• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Dalam dokumen UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Halaman 21-0)

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1-10

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Sebagaimana yang terdapat dalam rumusan masalah pada pembahasan sebelumnya, maka dikemukakantujuanpenelitianadalahsebagaiberikut:

a. Untuk mengetahui aktivitas komunikasi organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

b. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menghambat komunikasi organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

2. Kegunaan Penelitian a. Manfaat teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi dalam mengembangkan khasanah keilmuan pada jurusan komikasi dan penyiaran islam serta bisa dipergun akan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya yang menyangkut masalah komunikasi organisasi.

b. Manfaat praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi praktisi pengembangan organisasi khususnya di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene dalam menambah khasanah kepustakaan universitas.

11 BAB II

TINJAUAN TEORITIS A. Tinjauan Komunikasi

1. Pengertian Komunikasi

Kata atau istilah komunikasi (Bahas Inggris “communication”) berasal dari bahasa latin “communicates” yang berawal dari kata “communica” yang berarti

“berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan (Stuart,1983).

Secara etimologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain. Pengertian di atas dapat diketahui bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan suatu pesan kepada orang lain. Seseorang dapat dikatakan berkomunikasi jika ada pesan yang disampaikan kepada pihak lain. Tentu saja, pesan itu harus bisa dipahami orang lain atas pesan yang disebarkan. Jika pesan tidak tersampaikan atau tidak dipahami berarti tidak terjadi komunikasi yang baik sebagaimana tujuan komunikasi yang berarti ada kegagalan komunikasi.

Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan suatu pesan kepada orang lain. Seseorang dapat dikatakan berkomunikasi jika ada pesan yang disampaikan kepada pihak lain. Tentu saja, pesan itu harus bisa dipahami orang lain atas pesan yang disebarkan. Jika pesan tidak tersampaikan atau tidak

12

dipahami berarti tidak terjadi komunikasi sebagaimana tujuan komunikasi yang berarti ada kegagalan komunikasi.10

Menurut, Janis & Kelley komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).11

Hovland, Janis dan Kelley seperti yang dikemukakan oleh Forsdale (1981) adalah ahli Sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuli (usually verbal) to modivy the behavior of other individuals”. Dengan kata-kata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai sesuatu hal.12

Lasswell memiliki paradigma bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni: Komunikator (communicator, source, sender), Pesan (message), Media (channel, media), Komunikan (communican, communicate, receiver, recipient), Efek (effect, impact, influence). Jadi, berdasarkan paradigm Lasswell tersebut, komunikasi adalah

10Nurudin, Ilmu Komunikasi Ilmiah dan Populer (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2017), h. 8.

11Rayudaswari Budi, Pengantar Ilmu Komunikasi (Makassar: Kretakupa Print Makassar, 2010), h.7-8.

12Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi (Jakarta : Bumi Aksara, 2004), hal. 2.

13

proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.13

Mencermati definisi di atas, bahwa komunikasi pada dasarnya adalah suatu tindakan untuk mengekspresikan ide, informasi, pengetahuan, pikiran, dan perasaan, serta pemahaman apa yang diungkapkan oleh orang lain yang melibatkan pihak pengirim dan penerima pesan, baik verbal maupun nonverbal yang bisa terjadi dalam individu atau kelompok. Komunikasi tersebut tidak hanya melibatkan isi pesan, tetapi juga dampak emosionalnya atau efek pesan dari orang yang menerimanya. Komunikasi tidak hanya sekedar memberi dan menerima, namun lebih dari itu kita harus melakukannya bersama-sama.

2. Unsur-unsur Komunikasi

Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam kegiatan komunikasi adalah a. Sumber (komunikator)

Merupakan unsur paling utama dalam berkomunikasi, unsur tersebut merupakan komunikator atau orang yang menyampaikan pesannya sendiri.

Sumber pesan tersebut dapat berupa orang, lembaga, buku, dan lain sebgainya b. Pesan

Pesan adalah sesuatu yang disampaikan dari pengirim kepada penerima. Di dalam pesan terdapat inti pesan yaitu makna, jadi pesan adalah bungkusan dari makna yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.

13Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori & Praktek (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2007), hal. 10-11.

