• Tidak ada hasil yang ditemukan

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UIN ALAUDDIN MAKASSAR"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

AKTIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN MALUNDA KABUPATEN MAJENE

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat meraih gelar sarjana sosial Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam

pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Oleh : IBNU TASLIM NIM :50100115034

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2020

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ibnu Taslim NIM : 50100115034

Tempat/ Tanggal Lahir : Majene, 13 September 1995 Jur/ Prodi/ Konsentrasi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas/ Program : Dakwah dan Komunikasi

Alamat : Malunda, Kabupaten Majene.

Judul :

Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya sendiri. Jika di kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Gowa, 7 Februari 2020 Penyusun

Ibnu Taslim

NIM. 50100115034 Aktivitas Komunikasi Organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

(3)

iii

(4)

iv

KATA PENGANTAR

ِميِحهرلٱ ِن َٰ م ۡحهرلٱ ِ هللَّٱ ِم ۡسِب

Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan atas kehadirat Allah swt.atas segala nikmat serta karunia yang Allah berikan sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini sebagaimana mestinya. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw. beserta para sahabat dan keluarganya..

Penyusunan skripsi ini diajukan sebagai salah-satu syarat meraih gelar sarjana strata 1 (S1) pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar. Skripsi iniberjudul “Aktivitas Komunikasi Organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene”.

Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, dukungan dan motivasi dari berbagi pihak. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yaitu kepada :

1. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Mardan, M.Ag. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan, Dr. Wahyuddin, M.Hum. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof Dr. Darussalam, M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. H.

Kamaluddin Abunawas, M.Ag, beserta seluruh Civitas Akademika UIN Alauddin Makassar.

(5)

v

2. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar, Dr.

Firdaus Muhammad, M.A, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr, Irwan Misbach, S.E., M.Si, Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr.

H. Nurlaelah Abbas, Lc., M.A, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr.

Irwanti Said, M.Pd.

3. Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Rahmawati Haruna, SS., M.Si dan Sekretaris Jurusan, Hamriani, S.Sos.I., M.Sos.I atas segala bimbingan, nasihat, arahan selama penulis menjadi mahasiswa di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

4. Dr. Asni Djamereng, M.Si.selaku Pembimbing I dan Rahmawati Haruna, SS,M.Siselaku Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya dalam mengarahkan dan membimbing dari awal penyusunan skripsi hingga selesai.

5. Dr. Abdul halik, S.Sos., M.Si. selaku Munaqisy I dan Drs. Syam’un, M.Pd., MM selaku Munaqisy II yang telah memberikan koreksi dan masukannya dalam perbaikan skripsi ini.

6. Dosen lingkup Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar yang telah begitu banyak memberi ilmu-ilmunya selama perkuliahan serta para Staf Fakultas yang banyak membantu dalam hal administrasi maupun proses pengurusan berkas.

7. Kedua Orang tua penulis, Alm. Bapak M. Djafar. S dan Ibu Janipa, yang telah mendidik dan membimbing penulis semasa kecil hingga sampai pada tahap ini. Sumber semangat, kebahagiaan dan kasih sayang yang tak pernah tergantikan. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada saudara saya, kakak

(6)

vi

Hasnawati, Syahrin, Muh. Kasim, Nuraswadi, Mursalim, orang-orang hebat yang telah mendukung dan memberikan dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini.

8. Teman-teman seperjuangan Komunikasi dan Penyiaran Islam (Channel 2015), terkhusus teman-teman KPI A. Terima kasih atas semangat dan supportnya selama ini. Teman suka dan duka selama mengenyam bangku perkuliahan.Sukses selalu.

9. Terima kasih juga saya ucapkan untuk Teman-teman serumah di Perumahan Griya Yuda Mas, yang menjadi keluarga saya dalam suka dan duka selama 4 tahun.

Akhirnya, Penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada para informan dan seluruh pihak yang telah membantu penulis selama proses penyusunan skripsi ini. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.Atas segala perhatiannya, penulis mengucapkan banyak terima kasih.

Gowa, 7 Februari 2020 Penyusun

Ibnu Taslim

NIM. 50100115034

(7)

vii

DAFTAR ISI

JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii

PENGESAHAN SKRIPSI ... ii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... ix

ABSTRAK ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1-10 A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus ... 5

C. Rumusan Masalah ... 6

D. Kajian Pustaka ... 6

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 9

BAB II TINJAUAN TEORITIS ... 11-37 A. Tinjauan tentang Komunikasi ... 11

B. Komunikasi dalam Pandangan Islam ... 14

C. Konsep organisasi ... 16

D. Tinjauan tentang Komunikasi Organisasi ... 25

BAB III METODE PENELITIAN ... 38-45 A. Jenis dan Lokasi Penelitian ... 38

B. Pendekatan Penelitian ... 39

C. Sumber Data ... 39

D. Metode Pengumpulan Data ... 40

E. Instrumen Penelitian ... 42

F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 43

BAB VI AKTIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN MALUNDA KABUPATEN MAJENE ... 46-64 A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 43

B. Proses Komunikasi Organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene ... 53

(8)

viii

C. Faktor Pendukung dan Penghambat Pendukung dan Penghambat Komunikasi Organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda

Kabupaten...61 BAB V PENUTUP ... 65-67

A. Kesimpulan ... 65 B. Implikai Penelitian ... 67 DAFTAR PUSTAKA ... 68-69 LAMPIRAN ... 70-74 RIWAYAT HIDUP ... 75

(9)

ix

PEDOMAN TRANSLITERASI

A. Konsonan

Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf Latin dapat dilihat pada tabel berikut:

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

ا Alif Tidak Dilambangkan Tidak Dilambangkan

ب Ba B Be

ت Ta T Te

ث Ṡa ṡ es (dengan titik di atas)

ج Jim J Je

ح Ḥa ḥ ha (dengan titik di bawah)

خ Kha Kh ka dan ha

د Dal D De

ذ Żal Ż zet (dengan titik di atas)

ر Ra R Er

ز Zai Z Zet

س Sin S Es

ش Syin Sy es dan ye

ص Ṣad ṣ es (dengan titik dibawah)

ض Ḍad ḍ de (dengan titik dibawah)

ط ṭa ṭ te (dengan titik di bawah)

ظ Ẓa Ẓ zet (dengan titik dibawah)

ع ‘ain apostrof terbalik

غ Gain G Ge

ف Fa F Ef

ق Qaf Q Qi

ك Kf K Ka

ل Lm L El

م Mim M Em

ن Nun N En

و Wau W We

ـه Ha H Ha

ء Hamzah ' Apostrof

ى Ya Y Ye

(10)

x

Hamzah (ء) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda apapun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (’).

