• Tidak ada hasil yang ditemukan

JADWAL PELAJARAN KELAS VB

D. Tujuan Pembelajaran

150

Setelah mendengarkan penjelasan dari guru dan melakukan duskusi kelompok, diharapkan siswa dapat:

1. Mengidentifikasi perjuangan Pattimura dalam mengusir penjajahan Belanda dengan benar.

2. Mengidentifikasi perlawanan Kaum Paderi dalam mengusir penjajahan Belanda dengan benar.

3. Mengidentifikasi perjuangan Pangeran Diponegoro dalam mengusir penjajahan Belanda dengan benar.

4. Mengidentifikasi perjuangan rakyat Aceh dalam mengusir penjajahan Belanda dengan benar.

5. Mengidentifikasi perlawanan Sisingamangaraja XII dan rakyat Batak dalam mengusir penjajahan Belanda dengan benar.

E. Materi Pokok

Tokoh-tokoh Pahlawan dalam Mengusir Penjajahan Belanda

1. Pattimura, tokoh pahlawan dari Maluku. Perlawanan Pattimura terjadi pada tahun 1817 di Saparua, Maluku dan dibantu oleh Srikandi Maluku yang bernama Cristina Martha Tiahahu. Salah satu tokoh Belanda yang berada dalam perlawanan tersebut adalah Residen Van Den Berg. Alasan terjadinya perlawanan tersebut yaitu karena Belanda bersikap sewenang-wenang, kekayaan Maluku dikuras, dan rakyat dipaksa kerja rodi. Akibat dari perlawanan tersebut yaitu Belanda memutuskan untuk menghukum gantung Pattimura. Pattimura dan Cristina Martha Tiahahu adalah pahlawan yang gagah berani. Keduanya tidak kenal kompromi dengan penjajah. Semangat juangnya tetap membara dan patut diteladani oleh setiap pemuda Indonesia.

2. Imam Bonjol, perlawanan kaum Paderi yang dipimpin oleh Imam Bonjol terjadi di Minangkabau, Sumatera Barat pada tahun 1821-1837. Salah satu tokoh Belanda yang terlibat pada perlawanan ini yaitu Van den Bosch. Alasan terjadinya perlawanan yaitu Kaum Paderi ingin mengubah kebiasaan rakyat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sementara itu,

151

kaum adat ingin tetap mempertahankan kebiasaan leluhur mereka. Akibat dari perlawanan ini yaitu Imam Bonjol ditangkap. Beliau diasingkan ke Cianjur dan tidak lama kemudian dipindahkan ke Ambon dan Makassar sampai wafatnya. Imam Bonjol adalah pahlawan yang gagah berani. Beliau tidak kenal kompromi dengan penjajah. Semangat juangnya tetap membara dan patut diteladani oleh setiap pemuda Indonesia.

3. Pangeran Diponegoro, perang Diponegoro yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro terjadi di Jawa Tengah tahun 1825-1830. Salah satu tokoh Belanda yang terlibat pada perlawanan ini yaitu Jenderal De Kock. Alasan terjadinya perlawanan yaitu karena Belanda tanpa izin memasang patok-patok tanda pembuatan jalan Magelang-Yogyakarta. Patok-patok-patok itu melewati tanah dan makam leluhur Pangeran Diponegoro. Akibat dari adanya perlawanan ini yaitu Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Menado kemudian dipindahkan ke Makassar sampai wafatnya tahun 1855. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan yang gagah berani. Beliau tidak kenal kompromi dengan penjajah. Semangat juangnya tetap membara dan patut diteladani oleh setiap pemuda Indonesia.

