• Tidak ada hasil yang ditemukan

Volume penjualan

Dalam dokumen TITI ANGRIANI (Halaman 36-0)

Suatu perusahaan pada dasarnya mempunyai tujuan untuk memperoleh

21 perusahaan harus mampu meningkatkan pendapatannya.Salah satu langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan volume penjualan barang atau jasa yang dihasilkannya.Seperti yang dikemukakan Riyanto (2001:39) berpendapat bahwa “besar kecilnya laba tergantung pada pendapatan dari penjualan dan besarnya biaya usaha”.

Volume penjualan merupakan faktor yang sangat penting yang mempengaruhi kebutuhan modal kerja. Bila penjualan meningkat maka kebutuhan modal kerja akan meningkat demikian pula sebaliknya.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut:

1. pendapatan diperoleh melalui penjualan barang-barang dagangan atau jasa diserahkan kepada pembeli dan dapat diperoleh karena pertukaran aktiva, sebagai hasil dari penanaman-penanaman atau investasi seperti bunga, deviden dan lain-lain.

2. Pendapatan mempunyai sifat menaikkan atau menambah nilai kekayaan pembeli perusahaan, namun perlu diketahui bahwa tidak semuanya yang menaikkan atau menambah nilai kekayaan pemilik itu, dapat dikategorikan sebagai pendapatan, seperti halnya dengan penilaian aktiva tetap yang mengakibatkan naiknya atau meningkatnya nilai kekayaan pemilik dengan jalan menimbulkan perkiraan baru yaitu perkiraan penyesuaian modal.

G. Kerangka Pikir

Peningkatan volume penjualan pada Koperasi guru dan pegawai Republik Indonesiamemerlukan data yang dijadikan sampel sebagai masukan awal untuk

22 mengetahui volume penjualan tersebut.Kebutuhan modal kerja merupakan salah satu indikator untuk mengetahui peningkatan volume penjualan pada perusahaan.

Gambar 4 skema Kerangka fikir Kebutuhan Modal Kerja

Volume Penjualan

1 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar dimana Koperasi guru dan pegawai Republik Indonesia ditentukan sebagai obyek penelitian, Sedangkan waktu penelitian dan penyusunan laporan diperkirakan kurang lebih dua bulan.

B. Metode Pengumpulan Data

Pada penelitian ini digunakan metode studi kasus, dan pengumpulan data melalui penelitian sebagai berikut :

1. Penelitian pustaka (library research), yaitu pengumpulan data teoritis dengan cara menelaah berbagai buku literatur dan bahan pustaka lainnya yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

2. Penelitian lapang (field research), yaitu pengumpulan data lapang yang dilakukan untuk mendapatkan data-data dan informasi pada perusahaan yang bersangkutan,dengan cara sebagai berikut :

a. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian dan mengumpulkan data yang diperlukan pada Koperasi guru dan pegawai republik indonesia cabang Makassar.

b. Wawancara, yaitu mengadakan Tanya jawab dengan pimpinan dan karyawan perusahaan yang diteliti, dan mendapatkan data yang diperlukan pada Koperasi guru dan pegawai Republik Indonesia cabang makassar.

2 c. Dokumentasi, ialah pengumpulan data yang diperoleh dari

catatan-catatan yang dimiliki satuan kerja. Metode ini digunakan untuk memperoleh data, dokumen serta catatan yang berhubungan dengan kebutuhan modal kerja pada Koperasi guru dan pegawai republik Indonesia cabang makassar.

C. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriktif. Menurut Vardiansyah (dalam Leksono, 2013:181) penelitian deskriktif ini adalah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri. Dalam penelitian ini, peneliti akan berupaya menguatarakan secara jelas tentang kebutuhan modal kerja perusahaan dan kemampuan untuk meningkatkan volumepenjualan melalui modal kerja tersebut.

D. Jenis dan sumber data

Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian dilihat dari cara memperolehnya adalah Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen perusahaan, berupa laporan tertulis yang dibuat secara berkala, seperti laporan keuangan Koperasi.

