7.2 Menggunakan Add/Remove 7.3 Synaptic Package Manager 7.4 APT
7.5 DPKG 7.6 Source Code
7.7 Membuat Repository Lokal dan Konversi Package
7.1Dasar-dasar Manajemen Software di
Ubuntu
Pada Linux ada beberapa format file didalam menginstall software: Source Code: Software ditulis dalam bahasa pemrograman
seperti C atau C++, dan untuk bisa kita gunakan maka kita harus terlebih dahulu mengcompile sendiri kedalam bentuk binary agar bisa digunakan.
Binary: Program yang sudah dicompile oleh programmer atau developernya, dan kita bisa langsung menggunakan program ini tanpa harus mengcompile sendiri.
Self-installing Binary: Merupakan program dalam bentuk binary, dan memiliki installation GUI sendiri pada saat software ini diinstall (seperti halnya kita menginstall program .exe pada Windows).
146 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu Package: Program yang telah dicompile dan ditempatkan
dalam satu file dengan file-file lain menjadi sebuah file tersendiri. Contoh package pada adalah .deb untuk Debian atau Ubuntu, rpm pada Red Hat. Untuk menginstall package menggunakan packages manager, seperti pada Debian atau Ubuntu bisa menggunakan Synaptic atau APT. Package manager ini harus menangani permasalahan vital didalam menginstall program dengan menangani dependencies untuk software yang akan diinstall. Sangat mungkin software yang kita install tergantung dengan keberadaan dari software lainnya, maka permasalahan ini harus mampu ditangani oleh package manager. Manajemen dependencies oleh package manager tidak hanya didalam menginstall tetapi juga berlaku jika software tersebut diinstall.
Seperti yang telah dibahas pada BAB 3, Ubuntu menggunakan software repository untuk digunakan oleh package manager seperti synaptic atau APT didalam menginstall software. Software repository merupakan sebuah data warehouse penyimpanan software-software dalam format .deb package, yang bisa diakses baik itu secara online maupun offline.
Advandced Packaging Tools (APT) merupakan package manager yang digunakan Ubuntu didalam menginstall software dan menangani segala dependencies yang dibutuhkan. Contoh pada saat kita menginstall program yang bernama gnochm, dimana program ini membutuhkan program bernama python-chm, pada pada saat kita akan menginstall gnochm, APT akan memberitahu kepada kita bahwa gnochm membutuhkan program bernama python-chm, dan secara otomatis program python-chm juga akan ikut dinstall oleh APT. APT merupakan tools yang sangat handal didalam system berbasiskan Debian untuk menangani permasalahan dalam menginstall software beserta dependeciesnya. Jika kita menggunakan X Window pada Ubuntu, maka kita bisa menggunakan Synaptic yang merupakan GUI front-end dari APT yang memudahkan kita didalam menggunakan APT.
Manajemen Software Ubuntu 147
APT menggunakan software repository (baik itu dari CD, harddisk, atau online) didalam menginstall software, maka Ubuntu memiliki empat kategori repository berdasarkan tipe dari software yang terdapat pada repository ini:
Main Distribution: repository yang berisikan package-package yang dibutuhkan dalam menginstall Ubuntu (berada pada CD installer Ubuntu) dan tambahan-tambahan packages yang terdapat secara online.
Updates: repository yang berisikan package-package baru dari Main Distribution. Pada saat kita melakukan update pada Ubuntu, maka repository ini yang digunakan.
Backports: repository yang berisikan package-package yang ditujukan untuk versi Ubuntu yang lebih baru, akan tetapi tersedia untuk versi yang sudah dirilis. Package yang ada pada repository ini besar kemungkinan belum di uji secara penuh baik itu fitur-fitur, kestabilan pada system atau mungkin security issue. Jika kita membutuhkan fitur-fitur terbaru dari sebuah package, maka kita bisa mengaktifkan repository ini.
Security Updates: digunakan untuk melakukan update terhadap package-package yang memiliki masalah dengan scurity. Repository ini tidak berisikan software-software dengan versi terbaru atau fitur yang lebih baru, akan tetapi lebih kepada perbaikan terhadap masalah security yang ditemukan dalam sebuah package.
Selain pembagian repository berdasarkan hal diatas, repository Ubuntu juga bisa dibagi berdasarkan seberapa penting sebuah software dibutuhkan dalam installasi dasar dari Ubuntu atau berdasarkan lisensi yang digunakan oleh software tersebut:
Main: package yang berada pada repository ini
merupakan software-software yang dibutuhkan dalam proses installasi Ubuntu, bersifat Free Software, dan di dukung penuh oleh Ubuntu Project. Software yang
148 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu terdapat pada komponen main dipastikan akan memiliki security update serta technical support.
