BAB V TEORI KONFLIK
A. Tujuan Instruksional Khusus
1.
Mahasiswa dapat menjelaskan hakekat teorikonflik
2.
Mahasiswa dapat membedakan teorikonflik
dengan teori fungsionalisme3.
Mahasiswa dapat menjelaskan sejarah munculnya teorikonflik
4.
Mahasiswa dapat menjelaskaninti
teorikonflik Karl
marx5.
Mahasiswa dapat menjelaskaninti
teorikonflik
Ralf Dahrendorf6.
Mahasiswa dapat membedakan teorikonflik Karl Marx
denganRalf
dahrendorfB.
PendahuluanCikal bakal teori konflik
berasaldari Karl marx,
seorangfilosof,
sekaligus sosiolog dan sejarawan Jerman. Pengalaman-pengalaman hidupnya serta realitas social budaya yang dihadapinya membuatnya pada satu kesimpulan bahwakonflik
adalah halyang inheren di dalam masyarakat. Selagi
masyarakatmasih
mengenal kelas-kelas social, makakonflik tidak terhindarkan.
Menurut marx,konflik
baru bisa berakhirjika
kelas-kelas dalam masyarakat bisa dihilangkan, karena
itu tujuan
utama sejarah umat manusia adalah menciptakan masyarakat tanpa kelas.Pikiran-pikiran
dan teori yang dialhirkanMam
pad abadke
19itu
dari sudut teorikonflik cenderung dilihat sebagai teori konflik Marxis (Ortodok). Teori
yangmemberikan inspirasi pada banyak orang dan tokoh-tokoh dunia untik
melakukan eksperimenpoltih
sehingga melahirkan negara-negara berpahamMarxis
seperti Rusiadan Cina. Namun pada abad ke 20 teori konflik mengalami
perkembangan dan35
modifikasi-modifikasi
baruoleh
beberapa orangahli
sosiologilantropogi, seperti Lewis Coiser danRalf Dahrendorf.
Teori-teori yanglahir
kemudian lebih dikenal sebagai teorikonflik
yang beraliran Non-Mamis.C. Materi
Hakekat Teori Konflik
Teori konflik
bertolak belakang denganteori
fungsionalismestructural.
Dalam pandangan para penganutteori
fungsionalisme structural masyarakat atau system social selalu berada dalam keadaanequilibrium.
Sekalipun terdapat disfungsi, ketegangan, dan penyimpangan-penyimpangandi dalam suatu masyarakat, keadaan tersebut
padaakhirnya akan dapat diatasi melalui
p€nyesesuaian-penyesuaiandan
prosesinstitusionalisasi.
Berbeda halnya
dengan penganutteori fungsionalisme,
para penganut teorikonflik justru berpikir
sebaliknya. Menurut mereka masyarakat senantiasa berada dalam keadaankonflilq
atau dengan katalain konflik
adalah suatuhal
yang inherendi
dalam masyarakat (systemsocial). Oleh
sebabitu
setiapunsure di dalam
suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya desintegrasi. Integrasi masyarakat hanya dapattercipta melalui
paksaan(coercive) atau
penguasaansejumlahorang
atas orang-orang lainnya.Secara sederhana asumsi-asumsi dasar
teori konflik
dapatdisimpulkan
sebagaiberikut. Pertama,
setiap masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yangtidak
pernahberakhir. Dengan kata lain
perubahansocial merupakan gejala
yangmelekat di dalam
setiapmasyarakat. Kedua,
setiap masyarakat mngandungkonflik-konflik di
dalamdirinya. Ketiga,
setiap unsuredalam
suatu masyarakat memberikan36
sumbangan
bagi terjadinya
desintegrasidan
perubahan-perubahansocial.
Keempat, setiap masyarakat hanya dapat terintegrasi melalui dominasi suatu kelompok (orang) atas kelompok (orang) lainnya.Teori Konflik KarI Marx
Karl Marx lahir
pada tahun 1818di
sebuah kotakecil
di Jerman bernama Trier. Ia berasaldari
keluargarabbi Yahudi.
NamunMarx lebih
banyak mendapat pendidikan sekuler, dan berhasil menjadi seorang pngacara sehinggadari
status socialia
tergolong kepadakelompok bo{uis. Ketika
suasanapolitik di
Jermantidak
menguntungkan kepadanya sebagai seorangyahudi, maka Marx dan
keluarganya memutuskan untuk masuk Protestan.Setelah mempelajari
ilmu hukum
selama satu tahundi
Universitas Bonn,Marx
pindah ke UniversitasBerlin. Di
sana ia banyak berhubungan dengan pengrkutpengrkutHegel,
sehinggapemikiran-pemikirannya kemudian banyak dipengaruhi oleh
Hegel.Sejak masa
itu
beberapa dasarteori
sosialnya mulai terbentuk.Setelah menyelesaikan disertasinya
di Universitas Berlin, Marx berniat
untukmemasuki karir akademis. Namun sponsornya Bruno Bauer dipecat
dari kedudukanakademisnya,sehingga keinginannya Marx tidak tercapai. Akhirnya
ia memutuskanuntuk bekerja
sebagaiwartawan di
sebuahsurat kabar borjuis
liberal bernamaRhenishe Zeitrxrg. Mam berhasil menjadi pemimpin redaksi surat
kabar tersebut. Namun setelah menikah Marx memutuskan untuk pindah ke paris.Selama
tinggal di
ParisMam
banyakterlibat
dengan kegiatan-ke gpatanradikal,
karena padawaktu itu
Paris menjadi pusat liberalisme dan radikalismesocial dan intelektual di Eropa. Di
Paris,Marx juga
berkenalan dengan para37
pemikir
sosialis Prancis, sepertiSt.
