• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Ruang Lingkup SIM Program Kepala Sekolah Pembelajar

Petunjuk Teknis (Juknis) ini disusun sebagai acuan kerja bagi semua pihak baik penyelenggara, pengguna, dan pihak lain atau pemangku kepentingan untuk:

1. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

2 2. Mengelola peningkatan kompetensi Kepala Sekolah dalam rangka meningkatkan

kualitas pendidikan di wilayahnya masing-masing.

C. Sasaran

1. Direktorat Jenderal Guru danTenaga Kependidikan;

2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan bidang Kelautan Perikanan dan Teknologi Komunikasi (LPPPTK-KPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS); 3. Dinas Pendidikan Provinsi;

4. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 5. Kelompok Kepala Sekolah Pembelajar;

D. Manfaat

1. Bagi Ditjen GTK

a. Sebagai acuan operasional dalam pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

b. Sebagai panduan dalam pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi agar pelaksanaan dapat lebih sistematis, terencana, dan bermanfaat.

c. Sebagai panduan dalam memfasilitasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

2. Bagi PPPPTK, LPPPTK-KPTK, dan LPPKS sebagai unit pelaksana teknis (UPT) a. Sebagai acuan operasional dalam pelaksanaan Program Kepala Sekolah

Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

b. Sebagai panduan dalam pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi agar pelaksanaan dapat lebih sistematis, terencana, dan bermanfaat.

c. Sebagai panduan dalam memfasilitasi, mengorganisasi, monitoring dan evaluasi, dan pendampingan pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas Modalitas Daring dan Kombinasi.

3. Bagi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota

a. Membantu dalam menentukan kepala sekolah sebagai peserta Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

b. Membantu dalam menentukan Pusat Belajar (PB) yang akan dimanfaatkan dalam Modalitas Daring dan Kombinasi.

3

BAB II

GAMBARAN PROGRAM KEPALA SEKOLAH PEMBELAJAR

MODALITAS DARING DAN KOMBINASI

A. Pengertian

Pendekatan pembelajaran pada Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Menuntut pembelajar untuk membangun dan menciptakan pengetahuan secara mandiri (constructivism);

2. Pembelajar akan berkolaborasi dengan pembelajar lain dalam membangun pengetahuannya dan memecahkan masalah secara bersama-sama (social constructivism);

3. Membentuk suatu komunitas pembelajar (community of learners) yang inklusif; 4. Memanfaatkan media laman (website) yang bisa diakses melalui internet,

pembelajaran berbasis komputer, kelas virtual, dan atau kelas digital; 5. Interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan;

Gambaran umum dari setiap model pembelajaran pada Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi adalah sebagai berikut.

1. Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring

Pembelajaran pada Kepala Sekolah Pembelajar pada model ini hanya melibatkan pengampu dan kepala sekolah sebagai peserta. Dengan memanfaatkan TIK, peserta secara penuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan lembar kerja, berdiskusi serta berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta Kepala Sekolah Pembelajar lainnya. Selama proses pembelajaran, peserta difasilitasi secara daring penuh oleh pengampu, seperti pada Gambar 2.1.

4

2. Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Kombinasi

Pada modalitas kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan dan difasilitasi oleh seorang fasilitator. Interaksi pada modalitas kombinasi dapat dilihat pada Gambar 2.2.

• Interaksi Pengampu – Fasilitator: Pengampu memfasilitasi dan berinteraksi dengan fasilitator secara daring.

• Interaksi Fasilitator – Peserta: Fasilitator mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring dan luring (luar jejaring/offline). • Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi

dengan peserta secara daring.

Pertemuan tatap muka dilaksanakan sesuai jadwal yang disepakati bersama antara peserta dan fasilitator. Struktur program pertemuan antara peserta dan fasilitator di PB dapat dilihat di Bab III pada sub bab F.