B. Vocal

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong

Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

َ ا Fatha a A

َ ا Kasrah i I

َ ا Dammah u U

Vokal rangkap bahasa arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

ْ ىَـ fathah dan ya Ai a dan i

ْ وَـ fathah dan wau Au a dan u

C. Maddah

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

Harkat dan Huruf

Nama Huruf dan

Tanda

Nama

َْْ...

اْ

َْ...ْ|

ى Fathah dan alif atau yā’ ā a dan garis di atas

(11)

xi

ىــ ِ kasrahdan yā’ ī i dan garis di atas وــُـ Dammah dan wau ū u dan garis di atas

Contoh:

ocntoh:

: ma>ta ىـ م ر : rama>\\

لـْيـِق : qi>la ُت ْوُـمـ ي : yamu>tu D. Tā’ marbutah

Transliterasi untuk tā’ marbutah ada dua, yaitu: tā’ marbutah yang hidup atau mendapat harkat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah [t].

Sedangkan tā’ marbutah yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah [h].

Kalau pada kata yang berakhir dengan tā’ marbutah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka tā’ marbutah itu ditransliterasikan dengan ha (h).

Contoh:

ِلا فْطلأاُةـ ضْو ر : raudah al-atfāl

ُة لــِضا ـفـْل اُةـ نـْيِدـ مـْل ا : al-Madīnah al-Fād}ilah ُةــ مـْكـِحْـل ا : al-h}ikmah

(12)

xii

ABSTRAK Nama :Ibnu Taslim

Nim : 5010011503

Judul : Aktivitas Komunikasi Organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene

Substansi masalah penelitian ini adalah bagaimana aktivitas komunikasi organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, dengan sub masalah yaitu bagaimana proses komunikasi organisasi serta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat jalannya komunikasi organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene?

Jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitan yang digunakan adalah pendekatan komunikasi. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data skunder.

Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data dan analisis datanya sendiri menggunakan berbagai tahapan, reduksi data,penyajian data, teknik analisis dan terakhir adalah penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan (1) Komunikasi vertikal ke bawah yang dilakukan membahas hal pekerjaan. Jenis komunikasi yang dilakukan formal dan informal, namun sering menggunakan informal.Metode yang lebih efektif menggunakan Persuasive. Media yang digunakan yaitu lisan, tertulis, dan elektronik, namun lebih efektif dengan lisan. Hambatan yang terjadi terkadang bawahan ada yang tidak tepat waktu dalam melaksanakan pekerjaan, tidak langsung mengerti maksud atasan, dan bawahan sibuk banyak pekerjaan. (2) Komunikasi vertikal ke atas yang dilakukan membahas hal pekerjaan dan hal diluar pekerjaan. Jenis komunikasi yang dilakukan formal dan informal, namun sering mengunakan informal.Metode yang lebih efektif menggunakan Informative. Media yang digunakan lisan, tertulis, dan elektronik, namun lebih efektif dengan lisan. Hambatan yang terjadi yaitu kesibukan atasan karena jadwal padat, sehingga susah ditemui. (3) Komunikasi horisontal yang dilakukan membahas hal pekerjaan dan hal diluar pekerjaan. Jenis komunikasi yang dilakukan formal dan informal, namun sering mengunakan informal.Metode yang lebih efektif menggunakan Persuasive. Saluran komunikasi yang digunakan lisan, tertulis, dan elektronik, namun lebih efektif dengan lisan. Hambatan yang terjadi susah dalam bertemu, tidak ada diruangan, tidak langsung mengerti maksud pesan, dan tidak langsung menanggapi pesan.

Implikasi hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap risalah keilmuan tentang komunikasi organisasi dan penerepannya dalam suatu organisasi khususnya pada kantor urusan agama yang memiliki tugas sebagai Pembina dan pelayan keagamaan di masyarakat. Dengan penelitian ini diharapkan Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene untuk senantiasa menjaga keharmonisan hubungan antar semua elemen dalam organisasi sehingga dapat menjalankan tugas dengan sangat baik. Komunikasi organisasi yang baik dapat menciptakan pelayanan yang baik pula kepada masyarakat.

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakangMasalah

Komunikasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan komunikasi, manusia dapat berinterksi satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan rumah tangga, di tempat kerja, di pasar, dalam sosial masyarakat atau dimana saja manusia berada, tidak satupun manusia yang tidak membutuhkan komunikasi dalam menjalani kehidupan.

Manusia dalam kehidupan sosial sangat dipengaruhi oleh akibat dari komunikasi yang dilakukannya dengan manusia lain, baik yang sudah dikenal maupun yang tidak sama sekali. Komunikasi memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia.

Komunikasi adalah pertukaran informasi antara sender dan receiver, dan menarik kesimpulan sebagai persepsi tentang makna sesuatu antara individual yang terlibat. Sedangkan menurut Greenbeng dan Baron, komunikasi adalah proses dengan nama orang, kelompok atau organisasi sebagai the sender mengirimkan beberapa tipe informasi sebagai the messege kepada orang, kelompok atau organisasi lain sebagai the seceiver1

Komunikasi tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan umat manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang diperlukan untuk mengatur etika pergaulan antar manusia, sebab berkomunikasi yang dilakukan akan memberi pengaruh langsung pada tatanan mayarakakat.

1 Wibowo, perilaku dalam organisasi, (Cet. 3, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, Maret 2015), h. 165-166

(14)

Komunikasi yang efektif sangat penting bagi semua organisasi. Oleh sebab itu, pimpinan dalam suatu organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan komunikasi mereka. Komunikasi memiliki variasi definisi dan rujukan yang tidak terhingga seperti, saling berbicara satu sama lain, penyebaran informasi, gaya rambut, kritik , dan masih banyak lagi.

Pentingnya komunikasi sendiri telah diatur oleh Allah SWT. Beliau memerintahkan untuk senantiasa berkomunikasi dengan baik, sesuai firman Allah SWT dalam QS.An Nisa ayat 9

ْل خ ْنِم اوُك ر ت ْو ل نيِذهلا شْخ يْل و اًديِد س لاْو ق اوُلوُق يْل و هاللَّ اوُقهت يْل ف ْمِهْي ل ع اوُفا خ اًفا عِض ًةهيِّرُذ ْمِهِف

Tejemahan:

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraannya)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (qaulan sadida)2

Ayat di atas memerintahkan manusia untuk berkomunikasi dengan baik kepada sesama. Cara berkomunikasi telah diatur dalam al-qur’an sehingga manusia sepatutnya bertutur dan berbicara dengan baik kepada manusia lain.

Pentingnya komunikasi tidak terbatas pada komunikasi personal tetapi juga dalam tataran komunikasi organisasi. Adanya komunikasi yang baik, suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi maka suatu organisasi dapat mengalami kendala bahkan tidak dapat menjalankan tugasnya.

2Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: Dharma Art, 2015), h.78

(15)

3

Komunikasi dalam organisasi dapat bersifat formal dan informal.

Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi pada kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpapers, dansurat- suratresmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotannya secara individual3.

Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya suatu tujuan. Komunikasi organisasi juga sangat berperan penting dalam menentukan kualitas pelayanan dalam organisasi.

Setiap bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi yang baik agar tercipta hasil yang maksimal. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari atasan kebawahannya yang semata-mata semuanya berorientasi pada organisasi. Bisa kita bayangkaan berorganisasi tanpa adanya komunikasi pasti hasilnya nihil sama artinya dengan action without words are confusing.4

Permasalahan-permasalahan yang kadang dihadapi oleh sebuah organisasi adalah kurangnya harmonisasi antara atasan dan bawahan disebabkan antara lain

3Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT Grasindo, 2004), hal. 54

4Anna Karnesia Anjasmara Rizki, “Arti Penting Komunikasi dalam Organisasi”, blogAnna Karnesia Anjasmara Rizki. http://inezjohn.blogspot.com/2011/arti -penting-komunikasi- dalam.html?m=1 (29 September 2011)

(16)

karena kurangnya kepercayaan atasan terhadap bawahan atau sebaliknya, kurangnya transparansi dalam pengambilan kebijakan, kurangnya ruang komunikasi yang terjadi dan lain sebagainya.

Keberadaan Kantor Urusan Agama sebagai sebuah lembaga keagamaan yang berada di wilayah kecamatan, tentunya sangat dibutuhkan perannya dalam meningkatkan potensi keagamaan masyarakat pada tingkat kecamatan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu

“terwujudnya masyarakat yang cerdas, rukun dan damai berdasarkan moral, etika dan spiritual agama dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

meningkatkan kualitas pelayanan kerukunan umat beragama. meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan”.

Keberhasilan KUA dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa komponen diantaranya bagaimana komunikasi dalam organisasi berjalan dengan baik antara pimpinan dan bawahan.

Bertolak dari hal tersebut di atas, maka peneleti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap “Aktivitas Komunikasi Organisasipada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.”

B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus 1. Fokus Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif yang difokuskan untuk pada proses berjalannya komunikasi organisasi serta factor-faktor yang menghambat jalannya komunikasi organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kabupaten Majene.

(17)

5

2. Deskripsi Fokus

fokus penelitian dari judul di atas, dapat dideskripsikan substansi permasalahan adalah komunikasi organisasi yang berjalan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene. Peranan komunikasiorganisasi sangat penting untuk menciptakan keharmonisan dan kelancaran tugasmaupun pekerjaan dari suatu organisasi, seperti dalam suatu kantor atau pelaksanaantugas- tugas yang dijalankan.

Komunikasi organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harfiah berarti panduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung5. Organisasi merupakan suatu struktur hubungan manusia. Struktur ini didesain oleh manusia dan karena itu tidak sempurna. Organisasi bertumbuh dan bertambah matang sebagian melalui suatu skema yang didesain dan sebagian lagi melalui keadaan yang tidak diatur6

Faktor penting yang menjadi fokus penelitian ini adalah faktor- faktor yang menjadi penghambatjalannya komunikasi orgasasi yang terjadi di KUA kecamatan malunda. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses komunikasi di kantor urusan agama dan berdampak pada kinerja KUA dalam melaksanakan tugas.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penelitian ini mengangkat rumusan masalah sebagai berikut.

5Romli Khomsahrial, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: PT. Grasindo, 2011), h.1.

6Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008), h.25

(18)

1. Bagaimana proses komunikasi organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene?

2. Apa faktor penghambat komunikasi organisasi di KantorUrusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene?

D. Kajian Pustaka

Kajian pustaka atau beberapa hasil penelitian terdahulu yang mempunyai relefansi terhadap penelitian ini perlu dikemukakan di sini sebagai sumber rujukan. Diantaranya:

1. Adilawati Taufiq, Universitas Islam Negeri Makassar. Dengan judul penelitian “Peran Komunikasi Organisasi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”. Fokus penelitian ini adalah Kualitas pelayanan dan faktor pendukung dan penghambat dalam proses komunikaasi organisasi pada proses pelayanan. Teori yang digunakan adalah komunikasi organisasi dan manejemen pelayanan organisasi.

Penelitian yang digunakan adalah penelitian kulitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi organisasi pada kantor KUA Somba Opu kurang berjalan dengan baik sehingga mempengaruhi proses pelayanan. Faktor pendukung dalam proses komunikasi organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa adalah tingkat pendidikan, dan ketersediaan sistem pelayanan yang lengkap, adapun faktor penghambatnya adalah disiplin dalam melaksanakan kegiatan pelayanan, kurangnya pemahaman

(19)

7

masyarakat terhadap penerapan sistem online, dan dominasi atasan terhadap kerja bawahan.7

2. Aan SriAlam Irian, Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar.

Dengan judul “Pola Komunikasi Organisasi dalam Penerapan Visi dan Misi (Studi Kepemimpinan Dinas Perhubungan Kota Makassar)”.

Fokus penelitian ini adalah pola dalam penerapan visi dan misi kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Jenis penelitan yang digunakan adalah kualitatif, dengan teori yang digunakan yaitu teori budaya organisasi. Hasil penelitian ini adalah diketahui bahwa Pola komunikasi organisasi yang diterapkan pada Dinas Perhubungan Kota Makassar adalah Pola Organisasi Model Rantai (Chain), dan Pola Komunikasi Organisasi model ‟Y‟.8

3. Wahyuni HR, UniversitasIslam Negeri Alauddin Makassar. Dengan judul “Pola Komunikasi Organisasi antara Pimpinan dan Karyawan dalam Membangun Kepuasan Kerja di PT. Semen Tonasa Kabupaten pangkep”. Fokus penelitian ini pola komunikasi organisasi antara pimpinan dan karyawan dalam meningkatkan kepuasan kerja serta faktor-faktor yang menghambat dan mendukung komunikasi organisasi antara pimpinan dan karyawan dalam membangun kepuasan

7Adilawati Taufiq, “Peran Komunikasi Organisasi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”, Skripsi (Makassar: Fak.

Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, 2016).

8Aan Srialam Irian, “Pola Komunikasi Organisasi dalam Penerapan Visi dan Misi (Studi Kepemimpinan Dinas Perhubungan Kota Makassar)”, Skripsi (Makassar: Fak.Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, 2016)

(20)

kerja di PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep. Teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi organisasi. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pola dan proses komunikasi yang digunakan adalah pola rantai, faktor pendukung dalam membangun kepuasan kerja yaitu adanya komunikasi yang terbuka oleh pimpinan kepada karyawan, fasilitas yang diberikan perusahaan dan gaji yang cukup memuaskan.