4. Teuku Umar, merupakan pahlawan dari Aceh. Perang Aceh terjadi pada tahun 1873 di Aceh. Setelah gugur, perlawanan terhadap Belanda dilanjutkan oleh isterinya yang bernama Cut Nyak Dien. Salah satu tokoh Belanda yang terlibat dalam perlawanan ini yaitu Mayor Jenderal Kohler. Alasan terjadinya perang yaitu Belanda ingin menguasai Aceh. Akibat terjadinya perang ini yaitu Teuku Umar gugur di medan perang sebagai pahlawan bangsa. Teuku Umar adalah pahlawan yang gagah berani. Beliau tidak kenal kompromi dengan penjajah. Semangat juangnya tetap membara dan patut diteladani oleh setiap pemuda Indonesia.

5. Sisingamangaraja XII, merupakan pahlawan dari Tapanuli, Sumatera Utara. Perang antara Sisingamangaraja dan Belanda berlangsung antara tahun 1883-1907. Salah satu tokoh Belanda yang terlibat pada perlawanan ini yaitu Kapten Cristoffel. Alasan terjadinya perang yaitu karena Belanda ingin menguasai tanah Batak dan menyebarkan agama Kristen secara

152

paksa. Akibat dari adanya perlawanan ini yaitu Sisingamangaraja gugur sebagai kusuma bangsa. Sisingamangaraja XII adalah pahlawan yang gagah berani. Beliau tidak kenal kompromi dengan penjajah. Semangat juangnya tetap membara dan patut diteladani oleh setiap pemuda Indonesia.

F. Metode Pembelajaran Diskusi

G. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan

 Membuka pelajaran dengan salam

 Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing

 Melakukan presensi terhadap siswa

 Mengkondisikan kelas hingga kondusif

 Memberikan apersepsi yang berkaitan dengan materi pelajaran

 Menyampaikan tujuan pembelajaran

 Menjelaskan tentang strategi pembelajaran card sort kepada siswa

 Memberikan motivasi kepada siswa 2. Kegiatan Inti

 Siswa mempelajari materi perjuangan para tokoh pejuang pada penjajahan Belanda di Indonesia melalui membaca.

 Siswa dimotivasi mengembangkan pengetahuan tentang materi melalui kegiatan tanya jawab.

 Siswa berdiskusi untuk memperdalam materi yang sedang dipelajari dari berbagai sumber.

 Siswa mengamati guru menyiapkan kartu/ kertas yang jumlahnya sebanyak siswa sesuai dengan tema perjuangan para tokoh pejuang pada penjajahan Belanda di Indonesia.

153

 Siswa diminta untuk berdiri di tengah ruangan kelas dan guru memberi contoh tentang aturan mainnya. Contoh aturan mainnya yaitu siswa dalam kelompok harus mengumpulkan 7 buah kartu dengan warna yang bebeda sesuai dengan tema yang didapat. Ketika siswa mengambil kartu berwarna merah maka artinya dia mengambil kartu yang menunjukkan tahun terjadinya perang, ketika mengambil kartu berwarna biru menunjukkan tokoh, kartu warna kuning menunjukkan lokasi terjadinya perang, kartu warna hijau menunjukkan alasan terjadinya perang, kartu berwarna orange menunjukkan akibat terjadinya perang, dan kartu berwarna ungu menunjukkan nilai yang dapat diambil dari perlawanan yg ada.

 Siswa diberikan masing-masing satu kartu/ kertas secara acak dan meminta siswa bergerak dan berkeliling di dalam kelas untuk menemukan tema yang sama.

 Siswa dalam kelompok menempel masing-masing kartu pada media, lalu meminta siswa memajang hasil kerja kelompok.

 Masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok masing-masing. Siswa lain boleh menanggapi atau memberi komentar.

 Siswa bekerja sama dalam menyelesaikan hasil kerja kelompok untuk memperoleh penilaian dari guru.

3. Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 Siswa menuliskan simpulan.

 Siswa menyampaikan refleksi materi pokok yang dipelajari hari ini.

 Siswa mengerjakan soal latihan dari guru.

 Peserti didik mempelajari kembali materi yang telah diajarkan dan materi selanjutnya.

H. Sumber dan Media Pembelajaran