14

c. Saluran (media)

Adalah sarana yang digunakan dalam penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada komunikan. Adapun beberapa media yang dimaksud yaitu media cetak, media elektronik, dan media sosial.

d. Penerima pesan (komunikan)

Komunikan adalah pihak yang akan menerima pesan atau berita dari komunikator. Komunikan adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karenakomunikanlah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterimaoleh komunikan, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kalimenuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan atau saluran.14

e. Balikan (efek)

Reaksi yang ditimbulkan oleh penerima pesan setelah mendapatkan dan mengolah informasi dari isi pesan yang dikirimkan oleh komunikator15.

B. Komunikasi dalam Pandangan Islam

Dalam Al-quran komunikasi disebut sebagai salah satu fitrah manusia untuk mengetahui bagaimana manusia berkomunikasi dengan baik.Al-Quran memberikan (key conpet) yang berhubungan dengn hal itu. Jalaluddin Rahmat

14Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo, Persada, 2008), h.26.

15Elfi Yanti Ritonga, Komunikasi Organisasi (Medan: (t.d), 2019), hal. 22-23

15

menjelaskan bahwa kata „‟al-bayan‟‟ merupakan kata kunci yang dipergunakan dalam Al-Quran untuk sarana berkomunikasi.16

Di dalam Al-Quran perkataan yang baik dalam berkomunikasi terdapat pada surah An-nisa‟/4:5 Yaitu



Terjemahnya:

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.17

Makna qaulan sadidan yang berarti perkataan yang baik jujur, lurus, tidak berbohong dan tidak berbelit-belit sehingga pihak yang diajak berkomunikasidapat memahami dengan jelas. Dalam berkomunikasi (berbicara) harus menginformasikan atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja, jujur, tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta.18

16Jalaluddin Rahmat, Prinsip-Prinsip komunikasi Menurut Al-Quran, (Bandung:

Audienta, 1994), h.35.

17Departemen Agama RI, Al-Qur‟an Al-Karim dan Terjemehannya, h. 77.

18Jalaluddin Rahmat, Prinsip-Prinsip Komunikasi Menurut Al-Quran, h.77.

16

C. Konsep organisasi

Organisasi merupakan suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, ssebagai suatu kesatuan yang memiliki tujuan tertentu dan mempunyai betas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan (mathis dan jackson).19

Everet M. Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas. Robert Bonnington dalam buku Modern Busines A Systems Approach, mendefinisikan organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.20

Menurut (Drs. M. Manullang), organisasi adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dilakukan, pembatalan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja

19Erni Rernawan, Organization Culture, Budaya Organisasi dalam Pespektif Ekonomi dan Bisnis (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 15.

20 Khomsahrial Romli, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: Grasindo, 2011),h.1.

17

sama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan, secara singkat organisasi adalah suatu perbuatan diferensiasi tugas-tugas.21

1. Unsur-Unsur Organisaasi

Adapun unsur-unsur organisasi secara sederhana memiliki tiga unsur, yaitu:

a. Personal (Man)

Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers).

Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

b. Kerjasama (team work)

Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man fower) organisasi.

21 Malayu, S.P. Hasibuan, Organisasidan Motivasi, Dasar Peningkatan Produktivitas (Jakarta Timur: Bumi Pusaka, 2005), h. 24-25.

18

c. Tujuan Bersama

Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.

d. Peralatan (Equipment)

Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

e. Lingkungan (Environment)

Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi.

f. Sumber Daya Alam

Selain lingkungan, sumber daya alam juga merupakan unsur terpenting yang harus terpenuhi agar organisasi berjalan dengan baik, beberapa contohnya adalah: air, keadaaniklim, kondisi tanah, cuaca, flora dan fauna.22

22Siti Cholisoh. Ciri-ciri, Unsur, dan Teori Organisasi, blok Siti Cholisoh.

http://id.scribd.com/doc/175442473/ciri -unsur-dan-teori-organisasi-pdf. 2013.

19

2. Karakteristik Organisasi

Tiap organisasi di samping mempunyai elemen yang umum juga mempunyai karakteristik yang umum. Di antara karakteristik tersebut adalah bersifat dinamis, memerlukan informasi, mempunyai tujuan dan struktur.

a. Dinamis

Organisasi sebagai suatu sistem terbuka terus-menerus mengalami perubahan, karena selalu menghadapi tantangan baru dari lingkungannya dan perlu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang selalu berubah tersebut.Sifat dinamis ini pertama sekali disebabkan karena adanya perubahan ekonomi dalam lingkungannya.Semua organisasi memerlukan sumber keuangan untuk melakukan aktivitasnya. Oleh karena itu kondisi ekonomi mempengaruhi secara tajam pada kehidupan organisasi. Organisasi harus memberikan perhatian kepada tiap-tiap segi ekonomi. Uang yang tersedia, sumber yang digunakan sebagai bahan mentah, biaya pekerja atau karyawan, semuanya memainkan peranan yang penting dalam pengembangan organisasi.