Jenis data menurut sumbernya, kita dapat mengklasifkasikan data atas data internal dan data eksternal:

a. Data internal merupakan data yang didapat dari internal obyek penelitan atau data yang dikumpulkan dari dalam suatu perusahaan/lembaga yang

3 b. Data eksternal merupakan data yang diperoleh dari pihak lain artinya bahwa data penelitian telah dikumpulkan oleh pihak diluar perusahaan/lembaga.

E. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional pada penelitian ini adalah unsur yang terkait dengan variabel dalam judul penelitian. Jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulan, Sugiono (2013:38). Untuk tidak memberikan penafsiran berbeda maka peneliti memberikan batasan, antara lain :

1. Kebutuhan modal kerja adalah merupakan strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi perputaran modal kerjatersebut.

2. Volume penjualan merupakan tingkat penjualan yang diperoleh perusahaan untuk waktu tertentu dalam satuan rupiah.

Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2013:39) :

a. Variabel independen : varibel ini sering disebut sebagai variabel bebas.

Varibel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi, atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen(terikat).

Kemudian yang menjadi variabel pada penelitian ini adalah kebutuhan modal kerja

b. Variabel Dependen : variabel ini sering disebut sebagai variabel terikat.Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang

4 menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Yang termasuk dalam variabel ini adalah peningkatan volume penjualan.

F. Metode Analisis

Untuk memecahkan masalah pokok dari penelitian ini digunakan metode analisis Deskriktif, menelusuri gambaran tentang kebutuhan modal kerja yang mampu meningkatkan volume penjualan pada Koperasi guru dan pegawai Republik Indonesia di Makassar.

1 BAB IV

GAMBARAN SINGKAT PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

KPRI-KOGURTA didirikan pada tahun 1977 oleh Drs. Muhammad Nasir.B, dilatarbelakangi adanya pemikiran yang positif dari beliau. Yaitu ingin mensejahterahkan para anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) pada saat itu. kemudian diadakanlah musyawarah PGRI se-kecamatan Tamalate dilaksanakan dengan agenda memikirkan bagaimana mensejahterahkan anggota PGRI. kemudian timbul berbagai saran untuk membangun sebuah wadah yang mampu untuk mensejahterahkan anggota yaitu Koperasi yang berdiri sekarang sebagai KPRI-KOGURTA RI.

Pada tahun 1978 diadakan rapat kedua kali dengan fokus utama pembentukan pengurus Koperasi yang dipimpin langsung oleh Drs.Muhammad Nasir.B Sebagai ketua dan Muhammad Nur (Kepala Sekolah)yang dituakan.

Maka diperolehlah keputusan untuk memilih : Sebagai Pengurus yang terdiri dari:

- Drs. Mappamassi (Ketua) - Abdul Rahman (Sekretaris) - Hana. T sebagai (Bendahara) Sebagai Badan Pemeriksa (BP) - A. Nurung

- Sigang, DM

2 - Abdul Rahman

Setelah 4 tahun berdiri akhirnya koperasi ini mendapatkan izin resmi dari Menteri Koperasi yang berbadan Hukum No.4238/B/BH/V/82 pada tanggal 3 November 1982. Unit Usaha Simpan Pinjam dan Unit Pertokoan serta Unit Jasa lainnya adalah unit usaha pertama yang dirintis sejak berdirinya Koperasi sampai sekarang.

KPRI-KOGURTA RI, telah banyak menerima penghargaan. Pada tahun 2002 menerima piagam penghargaan sebagai Koperasi berprestasi dari Koperasi Indonesia, dan kemudian pada tahun 2010 mendapat penghargaan berupa Emas dari Walikota Makassar IR. H Ilham Sirajuddin, MM. Dan tanda keberhasilan terakhir adalah penetapan klasifikasi sebagai Koperasi yang sangat berkualitas.

B. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi yang baik adalah merupakan salah satu syarat bagi keberhasilan perusahaan. Untuk menangani berbagai kegiatan usaha dalam rangka pencapaian sasaran perusahaan. akan tetapi, struktur organisasi yang tepat bagi suatu perusahaan akan berbeda-beda sesuai dengan luas perusahaan yang bersangkutan. Struktur organisasi haruslah menguntungkan jika ditinjau dari segi ekonomi dan bersifat fleksibel hingga bila ada perluasan atau keadaan berubahtidak akan mengganggu susunan organisasi yang ada.