Restricted: Merupakan software-software yang digunakan bersama dengan software Main, memperoleh dukungan dari team Ubuntu, meskipun tidak tersedia dibawah free lisensi. Jika ada masalah dengan software tersebut, team Ubuntu akan menyampaikannya kepada developer dari software tersebut. Contohnya adalah binary driver video adapter
Universe: Software pada komponen ini adalah bersifat free, open source, dan untuk Linux. Semua software yang ada disini dicompile dengan menggunakan library dan tool yang menjadi bagian dari komponen main. Tetapi perlu diingat bahwa komponen universe tidak memperoleh jaminan akan security updates maupun support.
Multiverse: Software yang terdapat pada komponen ini tidak bersifat free. Tidak memperoleh support dan serta tidak bisa di update. Segala resiko yang muncul dari penggunaan software pada komponen ini ditanggung sendiri oleh pemakainya.
Seperti yang telah kita ketahui pada BAB 3, agar bisa menggunakan APT atau synaptic maka kita perlu mengkonfigurasi darftar repository yang akan digunakan.Pada BAB 3 kita telah mengetahui bagaimana cara mengaktifkan repository main, restricted, universe, multiverse menggunakan synaptic. Bab ini akan membahas lebih jauh mengenai cara menambahkan repository menggunakan synaptic atau langsung mengedit file sources.list. Selain itu juga akan dibahas bagaimana cara membuat repository lokal baik yang kita simpan di harddisk sendiri. Jika kita tidak terhubung dengan internet, maka kita bisa mencari package-package yang dibutuhkan beserta package dependenciesnya pada website http://packages.ubuntu.com/. Gunakan fasilitas search yang ada dan jangan lupa untuk menggunakan mirror yang terdekat dengan kita agar proses download berjalan dengan cepat.
Manajemen Software Ubuntu 149
Penamaan Package pada Ubuntu
Format penulisan nama package yang dipakai dalam sistem Debian/Ubuntu bisa dilihat pada contoh dari nama program berikut ini
xchm_1.9-3_i386.deb
Bagian pertama yaitu xchm merupakan nama dari program itu
sendiri. Angka setelah tanda underscore (_) dan sebelum tanda hyphen (-) yaitu 1.9 merupakan versi dari program. Angka setelah hyphen (-) yaitu 3 merupakan angka rilis dari package, selanjutnya
i386 merupakan arsitektur dari komputer. Dan .deb adalah singkatan
yang digunakan untuk Debian package. Jadi program tersebut bisa dibaca seperti ini:
Nama program: xchm Versi: 1.9
Rilis: 3
Arsitektur: i386
Jika program ini telah diinstall, maka kita cukup mengetikkan nama dari program ini untuk menjalankan atau jika ingin menghapus program ini. Contohnya program xchm diatas, jika kita ingin
menjalankan program ini bisa melalui menu Applications →
Accessories → xCHM, atau bisa mengetik nama program ini melalui gnome-terminal
$ xchm
Begitu juga jika kita ingin menghapus program ini dengan menggunakan perintah apt-get remove atau dpkg -r, maka cukup menggunakan nama dari program ini
$ sudo apt-get remove xchm $ sudo dpkg -r xchm
150 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu
7.2Add/Remove Program
Langkah paling mudah didalam menginstall software pada Ubuntu adalah dengan menggunakan Add/Remove, untuk itu klik menu Applications → Add/Remove...
Gambar 7.1 Add/Remove Applications
Pada bagian kiri dari Add/Remove... merupakan daftar dari kategori-kategori dari sebuah program. Dimana didaftar paling atas adalah kategori untuk semua program, kategori ini merupakan kategori yang paling baik untuk dipilih jika kita menggunakan box search untuk mencari program yang diinginkan. Pada bagian kanan dari Add/Remove... terbagi atas dua bagian, bagian atas merupakan daftar dari nama-nama program yang tersedia untuk kategori-kategori yang kita pilih. Pada bagian bawah akan menampilkan keterangan dari program yang kita pilih. Untuk mencari program tertentu, gunakan search box yang terdapat pada sudut kiri atas dari Add/Remove. Pada bagian kanan dari search box kita bisa menentukan program-program
Manajemen Software Ubuntu 151
yang ditampilkan dengan memilih pada menu drop down yang ada
seperti All available applications, All open source applications.
