• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Obyek Penelitian

4.1.3. Tujuan Penggabungan BES-BEJ Menjadi PT Bursa

Dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009 disebutkan bahwa tujuan dari penggabungan antara BER-BEJ adalah untuk terciptanya efisiensi pasar modal Indonesia.

4.1.4 Struktur Organisasi PT. Bursa Efek Indonesia

Struktur oganisasi di PT. Bursa Efek Indonesia mengalami masa transisi dari penggabungan BES dan BEJ, serta penentuan masa kerja dewan komisaris dan direksi Bursa menjadi perdebatan yang hangat. Dalam rapat pleno yang diadakan pada tanggal 3 September 2007, Ketua Bapepam Dr. Fuad Rahmany mengusulkan mengenai masa kerja dewan komisaris diusulkan sampai dengan tutupnya RUPS Tahunan 2008, dan untuk masa kerja direksi

47

sampai dengan tutupnya RUPS Tahunan 2009. Usulan ini secara aklamasi disetujui oleh semua peserta rapat pleno.

Sesuai dengan anggaran dasar perusahaan, bahwa kekuasaan tertinggi terletak pada Rapat Umum Pemegang Saham (2008). Di dalam struktur organisasi PT. Bursa Efek Indonesia terdapat 7 orang dewan komisaris yang terdiri dari 1 orang komisaris utama dan 6 orang komisaris, terdapat 7 orang dewan direksi yang terdiri dari 1 orang direktur utama dan 6 orang direktur yang satu direktur dapat membawahi lebih dari 9 direktorat, terdapat 9 direktorat yang membawahi masing-masing divisi, terdapat 20 orang kepala divisi / kepala satuan, dan 1 orang Specialist Setingkat Kepala Divisi yaitu

Chieft Economist.

Pembagian dewan direksi : 1. Direktur Utama

2. Direktur Pengawasan yang membawahi Direktorat Pengawasan. 3. Direktur Pencatatan yang membawahi Direktorat Pencatatan.

4. Direktur Perdagangan Saham, Penelitian dan Pengembangan Usaha yang membawahi Direktorat Perdagangan Saham.

5. Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan yang membawahi Direktorat Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan.

6. Direktur Administrasi yang membawahi Direktorat Administrasi.

7. Direktur Teknologi Informasi yang membawahi Direktorat Teknologi Informasi.

Pembagian Direktorat yang membawahi masing-masing divisi : 1. Direktorat Utama

a. Sekretaris Perusahaan b. Satuan Pemeriksaan Internal c. Satuan Manajemen Resiko 2. Direktorat Pengawasan

a. Divisi Pengawasan Transaksi b. Divisi Hukum

c. Satuan Manajemen Resiko 3. Direktorat Pencatatan

a. Divisi Pencatatan Sektor Riil ( Saham + Derivatif) b. Divisi Pencatatan Sektor Jasa (Saham + Deviratif) c. Divisi Pencatatan Surat Utang

4. Direktorat Perdagangan Saham a. Divisi Perdagangan Saham

b. Divisi Perdagangan Informasi Pasar

(2 Divisi diatas dikepalai oleh 1 orang Kepala Bagian) 5. Direktorat Keanggotaan dan Partisipan

a. Divisi Keanggotaan b. Divisi Partisipan

(2 Divisi diatas dikepalai oleh 1 orang Kepala Bagian) 6. Direktorat Fixed Income dan Derivatif

49

b. Divisi Pelaporan Fixed Income

(2 Divisi diatas dikepalai oleh 1 orang Kepala Bagian) 7. Direktorat Penelitian dan Pengembangan Usaha

a. Divisi Pengembangan Produk b. Divisi Perencanaan Pemasaran 8. Direktorat Administrasi

a. Divisi Keuangan b. Divisi Umum

c. Divisi Sumber Daya Manusia 9. Direktorat Teknologi Informasi

a. Divisi Operasi Teknologi Informasi

b. Divisi Pengembangan Solusi Bisnis Teknologi Informasi 10. Specialist Setingkat Kepala Divisi Chieft Economist

4.1.5 Gambaran Umum Sampel

Adapun gambaran umum mengenai ke-6 perusahaan sehingga sampel dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1. Gambaran Umum PT Rikcy Putra Globalindo Tbk.