Suatu kriteria yang penting untuk mengukur kebaikan struktur organisasi ini adalah sejauhmana organisasi itu mengadakan kedudukan yang bebas berdiri sendiri antara departemen-departemen dalam organisasi itu dan semua departemen haruslah bekerja sama dengan harmonis.

3 Dari struktur organisasi tersebut dapat dilihat dan bagaimana organisasi itu.Struktur organisasi itu tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Jika mengkoordinasikan bagiannya masing-masing dengan baik sehingga kemungkinan kerja sama yang baik akan mencapai tujuan perusahaan.

Pengertian Organisasi pada umumnya adalah sekelompok orang yang melakukan kegiatan dalam wadah dan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula atau dengan kata lain oragnisasi adalah suatu proses yang tersusun dimana orang-orang didalamnya berintraksi untuk mencapai tujuan dalam kaitannya dengan kegiatan-kegiatan dalam koperasi,yang terorganisir dan terkoordinir dalam wadah tertentu yang melaksanakan tugas dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Tugas yang dimaksud disini adalah mengelola koperasi dengan harapan pekerjaan bisa berlangsung dengan lancar dan dapat mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan berupa keuntungan bagi koperasi dan kepuasan nasabah sebagai pengguna jasa.

Untuk merealisasikan tujuan didalam suatu organisiasi perlu disusun terlebih dahulu struktur organisasi, yaitu kerangka yang menunjukkan :

1. Tanggung Jawab

2. Pendelegasian tugas dan wewenang 3. Hubungan antar fungsi dalam organisasi

Demikian pula pada koperasi Guru dan Pegawai RI di Makasar dalam melaksanakan tugas, telah menentukan struktur organisasi Koperasi. Untuk lebih jelasnya, struktur organisasi Koperasi Guru dan Pegawai Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

4 R A T

Pembina---Pengurus---Pengawas

Manager

Unit PertokoanUnit percetakan Unit Jasa Unit USP

Anggota

C. Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

Untuk lebih mengetahui secara jelas tentang tugas dan tanggung jawab seorang pimpinan dan wakil pimpinan beserta stafnya dari masing-masing bagian, berikut ini akan diuraikan sebagai berikut:

1. Rapat Anggota Tahunan ( RAT )

Ketika berbicara tentang koperasi maka tidak akan bisa terlepas dengan rapat anggota tahunan (RAT). Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Dalam konteks koperasi apapun bentuknya koperasi simpan pinjam , koperasi konsumen dll keberadaan RAT dalam koperasi indonesia memegang peranan sangat penting.

Dalam Rapat Anggota Tahunan tersebut disampaikan beberapa laporan tahunan yang memuat hal-hal yang perlu diketahui dalam Rapat Anggota

5 Tahunan yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi untuk dapat dibahas dan sekaligus berdasarkan musyawarah mufakat bersama mendapat pengesahan dari seluruh anggota. Selain itu, ada beberapa paparan serta sesi tanya jawab antar pengurus dan anggota koperasi.

Rapat anggota koperasi indonesia dialakukan minimal 1 tahun sekali yang disebut sebagai Rapat Anggota Tahunan, tetapi sesungguhnya rapat anggota dapat dilakukan sewaktu-waktu jika memang terdapat masalah koperasi yang kewenanganya ada pada rapat anggota.Rapat anggota mempunyai wewenang yang cukup besar. Wewenang tersebut misalnya:

a. Menetapkan anggaran dasar koperasi;

b. Menetapkan kebijakan umum koperasi;

c. Memilih serta mengangkat pengurus koperasi;

d. Memberhentikan pengurus;

e.Mengesahkan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.

f. Menetapkan pembagian sisa hasil usaha;

g. Menetapkan penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.

Pada dasarnya, semua anggota koperasi berhak hadir dalam rapat anggota.Namun, bagi mereka yang belum memenuhi syarat keanggotaan, misalnya belum melunasi simpanan pokok tidak dibenarkan hadir dalam rapat anggota. Ada kalanya mereka diperbolehkan hadir dan mungkin juga diberi kesempatan bicara, tetapi tidak diizinkan turut dalam pengambilan keputusan.

Keputusan rapat anggota diperoleh berdasarkan musyawarah mufakat.