Faktor kedua yang menjadikan organisasi bersifat dinamis adalah perubahan pasaran. Kebanyakan organisasi pasarannya adalah hasil produksi atau pelayanan. Misalnya bila pemasaran mengalami kemunduran maka ini akan membawa perubahan dalam jumlah produksi yang harus dikurangi dan begitu juga kalau keadaan sebaliknya. Contoh: bila tenaga guru tidak banyak lagi dibutuhkan oleh sekolah-sekolah maka lembaga pendidikan guru harus mengurangi menerima calon guru yang akan dihasilkannya.

20

Faktor ketiga yang juga menjadikan organisasi bersifat dinamis adalah perubahan kondisi sosial. Karena semua organisasitergantung kepada bakat dan inisiatif manusia maka organisasi mesti tetap dinamis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi sosial. Jika kondisi sosial berubah organisasi juga harus berubah.

Faktor terakhir adalah perubahan teknologi. Perubahan teknologi yang terjadi dalam masyarakat akan memberikan dampak pada organisasi. Misalnya kalau dalam masyarakat sudah banyak tersedia mesin alat produksi yang baru yang dapat lebih menghemat biaya dan tenaga maka organisasi hendaknya berusaha untuk dapat menggunakan teknologi tersebut demi untuk efisiensi organisasinya

b. Memerlukan Informasi

Semua organisasi memerlukan informasi untuk hidup. Tanpa informasi organisasi tidak akan dapat jalan. Dengan adanya informasi bahan mentah dapat diolah menjadi hasil produksi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Begitu juga sebaliknya dengan tidak adanya informasi suatu organisasi dapat macet atau mati sama sekali.

Untuk mendapatkan informasi adalah melalui proses komunikasi. Tanpa komunikasi tidak mungkin kita mendapat informasi. Oleh karena itu komunikasi memegang peranan penting dalam organisasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan bagi organisasi. Informasi yang dibutuhkan ini baik dari dalam organisasi sendiri maupun dari luar organisasi.

21

c. Mempunyai Tujuan

Organisasi adalah merupakan kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu setiap organisasi harus mempunyai tujuan sendiri-sendiri. Tentu saja tujuan suatu organisasi dengan organisasi lainnya sangat bervariasi. Misalnya tujuan organisasi pendidikan adalah untuk mendidik anak-anak atau pemuda menjadi manusia seutuhnya.

Tujuan organisasi hendaknya dihayati oleh seluruh anggota organisasi sehingga setiap anggota dapat diharapkan mendukung pencapaian tujuan organisasi melalui partisipasi mereka secara individual. Sebagian orang telah menyadari, bahwa dengan masuknya dia menjadi anggota suatu organisasi atau bekerja pada suatu perusahaan, berarti secara otomatis dia menerima tujuan organisasi atau perusahaan tersebut.

d. Terstruktur

Organisasi dalam usaha mencapai tujuannya biasanya membuat aturan-aturan, undang-undang dan hierarki hubungan dalam organisasi. Hal ini dinamakan struktur organisasi.

Tiap organisasi mempunyai satu struktur. Beberapa dari organisasi mempunyai batas yang tajam dan struktur yang kompleks sedangkan yang lainnya mempunyai batas yang agak longgar dan strukturnya sederhana.

Di samping empat sifat yang telah dikemukakan di atas ada empat hal yang umum dalam organisasi yaitu sumber daya manusia, keterampilan, energi, dan lingkungan. Tiap organisasi mempunyai sumber daya manusia. Manusialah yang mengelola organisasi, yang mengerjakan tugas-tugas organisasi dan manusia

22

jugalah yang memberikan pengetahuan yang organisasi gunakan untuk bertumbuh dan berkembang.23

3. Fungsi Organisasi

Organisasi mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah memenuhi kebutuhan pokok organisasi, mengembangkan tugas dan tanggung jawab, memproduksi hasil produksi dan mempengaruhi orang.24

a. Memenuhi Kebutuhan Pokok Organisasi

Semua organisasi mempunyai kebutuhan pokok masing-masing dalam rangka kelangsungan hidup organisasi tersebut.