ButtonPreferences yang terdapat pada Add/Remove... berguna untuk mengedit software source (repository) yang digunakan, jika kita klik
button ini akan muncul permintaan untuk memasukkan password.
Jika ingin menginstall program, berikan tanda √ pada check box yang
terdapat disebelah nama program yang akan diinstall, kemudian klik Apply. Dan jika ingin mengunistall program, hilangkan tanda √ dari
check box kemudian klik Apply. Baik itu menginstall atau
menguninstall program, akan muncul permintaan untuk
memasukkan password.
Sekarang kita akan mencoba menginstall program bernama gnochm,
untuk itu pada search box ketik gnochm. Klik pada CHM Viewer dan
beri tanda √ pada check box (lihat gambar 7.2) dan klik button Apply yang ada pada Add/Remove...
Gambar 7.2 Menginstall CHM Viewer
Akan muncul sebuah dialog box yang menanyakan Apply the
following changes. klik Apply.
152 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu Maka kita akan diminta untuk memasukkan password agar proses installasi bisa dilanjutkan. Setelah memasukkan password, muncul kembali dialog boxSummary, klik pada buttonShow Details, bisa kita lihat, bahwa yang diinstall bukan hanya program gnochm, tetapi juga program yang bernama python-chm, karena gnochm memiliki dependencies dengan program bernama python-chm. Masih pada
dialog box Summary, sekarang klik button Apply untuk menginstall gnochm.
Gambar 7.4 Dialog box Summary
Jika program ini sudah selesai kita install, akan muncul pemberitahuan dari Add/Remove.... Program ini bisa di jalankan melalui menu Applications → Accessories → CHM Viewer.
Untuk menguninstall program yang telah diinstall, hilangkan tanda √
pada check box yang terdapat pada nama program yang akan dihapus.
Tidak semua program bisa diuninstall menggunakan Add/Remove, contohnya jika kita mencoba menguninstall program bernama xsane, akan muncul pesan error dan kita diminta untuk menggunakan
Manajemen Software Ubuntu 153
Gambar 7.5 Program yang tidak bisa diuninstall Add/Remove...
7.3Synaptic Package Manager
Synaptic merupakan GUI dari APT. Untuk menjalankan synaptic, klik
menu System → Administration → Synaptic Package Manager. Pada
BAB 3 tiga sudah membahas bagaimana cara menambahkan repository main. restricted, universe, multiverse, update Ubuntu serta bagaimana menambahkan repository yang berasal dari CD/DVD. Mengenai hal ini silahkan lihat kembali pada BAB 3. Sekarang kita akan mencoba untuk menambahkan repository backports agar bisa digunakan oleh synaptic. Pada tampilan synaptic, klik Settings → Repositories, dan klik tab Updates, berikan tanda √ pada check box
untuk Unsupported updates dan Recomended updates
Gambar 7.6 Mengaktifkan repository backports
Jika kita ingin menambahkan repository third party seperti (sesuaikan
dengan rilis Ubuntu yang digunakan, jika gutsy, ganti feisty dengan gutsy, begitu juga dengan dapper)
deb http://archive.canonical.com/ubuntu feisty-commercial main
154 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu Klik tab Third-Party Software, kemudian klik button Add dan pada APT Line: isikan baris diatas, jika telah selesai klik Add Source
Gambar 7.7 Menambahkan third party repository
Untuk menambahkan daftar signature dari repository yang telah kita tambahkan ini (biasanya pada website repository tersebut
diberitahukan bagaimana cara mendownload signature nya), klik
button Authentication, klik button Import Key, dan cari file signature
yang telah didownload. Sekarang pada daftar signature akan ada
tambahan signature baru. Penambahan signature ini penting agar
setiap kita menginstall software dari repository yang telah
ditambahkan tadi tidak muncul peringatan can't be authenticated dari
synaptic seperti terlihat pada gambar berikut ini
Manajemen Software Ubuntu 155
Untuk membuat daftar repository sendiri bisa mencoba melalui website http://www.ubuntulinux.nl/source-o-matic. Perlu diingat bahwa
didalam menggunakan third party repository resiko dari software yang
diinstall kita tanggung sendiri, apakah program yang ada pada
repository tersebut mengandung malicious code atau bisa
mengangganggu kestabilan system. Jika telah selesai, tutup window
Software Sources. Jangan lupa untuk mengklik button Reload pada
synaptic atau Edit → Reload Package Information (CTRL +R). Proses
ini akan memperbaharui informasi indeks dan cache yang akan digunakan oleh synaptic. Setelah proses reload selesai, maka synaptic sudah siap digunakan untuk menginstall program pada Ubuntu. Menginstall Program
Sama seperti Add/Remove... synaptic terbagi atas tiga bagian, pada bagian sebelah kiri merupakan daftar dari kategori program-program yang ada pada repository Ubuntu. Dibagian bawah dari daftar ini ada
button seperti Sections, Status, Origin, Custom Filters, Search Results. Pada bagian kanan terbagi atas dua bagian, bagian atas merupakan daftar dari program-program yang ada, bagian bawah merupakan keterangan suatu program jika kita memilih sebuah program.
