• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN DAN SASARAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG (Halaman 38-41)

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengan Perangkat Daerah

Berdasarkan rumusan Visi dan Misi, dan mengacu serta menyelaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonosobo Tahun 2021 - 2026, maka tujuan dan sasaran jangka menengah Kecamatan Garung 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada table di bawah ini

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah

NO TUJUAN INDIKATOR

TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN

2022 2023 2024 2025 2026 1 Meningkatkan

persentase nilai keterbukaan informasi publik

Nilai Keterbukaan Informasi Publik

1 Meningkatnya persentase nilai informasi yang tersedia

Nilai informasi yang tersedia

93,50 94,00 94 94 95

2 Meningkatkan persentase nilai IKM

IKM (Permenpan 14/17)

2 meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap layanan kecamatan

Persentase kenaikan

nilai SKM 82% 83% 83,5 84 84,5

3

Meningkatkan kualitas layanan PPKS dalam penerimaan bantuan sosial

Cakupan PPKS yang

mendapatkan bantuan sosial

3 Meningkatnya UMKM yang terfasilitasi Perangkat Daerah yang membidangi UMKM untuk menaikkan kelas

Persentase UMKM terdaftar di Kecamatan masyarakat dalam menggunakan hak pilih dalam pemilu

Tingkat partisipasi pemilih

4 meningkatnya jumlah penurunan usia perkawinan pertama perempuan

Rata-rata usia perkawinan pertama perempuan

18,2 18,4 18,6 18,8 19

5

Meningkatkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat

-

5 Meningkatnya penanganan pengolahan data secara kontinyu untuk keabsahan data

Persentase desa yang melakukan verval data secara kontinyu

100 100 100 100 100

6

Meningkatkan ketentraman, ketertiban dan keamanan

rasio penyelesaian konflik sosial

6 Meningkatnya partisipasi

penggunaan hak pilih dalam pemilu

Angka Partisipasi Politik dalam Pileg, Pilpres, Pilkada

0 0 49337 51804 0

7

Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja dalam pengelolaan APBDes

Persentase peningkatan serapan tenaga kerja dalam pengelolaan APB Desa

7 Meningkatnya kenaikan dana soisal keagamaan dalam rangka memfasilitasi kegiatan dimaksud

Persentase kenaikan dana sosial

keagamaan

1 1 1 1 1

8

Meningkatkan angka melanjutkan sekolah pendidikan dasar di wilayah kecamatan

Angka putus sekolah Pendidikan Dasar

8 meningkatnya jumlah penegakan perda dan perkada yang terlaporkan

Persentase pelanggaran tramtibum yang terlaporkan

100% 100% 100% 100% 100%

9

Meningkatkan penanganan/

fasilitasi stunting dalam rangka pencegahan dan penagulangan masyarakat terjangkit stunting dikecamatan

Prevalensi stunting di kecamatan

9 Meningkatnya jumlah desa yang

menerapkan

kebijakan padat karya dalam pembangunan desa

Persentase desa yang menerapkan kebijakan padat karya dalam pembangunan desa

100% 100% 100% 100% 100% indeks ketahanan ekonomi (IDM) desa

Persentase kenaikan rata-rata IDM desa

10 meningkatnya angka melanjutkan sekolah wajib belajar 9 tahun yang terfasilitasi

Rasio anak putus sekolah Pendidikan dasar yang tertangani

10 15 20 25 30

11

Meningkatkan layanan akses air limbah domestik layak

Rasio rumah tangga bersanitasi dasar

11 meningkatnya jumlah ketersediaan sarana dan prasrana serta fasilitasi pencegahan dan penanggulangan stunting

Persentase balita stunting yang tertangani

100 100 100 100 100

12

Meningkatkan pencapaian target kriteria masyarakat yang mendapatkan bantuan RTLH

persentase rumah tidak layak huni yang tertangani

12 meningkatnya pengelolaan potensi desa dalam rangka pembangunan desa

Persentase kenaikan

rata-rata IDM desa 0,719 0,737 0,761 0,778 0,802

13

Meningkatkan partsipasi desa/kelurahan dalam mengelola dan

mengembangkan potensi desa wisata

Persentase kenaikan kategori desa wisata

13 Meningkatnya kontribusi komponen ekonomi dalam IDM

Indeks ketahanan ekonomi IDM

0,61 0,63 0,65 0,66 0,68

14

Meningkatkan penaganan/ fasilitasi pertumbuhan UMKM, Koperasi dan Lembaga Ekonomi Desa