Adapun faktor hambatannya adalah miscomunication yang biasa terjadi antara pimpinan dan karyawan, hambatan semantik dan hambatan fisik.9

Nama Persamaaan

Perbedaan Penelitian

Terdahulu

Penelitian Penulis 1

.

Adilawati Taufiq obyek penelitian, Kantor Urusan Agama

- Fokus penelitian, peningkatan pelayanan

- Fokus penelitian, Aktivitas komunikasi organisasi

2 .

Aan Srialam Irian Secaraumum, menggunakan teori komunikasi

- Secara khusus Menggunakan teori pola komunikasi organisai

- Secara khusus Mengguna kan teori, aliran komunikasi

9Wahyuni HR, Pola Komunikasi Organisasi antara Pimpinan dan Karyawan dalam Membangun Kepuasan Kerja di PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep, Skripsi (Makassar: Fak.

Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, 2014)

(21)

9

organisasi menggunakan metode penelitan kualitatif

- Fokus penelitian, pola dalam penerapan visi dan misi - Obyek

penelitian, dinas kantor perhubungan kota Makassar

- Fokus penelitian, proses komunikasi oranisasi - Obyek

penelitian, KUA Kecamatan Malunda 3

.

Wahyuni HR metode penelitian kualitatif

- Fokus penelitian, pola

komunikasi organisasi dan

peningkatan kepuasan kerja - Obyek

penelitian, PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep

- Fokus penelitian, proses komunikasi organisasi - Obyek

penelitian, Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda

E. Tujuan dan kegunaan penelitian 1. Tujuan Penelitian

Sebagaimana yang terdapat dalam rumusan masalah pada pembahasan sebelumnya, maka dikemukakantujuanpenelitianadalahsebagaiberikut:

a. Untuk mengetahui aktivitas komunikasi organisasi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

b. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menghambat komunikasi organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

(22)

2. Kegunaan Penelitian a. Manfaat teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi dalam mengembangkan khasanah keilmuan pada jurusan komikasi dan penyiaran islam serta bisa dipergun akan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya yang menyangkut masalah komunikasi organisasi.

b. Manfaat praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi praktisi pengembangan organisasi khususnya di Kantor Urusan Agama Kecamatan Malunda Kabupaten Majene dalam menambah khasanah kepustakaan universitas.

(23)

11 BAB II

TINJAUAN TEORITIS A. Tinjauan Komunikasi

1. Pengertian Komunikasi

Kata atau istilah komunikasi (Bahas Inggris “communication”) berasal dari bahasa latin “communicates” yang berawal dari kata “communica” yang berarti

“berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan (Stuart,1983).

Secara etimologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain. Pengertian di atas dapat diketahui bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan suatu pesan kepada orang lain. Seseorang dapat dikatakan berkomunikasi jika ada pesan yang disampaikan kepada pihak lain. Tentu saja, pesan itu harus bisa dipahami orang lain atas pesan yang disebarkan. Jika pesan tidak tersampaikan atau tidak dipahami berarti tidak terjadi komunikasi yang baik sebagaimana tujuan komunikasi yang berarti ada kegagalan komunikasi.

Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan suatu pesan kepada orang lain. Seseorang dapat dikatakan berkomunikasi jika ada pesan yang disampaikan kepada pihak lain. Tentu saja, pesan itu harus bisa dipahami orang lain atas pesan yang disebarkan. Jika pesan tidak tersampaikan atau tidak

(24)

12

dipahami berarti tidak terjadi komunikasi sebagaimana tujuan komunikasi yang berarti ada kegagalan komunikasi.10

Menurut, Janis & Kelley komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).11

Hovland, Janis dan Kelley seperti yang dikemukakan oleh Forsdale (1981) adalah ahli Sosiologi Amerika, mengatakan bahwa, “communication is the process by which an individual transmits stimuli (usually verbal) to modivy the behavior of other individuals”. Dengan kata-kata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai sesuatu hal.12

Lasswell memiliki paradigma bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni: Komunikator (communicator, source, sender), Pesan (message), Media (channel, media), Komunikan (communican, communicate, receiver, recipient), Efek (effect, impact, influence). Jadi, berdasarkan paradigm Lasswell tersebut, komunikasi adalah

10Nurudin, Ilmu Komunikasi Ilmiah dan Populer (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2017), h. 8.

11Rayudaswari Budi, Pengantar Ilmu Komunikasi (Makassar: Kretakupa Print Makassar, 2010), h.7-8.

12Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi (Jakarta : Bumi Aksara, 2004), hal. 2.

(25)

13

proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.13

Mencermati definisi di atas, bahwa komunikasi pada dasarnya adalah suatu tindakan untuk mengekspresikan ide, informasi, pengetahuan, pikiran, dan perasaan, serta pemahaman apa yang diungkapkan oleh orang lain yang melibatkan pihak pengirim dan penerima pesan, baik verbal maupun nonverbal yang bisa terjadi dalam individu atau kelompok. Komunikasi tersebut tidak hanya melibatkan isi pesan, tetapi juga dampak emosionalnya atau efek pesan dari orang yang menerimanya. Komunikasi tidak hanya sekedar memberi dan menerima, namun lebih dari itu kita harus melakukannya bersama-sama.

2. Unsur-unsur Komunikasi

Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam kegiatan komunikasi adalah a. Sumber (komunikator)

Merupakan unsur paling utama dalam berkomunikasi, unsur tersebut merupakan komunikator atau orang yang menyampaikan pesannya sendiri.

Sumber pesan tersebut dapat berupa orang, lembaga, buku, dan lain sebgainya b. Pesan

Pesan adalah sesuatu yang disampaikan dari pengirim kepada penerima. Di dalam pesan terdapat inti pesan yaitu makna, jadi pesan adalah bungkusan dari makna yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.

13Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori & Praktek (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2007), hal. 10-11.

(26)

14

c. Saluran (media)

Adalah sarana yang digunakan dalam penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada komunikan. Adapun beberapa media yang dimaksud yaitu media cetak, media elektronik, dan media sosial.

d. Penerima pesan (komunikan)

Komunikan adalah pihak yang akan menerima pesan atau berita dari komunikator. Komunikan adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karenakomunikanlah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterimaoleh komunikan, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kalimenuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan atau saluran.14

e. Balikan (efek)

Reaksi yang ditimbulkan oleh penerima pesan setelah mendapatkan dan mengolah informasi dari isi pesan yang dikirimkan oleh komunikator15.

B. Komunikasi dalam Pandangan Islam

Dalam Al-quran komunikasi disebut sebagai salah satu fitrah manusia untuk mengetahui bagaimana manusia berkomunikasi dengan baik.Al-Quran memberikan (key conpet) yang berhubungan dengn hal itu. Jalaluddin Rahmat

14Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo, Persada, 2008), h.26.