156 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu
Sekarang klik pada bagian Interpreted Computer Language, kita akan
mencoba menginstall program yang bernama m4. Dari daftar nama
program yang muncul pada bagian kanan dari synaptic (lihat gambar
7.9) klik kanan pada nama program m4, dari menu yang muncul klik
Mark for Installation
Gambar 7.10 Memilih program untuk diinstall
Jika kita ingin melihat keterangan mengenai sebuah program yang ada, klik kanan pada nama program, kemudian klik Properties, dan kita bisa melihat informasi mengenai program tersebut seperti dependenciesnya dengan program lain, versi dan lain sebagainya.
Program yang telah kita mark untuk diinstall akan memiliki tanda
pada kotak yang ada disisi kiri dari nama program.
Gambar 7.11 Program yang telah di mark untuk diinstall
Sekarang klik bagian Development, sekarang kita akan menginstall
program bernama g++, dari daftar nama program yang ada dibagian
Development klik kanan pada program g++, kemudian klik Mark for Installation, maka akan muncul sebuah dialog box yang
memberitahukan bahwa program g++ membutuhkan program lain
dan untuk itu program g++-4.1, libc6-dev, libstdc++6-4.1-dev,
linux-libc-dev akan ikut diinstall. Klik button Mark pada dialog box ini untuk melanjutkan proses menginstall program g++ beserta program
dependenciesnya. Jika kita klik Cancel, maka program g++ tidak akan
Manajemen Software Ubuntu 157
Gambar 7.12 Program tambahan yang ikut diinstall
Sekarang kita bisa lihat, program yang di mark bukan hanya program
g++, tapi juga program g++-4.1, libc6-dev, libstdc++6-4.1-dev, linux-libc-dev.
Gambar 7.13 Program g++ dan g++-4.1 yang telah di mark
Selanjutnya kita akan menggunakan fitur search yang ada pada
synaptic untuk mencari program yang akan kita install. Klik button
Search yang ada pada synaptic, pada dialog box Find yang muncul
ketik build kita akan mencari program yang bernama
build-essential, kemudian klik button Search pada dialog box Find
158 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu Akan muncul program-program yang mengandung kata build, karena
kita mencari program yang bernama build-essential, klik kanan pada
nama program ini, kemudian klik Mark for Installation, akan muncul
dialog box yang memberitahukan bahwa program dpkg-dev juga
akan ikut diinstall, klik button Mark. Jika kita ingin melihat program apa saja yang telah kita mark untuk kita install, klik button Custom Filters, kemudian klik Marked Changes
Gambar 7.15 Melihat program yang telah di mark
Untuk memulai menginstall program yang telah kita mark ini, klik
button Apply yang ada pada synaptic
Manajemen Software Ubuntu 159
Akan muncul dialog box Summary yang menanyakan Apply the
following changes, untuk melihat program apa saja yang akan diinstall klik button Show Details yang ada pada dialog box tersebut,
selanjutnya klik Apply untuk memulai proses menginstall program.
Gambar 7.17 Daftar program yang akan diinstall
Pada saat proses installasi berjalan kita bisa melihat detail dari proses ini dengan mengklik Details. Agar window installasi program langsung
menutup sendiri jika telah selesai menginstall, beri tanda √ didepan
Automatically close after the changes have been successfully applied.
Gambar 7.18 Proses menginstall program
160 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu Untuk menginstall program menggunakan synaptic sangat mudah. Jika kita melakukan klik kanan pada nama program yang telah diinstall, akan ada dua pilihan menu untuk melakukan uninstall yaitu
Mark for Removal: pilihan ini akan menguninstall program, akan tetapi file-file konfigurasi dari program yang diuninstall tidak ikut dihapus.