Persentase usaha mikro yang Naik Kelas di Wilayah Kecamatan

14 meningkatnya jumlah rumah tangga yang menerapkan sanitasi dasar

Persentase kenaikan cakupan rumah

tangga sanitasi dasar

8,328 16,66 24,98 24,98 24,98

15

Meningkatkan penaganan dan fasilitasi pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan

Jumlah Laporan Peningkatan Efektivitas Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Kecamatan

15 Meningkatnya penanganan dan fasilitasi RTLH

Persentase kenaikan

RTLH tertangani 37,11 45,22 53,29 61,3 69,44

16

Meningkatkan keikutsertaan desa/

kelurahan dalam merekrut relawan penanggulangan bencana di wilayahnya

Persentase desa/keluraha n tangguh bencana

16 Meningkatnya alokasi anggaran dana desa untuk pengembangan desa wisata

Rasio dana

pengembangan desa wisata bersumber APB Desa

33 38 43 48 53

17

Meningkatkan perangkat daerah dalam pengelolaan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik

Nilai SAKIP

17 Meningkatnya Koperasi yang terfasilitasi perangkat daerah yang

membidangi koperasi untuk usaha yang sehat

Persentase Koperasi

terdaftar terfasilitasi 1 1 1 1 1

18 Meningkatnya pengelola sampah 3R yang terfasilitasi

Persentase kenaikan desa/ kelurahan yang memiliki lembaga pengelola sampah 3R yang aktif

65 70 75 80 85

19 Meningkatnya jumlah relawan penanganan penanggulangan bencana

Persentase kenaikan desa/kelurahan yang memiliki relawan

penanggulangan bencana

100 100 100 100 100

20 Meningkatnya pencapaian pelaporan kinerja pada SAKIP

Nilai komponen pelaporan kinerja pada SAKIP

9,96 10,06 10,16 10,26 10,36

Berdasarkan tabel di atas dapat dlihat bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo terdiri dari 15 kecamatan telah menerapkan rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat yang dimana pada saat melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh masyarakat melalui pengisian kuesioner setiap tahunnya untuk menilai secara keseluruhan capian kepuasan masyarakat di seluruh wilayah kecamatan se kabupaten wonosobo, sehingga dapat ditentukan prentase pencapaian target kinerja setiap tahunnya termuat dalam dokumen perencanaan daerah, penilaian masing-masing jenis pelayanan perizinan dan non perizinaan mengacu pada Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 26 Tahun 2017 tentang Pelimpahan dari Bupati Kepada Camat Dalam Pelayanan Administrasi Terpadu, pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan publik yang dimana terdapat mekanisme/ tahapan perbaikan peningkatan capaian IKM dengan melakukan strategi dalam mengatasi permasalahan pelayanan publik, melakukan identifikasi permasalahan, melaksanakan fungsi koordinasi terhadap perangkat daerah pengampu pelayanan publik, serta melakukan perbaikan pelayanan publik melalui program/kegiatan yang mendukung peningkatan capaian IKM dengan memperhatikan indikator yag jelas dan terukur. Berdasarkan tabel di

atas dapat disimpulkan rata rata nilai SKM setiap tahunnya mengalami penigkatan sekitar 10%.

Perbaikan pemerintahan dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi birokrasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Sistem manajemen pemerintahan diharapkan berfokus pada peningkatan akuntabilitas serta sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome). Maka pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk penerapan sistem pertanggungjawaban yang jelas dan teratur dan efektif yang disebut dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Akuntabilitas merupakan kata kunci dari sistem tersebut yang dapat diartikan sebagai perwujudan dari kewajiban seseorang atau instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban dan berupa laporan akuntabilitas yang disusun secara periodik. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau disingkat dengan SAKIP tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang mana didalamnya menyebutkan SAKIP merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan rata rata nilai SKM setiap tahunnya mengalami penigkatan sekitar 10%.

BAB V

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG (Halaman 38-41)

Dokumen terkait