6 Jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan yang hanya bisa diputuskan melalui RA maka pengurus koperasi atau pengawas koperasi atau anggota koperasi dapat mengusulkan pelaksanaan rapat anggota kepada pengurus koperasi. Jika usulan tersebut di dukung oleh 50 % + 1 anggota koperasi atau minimal 2 % dari anggota koperasi ( ketentuan tersebut sesuai dengan ad / art koperasi ) maka pengurus harus menyelenggarakan rapat anggota yang disebut rapat anggota istemewa.

Hal yang dibicarakan rapat anggota tahunan :

a. Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.

b. Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.

c. Penilaian laporan pengawas d. Menetapkan pembagian shu e. Pemilihan pengurus dan pengawas

f. Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya g. Masalah-masalah yang timbul

Peserta rapat anggota tahunan (RAT) adalah perwaklan 20% dari jumlah anggota dalam koperasi Guru dan pegawai Republik Indonesia, berdasarkan data jumlah anggota per 31 Desember 2012 sebanyak 675 orang terdiri dari :

7 TABEL 1

Data Jumlah Anggota KPRI KOGURTA Per 31 Desember 2012

NO UNIT SEKOLAH JUMLAH ANGGOTA

1 82 Unit SD anggota 486 orang

2 17 Unit TK anggota 90 orang

3 2 Unit UPTD anggota 17 orang

4 1 Unit Purnakarya anggota 46 orang

5 1 Unit SMP-SMA Tri Bhakti Karsa anggota 11 orang

6 1 Unit pengawas anggota 14 orang

7 1 Unit lain-lain anggota 11 orang

2. Bidang kelembagaan a. Pengurus

1). Mengelola organisasi dan usaha koperasi.

2). Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana pendapatan dan anggaran belanja koperasi.

3). Menyelenggarakan rapat anggota.

4). Melaksanakan rencana kerja yang sudah ditetapkan rapat anggota.

5). Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

6). Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.

7). Mencatat setiap transaksi anggota.

8). Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.

8 9). Meningkatkan pengetahuan anggota dengan menyelenggarakan

pendidikan bagi anggota.

Wewenang Pengurus :

1). Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan.

2). Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan AD dan ART.

3). Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan

kemanfaatankoperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota

4). Mengangkat dan memberhentikan pelaksana usaha.

5). Rencana pengangkatan pengelola atas persetujuan rapat anggota.

b. Pengawas

1) Dasar pengawasan

a) Undang-Undang Koperasi Nomor 25 tahun 1992 pasal 38 dan pasal 39 tentang tugas dan wewenang dan tanggung jawab pengawas.

b) Anggaran Dasar KPRI KOGURTA Tamalate BAB VIII Pasal 19 tentang tugas dan wewenang pengawas.

c) Peraturan pemerintah Nomor 9/1995 tentang pelaksanaan USP oleh koperasi.

d) Amanat Rapat anggota tahunan yang mengharapkan pengawas melaksanakan tugas bersifat obyektif dan bertanggung jawab.

9 2) Tujuan Pengawasan

a) memberiakan informasi tentang perkembangan koperasi selama tahun berjalan pada bidang administrasi, organisasi dan manajemen, bidang usaha, bidang permodalan/keuangan untuk diketahui anggota dan instansi terkait.

b) memberikan masukan dan saran dan koreksi kepada pengurus sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan KPRI KOGURTA.

c) untuk mengetahui apakah kegiatan usaha pengurus telah sesuai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan RAT dan peraturan perkoperasian yang berlaku.

3) Waktu Pengawasan

Pengawas melakukan pemeriksaan secara berkala sekali dalam tiga bulan, menjelag penutupan tahun buku 2012 dilakuka pemeriksaan secara terus menerus sampai selesai lapora pertanggungjawaban pengurus dan pengawas.