Gambar 2.2. Model Pembimbingan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Kombinasi

B. Prinsip Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan harus memenuhi prinsip sebagai berikut:

5 1. Rumusan tujuan pembelajaran pada setiap modul telah jelas, spesifik, teramati, dan

terukur untuk mengubah perilaku pembelajar

2. Konten di modul telah relevan dengan kebutuhan pembelajar, masyarakat, dunia kerja, dan dunia pendidikan

3. Meningkatkan mutu pendidikan yang ditandai dengan pembelajaran lebih aktif dan mutu lulusan yang lebih produktif

4. Efisiensi biaya, tenaga, sumber dan waktu, serta efektivitas program 5. Pemerataan dan perluasan kesempatan belajar

6. Pembelajaran yang berkesinambungan dan terus menerus.

Pelaksanaan pembelajaran secara daring dan kombinasi memiliki prinsip-prinsip yang juga berlaku dalam pelaksanaan belajar secara tatap muka sebagai berikut.

1. Mendorong komunikasi antara peserta dengan fasilitator dan/atau pengampu.

Komunikasi yang baik dalam lingkungan belajar daring dan kombinasi adalah praktik yang baik. Hal ini akan mendorong keterlibatan peserta dan membantu peserta mengatasi tantangan-tantangan dalam belajar.

2. Mengembangkan kedekatan dan kerjasama antar peserta

Lingkungan belajar daring dan kombinasi dirancang dan dikembangkan guna mendorong kerjasama dan dukungan timbal balik berbagi ide dan saling menanggapi antara sesama peserta.

3. Mendukung pembelajaran aktif

Lingkungan belajar daring dan kombinasi mendukung pembelajaran berbasis proyek, di mana peserta melakukan proses pembelajaran secara aktif, mengakses materi, berdiskusi dengan sesama peserta, fasilitator, dan/atau pengampu. Peserta membahas apa yang dipelajari, menuliskannya, menghubungkan dengan pengalaman mereka, dan mengaplikasikannya.

4. Memberikan umpan balik dengan segera

Kunci terhadap pembelajaran daring dan kombinasi yang efektif adalah memberikan tanggapan secepatnya kepada peserta, yaitu melalui teks maupun suara, sebagai: (a) umpan balik atas konten – maupun (b) umpan balik untuk pengakuan kinerja. 5. Penekanan terhadap waktu pengerjaan tugas

Walaupun lingkungan belajar daring dan kombinasi memberikan keleluasaan untuk belajar dengan ritme masing-masing peserta, tetapi belajar daring dan kombinasi membutuhkan batasan waktu pengerjaan tugas, sehingga peserta diarahkan untuk menggunakan rentang waktu yang telah didesain dalam sistem.

6. Mengkomunikasikan ekspektasi yang tinggi

Dalam lingkungan pembelajaran daring dan kombinasi, ekspektasi tinggi dikomunikasikan melalui tugas yang menantang, contoh-contoh kasus, dan pujian untuk hasil kerja berkualitas yang berfungsi untuk mencapai ekspektasi yang tinggi tersebut.

7. Menghargai berbagai macam bakat dan metode pembelajaran

Dalam pembelajaran daring dan kombinasi, hal ini dapat diartikan dengan memberikan media belajar yang beragam, memilih topik tertentu untuk proyek maupun kelompok diskusi untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda serta memberikan akses khusus untuk penderita difabel.

C. Pentingnya Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Partisipasi peserta dalam kegiatan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi ini sangat penting karena dapat mengembangkan keterampilan

6 yang terkait dengan kompetensi manajerial, supervisi akademik, dan/ atau kewirausahaan. Peserta dapat mengikuti pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan materi pembelajaran yang disajikan melalui sumber belajar dalam berbagai bentuk dan referensi.