b. Mengembangkan Tugas dan Tanggung Jawab

Kebanyakan organisasi bekerja dengan bermacam-macam standar etis tertentu.Ini berarti organisasi harus hidup sesuai standar yang telah ditetapkan dalam organisasi maupun standar masyarakat dimana organisasi itu berada.

c. Memproduksi Barang atau Orang

Fungsi utama dari organisasi adalah memproduksi barang atau orang sesuai dengan jenis organisasinya.

d. Mempengaruhi dan Dipengaruhi Orang

Sesungguhnya organisasi digeraakkan oleh orang. Orang yang membimbing, mengolah, mengarahkan dan menyebabkan pertumbuhan

23Elfi Yanti Ritonga, Komunikaasi Organisasi. h. 32-34.

24Ramsiah Tasruddin, Human Relations Dalam Organisasi (Makassar: Alauddin University Press, 2014), hal. 37-39.

23

organisasi. Orang yang memberikan ide-ide baru, program baru dan arah yang baru.

4. Konsep organisasi

Ada beberapa konsep yang menjadi kunci dalam suatu organisasi, yaitu:

a. Proses

Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan diantara anggotanya. Hal tersebut dikarenakan gejala menciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus menerus dan tidak ada henti-hentinya sehingga dikatakan sebagai suatu proses.

b. Pesan

Pesan adalah susunan simbol yang penuh arti tentang orang, objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang.Untuk berkomunikasi seseorang harus sanggup menyusun suatu gambaran dan mengembangkan suatu perasaan terhadapnya.

Komunikasi tersebut efektif apabila pesan yang dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim. Misalnya, seorang pimpinan melihat pekerjaan bawahannya tidak beres, lalu berkata dengan suara keras “hei, apa ini pekerjaan kamu’’, sambil memukul meja.Isi pesan ini adalah pernyataan rasa marah terhadap kesalahan bawahannya itu. Bila bawahan yang menerima pesan itu mengartikan bahwa pimpinannya marah karena pekerjaan itu, berarti pesan tersebut bersifat efektif. Sehingga simbol-simbol yang digunakan dalam pesan dapat berupa verbal dan nonverbal.

24

c. Jaringan

Organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau peranan tertentu dalam organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orangorang ini sesamanya terjadi melewati suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Suatu jaringan komunikasi ini mungkin mencakup hanya dua orang, beberapa orang, atau keseluruhan organisasi. Hakikat dan luas dari jaringan ini dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain: hubungan peranan, arah dan arus pesan, dan isi dari pesan.

d. Keadaan Saling Tergantung

Konsep kunci organisasi keempat adalah keadaan saling tergantung antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.Hal ini telah menjadi sifat dari suatu organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka. Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan maka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan mungkin juga kepada seluruh sistem organisasi. Begitu juga halnya dengan jaringan komunikasi dalam suatu organisasi saling melengkapi.Implikasinya, bila pimpinan membuat suatu keputusan, pimpinan tersebut harus memperhitungkan implikasi keputusan itu terhadap organisasinya secara menyeluruh.

e. Hubungan

Konsep kunci yang kelima dari komunikasi organisasi adalah hubungan dikarenakan organisasi merupakan suatu sistem yang terbuka, sistem kehidupan sosial maka untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan manusia.

Dengan kata lain jaringan melalui jalannya pesan dalam suatu organisasi

25

dihubungkan oleh manusia. Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi yang memfokuskan kepada tingkah laku komunikasi dari orang yang terlibat dalam suatu hubungan perlu dipelajari. Misalnya: sikap, skill, moral dari seorang pengawas mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hubungan yang bersifat organisasi.

f. Lingkungan

Lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu sistem.Lingkungan ini dapat dibedakan atas lingkungan internal dan lingkungan eksternal.Lingkungan internal adalah personalia (karyawan), staf, golongan fungsional dari organisasi, dan komponen organisasi lainnya seperti tujuan, produk, dan sebagainya.Sedangkan lingkungan eksternal dari organisasi adalah langganan, leveransir, kompetitor dan teknologi.

g. Ketidakpastian

Ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang diharapkan. Misalnya suatu organisasi memerlukan informasi mengenai aturan pemerintah yang berpengaruh terhadap produksi barang-barangnya. Jika organisasi ini banyak informasi mengenai hal ini maka mereka akan lebih pasti dalam memproduksi hasil organisasinya yang sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah. Tetapi bila mereka tidak memperoleh informasi