4) Tehnik pengawasan

Tehnik pengawasan dilaksanakan dengan cara memeriksa, meneliti dan membandingkan kemudian disimpulkan sebagaimana yang dilaporkan dengan pembagian menurut bidang pengelolaan yang meliputi :

b) Bidang Admnistrasi organisasi dan manajemen c) Bidang Usaha Koperasi

d) Bidang permodalan dan keuangan

e) Program kerja, anggaran dan pendapatan belanja koperasi tahun 2012

10 c. Manager

1. Pengurus koperasi dapat mengangkat manajer yang diberi wewenang untuk mengelola usaha koperasi.

2. Rencana pengangkatan manajer diajukan kepada rapat anggota untuk mendapat persetujuan.

3. Manajer bertanggung jawab kepada pengurus.

4. Hubungan kerja manajer dengan pengurus berdasarkan perikatan.

5. Sebenarnya, manajer membayar dirinya sendiri berdasarkan kemampuannya dalam mengelola usaha.

6. Manajer menanggung kerugian usaha koperasi karena kelalaian dan kesengajaannya.

Tugas Manajer :

1. Melaksanakan usaha koperasi.

2. Mengajukan rancangan rencana anggaran pendapatan & belanja koperasi kepada pengurus.

3. Memberikan pelayanan usaha kepada anggota.

4. Membuat studi kelayakan usaha koperasi.

5. Membuat laporan perkembangan usaha koperasi.

d. Anggota

1. Sebagai pemilik, anggota berkewajiban untuk turut aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi dan pengawasan.

2. Sebagai pemilik, anggota berkewajiban menyetorkan simpanan untuk

11 3. Sebagai pelanggan atau pengguna, anggota berhak dan sekaligus

berkewajiban memanfaatkan pelayanan barang dan jasa koperasinya.

1 BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Permodalan Koperasi

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.

Sebagai badan usaha, koperasi harus memiliki modal ekuitas sebagai modal perusahaan.Atas dasar itu kedudukan dan status modal koperasi secara hukum dipertegas dengan menetapkan modal sendiri yang merupakan modal ekuitas, sedang modal pinjaman merupakan modal penunjang.

Dalam pasal 41 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian menyebutkan bahwa1) Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman; 2) Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah; 3) modal pinjaman berasal dari anggota, koperasi lainnya dan/atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya penerbitan obligasi dan surat utang lainnya dan sumber lainnya yang sah.

Dalam penjelasan pasal 41 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan modal sendiri adalah modal yang mengandung risiko atau disebut modal ekuitas.

Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh anggota koperasi pada saat masuk menjadi anggota, dan simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota. Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu,

2 dan simpanan ini tidak dapat diambil selama bersangkutan masih menjadi anggota.

Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha, yang dimaksudkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.Hibah merupakan sumbangan pihak tertentu yang diserahan kepada koperasi dalam upayanya turut serta mengembangkan koperasi, dan hibah tidak dapat dibagikan kepada anggota selama koperasi belum dibubarkan.

Dengan ditetapkannya modal sendiri sebagai modal ekuiti koperasi, maka kedudukan simpanan pokok dan simpanan wajib menjadi kuat, seperti halnya saham pada perseroan terbatas.Selain ada simpanan anggota lainnya, yang dapat berupa simpanan sukarela, simpanan khusus, simpanan berjangka, tabungan dan simpanan lainnya, yang tentunya merupakan utang/pinjaman koperasi terhadap anggotanya. Kedudukan hukum modal koperasi, baik modal sendiri atau ekuitas maupun modal pinjaman, membawa kewajiban dan tanggung jawab koperasi ke dalam terhadap anggotanya, dan luar terhadap pihak lain yang bersangkutan.

B. Analisis Kebutuhan Modal Kerja

Permodalan merupakan salah satu tolak ukur yang menentukan tingkat kemandirian suatu koperasi untuk menghimpun dana. permodalan koperasi Guru dan Pegawai (KPRI KOGURTA) tidak lepas dari struktur modal yang bersumber dari simpanan anggota, dan dari pihak luar (modal pinjaman partisipasi). Yang menjadi sumber utama ada pada laporan keuangan perusahaan, Laporan keuangan sangat penting artinya bagi manajemen perusahaan (pimpinan perusahaan dan karyawan perusahaan) demikian halnya bagi pihak luar ( kreditur, investor, dan pemerintah maupun masyarakat), yang berkepentingan terhadap perusahaan.

3 Modal kerja memiliki sifat yang fleksibel, besar kecilnya modal kerja dapat ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan perusahaan. Menetapkan modal kerja yang terdiri dari kas, piutang, dan persediaan harus dimanfaatkan seefisien mungkin. Besarnya modal kerja harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan, karena baik kelebihan atau kekurangan modal kerja sama-sama membawa dampak negatif bagi perusahaan. Dengan kata lain, modal kerja yang cukup akan dapat memberikan keuntungan yang maksimal.

Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan modal kerja dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh Koperasi Guru dan Pegawai Republik Indonesia di makassar maka akan diperlihatkan data yang diperoleh langsung dari Sumbernya.

Data yang diperoleh dari laporan Neraca Koperasi Guru dan Pegawai pada tahun 2010, jumlah harta lancar yang terdiri atas kas, tabungan pada Bank dan piutang berjumlah 2,222,914,280 dan harta tetap yang terdiri dari inventaris kantor sebesar 35,349,500 setelah dikurangi akumulasi penyusutan harta tetap sebesar 505,500. Jadi total saldo aktiva periode 2010 sebesar 2,223,419,780.

Selain itu Koperasi ini pada tahun 2010 memiliki hutang lancar yang terdiri dari Tabungan Anggota dan Modal tambahan tidak tetap sebesar 1,538,767,000. Serta Modal yang berasal dari Modal disetor, Modal tambahan tetap, Donasi, Cadangan Umum, Cadangan tujuan resiko, dan SHU sebesar 684,625,780. Dengan demikian total kekayaan koperasi pada tahun 2010 adalah 2,223,419,780.

Pada tahun 2011, jumlah harta lancar yang terdiri atas kas, tabungan pada Bank BNI dan piutang berjumlah 2,408,599,470 dan harta tetap yang terdiri dari

4 harta tetap sebesar 5,500. Jadi total saldo aktiva periode 2011 sebesar 2,408,604,970. Selain itu Koperasi ini pada tahun 2011 memiliki hutang lancar yang terdiri dari Tabungan Anggota, Simpanan wajib khusus, Simpanan lain-lain, Dana pendidikan, Dana Sosial sebesar 880,225,704. Serta Modal yang berasal dari Simpanan pokok, simpanan Wajib, Cadangan Umum, Cadangan Tujuan Resiko,dan SHU sebesar 1,528,379,266. Dengan demikian total kekayaan koperasi pada tahun 2011 adalah 2,408,604,970. Mengalami peningkatan pada tahun sebelumnya dengan peningkatan sebesar 185,185,190 .

Demikian pula, posisi saldo Neraca Koperasi pada tahun 2012 jumlah harta lancar yang terdiri atas kas, tabungan pada Bank dan piutang berjumlah 2,583,118,039 dan harta tetap yang terdiri dari inventaris kantor sebesar 39,330,500 setelah dikurangi akumulasi penyusutan harta tetap sebesar 1,986500.

Jadi total saldo aktiva periode 2012 sebesar 2,585,104,539. Selain itu Koperasi ini pada tahun 2012 memiliki hutang lancar yang terdiri dari Tabungan Anggota, Simpanan wajib khusus, Simpanan lain-lain, Dana pendidikan, Dana Sosial sebesar 993,972,255. Serta Modal yang berasal dari Simpanan pokok, simpanan Wajib, Cadangan Umum, Cadangan Tujuan Resiko,dan SHU sebesar 1,591,132,284. Dengan demikian total kekayaan koperasi pada tahun 2012 adalah 2,585,104,539. Mengalami peningkatan pada tahun sebelumnya dengan peningkatan sebesar 176,499,569.

C. Perputaran modal kerja

Berdasarkan metode ini maka besarnya kebutuhan Modal Kerja ditentukan oleh perputaran dari komponen-komponen modal kerja yaitu perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan. Perputaran kas merupakan

5 berputarnya kas menjadi kas kembali. Seperti halnya perputaran modal kerja maka yang dimaksud dengan kas berputar satu kali berarti bahwa sejak kas tersebut digunakan untuk proses produksi (barang atau jasa) dan akhirnya menjadi kas kembali.demikian pula perputaran piutang dan persediaan yaitu waktu yang diperlukan dari piutang atau persediaan menjadi piutang atau persediaan kembali.

Formula yang digunakan untuk menghitung komponen-komponen

Formula yang digunakan untuk menghitung komponen-komponen

Dalam dokumen TITI ANGRIANI (Halaman 36-0)

Dokumen terkait