknya
7. Guru harus mengamalkan yang diajarkannya karena ia menjadi idola di mata anak didiknya
8. Guru harus memahami minat, bakat dan jiwa anak didiknya sehingga disamping tidak akan salah dalam mendidik juga terjalin hubungan yang akrab antara guru dan anak didiknya
9. Guru harus dapat menanamkan keimanan kedalam pribadi anak didiknya sehingga akal pikiran anak didik tersebut akan dijiwai oleh keimanan itu.40
Sedangkan kewajiban guru seperti tertulis dalam UUSPN Tahun 2003 tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pasal 40 ayat (2) bahwa:
39
Armai Arif, Reformulasi Pendidikan Islam, (Jakarta: CRSD Press, 2005), Cet. 1, Hal. 82.
40
Nata, Abudin, Ed, Sejarah Pendidikan Islam pada Periode Klasik dan Pertengahan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004, Cet.1.
34
a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis;
b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan
c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.41
Uraian di atas menunjukan bahwa guru agama Islam mengemban tanggung jawab yang sangat penting yaitu guru bertanggung jawab agar terciptanya suasana yang berpendidikan baik di masyarakat dan lembaga. Serta bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan nasional, juga memberikan keteladan bagi lingkunganya dan anak didiknya.
Tugas guru tidak sekedar mengajarkan bahan bidang studi keahliannya, tapi juga bertugas sebagai tenaga ahli kependidikan di bidang perencanaan dan pengembangan kurikulum. Dengan ketrampilannya menentukan jenis bidang studi itu, guru akan memperoleh kemampuan yang lebih mendalam tentang menyeleksi bahan bidang studi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.
Hujjatul Islam, imam al-Ghazali mengemukakan bahwa tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan mensucikan serta membawa hati menjadi yang taqorrub ila Allah. Para pendidik hendaknya mengarahkan peseta didik untuk mengenal Allah lebih dekat melalui seluruh ciptaan-Nya. Para pendidik dituntut untuk dapat mensucikan jiwa peserta didik. Hanya dengan jiwa-jiwa yang suci manusia akan dekat dengan khaliqnya.
Berkenaan dengan konsep ini, an-Nahlawi menyimpulkan bahwa selain bertugas mengalihkan berbagai pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta didik, tugas utama yang perlu dilakukan pendidik adalah tazkiyat an-nafs, yaitu mengembangkan, membersihkan, mengangkat jiwa peserta didik kepada Khaliqnya, menjauhkannya dari kejahatan dan menjaganya agar
41
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional (Direktorat Jendral Pendidikan Islam,Departemen Agama RI, 2006) hal. 28.
tetap berada pada fitrah yang hanif. Tugas guru menjadi pendidik dan pengajar di zaman sekarang tidak mudah, tantangan begitu banyak dan besar, misalnya, anak didik tidak mau diatur, semangat belajar rendah, maunya dari yang mengenakkan, daya juang kecil. Di beberapa tempat anak didik suka tawuran, berantem dan menjadi korban narkoba.
Tantangan menjadi lebih berat lagi karena kesejahteraan guru di negara ini memang rendah sehingga makin berat bagi guru untuk dapat menjalankan tugasnya secara baik. Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan. Itulah sebabnya jenis profesi ini paling muda terkena pencemaran. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih.
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pada siswa.Tugas dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru pada hakikatnya merupakan komponen strategis yang memilih peran yang penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. Semakin akurat para guru melaksanakan tugasnya semakin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan.