4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengan Perangkat Daerah
Berdasarkan rumusan Visi dan Misi, dan mengacu serta menyelaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonosobo Tahun 2021 - 2026, maka tujuan dan sasaran jangka menengah Kecamatan Garung 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada table di bawah ini
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah
NO TUJUAN INDIKATOR
TUJUAN SASARAN INDIKATOR
SASARAN
2022 2023 2024 2025 2026 1 Meningkatkan
persentase nilai keterbukaan informasi publik
Nilai Keterbukaan Informasi Publik
1 Meningkatnya persentase nilai informasi yang tersedia
Nilai informasi yang tersedia
93,50 94,00 94 94 95
2 Meningkatkan persentase nilai IKM
IKM (Permenpan 14/17)
2 meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap layanan kecamatan
Persentase kenaikan
nilai SKM 82% 83% 83,5 84 84,5
3
Meningkatkan kualitas layanan PPKS dalam penerimaan bantuan sosial
Cakupan PPKS yang
mendapatkan bantuan sosial
3 Meningkatnya UMKM yang terfasilitasi Perangkat Daerah yang membidangi UMKM untuk menaikkan kelas
Persentase UMKM terdaftar di Kecamatan masyarakat dalam menggunakan hak pilih dalam pemilu
Tingkat partisipasi pemilih
4 meningkatnya jumlah penurunan usia perkawinan pertama perempuan
Rata-rata usia perkawinan pertama perempuan
18,2 18,4 18,6 18,8 19
5
Meningkatkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat
-
5 Meningkatnya penanganan pengolahan data secara kontinyu untuk keabsahan data
Persentase desa yang melakukan verval data secara kontinyu
100 100 100 100 100
6
Meningkatkan ketentraman, ketertiban dan keamanan
rasio penyelesaian konflik sosial
6 Meningkatnya partisipasi
penggunaan hak pilih dalam pemilu
Angka Partisipasi Politik dalam Pileg, Pilpres, Pilkada
0 0 49337 51804 0
7
Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja dalam pengelolaan APBDes
Persentase peningkatan serapan tenaga kerja dalam pengelolaan APB Desa
7 Meningkatnya kenaikan dana soisal keagamaan dalam rangka memfasilitasi kegiatan dimaksud
Persentase kenaikan dana sosial
keagamaan
1 1 1 1 1
8
Meningkatkan angka melanjutkan sekolah pendidikan dasar di wilayah kecamatan
Angka putus sekolah Pendidikan Dasar
8 meningkatnya jumlah penegakan perda dan perkada yang terlaporkan
Persentase pelanggaran tramtibum yang terlaporkan
100% 100% 100% 100% 100%
9
Meningkatkan penanganan/
fasilitasi stunting dalam rangka pencegahan dan penagulangan masyarakat terjangkit stunting dikecamatan
Prevalensi stunting di kecamatan
9 Meningkatnya jumlah desa yang
menerapkan
kebijakan padat karya dalam pembangunan desa
Persentase desa yang menerapkan kebijakan padat karya dalam pembangunan desa
100% 100% 100% 100% 100% indeks ketahanan ekonomi (IDM) desa
Persentase kenaikan rata-rata IDM desa
10 meningkatnya angka melanjutkan sekolah wajib belajar 9 tahun yang terfasilitasi
Rasio anak putus sekolah Pendidikan dasar yang tertangani
10 15 20 25 30
11
Meningkatkan layanan akses air limbah domestik layak
Rasio rumah tangga bersanitasi dasar
11 meningkatnya jumlah ketersediaan sarana dan prasrana serta fasilitasi pencegahan dan penanggulangan stunting
Persentase balita stunting yang tertangani
100 100 100 100 100
12
Meningkatkan pencapaian target kriteria masyarakat yang mendapatkan bantuan RTLH
persentase rumah tidak layak huni yang tertangani
12 meningkatnya pengelolaan potensi desa dalam rangka pembangunan desa
Persentase kenaikan
rata-rata IDM desa 0,719 0,737 0,761 0,778 0,802
13
Meningkatkan partsipasi desa/kelurahan dalam mengelola dan
mengembangkan potensi desa wisata
Persentase kenaikan kategori desa wisata
13 Meningkatnya kontribusi komponen ekonomi dalam IDM
Indeks ketahanan ekonomi IDM
0,61 0,63 0,65 0,66 0,68
14
Meningkatkan penaganan/ fasilitasi pertumbuhan UMKM, Koperasi dan Lembaga Ekonomi Desa
Persentase usaha mikro yang Naik Kelas di Wilayah Kecamatan