Mark for Complete Removal: pilihan ini akan menguninstall program beserta file-file konfigurasinya. Sekarang cari program yang akan di uninstall. Pada contoh buku ini
penulis menguninstall program bernama bluez-cups, bluez-pin,
bluez-utils, program ini hanya berguna jika kita menggunakan perangkat keras bluetooth. Klik kanan pada nama program tersebut,
kemudian klik Mark for Complete Removal.
Gambar 7.19 Menguninstall program
Jika program yang kita uninstall ini memiliki dependencies dengan program lainnya, maka program tersebut juga akan ikut di uninstall oleh synaptic. Sebagai contoh, klik kanan pada program yang bernama brltty, program yang digunakan untuk terminal dengan huruf braile.
Program ini memiliki dependencies dengan program brltty-x11, ketika
kita memilih Mark for Complete Removal untuk program brltty,
maka akan muncul dialog box yang memberitahu brltty-x11 juga akan diuninstall, klik Mark untuk menguninstall brltty-x11.
Manajemen Software Ubuntu 161
Gambar 7.20 Menguninstall brltty-x11
Jika pada saat kita me-mark program untuk diinstall, nama
background dari nama program akan bewarna hijau, sedangkan jika kita menguninstall, background dari program yang akan diuninstall
akan bewarna merah. Jika telah selesai melakukan mark terhadap
program yang akan diuninstall, sekarang klik button Apply yang ada
pada synaptic, agar prose menguninstall segera dimulai. Sama seperti menginstall program, akan muncul dialog box Summary, disini kita bisa melihat details dari program yang akan di uninstall, dan untuk melanjutkan proses uninstall klik button Apply.
162 Pake Ubuntu Yuk! Dijamin ga' bakalan kena usus buntu
GUI front-end lain yang menggunakan APT adalah program Update
Manager (update-manager). Program ini akan memunculkan balloon tips pada notification area jika update untuk program yang terinstall pada komputer kita tersedia pada repository yang digunakan. Lihat
kembali sub bab 3.7 bagaimana menggunakan program Update
Manager didalam menginstall dan mengupdate program yang ada pada system kita.
Gambar 7.22 Notification jika update program tersedia
Melakukan update terhadap program yang telah diinstall merupakan hal yang sangat penting apabila kita terhubung dengan jaringan internet secara langsung (seperti dengan akses ADSL, Wireless) karena hal ini akan menjaga sistem yang kita gunakan menjadi lebih aman dibandingkan jika kita tidak melakukan update terhadap program yang telah diinstall.
Meskipun kita telah melakukan update terhadap program yang ada pada sistem, bukan berarti system yang kita gunakan bisa disebut seratus persen aman dari gangguan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, karena bagaimanapun juga keamanan sebuah system adalah relatif, jika hari ini system kita aman karena telah melakukan update, maka besok belum tentu system yang kita gunakan akan aman, karena bisa saja celah keamanan yang ada pada program yang telah kita update tidak dipublikasikan sama sekali oleh orang menemukannya demi keuntungan pribadi.
Jadi tidak ada orang yang bisa bilang system nya aman seratus persen dari gangguan jika komputer yang digunakan masih terhubung dengan jaringan internet, karena sebuah celah keamanan yang ada belum tentu terpublikasi.
Manajemen Software Ubuntu 163
7.4Advandced Packaging Tool (APT)
Advanced Package Tool atau yang lebih dikenal dengan nama APT merupakan tool yang digunakan untuk melakukan manajemen software melalui command line pada distro berbasis Debian. APT merupakan tool yang handal dalam melakukan manajemen software. Tool kecil ini merupakan salah satu alasan kenapa Debian menjadi sangat terkenal. Dalam menginstall software, apt mampu menangani software dependencies dengan baik. Dimana tool ini secara otomatis akan memeriksa dependencies serta menginstallnya jika diperlukan. APT di desain untuk mampu secara otomatis mencari dan mendownload packages yang dibutuhkan. Bandingkan jika kita menginstall packages dengan menggunakan tool seperti dpkg atau menggunakan RPM pada Red Hat. Contoh kita ingin menginstall program gnochm, program ini membutuhkan python-chm, untuk bisa menginstall python-chm kita mesti menginstall libchm terlebih dahulu, seandainya libchm membutuhkan program lain, maka mungkin kita tidak akan jadi menginstall gnochm. Hal ini terkenal