D. Penentuan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Pada kurun waktu 1 (satu) tahun, peserta diharapkan dapat menyelesaikan setidaknya 2 (dua) kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah dan dilaksanakan secara berurutan1. Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi dapat diikuti oleh Kepala Sekolah yang:

1. Profil hasil UKKS-nya menunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 7 (tujuh) kelompok kompetensiyang nilainya di bawah KCM

2. Berada di wilayah yang tersedia akses/jaringan internet

3. Bersedia melaksanakan pembelajaran menggunakan modalitas daring dan kombinasi dengan kemauan dan komitmen yang tinggi.

Secara rinci, persyaratan peserta Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi adalah2:

1. Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring

Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring diperuntukan bagi :

a. Kepala Sekolah dengan profil hasil UKKS-nya memiliki 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan.

b. Kepala Sekolah pada kriteria point a), dengan lokasi kerja jauh dari lokasi Kelompok Kepala Sekolah Pembelajar yang digunakan sebagai tempat pertemuan tatap muka.

c. Kepala Sekolah pada kriteria point a), yang merupakan binaan dari seorang fasilitator yang memiliki Kepala Sekolah binaan kurang dari kuota minimal. Persyaratan jumlah Kepala Sekolah yang dibina oleh seorang fasilitator, dapat dilihat pada BAB IV, sub bab D.

2. Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Kombinasi

Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas ini diperuntukan bagi Kepala Sekolah dengan profil hasil UKKS nya memiliki 6 (enam) sampai dengan 7 (tujuh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM pada tahun yang berjalan.

1

Pada tahun 2016, pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar difokuskan hanya pada satu kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah atau satu kelompok kompetensi yang menjadi prioritas.

2Jika terdapat satu dan lain hal yang menjadi pertimbangan sehingga peserta harus beralih dari satu model daring ke model daring lainnya, maka wewenang dan tanggungjawab untuk mengalihkan peserta tersebut diberikan kepada PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan tempat peserta bertugas.

*) Peserta yang memenuhi ketiga persyaratan diharapkan dapat mengikuti Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring atau kombinasi, dan apabila terdapat peserta yang memenuhi persyaratan poin 1 (satu) akan tetapi tidak memenuhi persyaratan di poin 2 (dua), maka peserta tersebut memiliki hak untuk dialihkan dari modalitas daring/kombinasi ke modalitas tatap muka dengan wewenang dan tanggungjawab pengalihan diberikan kepada PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dimana peserta bertugas.

7 Pada Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas kombinasi, peserta akan difasilitasi oleh fasilitator secara daring dan luring di Pusat Belajar (PB).

E. Unsur-unsur dalam Penyelenggaraan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Unsur-unsur dalam penyelenggaraan peningkatan kompetensi Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi meliputi pembelajaran menggunakan akses internet, pusat belajar, fasilitator, materi ajar, belajar mandiri, interaksi tatap muka, interaksi daring, praktik, praktikum, sistem penilaian pembelajaran daring, sistem penilaian belajar mandiri, penggunaan sistem UKKS dalam tes akhir, evaluasi akhir program, dan sertifikasi.

F. Arsitektur Sistem Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi berawal dari SIM Program Kepala Sekolah Pembelajar yang berisi database yang akan diekspor ke Learning Managament System (LMS). Pembelajaran yang disediakan dalam LMS Program Kepala Sekolah Pembelajar menggunakan modul Program Kepala Sekolah Pembelajar yang telah disusun. Kegiatan-kegiatan dalam modul yang awalnya didesain untuk pertemuan tatap muka dikembangkan menjadi aktivitas berbasis teks, gambar, video, dan audio yang tersimpan di server repository. Pertemuan tatap muka digantikan dengan fasilitas video call sebagai sarana interaksi antara pengampu, fasilitator, dengan peserta. Selain video call juga disediakan fasilitas chat dan forum untuk para peserta, fasilitator, maupun pengampu. Paparan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas belajar dapat dilakukan peserta dengan cara mengunggahnya ke dalam e-Portofolio. Portofolio hasil pembelajaran setiap peserta akan terekam dan tersimpan di database peserta di SIM Program Kepala Sekolah Pembelajar. Semua aktivitas akan dievaluasi menggunakan software analytic tool/reporting.

