• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

D. Tujuan dan Manfaat Penerapan

Good Corporate Governance atau tata kelola perusahaan yang baik adalah suatu wahana untuk mengamankan aset perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang. Menurut konsep Good Corporate

Governance, perusahaan akan memperoleh nilai perusahaan (value of the firm) yang maksimal apabila fungsi dan tugas masing-masing pelaku organisasi bisnis yang modern dapat dipisahkan dengan membentuk;30

1. Board of Directors (BOD), dengan syarat mereka bekerja full time dengan tidak boleh merangkap pekerjaan. Dewan Direksi mengelola perusahaan melalui berbagai keputusan strategis manajemen perusahaan.

2. Board of Commisionners (BOC), meliputi Komisaris Biasa dan Komisaris Independen serta berbagai komite yang dibentuknya. Fungsi utama BOC adalah mengawasi arah pengelolaan perusahaan dan jalannya perusahaan menurut prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

Selain itu manfaat Good Corporate Governance bagi suatu korporasi, adalah :31

1. Perbaikan dalam komunikasi.

2. Minimalisasi potensi benturan kepentingan. 3. Fokus pada strategi-strategi utama.

4. Peningkatan dalam produktivitas dan efisiensi. 5. Kesinambungan manfaaat.

6. Promosi citra korporasi.

7. Peningkatan kepuasan pelanggan. 8. Perolehan kepercayaan investor. 9. Lebih mudah memperoleh modal. 10. Biaya modal rendah.

30

http://Businessenvironment.wordpress.com/2006/10/18. Loc cit. 31

11. Memperbaiki kinerja usaha.

12. Mempengaruhi harga saham perusahaan di bursa efek. 13. Memperbaiki kinerja ekonomi.

Penerapan Good Corporate Governance tidak bisa bila hanya dilakukan oleh pihak perusahaan saja. Karena pada prakteknya, suatu perusahaan melakukan aktivitas tidak secara internal saja, tapi juga di luar dari perusahaan yang berpengaruh bagi masyarakat dan negara. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. Dimana hal ini diperlukan untuk mendorong terciptanya pasar yang efisien, transparan dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan. Prinsip dasar yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pilar adalah: 32

1. Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundang-undangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan, melaksanakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten

(consistent law enforcement).

Sebagai langkah konkrit dari pemerintah terhadap pembangunan iklim ekonomi yang sehat adalah dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri BUMN No. Kep-117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara, menekankan kewajiban bagi BUMN untuk menerapkan Good

32

Corporate Governance secara konsisten dan atau menjadikan prinsip-prinsip

Good Corporate Governance sebagai landasan operasionalnya, yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders

lainnya, dan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika.33

2. Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan Good Corporate Governance

sebagai pedoman dasar pelaksanaan usaha.

3. Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha serta pihak yang terkena dampak dari keberadaan perusahaan, menunjukkan kepedulian dan melakukan kontrol sosial (social control) secara obyektif dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance

dimaksudkan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut, yaitu;34

1. Memaksimalkan nilai perseroan dan nilai perseroan bagi pemegang saham dengan cara meningkatkan prinsip-prinsip yang ada dalam Good Corporate Governance, agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, yang mendukung investasi.

2. Mendorong pengelolaan perseroan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Dewan Komisaris, Direksi dan RUPS.

33

http://www.bpkp.go.id, diakses tanggal 14 Februari 2008.

34

3. Mendorong agar pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perseroan terhadap pihak yang berkepentingan maupun kelestarian lingkungan di sekitar perseroan.

Selain itu, menurut FCGI penerapan prinsip-prinsip dasar dari Good Corporate Governance dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain :35

1. Meningkatkan kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta lebih meningkatkan pelayanan kepada stakeholders.

2. Mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah dan tidak

rigid (karena faktor kepercayaan) yang pada akhirnya akan meningkatkan

corporate value.

3. Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

4. Pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan karena sekaligus akan meningkatkan shareholders value dan deviden. Khusus bagi BUMN akan dapat membantu penerimaan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terutama dari hasil privatisasi.

Khusus mengenai Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, penerapan

Good Corporate Governance bertujuan dan bermanfaaat untuk memberikan

35Forum for Corporate Governance in Indonesia, dalam

perlindungan terhadap kepentingan para pemegang saham sebagai pihak yang dirugikan. Perlindungan kepentingan pemegang saham terhadap Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu melalui penerapan Good Corporate Governance

tersebut dapat dilakukan karena prinsip-prinisip pengelolaan perusahaan yang ada dalam Good Corporate Governance memandang kepentingan pemegang saham serta masyarakat luas sebagai bagian dari stakeholders, adalah suatu hal yang harus dilindungi. Dengan demikian, bila prinsip-prinsip yang ada dalam Good Corporate Governance tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar, maka Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu dapat dihindarkan. Karena pihak pengelola berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance tersebut akan melaksanakan pengelolaan perusahaan dengan baik dan berusaha agar Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu tidak terjadi, karena menyadari bahwa mereka harus melindungi kepentingan pemegang saham yang dapat dirugikan karena adanya transaksi tersebut.

Dokumen terkait