Simon, Proudhon, danBlangui.
Selarrra diParis Marx juga banyak mempelajari tulisan-tulisan ekonom Inggris,
sepertiAdam Smith dan David Richardo. Peristiwa yang paling
mempengaruhi perjalananhidup Marx
selamadi
Paris adalah pertemuannya dengan FriederichEngels yang menjadi
sahabatkaribnya
sampaiakhir hayat.
Sebagai seorang penguasahatekstil, F.
Engels banyak memberikaninformasi-informasi
penting padaMarx
tentang gaya hidup borjuis dan kondisi-kondisi proletariat.Selama di Paris Man< dan Engel mulai menulis karya yang merupakan interpretasi
komprehensif tentang kehidupan
masyarakatpada waktu itu yang diberi judul
The Germanldeologt. Menuerut Engels ini adalah
lr,arya pertamayang
memuat tentangpemikiran
histories materialismeMarx. Karl marx makin menjadi terkenal
setelah ia berhasil menerbitkan karya besarnya padatahun
1848 denganjudul
DasKapital,
yang kemudian disusul dengan karyaberikutnya
The CommunistMonifesto (1867).
Keduabuku ini
amat banyak memuat tentangpikiran-pikiran
utamaMarx,
termasuk tentang teorikonflik.
Marx
beranggapan bahwakonflik
bersumberdari factor
ekonomi,lebih
khusus lagr adalah penguas&tn sumber-sumber ekonomi yangdimiliki
secaratidak
merata oleh setiaporang.
Sebahagian orang adayangmnguasai sumber-sumber ekonomi secara lebih besar sehingga mereka mendominasi kehidupan socialpolitik.
Sementara ada kelompokorang yang tidak punya
akseske bidang itu, kecuali
hanyapunya
tenaga yang bisa dipertukarkan. Kondisiini
menyebabkan munculnya kelas-kelas dalam masyarakat.Secara evolusi
Marx
mencoba membagi perkembangan sejarah umat manusia, khususnya masyarakat Eropa, ataslima tahap.
Pertama tahap komunisme purba(primitif).
Pada38
t
masa
ini
orangbelum lagi
mengenal hak-hakmilik,
sehingga kelasbelum
terbentuk.Masyarakat cenderung
hidup
secarakomunal,
denganprinsip
samarata,
sama rasa.Kondisi
ini
berlangsung dalam masa pra sejarah umatmanusia
Kedua adalahmunculnya system budak dalamproduksi. Ketika
corak kehidupan manusia berubah dari berburu ke bercocok tanam, maka orangmulai
mengenal hak-hakmilik.
Sebagiandari
mereka ada yang menguasai sumber ekonomi dalam bentuk tanah pertanian, dan sebagian lagitidak memiliki itu,
sehinggamulai
terbentukkelompok budak dalam masyarakat.
Ketiga, system feodalismemiliter.
Sistemini
terbentukdi
Eropa setelah masyarakat mengenalsystem kerajaan. Guna
mempertahankandan memperluas
kekuasaannyapara raja seringkali menggunakan tenaga prajurit (tentara). Pemimpin-pemimpin
tentara(panglima
perang)yang
be4asadalam
membanturaja
biasanyadiberi hadiah
dalam bentuk tanah yangluas.
Sistemini
pada akhirnya melahirkan kelompok-kelompok tuan tanah(feodal)
yangmemiliki
aksesekonomi
yang amat besar,di
samping kelompok budak yang bekerjauntuk mereka-
Keempat adalah systemkapitalisme.
Sistem yangmuncul di Eropa stelah revolusi industri itu pada gilirannya melahirkan
kelompok-kelompok bo4uis-kapitalis, dengan kelompok proletariat yangterdiri dari
rakyat jelata.Tahap
kelima
adalah komunismemodern,
suatu gambaran tentang masa depan umat manusia yang amat diidamkanMarx
waktu itu, yakni lahirnya masyarakat tanpa kelas.Menurut marx
lagi
sejarah umat manusia dari tahap kedua sampai tahap keempat adalah tahap perJwrngan kelas dan tahapkonflik kelas. Hal itu
disebabkan terdapatnya perbedaan kelasyang
amat tajam dalammasyarakat. Di
satupihak
ada kelompok the have yang minoritas namun mampu mengontrol dan menguasai kehidupan masyarakat.39
Pada pihak lain terdapat kelompok the haven'r
sebagaikelompok mayoritas
yang senantiasa berusaha memperjuangkan hak-haknya secara lebih baik.Untuk menyelesaikan
konflik
kelasMarx
menganjurkan jalan revolusi, sebuah ide yangdicela
orang banyak orang?di
sampingide
atheis yangdianjurkannya.