Arsitektur sistem Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 2.3 berikut ini.

8 Gambar 2. 3. Arsitektur sistem Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan

Kombinasi

G. Sistem Pengendalian Mutu

Sistem pengendalian mutu bertujuan untuk menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran dari sisi sistem maupun aktivitas pembelajaran.

1. Pengendalian sistem

Pengendalian sistem dilakukan dengan membentuk beberapa petugas dengan peran dan tugas sebagai berikut.

a. Koordinator Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Koordinator Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Koordinator ini bertugas untuk mengawasi, memonitor, mengevaluasi

Laporan Keaktifan Peserta §Peserta yang akan melakukan Tes Akhir §Jadwal pelaksanaan Tes Akhir Konten Bukti Fisik Pembelajaran §Nilai Sementara §Laporan Activity Completion

§Pengguna §Data kelas §Mendaftarkan pengguna ke kelas

§Nilai Tes Akhir

LMS GURU PEMBELAJAR

SISTEM

UKKS

SIM GURU PEMBELAJAR

LA

PO

RA

N

/

AN

AL

YT

IC

T

O

O

L

e-Po

rt

fo

lio

Server

Konten

9 pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi di setiap UPT. Koordinator bertanggung jawab terhadap keberlangsungan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi di tingkat pusat.

b. Penanggung jawab UPT

Penanggung jawab UPT adalah orang yang ditunjuk oleh UPT untuk mengkoordinasikan, mengawasi, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan dan administrasi Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi di tingkat UPT. Penanggung jawab juga bertugas membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan hasil penjaminan mutu, monitoring dan evaluasi proses administrasi untuk dilaporkan ke Koordinator Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

c. Operator PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS

Operator PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS merupakan orang yang ditugaskan oleh UPT untuk menyiapkan dan memastikan bahwa kelas Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi sudah terbentuk di SIM Program Kepala Sekolah Pembelajar dan siap dimulai.

d. Supervisor Program

Untuk menjamin mutu pelaksanaan kegiatan tatap muka di Pusat Belajar (PB), UPT mengirimkan 1 (satu) orang yang akan bertugas sebagai Supervisor Program pada saat pembelajaran tatap muka terjadi di PB. Supervisor Program adalah petugas yang melaksanakan proses penjaminan mutu, monitoring, dan evaluasi proses pembelajaran saat tatap muka di PB pada Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Kombinasi. Persyaratan dan tugas supervisor program lebih lanjut dijelaskan pada BAB III sub bab B dan C.

e. Pengampu

Pengampu merupakan widyaiswara/PTP/dosen yang telah lulus Bimbingan Teknis Narasumer Nasional Kepala Sekolah Pembelajar. Pengampu mempunyai otoritas di dalam LMS Program Kepala Sekolah Pembelajar untuk memanipulasi konten dalam menjamin keberlangsungan pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring dan kombinasi. Apabila terjadi sesuatu hal yang memang harus diperbaiki dari sisi konten, maka pengampu diwajibkan untuk memperbaikinya sesuai dengan kelas yang diampu.

f. Koordinator Admin LMS PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS

Koordinator admin LMS PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS berasal dari pengembang sistem Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi yang ditunjuk di setiap UPT. Koordinator admin LMS mempunyai otoritas di dalam LMS untuk memanipulasi konten dan teknis dalam menjamin keberlangsungan pelaksanaan Program. Apabila terjadi hal yang memang harus diperbaiki baik dari sisi teknis maupun konten, maka koordinator admin LMS diwajibkan untuk memperbaikinya.

g. Admin Kelas

Admin kelas adalah orang yang ditugaskan oleh UPT untuk memberikan bantuan dalam hal teknis pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi di kelasnya masing-masing. Jumlah admin kelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan UPT. Pengendalian sistem oleh admin kelas di UPT dilakukan dengan:

10 • membantu peserta, fasilitator dan pengampu terkait dengan teknis

pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

• memonitor proses pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

• mengumpulkan data monitoring dan evaluasi dari LMS.

