• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Gerak Tropisme

3. Tumbuhan paku (Pteridophyta) Tujuan Pembejaran Khusus (TPK)

Setelah mengikuti tutorial ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan paku.

2. Menjelaskan 2 macam bentuk generasi dalam daur hidup tumbuhan paku.

3. Menjelaskan pergiliran generasi pada tumbuhan paku.

4. Menjelaskan 3 tumbuhan paku berdasarkan spora yang dihasilkan.

5. Menjelaskan daur hidup tumbuhan paku.

6. Menyebutkan 4 kelas tumbuhan paku beserta contohnya masing-masing.

7. Menjelaskan peranan tumbuhan lumut dalam kehidupan sehari-hari.

Materi

Tumbuhan paku digolongkan tumbuhan kormus berspora, yaitu tumbuhan yang mempunyai akar, batang, dan daun sejati, tetapi menghasilkan spora untuk reproduksinya. Tumbuhan ini juga telah mempunyai pembuluh vaskuler yaitu xilem dan floem, tetapi belum mempunyai kambium. Karena memiliki pembuluh maka sering disebut Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh). Akarnya adalah akar serabut yang keluar dari buku-buku batang. Batang berupa rizoma, kecuali paku tiang (Alsophila glauca ).

Memiliki ikatan pembuluh kosentris, tetapi tidak memiliki kambium, oleh karena itu jaringannya merupakan jaringan primer. Daun pada tumbuhan paku dapat berupa daun yang tidak membawa spora (daun steril) yang disebut tropofil, dan daun dapat berupa daun yang membawa spora (daun fertil) yang disebut sporofil.

Spora umumnya terletak di permukaan bawah helaian daun. Sporangium-sporangium terkumpul dalam suatu badan yang disebut sorus. Sorus yang masih muda dilindungi oleh suatu selaput (indusium). Spora dilindungi oleh suatu bagian yang disebut anulus.

Pada tumbuhan paku tertentu, misalnya Selaginella, Lycopidium, Equisetum spora dihasilkan oleh sporangia yang terdapat pada daundaun kecil (sporofil) yang tersusun dipuncak batang yang membentuk sebuah kerucut yang disebut strobilus.

Berdasarkan spora yang dihasilkan ada 3 golongan yaitu :

1. Tumbuhan paku isospora/homospora, adalah tumbuhan paku yang menghasilkan 1 macam spora, misalnya Lycopodium.

2. Tumbuhan paku heterospora, adalah tumbuhan paku yang menghasilkan 2 macam spora, yaitu mikrospora (spora jantan) dan makrospora (spora betina). Contoh Selaginella dan Marsilea crenata.

3. Tumbuhan paku peralihan, adalah tumbuham paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi ada sebagian berkelamin jantan dan sebagian berkelamin betina. Contoh : Equisetum debile .

Daur hidup paku homospora

Spora (n)

Protalium (n)

Arkegonium (betina) Anteridiun (jantan)

Generasi gametofit (n) Ovun (n) Spermatozoid (n)

Zigot (2n)

Generasi sporofit (2n) Tumbuhan paku (2n)

Sporofil (2n)

Sporangium

Daur hidup paku heterospora

Mikrospora (n) Makrospora (n )

Mikroprotalium Makroprotalium

Anteridium Arkegonium

Generasi gametofit (n) Spermatozoid Ovum

Zigot (2n )

Generasi sporofit (2n) Tumbuhan paku (2n)

Mikrosporofil Makrosporofil

Mikrosporangium Makrosporangium

Tumbuhan paku (Pteridophyta) terdiri dari 4 kelas yaitu :

1. Kelas Psilophytinae atau Phylotopsida (paku purba). Kelas ini daun belum ada, kalaupun ada hanya berupa sisik. Contohnya : Psilotum .

2. Kelas Equisetinae atau Calamopsida (paku ekor kuda). Kelas ini Daunnya tidak berklorofil, ukurannya kecil-kecil dan runcing terdapat pada tiap-tiap ruas batang membentuk karangan. Batang berwarna hijau. Contoh : Equisetum arvense.