MenurutMarx
masyarakat tanpakelas
hanya dapat diwujudkan melaluirevolusi.
Sebabnya ialahkelompok kapitalis tidak akan pernah
menyerahkan sebagianhak miliknya
secara sukarela kepada kelompok proletar, kecuali melaluijalan kekerasan.
Paham otheismemuncul karena menurutnya agama adalah kesadaran subyektif yang
sengaja disebarluaskanoleh
kelompokkapitalis
guna mengamankan hak-hakmiliknya.
Agamaakan
mencegahorang untuk melakukan tindakan-tindakan anarkhis dan
tindakan-tindakantidak terpuji
lainnya, sehingga marx mengatakan bahwa agalraa adalah "candu"yang akan meninabobokkan golongan proletariat.
Teori Konflik Ralf Dahrendorf
Ralf
Dahrendorf adalah seorang sosiologJerman.
Sekalipunia juga
mewarisiteori-teori tradisi konflik Karl Marx,
tetapi dalam banyakhal pikiran
dan gagasannya berbeda dengan sesepuhteori konflik itu.
Ide pertentangan kelasMam
tetap digunakanoleh
Dahrendorf, namun munurutnya kelas bukan bersumberdari
ekonomi, melainkan kelasmuncul
sebagaiakibat
adanya hubungan-hubungan kekuasaan dalam masyarakat(authonty). Oleh
sebabitu kelas social bersifat lebih kompleks tidak
seperti yang dibayangkanMarx.
Dahrendorfjuga menolak ide revolusi Karl Marx.
Menurutnya revolusitidak
akan pernahterjadi di
negara-negaraindustri,
danlagS pulatidak
adabukti sejarahyang menunjukkan bahwa revolusi
adalah mekanisme penyelesaiankonflik
kelas.
40
Adanya
hubungan-hubungankekuasaan atau otoritas yang berbeda
dalam masyarakat memunculkan kategori-kategori social, yakni merekja yangmemiliki
otoritas dan mereka yang tidakmemiliki otoritas.
Pembagian otoritas yang bersifatdikhotomi itu
menjadi sumbertimbulnya konflik,
karena menimbulkan kepentingan-kepentingan yang berlawanansatu
samalainnya.
Kepentinganyang dimaksud di sini bukanlah
yangbersifat subyektif yang
dirasakanoleh
orang-orangtertentu, melainkan
kepentingan obyektif yang melekatdi
dalam kedudukan social tertentu.Menurut Darrendorf di dalam
setiap masyarakat selalu terdapatkonflik
antara kepentingandari
mereka yangmemiliki
kekuasaanotoritatif
berupa kepentingan untuk memeliharadan
mengukuhkan status quo,dengan kepentingan merekayang memiliki
kekuasaanotoritatif, berupa kepentingan untuk merubah status quo. Oleh
karena kepentingan yang demikiantidak
selalu disadari adanya, makaia
disebut kepentingan-kpentingan yang bersifat laten(latent intersest).
Sementara mereka yangmemilikinya
disebut dengan kelompok semu (quas i-groups).Kelompok semu tidak
memiliki
struktur hubungan-hubungan social yang disadari, akan tetapi para anggotanyamemilki
kepentingan-kepentingan dan model-model tingkah laku yang sama, yang setiap saat dapat berkembang menjadi kelompok dalam artian yang sebenarnya,yarLg dinamakan kelompok kepentingan (interestgroups).
Dengan demikian kelompok semu merupakan sumber dari mana par anggota kelompok kepentingan berasal atau direkrut.Suatu kelompok semu tidaklah begitu saja menjadi kelompok
kepentingan.Menurut Dahrendorf
ada tiga prasyarat yang bersifat kondosional yang harus dipenuhi.Prasyarat pertama adalah kondisi-kondisi teknis dari suatu organisasi
(technical4t
\
conditions of organizations), yakni munculnya sejumlah
orang-orangtertentu
yang mampu merumuskan dan mengorganisir kepentinganlaten dari
suatukelompok
semumenjadi
kepentingan-kepentinganmanifest berupa
kebutuhan-kebutuhanyang
secara sadaringin dicapai orang.
Prasyaratkedua ialah kondisi-kondisi politis dari
suatu organisasi(polrtical
conditionsof organization), yakm
ada tidaknya kebebasanpolitik
untuk berorganisasi yang diberikan masyarakat. Prasyarat ketiga adalah kondisi-kondisisocial bagi
suatu organisasi(social conditions of organization), yakni
adatya system komunikasi yang memungkinkan para anggota dari suatu kelompok semu berkomunikasi satu sama lainnya.
Dalam dokumen
f /{rr- ap I'l[$
(Halaman 39-46)