14 meningkatnya jumlah rumah tangga yang menerapkan sanitasi dasar
Persentase kenaikan cakupan rumah
tangga sanitasi dasar
8,328 16,66 24,98 24,98 24,98
15
Meningkatkan penaganan dan fasilitasi pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan
Jumlah Laporan Peningkatan Efektivitas Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Kecamatan
15 Meningkatnya penanganan dan fasilitasi RTLH
Persentase kenaikan
RTLH tertangani 37,11 45,22 53,29 61,3 69,44
16
Meningkatkan keikutsertaan desa/
kelurahan dalam merekrut relawan penanggulangan bencana di wilayahnya
Persentase desa/keluraha n tangguh bencana
16 Meningkatnya alokasi anggaran dana desa untuk pengembangan desa wisata
Rasio dana
pengembangan desa wisata bersumber APB Desa
33 38 43 48 53
17
Meningkatkan perangkat daerah dalam pengelolaan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik
Nilai SAKIP
17 Meningkatnya Koperasi yang terfasilitasi perangkat daerah yang
membidangi koperasi untuk usaha yang sehat
Persentase Koperasi
terdaftar terfasilitasi 1 1 1 1 1
18 Meningkatnya pengelola sampah 3R yang terfasilitasi
Persentase kenaikan desa/ kelurahan yang memiliki lembaga pengelola sampah 3R yang aktif
65 70 75 80 85
19 Meningkatnya jumlah relawan penanganan penanggulangan bencana
Persentase kenaikan desa/kelurahan yang memiliki relawan
penanggulangan bencana
100 100 100 100 100
20 Meningkatnya pencapaian pelaporan kinerja pada SAKIP
Nilai komponen pelaporan kinerja pada SAKIP
9,96 10,06 10,16 10,26 10,36
Berdasarkan tabel di atas dapat dlihat bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo terdiri dari 15 kecamatan telah menerapkan rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat yang dimana pada saat melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh masyarakat melalui pengisian kuesioner setiap tahunnya untuk menilai secara keseluruhan capian kepuasan masyarakat di seluruh wilayah kecamatan se kabupaten wonosobo, sehingga dapat ditentukan prentase pencapaian target kinerja setiap tahunnya termuat dalam dokumen perencanaan daerah, penilaian masing-masing jenis pelayanan perizinan dan non perizinaan mengacu pada Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 26 Tahun 2017 tentang Pelimpahan dari Bupati Kepada Camat Dalam Pelayanan Administrasi Terpadu, pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan publik yang dimana terdapat mekanisme/ tahapan perbaikan peningkatan capaian IKM dengan melakukan strategi dalam mengatasi permasalahan pelayanan publik, melakukan identifikasi permasalahan, melaksanakan fungsi koordinasi terhadap perangkat daerah pengampu pelayanan publik, serta melakukan perbaikan pelayanan publik melalui program/kegiatan yang mendukung peningkatan capaian IKM dengan memperhatikan indikator yag jelas dan terukur. Berdasarkan tabel di
atas dapat disimpulkan rata rata nilai SKM setiap tahunnya mengalami penigkatan sekitar 10%.
Perbaikan pemerintahan dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi birokrasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Sistem manajemen pemerintahan diharapkan berfokus pada peningkatan akuntabilitas serta sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome). Maka pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk penerapan sistem pertanggungjawaban yang jelas dan teratur dan efektif yang disebut dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Akuntabilitas merupakan kata kunci dari sistem tersebut yang dapat diartikan sebagai perwujudan dari kewajiban seseorang atau instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau disingkat dengan SAKIP tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang mana didalamnya menyebutkan SAKIP merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan rata rata nilai SKM setiap tahunnya mengalami penigkatan sekitar 10%.
BAB V