15Elfi Yanti Ritonga, Komunikasi Organisasi (Medan: (t.d), 2019), hal. 22-23

(27)

15

menjelaskan bahwa kata „‟al-bayan‟‟ merupakan kata kunci yang dipergunakan dalam Al-Quran untuk sarana berkomunikasi.16

Di dalam Al-Quran perkataan yang baik dalam berkomunikasi terdapat pada surah An-nisa‟/4:5 Yaitu



Terjemahnya:

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.17

Makna qaulan sadidan yang berarti perkataan yang baik jujur, lurus, tidak berbohong dan tidak berbelit-belit sehingga pihak yang diajak berkomunikasidapat memahami dengan jelas. Dalam berkomunikasi (berbicara) harus menginformasikan atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja, jujur, tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta.18

16Jalaluddin Rahmat, Prinsip-Prinsip komunikasi Menurut Al-Quran, (Bandung:

Audienta, 1994), h.35.

17Departemen Agama RI, Al-Qur‟an Al-Karim dan Terjemehannya, h. 77.

18Jalaluddin Rahmat, Prinsip-Prinsip Komunikasi Menurut Al-Quran, h.77.

(28)

16

C. Konsep organisasi

Organisasi merupakan suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, ssebagai suatu kesatuan yang memiliki tujuan tertentu dan mempunyai betas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan (mathis dan jackson).19

Everet M. Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas. Robert Bonnington dalam buku Modern Busines A Systems Approach, mendefinisikan organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.20

Menurut (Drs. M. Manullang), organisasi adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dilakukan, pembatalan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur- unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-

19Erni Rernawan, Organization Culture, Budaya Organisasi dalam Pespektif Ekonomi dan Bisnis (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 15.

20 Khomsahrial Romli, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: Grasindo, 2011),h.1.

(29)

17

sama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan, secara singkat organisasi adalah suatu perbuatan diferensiasi tugas-tugas.21

1. Unsur-Unsur Organisaasi

Adapun unsur-unsur organisasi secara sederhana memiliki tiga unsur, yaitu:

a. Personal (Man)

Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers).

Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

b. Kerjasama (team work)

Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan- tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man fower) organisasi.

21 Malayu, S.P. Hasibuan, Organisasidan Motivasi, Dasar Peningkatan Produktivitas (Jakarta Timur: Bumi Pusaka, 2005), h. 24-25.

(30)

18

c. Tujuan Bersama

Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan- peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.

d. Peralatan (Equipment)

Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

e. Lingkungan (Environment)

Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi.

f. Sumber Daya Alam

Selain lingkungan, sumber daya alam juga merupakan unsur terpenting yang harus terpenuhi agar organisasi berjalan dengan baik, beberapa contohnya adalah: air, keadaaniklim, kondisi tanah, cuaca, flora dan fauna.22

22Siti Cholisoh. Ciri-ciri, Unsur, dan Teori Organisasi, blok Siti Cholisoh.

http://id.scribd.com/doc/175442473/ciri -unsur-dan-teori-organisasi-pdf. 2013.

(31)

19

2. Karakteristik Organisasi

Tiap organisasi di samping mempunyai elemen yang umum juga mempunyai karakteristik yang umum. Di antara karakteristik tersebut adalah bersifat dinamis, memerlukan informasi, mempunyai tujuan dan struktur.

a. Dinamis

Organisasi sebagai suatu sistem terbuka terus-menerus mengalami perubahan, karena selalu menghadapi tantangan baru dari lingkungannya dan perlu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang selalu berubah tersebut.Sifat dinamis ini pertama sekali disebabkan karena adanya perubahan ekonomi dalam lingkungannya.Semua organisasi memerlukan sumber keuangan untuk melakukan aktivitasnya. Oleh karena itu kondisi ekonomi mempengaruhi secara tajam pada kehidupan organisasi. Organisasi harus memberikan perhatian kepada tiap-tiap segi ekonomi. Uang yang tersedia, sumber yang digunakan sebagai bahan mentah, biaya pekerja atau karyawan, semuanya memainkan peranan yang penting dalam pengembangan organisasi.

Faktor kedua yang menjadikan organisasi bersifat dinamis adalah perubahan pasaran. Kebanyakan organisasi pasarannya adalah hasil produksi atau pelayanan. Misalnya bila pemasaran mengalami kemunduran maka ini akan membawa perubahan dalam jumlah produksi yang harus dikurangi dan begitu juga kalau keadaan sebaliknya. Contoh: bila tenaga guru tidak banyak lagi dibutuhkan oleh sekolah-sekolah maka lembaga pendidikan guru harus mengurangi menerima calon guru yang akan dihasilkannya.

(32)

20

Faktor ketiga yang juga menjadikan organisasi bersifat dinamis adalah perubahan kondisi sosial. Karena semua organisasitergantung kepada bakat dan inisiatif manusia maka organisasi mesti tetap dinamis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi sosial. Jika kondisi sosial berubah organisasi juga harus berubah.

Faktor terakhir adalah perubahan teknologi. Perubahan teknologi yang terjadi dalam masyarakat akan memberikan dampak pada organisasi. Misalnya kalau dalam masyarakat sudah banyak tersedia mesin alat produksi yang baru yang dapat lebih menghemat biaya dan tenaga maka organisasi hendaknya berusaha untuk dapat menggunakan teknologi tersebut demi untuk efisiensi organisasinya

b. Memerlukan Informasi

Semua organisasi memerlukan informasi untuk hidup. Tanpa informasi organisasi tidak akan dapat jalan. Dengan adanya informasi bahan mentah dapat diolah menjadi hasil produksi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Begitu juga sebaliknya dengan tidak adanya informasi suatu organisasi dapat macet atau mati sama sekali.

Untuk mendapatkan informasi adalah melalui proses komunikasi. Tanpa komunikasi tidak mungkin kita mendapat informasi. Oleh karena itu komunikasi memegang peranan penting dalam organisasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan bagi organisasi. Informasi yang dibutuhkan ini baik dari dalam organisasi sendiri maupun dari luar organisasi.

(33)

21

c. Mempunyai Tujuan

Organisasi adalah merupakan kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu setiap organisasi harus mempunyai tujuan sendiri-sendiri. Tentu saja tujuan suatu organisasi dengan organisasi lainnya sangat bervariasi. Misalnya tujuan organisasi pendidikan adalah untuk mendidik anak-anak atau pemuda menjadi manusia seutuhnya.