3. Kelas Lycopodinae atau Lycopsida (paku kawat). Kelas ini dengan batang bercabang-cabang dengan bercabang-cabang menggarpu, dengan daun-daun berukuran kecil. Contoh : Lycopdium, Selaginella .

4. Kelas Filicinae atau Filicopsida (paku benar). Kelas ini memiliki daun besar (makrofil), bertangkai, bertulang daun, daun muda ujungnya menggulung. Contoh : Paku sarang burung (Asplenium nidus), Suplir (Adiantum sp.) Semanggi (Marsilea crenata), Salvinia, Azolla

Tumbuhan paku bernilai ekonomi bagi manusia, yaitu dapat digunakan untuk: tanaman hias, sayuran, pupuk hijau, bingkai karangan bunga. Bahan dasar pembentuk batu bara.

INVERTEBRATA

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menyebutkan ciri-ciri hewan invertebrata.

2. Menyebutkan filum-filum yang termasuk dalam kelompok hewan invertebrata.

3. Menjelaskan ciri-ciri setiap filum yang termasuk dalam kelompok hewan invertebarata.

4. Menyebutkan contoh-contoh jenis yang termasuk dalam setiap kelas dalam invertebarata.

Materi

Hewan golongan invertebrata mempunyai persamaan ciri yaitu tidak bertulang belakang. Hewan yang termasuk golongan ini banyak perbedaan ciri antara satu dengan lainnya dalam hal : bentuk tubuh, sel-sel penyusun tubuh, lapisan embrional, rongga tubuh (coelom), dan simetri tubuh.

Tubuh invertebrata ada yang terdiri atas satu sel (uniseluler) misalnya Protozoa, dan ada yang tersusun oleh banyak sel disebut multiseluler. Invertebrata yang

multiseluler ada 2 macam yaitu metazoa dan parazoa. Pada metazoa, sel-sel penyusun tubuh telah membentuk jaringan tubuh, misalnya Coelenterata sampai Echinodermata.

Pada parazoa, sel-sel penyusun tubuh belum membentuk jaringan tubuh, misalnya Porifera.

Lapisan embrional terdiri dari lapisan ektoderm, lapisan mesoderm, dan lapisan endoderm. Hewan yang pada akhir perkembangan embrio hanya mempunyai 2 lapisan embrional, yaitu endoderm dan ektoderm dinamakan hewan diploblastik yang meliputi Porifera dan Coelenterata. Hewan yang pada akhir perkembangan embrio mempunyai 3 lapisan dinamakan hewan triploblastik yang meliputi vermes sampai Echinodermata.

Coelom (selom) adalah rongga tubuh yang berisi cairan tubuh dan rongga ini diapit oleh lapisan mesoderm dan endoderm. Selom terdapat pada hewan yang telah maju

susunan tubuhnya mulai dari Annelida hingga Echinidermata. Pseudoselom pada Nemathelminthes (cacing gilig). Aselom pada Platyhelminthes (cacing pipih).

Simetri tubuh meliputi : simetri bilateral, simetri radial, simetri universal, dan asimetri.

Protozoa

Protozoa adalah filum pertama dari invertebrata. Semua anggata filum ini tubuhnya terdiri dari satu sel. Protozoa hidupnya akuatik dan ada yang parasit pada tumbuhan dan hewan, hidunya soliter dan ada yang berkoloni (Volvox), ada yang bergerak bebas hidup menempel. Protozoa merupakan bagian dari plankton di air tawar dan air laut.

Protozoa terdiri atas 4 kelas yaitu : Rhizopoda, Flagellata, Ciliata dan Sporozoa.

1. Rhizopoda (Sarcodina); anggota kelas ini bergerak dengan menggunakan kaki-kaki palsu (pseudopodia). Contoh : Amoeba, Entamoeba histolytica, Foraminifera.

2. Flagellata (Mastigophora); anggota kelas ini mempunyai satu atau lebih bulu cambuk (flagel) dan f;agel berfungsi untuk alat gerak. Contoh : Euglena, Volvox, Noctiluca miliaris, Trypanosoma.

3. Ciliata (Ciliophora); anggota kelas ini bergerak dengan rambut-rambut halus yang disebut silia. Contoh : Paramaecium, Stentor, Vorticella, Coleps.