26

tersebut maka mereka ragu-ragu memproduksi barang-barangnya apakah sesuai dengan standar yang ditentukan.25

D. Tinjauan tentang Komunikasi Organisasi

R. Wayne Pace dan donF. Faules mengemukakan bahwa defenisi fungsional komunikasi oganisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan unit-unit komuniasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi, dengan demikian, terdiri dari unt-unit komunikasi dalam hubungn hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.26

Defenisi komunikasi organisasi menurut Goldhaber, bahwa komunikasi organisasi dapat dipersepsikan dari berbagai persapektif yang dikemukakan sebagai berikut:

a. Komunikasi organisasi tejadi dalam suatu system terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungnannya, baik internal (disebut budaya) daan eksternal.

b. Komunikasi organisasi melibatkan pesan dan saluran, tujuan, arah dan media

c. Komunikasi organisasi melibatkan orang-orang dan sikap mereka, perasaan, hubungan, dan keterampilan.

25Khomsahrial Romli, Komunikasi Orgnasasi Lengkap. h. 13-20.

26Poppy Rulianan, Komunikasi Organisasi: Teori dan Studi Kasus (Depok: PT Rajagrafindo Persada: 2013), h. 25.

27

d. Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah.27

Menurut Drs. Ig Wursanto media komunikasi organisasi adalah: “Media yang digunakan dalam komunikasi organisasi yang Jangkauannya terbatas dalam kantoratau organisasi saja. Jenis yang dipergunakan tergantungpada bentuk atau jenis komunikasi, apakah secara langsung atau tidak. Media yang dipergunakan dalam komunikasi organisasi pada umumnya yaitu surat,telepon, pertemuan, wawancara dan kunjungan”.28

Komunikasi organisasi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan semangat kerja anggota organisasi. Dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, masalah semangat kerja akan berpengaruh pada produktivitas. Agar produktivitas karyawan tetap terjaga ataupun meningkat, perusahaan harus selalu berusaha menanamkan semangat dan gairah kerja yang tinggi dalan diri karyawan perusahaan.

1. Jenis komunikasi dalam organisasi

Secara umum, komunikasi organisasi dapat dibedakan atas komunikasi formal dan komunikasi informal. Komunikasi formal salurannya ditentukan oleh struktur yang telah direncanakan yang tidak dapat dipungkiri oleh organisasi.

Sedangkan komunikasi informal tidaklah direncanakan dan biasanya tidaklah

27 Poppy Rulyana, Komunikasi Organisasi: Teori dan Studi Kasus, h.28.

28

mengikuti struktur formal organisasi, tetapi timbul dari interaksi sosial yang wajar di antara anggota organisasi. Komunikasi informal adalah berita berita dari mulut ke mulut mengenai diri seseorang, pimpinan, maupun mengenai organisasi yang biasanya bersifat rahasia.29

a. Komunikasi formal

Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi antar anggota organisasi yang secara tegas tellash direncanakan dan tercantum di dalam struktur organisasi.30

Bila pesan mengalir melalui jalur resmi yang ditentukan oleh hierarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan itu berada dalam jalur komunikasi formal. Adapun fungsi penting sistem komunikasi formal menurut Liliweri (1997: 294) adalah sebagai berikut:

a. Komunikasi formal terbentuk sebagai fasilitas untuk mengkoordinir kegiatan, pembagian kerja dalam organisasi.

b. Hubungan formal secara langsung hanya meliputi hubungan antara atasan dengan bawahan. Komunikasi langusng seperti ini memungkinkan dua pihak berpartisipasi umpan balik dengan cepat.

c. Komunikasi formal memungkinkan anggota dapat mengurangi atau menekan waktu yang akan terbuang, atau kejenuhan produksi, mengeliminir ketidaktentuan operasi pekerjaan, termasuk tumpang

29 Chairul Furqon, “Hakikat Komunikasi Organisasi”, Direktorat file UPI (2005), h. 4-5.

30Andre Hardjana, Komunikasi Organisasi, (Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2016), h. 19

29

tindihnya tugas dan fungsi, serta pembaharuan menyeluruh yang

tindihnya tugas dan fungsi, serta pembaharuan menyeluruh yang

Dalam dokumen UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Halaman 21-0)

Dokumen terkait