Tujuan organisasi hendaknya dihayati oleh seluruh anggota organisasi sehingga setiap anggota dapat diharapkan mendukung pencapaian tujuan organisasi melalui partisipasi mereka secara individual. Sebagian orang telah menyadari, bahwa dengan masuknya dia menjadi anggota suatu organisasi atau bekerja pada suatu perusahaan, berarti secara otomatis dia menerima tujuan organisasi atau perusahaan tersebut.

d. Terstruktur

Organisasi dalam usaha mencapai tujuannya biasanya membuat aturan- aturan, undang-undang dan hierarki hubungan dalam organisasi. Hal ini dinamakan struktur organisasi.

Tiap organisasi mempunyai satu struktur. Beberapa dari organisasi mempunyai batas yang tajam dan struktur yang kompleks sedangkan yang lainnya mempunyai batas yang agak longgar dan strukturnya sederhana.

Di samping empat sifat yang telah dikemukakan di atas ada empat hal yang umum dalam organisasi yaitu sumber daya manusia, keterampilan, energi, dan lingkungan. Tiap organisasi mempunyai sumber daya manusia. Manusialah yang mengelola organisasi, yang mengerjakan tugas-tugas organisasi dan manusia

(34)

22

jugalah yang memberikan pengetahuan yang organisasi gunakan untuk bertumbuh dan berkembang.23

3. Fungsi Organisasi

Organisasi mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah memenuhi kebutuhan pokok organisasi, mengembangkan tugas dan tanggung jawab, memproduksi hasil produksi dan mempengaruhi orang.24

a. Memenuhi Kebutuhan Pokok Organisasi

Semua organisasi mempunyai kebutuhan pokok masing-masing dalam rangka kelangsungan hidup organisasi tersebut.

b. Mengembangkan Tugas dan Tanggung Jawab

Kebanyakan organisasi bekerja dengan bermacam-macam standar etis tertentu.Ini berarti organisasi harus hidup sesuai standar yang telah ditetapkan dalam organisasi maupun standar masyarakat dimana organisasi itu berada.

c. Memproduksi Barang atau Orang

Fungsi utama dari organisasi adalah memproduksi barang atau orang sesuai dengan jenis organisasinya.

d. Mempengaruhi dan Dipengaruhi Orang

Sesungguhnya organisasi digeraakkan oleh orang. Orang yang membimbing, mengolah, mengarahkan dan menyebabkan pertumbuhan

23Elfi Yanti Ritonga, Komunikaasi Organisasi. h. 32-34.

24Ramsiah Tasruddin, Human Relations Dalam Organisasi (Makassar: Alauddin University Press, 2014), hal. 37-39.

(35)

23

organisasi. Orang yang memberikan ide-ide baru, program baru dan arah yang baru.

4. Konsep organisasi

Ada beberapa konsep yang menjadi kunci dalam suatu organisasi, yaitu:

a. Proses

Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan diantara anggotanya. Hal tersebut dikarenakan gejala menciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus menerus dan tidak ada henti-hentinya sehingga dikatakan sebagai suatu proses.

b. Pesan

Pesan adalah susunan simbol yang penuh arti tentang orang, objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang.Untuk berkomunikasi seseorang harus sanggup menyusun suatu gambaran dan mengembangkan suatu perasaan terhadapnya.

Komunikasi tersebut efektif apabila pesan yang dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim. Misalnya, seorang pimpinan melihat pekerjaan bawahannya tidak beres, lalu berkata dengan suara keras “hei, apa ini pekerjaan kamu’’, sambil memukul meja.Isi pesan ini adalah pernyataan rasa marah terhadap kesalahan bawahannya itu. Bila bawahan yang menerima pesan itu mengartikan bahwa pimpinannya marah karena pekerjaan itu, berarti pesan tersebut bersifat efektif. Sehingga simbol-simbol yang digunakan dalam pesan dapat berupa verbal dan nonverbal.

(36)

24

c. Jaringan

Organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau peranan tertentu dalam organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orangorang ini sesamanya terjadi melewati suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Suatu jaringan komunikasi ini mungkin mencakup hanya dua orang, beberapa orang, atau keseluruhan organisasi. Hakikat dan luas dari jaringan ini dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain: hubungan peranan, arah dan arus pesan, dan isi dari pesan.

d. Keadaan Saling Tergantung

Konsep kunci organisasi keempat adalah keadaan saling tergantung antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.Hal ini telah menjadi sifat dari suatu organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka. Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan maka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan mungkin juga kepada seluruh sistem organisasi. Begitu juga halnya dengan jaringan komunikasi dalam suatu organisasi saling melengkapi.Implikasinya, bila pimpinan membuat suatu keputusan, pimpinan tersebut harus memperhitungkan implikasi keputusan itu terhadap organisasinya secara menyeluruh.

e. Hubungan

Konsep kunci yang kelima dari komunikasi organisasi adalah hubungan dikarenakan organisasi merupakan suatu sistem yang terbuka, sistem kehidupan sosial maka untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan manusia.

Dengan kata lain jaringan melalui jalannya pesan dalam suatu organisasi

(37)

25

dihubungkan oleh manusia. Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi yang memfokuskan kepada tingkah laku komunikasi dari orang yang terlibat dalam suatu hubungan perlu dipelajari. Misalnya: sikap, skill, moral dari seorang pengawas mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hubungan yang bersifat organisasi.

f. Lingkungan

Lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu sistem.Lingkungan ini dapat dibedakan atas lingkungan internal dan lingkungan eksternal.Lingkungan internal adalah personalia (karyawan), staf, golongan fungsional dari organisasi, dan komponen organisasi lainnya seperti tujuan, produk, dan sebagainya.Sedangkan lingkungan eksternal dari organisasi adalah langganan, leveransir, kompetitor dan teknologi.

g. Ketidakpastian

Ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang diharapkan. Misalnya suatu organisasi memerlukan informasi mengenai aturan pemerintah yang berpengaruh terhadap produksi barang-barangnya. Jika organisasi ini banyak informasi mengenai hal ini maka mereka akan lebih pasti dalam memproduksi hasil organisasinya yang sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah. Tetapi bila mereka tidak memperoleh informasi

(38)

26

tersebut maka mereka ragu-ragu memproduksi barang-barangnya apakah sesuai dengan standar yang ditentukan.25

D. Tinjauan tentang Komunikasi Organisasi

R. Wayne Pace dan donF. Faules mengemukakan bahwa defenisi fungsional komunikasi oganisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan unit- unit komuniasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi, dengan demikian, terdiri dari unt-unit komunikasi dalam hubungn hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.26

Defenisi komunikasi organisasi menurut Goldhaber, bahwa komunikasi organisasi dapat dipersepsikan dari berbagai persapektif yang dikemukakan sebagai berikut:

a. Komunikasi organisasi tejadi dalam suatu system terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungnannya, baik internal (disebut budaya) daan eksternal.

b. Komunikasi organisasi melibatkan pesan dan saluran, tujuan, arah dan media

c. Komunikasi organisasi melibatkan orang-orang dan sikap mereka, perasaan, hubungan, dan keterampilan.