PT Ricky Putra Globalindo Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Notaris Sinta Susikto, Sh No. 166 tanggal 22 Desember 1987, yang telah diubah dengan Akta No. 99 tanggal 10 Juli 19907 dari Notaris Raharti Sudjardjati, S.H. Akta Pendirian dan Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-

7331.HT.01.04.Th.97 tanggal 30 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September 1997, Tambahan No. 4259.

2. Gambaran Umum PT. Indorama Synthetics Tbk.

PT. Indo-Rama Synthetic Tbk didirikan dalam rangka Undang-Undang No.1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing yang telah diubah dengan Undang-Undang No.11 tahun 1970 berdasarkan akta No.21 tanggal 3 April 1974 dari Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. Y.A.5/2/14, tanggal 3 Januari 1975 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik IndonesiaNo.8,tanggal 28 Januari 1975,Tambahan No. 75.

3. Gambaran Umum PT. Karwel l Indonesia Tbk.

PT Karwell Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan di Jakarta dengan nama PT Karwell Indonesia Knitting & Garment Industry sesuai dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970 mengenai penanaman modal dalam negeri berdasarkan akta Notaris Soetanto, SH No. 11 tanggal 18 Februari 1978. Akta pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No.YA5/36/17 tanggal 18 Februari 1981 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No.78 Tambahan No. 3668 tanggal 28 September 1990.

51

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terrakhir dengan Akta Syane Runtulalo, SH No. 2 tanggal 2007, Notaris di Cianjur, mengenai perubahan susunan Direksi Perusahaan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat didalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W8-HT.01.10-2012 tanggal 20 September 2007.

4. Gambaran Umum PT. Hanson Internasional Tbk.

PT Hanson International Tbk adalah perusahaan manufaktur dan perdagangan. Perusahaan ini terutama bergerak dalam industri kimia dan serat sintetis, menenun, merajut dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan tekstil, ekspor-impor dan perdagangan lokal, ritel, grosir dan distribusi, serta bertindak sebagai agen. Perusahaan pasar produknya ke Eropa, Amerika Serikat, Asia dan Timur Tengah. Perusahaan memiliki satu anak perusahaan, PT Primayudha Mandirijaya, yang bergerak dalam pemintalan benang.

5. Gambaran Umum PT. Roda Vivatex Tbk.

PT Hanson didirikan pada tanggal 7 Juli 1971 berdasarkan Akta Notaris Henk Limanow, S.H., No.13. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/212/11 tanggal 22 Desember 1971, serta diumumkan dalm Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 26 Desember 1975, tambahan No.777.

PT Roda Vivatex Tbk didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, Undang-undang No. 12 tahun 1970, Undang-undang Penanaman Modal No. 25 tahun 2007 berdasarkan akta No. 69 tanggal 27 September 1980 dari Notaris R. Muhammad Hendarmawan, SH, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.C2-3894.HT.01.01.Th.83 tanggal 21 Mei 1983serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 30 tanggal 13 April 1984, Tambahan No. 401, Persetujuan terakhir dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-16174.HT.01.04.Th.99 tanggal 27 September 1999 dan diumumkan dalam Berita Republik Indonesia No.52 tanggal 30 Juni 2000, Tambahan No.151/L/200.

6. Gambaran Umum PT. Panasia Filament Inti Tbk.

P.T. Panasia Filament Inti Tbk. selanjutnya dengan singkat disebut Perusahaan, didirikan dengan Akta nomor 85 tanggal 31 Desember 1987 yang dibuat dihadapan Winarti Sukarjadi, Sm.Hk., Perusahaan saat ini lokasi pabriknya terletak di beberapa unit operasional yakni unit Tenun I, terletak di Jl. Moh. Toha Km. 6,8 Bandung serta Unit Tenun II-III yang terletak di Jl. Cisirung No. 101 dan 95, sedangkan kantor Perusahaan terpusat di Jl. Garuda 153/74 Bandung. Jumlah karyawan yang bekerja pada Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005 dan 2004 masing-masing sebanyak 3.525 karyawan dan 3.570 karyawan.

53

Dokumen terkait