2. Pengendalian konten sistem

Konten Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi merupakan tanggung jawab dari UPT dengan menggunakan standar sistematika yang sudah ditentukan di tingkat pusat. Konten Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi merupakan tanggung jawab dari Direktorat Pembinaan Tendik Dikdasmen. Pengendalian konten sistem dilakukan secara terpusat dalam sebuah LMS Program Kepala Sekolah Pembelajar.

3. Pengendalian kualitas fasilitator pada Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi

Peserta dapat melaporkan pelayanan fasilitator dalam membimbing peserta kepada pengampu dan admin kelas. Laporan pelayanan dapat disampaikan melalui tautan message, sms atau surel kepada pengampu di tingkat UPT.

4. Pengendalian pengampu

Peserta dan fasilitator dapat melaporkan pelayanan pengampu dalam memfasilitasi pembelajaran Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi kepada UPT tempat pengampu bertugas. Laporan pelayanan dapat disampaikan melalui message, sms atau surel kepada koordinator admin LMS PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS.

H. Manajemen Resiko

Manajemen risiko dimaksudkan agar setiap UPT mampu mengantisipasi kemungkinan risiko yang akan terjadi dan menemukan solusinya. Agar Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi dapat dilaksanakan dengan baik, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

1. Ketersediaan tempat kegiatan

Tempat pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi harus dilakukan koordinasi sejak dini dengan pihak-pihak terkait.

2. Ketepatan jadwal kegiatan

Untuk pemenuhannya harus dilakukan penyelarasan dengan agenda kegiatan nasional dan regional.

3. Ketersediaan Pusat Belajar (PB)

Untuk pemenuhannya harus dilakukan koordinasi UPT lainnya. 4. Ketersediaan Tempat Uji Kompetensi (TUK)

TUK yang dimaksud adalah menggunakan TUK yang telah ada sejak tahun 2015 dan ditunjuk sebagai TUK oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota maupun Provinsi.

5. Ketersediaan pengampu

Jika jumlah pengampu pada satu UPT tidak tersedia sesuai dengan kebutuhan kelas kelompok kompetensi pada modalitas daring dan kombinasi maka UPT bertanggungjawab untuk menyediakan pengampu pengganti. Urutan prioritas pengampu pengganti adalah sebagai berikut:

11 a. Narasumber yang melatih pada kegiatan Bimbingan Teknis Narasumber Nasional

Program Kepala Sekolah Pembelajar. b. Penulis Modul Kepala Sekolah Pembelajar.

c. Tim Pengembang Program Kepala Sekolah Pembelajar. 6. Ketersediaan Fasilitator

a. Unit Pelaksana Teknis (PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS) melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menjamin ketersediaan fasilitator yang memenuhi kriteria.

b. Jika fasilitator pada saat menjalankan kegiatan mengalami sakit yang menyebabkan tidak dapat melanjutkan perannya sebagai fasilitator, maka dapat digantikan oleh fasilitator lain yang sudah mengikuti kegiatan Pelatihan Fasilitator Program Kepala Sekolah Pembelajar, yang ditetapkan oleh dinas atas sepengetahuan Unit Pelaksana Teknis.

7. Ketersediaan Peserta

a. Peserta Pelatihan Kepala Sekolah Pembelajar adalah Kepala Sekolah yang telah mengikuti Uji Kompetensi Kepala Sekolah tahun 2015.

b. Jika peserta menjadi guru biasa dan/atau dipromosikan menjadi pengawas atau pejabat structural maka statusnya sebagai peserta dibatalkan dari pelaksanaan kegiatan PelatihanKepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi. c. Jika peserta mengalami mutasi, namun masih dalam wilayah (kabupaten/kota)

yang sama, maka yang bersangkutan masih dapat mengikuti kegiatan Kepala Sekolah Pembelajar hingga selesai.