25Khomsahrial Romli, Komunikasi Orgnasasi Lengkap. h. 13-20.

26Poppy Rulianan, Komunikasi Organisasi: Teori dan Studi Kasus (Depok: PT Rajagrafindo Persada: 2013), h. 25.

(39)

27

d. Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah.27

Menurut Drs. Ig Wursanto media komunikasi organisasi adalah: “Media yang digunakan dalam komunikasi organisasi yang Jangkauannya terbatas dalam kantoratau organisasi saja. Jenis yang dipergunakan tergantungpada bentuk atau jenis komunikasi, apakah secara langsung atau tidak. Media yang dipergunakan dalam komunikasi organisasi pada umumnya yaitu surat,telepon, pertemuan, wawancara dan kunjungan”.28

Komunikasi organisasi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan semangat kerja anggota organisasi. Dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, masalah semangat kerja akan berpengaruh pada produktivitas. Agar produktivitas karyawan tetap terjaga ataupun meningkat, perusahaan harus selalu berusaha menanamkan semangat dan gairah kerja yang tinggi dalan diri karyawan perusahaan.

1. Jenis komunikasi dalam organisasi

Secara umum, komunikasi organisasi dapat dibedakan atas komunikasi formal dan komunikasi informal. Komunikasi formal salurannya ditentukan oleh struktur yang telah direncanakan yang tidak dapat dipungkiri oleh organisasi.

Sedangkan komunikasi informal tidaklah direncanakan dan biasanya tidaklah

27 Poppy Rulyana, Komunikasi Organisasi: Teori dan Studi Kasus, h.28.

(40)

28

mengikuti struktur formal organisasi, tetapi timbul dari interaksi sosial yang wajar di antara anggota organisasi. Komunikasi informal adalah berita berita dari mulut ke mulut mengenai diri seseorang, pimpinan, maupun mengenai organisasi yang biasanya bersifat rahasia.29

a. Komunikasi formal

Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi antar anggota organisasi yang secara tegas tellash direncanakan dan tercantum di dalam struktur organisasi.30

Bila pesan mengalir melalui jalur resmi yang ditentukan oleh hierarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan itu berada dalam jalur komunikasi formal. Adapun fungsi penting sistem komunikasi formal menurut Liliweri (1997: 294) adalah sebagai berikut:

a. Komunikasi formal terbentuk sebagai fasilitas untuk mengkoordinir kegiatan, pembagian kerja dalam organisasi.

b. Hubungan formal secara langsung hanya meliputi hubungan antara atasan dengan bawahan. Komunikasi langusng seperti ini memungkinkan dua pihak berpartisipasi umpan balik dengan cepat.

c. Komunikasi formal memungkinkan anggota dapat mengurangi atau menekan waktu yang akan terbuang, atau kejenuhan produksi, mengeliminir ketidaktentuan operasi pekerjaan, termasuk tumpang

29 Chairul Furqon, “Hakikat Komunikasi Organisasi”, Direktorat file UPI (2005), h. 4-5.

30Andre Hardjana, Komunikasi Organisasi, (Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2016), h. 19

(41)

29

tindihnya tugas dan fungsi, serta pembaharuan menyeluruh yang berdampak pada efektivitas dan efesiensi.

d. Komunikasi formal menekankan terutama pada dukungan yang penuh dan kuat dari kekuasaan melalui struktur dan hierarkis.

b. Komunikasi informal

Komunikasi informal adalah komunikasi yang yang terjadi antara anggota organisasi atas dasar kehendak dan hasrat pribadi.31

Menurut Pace & Faules (2001: 199) bila anggota organisasi berkomunikasi dengan yang lainnya tanpa memperhatikan posisi mereka dalam organisasi, pengarahan arus informasi bersifat pribadi, disebut jaringan komunikasi informal. Pengertian tersebut mengisyaratkan ada dua faktor dalam jaringan komunikasi informal, yaitu sifat hubungan atau format interaksi dan arah aliran informasi. Untuk sifat hubungan adalah hubungan pribadi yang termasuk hubungan antar persona, dan arah aliran informasi bersifat pribaid yang munculdari interaksi di atnara orang-orang dan mengalir ke seluruh organisasi tanpa dapat diperkirakan, dikenal dengan desas-desus (grapevine) atau kabar angin.

31Soekadi Darso Wiyono, Peranan Komunikasi di Dalam Organisasi. h. 28.

(42)

30

2. Metode komunikasi organisasi

Ada tiga metode utama dalam komunikasi, yaitu:

a. Komunikasi Informatif

Informative communication atau sering disebut dengan invormative speaking atau pidato ini sama dengan seorang guru mengajari murid atau seorang pakar memberikan ceramah di depan publik tertentu.

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu system untuk memproses informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu.Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti.

b. komunikasi persuasif

Sebagian besar dalam pendidikan dan pelatihan, komunikasi persuasif sering sekali digunakan, yang dimaksudkan untuk lebih cepat dan tepat dalam mempengaruhi atau mengubah sikap dan persepsi public. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tiidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasu bawahannya daripada memberi perintah.

c. Komunikasi instruksi (koersif)

Metode ini, dapat dimaknai sebagai metode menekan atau memaksa dan instruksi, metode ini menerangkan bahwa mempersuasikan seseorang atau sekelompok orang agar mereka berubah sikap, maka komunikator akan mengirim

(43)

31

pesan dengan cara menekan, memaksa dan memberikan instruksi dengan berbagai taktik.32

3. Aliran Komunikasi Organisasi a. Komunikasi vertikal

1. Komunikasi ke bawah (downward communication)

Aliaran komunikasi dari atas ke bawah umumnya terkait dengan tanggung jawabdan kewenangan dalam suatu organisasi. Seorang manajer yang menggunakan jalur komunikasidari atas ke bawah memiliki tujuan untuk mengarahkan, mengkoordinasikan, memotivasi, memimpin dan mengendalikan berbagai kegiatan yang ada di level bawah.

Menurut Katz dan Kahn dalam Purwanto, komunikasi dari atas ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu:

a. Memberikan pengarahkan atau instruksi kerja tertentu.

b. Memberikan informasi mengapa suatu pekerjaan harus dikerjakan.

c. Memberikan informasi tentang prosedur dan praktik organisasional.

d. Memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan.

e. Menyajikan informasi mengenai aspek ideologi dalam membangun organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.33

32 Alo liliweri, Komunikasi: Serba Ada Serba Makna (Jakarta, Kencana Prenada grup:

2010), h. 273-274.

33Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi (Jakarta : Bumi Aksara,2004), h.19.