4. Sporozoa; anggota kelas ini tidak mempunyai organel untuk bergerak, dan semuanya hidup sebagai parasit. Contoh : Plasmodium. Beberapa plasmodium menyebabkan penyakit malaria.

Porifera

Porifera adalah hewan-hewan yang tubuhnya berlubang-lubang atau berpori dan biasa disebut hewan spons. Merupakan hewan parazoa, diploblastik, aselom, simetri radial. Berdasarkan susunan rangkanya (spikula) Porifera dibagi atas 3 kelas yaitu : 1. Calcarea, mempnyai spikula dari kapur. Contoh : Grantia, Scipha.

2. Hexactinellida, mempunyai spikula dari silikat. Contoh : Euplectella.

3. Demospongia, mempunyai spikula silikat bersama spongin atau spongin saja. Contoh : Euspongia dan Spongilla..

Coelenterata

Koilos berarti rongga dan enteron berarti usus, jadi Colenterata adalah hewan yang mempunyai usus berupa rongga atau rongga pencernaan. Merupakan golongan hewan diploblastik, simetri radial, bentuk seperti kantung dengan tentakel di sekitar mulut, hidupnya akuatik di laut dan ada jenis yang hidup di air tawar (Hidra). Colenterata mempunyai 2 tipe bentuk tubuh yaitu:

1. Polip; berbentuk silindris pada ujung yang satu terdapat mulut dengan tentakel dan ujung lain buntu, hidup siliter atau koloni, tidak bergerak bebas (menempel).

2. Medusa; bentuk seperti payung terbuka dengan tentakel-tentakel pada bagian tepi yang melingkar, berenang bebas. Medusa biasa disebut ubur-ubur. Medusa berfungsi untuk berkembang biak secara seksual, jadi mempunyai testes dan ovarium.

Coelenterata dibagi atas 3 kelas yaitu :

1. Hydrozoa; ciri rongga tidak bersekat, bentuknya seperti kantung, dapat berupa polip atau medusa. Contoh : Hydra, Obelia, Physalia.

2. Scyphozoa; bentuk yang dominan adalah bentuk medusa, bentuk polip hanya pada stadium larva. Contoh : Aurelia.

3. Anthozoa; dalam daur hidupnya hanya dalam bentuk polip. Hewan ini penampakannya seperti rumpum bunga. Umumnya hidup berkoloni dan membentuk rumah dari kapur yang disebut karang. Di Jepang ubur-ubur dimanfaatkan untuk bahan makanan dan bahan kosmetik.

Platyhelminthes

Platy = pipih, helminthes = cacing. Cacing pipih adalah hewan triploblastik (sudah mempunyai ektoderm, mesoderm, endoderm) dan belum mempunyai rongga tubuh (selom). Bentuknya pipih seperti daun atau seperti pita, tubuhnya lunak dan epidermisnya mempunyai cilia. Contoh : Planaria (Turbellaria), Fasciola hepatica (Trematoda) pada hati ternak, Chlonorchis sinensis pada hati manusia, Taenia solium (Cestoda) pada usus manusia.

Nemathelminthes

Nematos = benang, helminthes = cacing. Cacing ini biasa disebut cacing benang atau cacing gilik. Tubuh dilapisi lapisan kuytikula halus dan mengkilat, tidak bersegmen, merupakan hewan triploblastik, tubuh tidak beruas-ruas, saluran pencernaannya sempurna. Kebanyakan hidup bebas diair, tanah basah, tetapi banyak yang parasit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Contoh : Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancilostoma duodenale (cacing tambang), Wuchereria bancrofti (penyebab penyakit kaki gajah).

Annelida

Annelus (cincin kecil). Tubuh berbentuk silindris panjang, terdiri atas ruas-ruas seperti gelang berulang-ulang sama, yang disebut ruas metameri.

Annelida teridi atas 3 kelas :

1. Polychaeta ; poly = banyak, chaeta = rambut-rambut kaku seperti sikat. Contoh : Lysicide oele (cacing palolo), Eunice viridis (cacing wawo).

2. Olygochaeta ; olygo = sedikit, chaeta = rambut kaku seperti sikat. Contoh : Pheretina sp.(cacing tanah). Makanannya adalah sampah organik ditanah lembab/basah.