8. Supervisor Program

a. Unit Pelaksana Teknis (PPPPTK/LPPPTK-KPTK/LPPKS) menjamin ketersediaan Supervisor Program yang memenuhi kriteria.

b. Jika Supervisor Program pada saat menjalankan kegiatan mengalami sakit yang menyebabkan tidak dapat bertugas, maka dapat digantikan oleh:

1) widyaiswara/PTP/dosen yang telah mengikuti dan lulus menjadi Narasumber Nasional pada Bimtek Narasumber Nasional Program Kepala Sekolah Pembelajar.

2) Narasumber yang melatih pada kegiatan Bimbingan Teknis Narasumber Nasional Program Kepala Sekolah Pembelajar.

3) Tim Pengembang Program Kepala Sekolah Pembelajar. 4) Penulis Modul Kepala Sekolah Pembelajar.

9. Risiko tidak terduga yang dapat terjadi selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring dan kombinasi (bencana, sakit/meninggal, pencurian,dan lain-lain). Untuk pemenuhannya dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan penanganannya disesuaikan dengan prosedur yang berlaku.

10. Keaktifan peserta pada Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

Peserta diupayakan aktif mengikuti peningkatan kompetensi Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi. Bagi peserta yang tidak aktif agar segera diberi peringatan dan apabila peringatan tidak ditindaklanjuti oleh peserta tersebut maka pembiayaan akses internetnya diberhentikan. Hal ini dilakukan dalam upaya efisiensi biaya akses internet.

11. Peningkatan kompetensi peserta

Peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya melalui peningkatan kompetensi Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring dan Kombinasi.

12

BAB III

PELAKSANAAN PROGRAM KEPALA SEKOLAH

PEMBELAJAR MODALITAS DARING

A. Deskripsi Kegiatan

Pada Program Kepala Sekolah Pembelajar Modalitas Daring, proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi Kepala Sekolah berlangsung secara daring. Kepala Sekolah sebagai peserta melakukan pembelajaran secara daring dan dapat berinteraksi dengan pengampu, fasilitator, serta sesama peserta. Pada Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas kombinasi, peserta dapat mengadakan pertemuan tatap muka dengan peserta lainnya di pusat belajar yang telah ditentukan dengan difasilitasi oleh fasilitator. Interaksi pada pembelajaran Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring dan kombinasi akan membentuk komunitas pembelajar (community of learners).

B. Pengampu, Fasilitator, Peserta, Supervisor Program dan Admin 1. Pengampu

Pengampu dalam pelaksanaan Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring dan kombinasi adalah Widyaiswara/Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP)/dosen yang telah lulus Bimbingan Teknis Narasumber Nasional Kepala Sekolah Pembelajar dengan kriteria sebagai berikut:

a. Mempunyai pengalaman di dalam kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih pembelajar dewasa (pendekatan andragogi).

b. Memiliki kemampuan dasar TIK (pengolah kata/word processor, pengolah data/spreadsheet, presentasi/powerpoint, penggunaan internet – email/surel, browsing, download/unduh dan upload/unggah data)

c. Bersedia melaksanakan pembelajaran menggunakan modalitas daring dengan kemauan dan komitmen yang tinggi.

2. Fasilitator3

Fasilitator adalah kepala sekolah/pengawas sekolah yang telah mengikuti UKKS/UKPS dan memenuhi kriteria:

a. Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah yang:

1) pada profil hasil UKKS atau UKPS-nya, terdapat 8 (delapan) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi di atas KCM

2) yang nilai rerata hasil Uji Kompetensi-nya ≥ 71, atau

3) yang terbaik di wilayah kerja Kelompok Kepala Sekolah Pembelajar, atau 4) yang telah membuktikan kompetensi maupun kinerjanya melalui berbagai

kegiatan tingkat nasional

b. Untuk Program Kepala Sekolah Pembelajar modalitas daring dan kombinasi,

Dokumen terkait