(44)

32

Salah satu kelemahan dari saluran komunikasi dari atas ke bawah ini adalah kemungkinan terjadi penyaringan informasi maupun sensor informasi penting yang ditunjukan ke para bawahannya. Komunikasi yang dikirim ke bawah seperti pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (jobinstruction), Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale), Penyampaian informasi mengenai peraturan–peraturan yang berlaku (procedures and practices), dan Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

b. Komunikasi ke atas (upward communication)

Komunikasi dari bawah ke atas berarti alur informasi dari bawahan menuju ke atasan. Untuk mencapai keberhasilan komunikasi dari bawah ke atas, para manajer harus benar-benar memiliki rasa percaya kepada para bawahannya.

Menurut Muhammad, tujuan komunikasi ke atas adalah untuk memberikan balikan, memberikan saran dan mengajukan pertanyaan. Sedangkan komunikasi ke atas mempunyai beberapa fungsi atau nilai tertentu. Menurut Pace dalam Muhammad, fungsi komunikasi ke atas adalah:

1. Dengan adanya komunikasi ke atas, supervisor dapat mengetahui kapan bawahannya siap untuk diberi informasi dan bagaimana baiknya menerima apa yang disampaikan karyawan.

2. Arus komunikasi ke atas memberikan informasi yang berharga bagi pengambilan keputusan.

3. Komunikasi ke atas memperkuat apresiasi dan loyalitas karyawan terhadap organisasi dengan jalan memberikan kesempatan untuk

(45)

33

menanyakan pertanyaan, mengajukan ide-ide dan saran-saran tentang jalannya organisasi.

4. Komunikasi ke atas membolehkan bahkan mendorong desas-desus muncul dan membiarkan supervisor mengetahuinya.

5. Komunikasi ke atas menjadikan supervisor dapat menentukan apakah bawahan menangkap arti seperti yang dimaksudkan dari arus informasi ke bawah.

6. Komunikasi ke atas membantu karyawan mengatasi masalah-masalah pekerjaannya dan memperkuat keterlibatannya dalam tugas-tugasnya di organisasi.34

c. Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang terjadi antara bagian- bagian yang memiliki posisi sejajar/sederajat dalam suatu organisasi. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi, memperngaruhi dan memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.

Komunikasi horizontal melibatkan satu dari tiga kategori yaitu pemecahan masalah intradepartenetal, yaitu pesan ini mengambil tempat diantara anggota dalam departemen yang sama dan menitikberatkan pada pemenuhan tugas, koordinasi interdepartemental, yaitu pesan interdepartemental memfasilitasi pemenuhan proyek dan tugas bersama, dan perubahan inisiatif dan perbaikan

34Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, h.31-32.

(46)

34

pesan ini di disain untuk berbagi informasi diantara tim dan departemen yang dapat membantu perubahan, pertumbuhan, dan perbaikan organisas.35

Suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga memiliki empat fungsi, yaitu:

1. Fungsi informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu system pemprosesan informasi, maksudnya seluruh anggota dalam masyarakat berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan lebih tepat waktu.Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti sehingga informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyaiperbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.

2. Fungsi regulasi

Fungsi regulasi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.

3. Fungsi persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, keekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai yang diharapkan. Adnyaa kenyataan ini, maka banyak pemimpin yang lebih suka mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian kepedulian yang lebih besar dibandingkan jika pimppinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangan.

35Arni Muhammad, Komunikasi Organisas, h. 22-23.

(47)

35

4. Fungsi integratif

Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugan dengan baik.Ada dua saluran komunikasi yaitu komunikasi formal dan komunikasi nonformal. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.36

4. Faktor pendukung dan Penghambatan Komunikasi Organisasi

Faktor yang mendukung komunikasi organisasi menurut Higgins (1994) ada empat yaitu pimpinan, tingkah laku SDM, kelompok kerja dan eksternal organisasi. Lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut:

a. Pimpinan, pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh pimpinan mempengaruhi iklim komunikasi organisasi dalam beberapa hal seperti aturan, kebijakan dan prosedur organisasi terkait dengan masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki SDM dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan SDM.

b. Tingkah laku SDM, mempengaruhi iklim komunikasi organisasi melalui kepribadian yang ditunjukkan, terutama kebutuhan dan tindakan yang dilakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Komunikasi antar SDM

36Elis listiani, Fungsi Komunikasi dalam Organisasi, dalam Kompasiana.com, 2015.

(48)

36

memainkan bagian penting dalam membentuk iklim.Cara seseorang berkomunikasi menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan manusia.Berdasarkan gaya normal seseorang dalam hidup atau mengatur sesuatu, dapat menambahnya menjadi iklim yang positif atau dapat juga menguranginya menjadi negatif.

c. Kelompok kerja, dalam hal ini terdapat kebutuhan tertentu pada kebanyakan orang dalam hal hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompok-kelompok berkembang dengan dua cara yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja dan informal sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.

d. Eksternal organisasi mempengaruhi iklim komunikasi organisasi dilihat dari keadaan ekonomi sebagai faktor utama yang mempengaruhi iklim. Seperti tekanan untuk meningkatkan keuntungan, kebijakan pemerintah dalam menetapkan aturan dan penentuan upah37.

Hambatan-hambatan komunikasi organisasi atau gangguan berkomunikasi adalah pengaruh dari “dalam” maupun dari “luar” individu atau lingkungan yang

“merusak” aliran atau isi pesan yang dikirimkan atau yang diterima.

Hambatan komunikasi dalam organisasi antara lain:

1. Penyaringan informasi komunikator memanipulasi informasi sedemikian rupa yang membuat penerima lebih tertarik atas informasi yang hendak dikirimkan.

37Ivan Issa Fathony dan Moh. Hopip, “Iklim Komunikasi Organisasi” (Makalah yang disajikan dalam Program Magiter Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jakarta, 2016 ).

Referensi

Dokumen terkait

diibaratkan seperti teknologi penginderaan jarak jauh menggunakan citra satelit yang digunakan untuk mendeteksi potensi sumber daya alam di suatu titik lokasi,

Farmasetika dasar adalah salah satu ilmu dasar dalam bidang farmasetika yang berkaitan dengan penyiapan, peracikan/pembuatan serta penyerahan obat terutama di

#erdasarkan hasil pengukuran awal yang telah kami lakukan dil!kasi pekerjaan maka dengan ini kami mengusulkan agar dilakukan addendum 102.1 9 pekerjaan tambah kurang ;

LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelitian dan pengabdian kepada

Perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah meliputi: mengkritik diri sendiri atau orang lain, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain,

kekurangannya.pendapatan dari sumber-sumber lain yang berkaitan dengan proyek atau pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini peningkatan tarif atau juga

Selain dari staff, kami juga meminta bantuan dari para pengajar LTC untuk menjadi pembawa acara sekaligus juga ada yang menjadi pembuka dalam berdoa dan juga ada