3. Herudinae; tubuh cacing pipih, beruas-ruas, tidak punya rambut-rambut (setae), Contoh pacet (hidup ditanah, daun-daun) dan lintah (hidup diar tawar). Nutrisi adalah darah manusia dan hewan.

Mollusca

Mollis = lunak. Mollusca artinya hewan lunak. Tubuhnya terdiri atas otot (daging) sehingga lunak dan berlendir, umumnya tubuh dengan mantel untuk membuat cangkang, ada yang tidak memiliki cangkang tetapi dengan endoskeleton berupa lembaran.

Mollusca dikelompokan atas 3 kelas yaitu:

1. Kelas Gastropoda; gaster = perut, podos =kaki, jadi gastropoda artinya hewan berkaki perut. Memiliki otot yang dilindungi cangkang dari kapur, bergerak dengan kontraksi otot bagian perut. Contoh : Bekicot (Achatina fulica )hidup di darat, macam-macam siput yang hidup di air.

2. Kelas Cephalopoda; cephalus = kepala, podos = kaki, artinya hewan yang menggunakan kepala sebagai kakinya. Memiliki endoskeleton seperti lembaran plastik, habitat di laut. Contoh : cumi-cumi (Loligo), gurita (Octopus ).

3. Kelas Bivalvia; bi = dua, volvo = klep, jadi Bivalvia adalah hewan yang tubuhnya terdiri dari 2 klep. Habitatnya di air laut dan air tawar. Contoh :pokea (Anadonta ), kerang, tiram mutiara.

Arthropoda

Arthros = sendi/ruas-ruas, poda = kaki, jadi Arthropoda adalah hewan dengan kaki yang beruas-ruas. Tubuh besegmen-segmen dengan kaki yang bersendi-sendi,

memiliki rangka luar (eksoskeleton)dari zat kitin, habita di air tawar, laut, tanah. Terdiri atas 5 kelas yaitu :

1. Kelas Crustacea ; tubuh terdiri dari cephalothorax dan abdomen, habitat air laut dan air tawar. Contoh : udang-udangan, kepiting, copepoda.

2. Kelas Arachnida; Contoh : laba-laba, kalajengking.

3. Kelas Diplopoda ; tubuh : bentuk silindris memanjangterdiri dari 25 – 100 segmen (tergantung species), tubuh terdiri atas kepala, dada, dan abdomen, setiap semen dada mempunyai sepasang kaki dan setiap segmen abdomen mempunyai 2 pasang kaki.

Contoh keluwing (Julus terestris ).

4. Kelas Chilopoda; tubuh pih, terdiri atas kepala dan abdomen, setiap segmen abdomen terdapat 1 pasang kaki. Contoh : lipan ( Sedopendra subspinipes ).

5. Kelas Insecta; jumlanya banyak kira-kira 76 % dari seluruh hewan di bumi., bersifat kosmopolit. Tubuh terdiri dari kepala (cephalus), dada (thorax), dan perut (abdomen).

Contoh : kutu buku (Lepisma saccharina ), rayap, capung, kecoak, belalang, jangkrik, kutuk busuk, kutu kepala, kumbang, nyamuk, kupu-kupu, lalat, dll..

Echinodermata

Echinos = duri, derma = kulit, jadi Echinodermata adalah hewan yang kulit tubuhnya berduri. Merupakan hewan triploblastik, tubuh simetri radial, rangka berupa keping-keping kapur yang terdapat di dalam kulit, mempunyai duri-duri, hidup di laut., gerakannya lambat dengan kaki pembuluh (kaki ambulakral). Echinodermata di bagi atas 5 kelas yaitu :

1. Kelas Asteroidea; tubuh berbentuk segilima dan lengan berjumlah 5 . Contoh ; bintang laut (Asteria forbesi ).

2. Kelas Ophiuroidea; bentuk tubuh seperti bintang dengan lengan yang panjang dan bergerak seperti ular, sehingga disebut bintang ular. Contoh : Ophiothrix (bintang ular).

3. Kelas Echinoidea; hewan ini dikenal sebagai landak laut, dengan bentuk tubuh oval,