HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas
60 UG JURNAL VOL.13 NO.8 Dari tabel diatas dapat terlihat
bahwa koefisien determinasidari R (adjusted R-square) yang dihasilkan sebesar 0,712 atau 71,2% artinya persepsi resiko, dan fitur layanan yang merupakan variabel-variabel bebas memberikan pengaruh terhadap
variabel terikat yaitu minat menggunakan sebesar 71,2%.
Sedangkan sisanya sebesar 28,8%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lainya seperti persepsi kemudahaan, persepsi manfaat dan promosi.
Tabel 1.
Uji Normalitas
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b
Mean 0E-7
Std. Deviation 1.55363400
Most Extreme Differences
Absolute .133
Positive .133
Negative -.092
Kolmogorov-Smirnov Z 1.330
Asymp. Sig. (2-tailed) .058
a. Test distribution is Normal, b. Calculated from data.
Tabel 2.
Hasil Uji Heterokedastisitas
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 3,786 ,757 4,999
Persepsi Resiko -,072 ,053 -,205 -1,354
Fitur Layanan -,072 ,070 -,154 -1,016
a. Dependent Variable: Abs_RES
Tabel 3.
Hasil Uji Multikolinearitas
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
(Constant)
Persepsi Resiko .397 2.519
Fitur Layanan .397 2.519
Tabel 4.
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients
B 1
(Constant) 2.462
Persepsi Resiko .513
Fitur Layanan .478
UG JURNAL VOL.13 NO.8 61 Tabel 5.
Hasil Uji F
Model Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig.
1
Regression 607.786 2 303.893 123.356 .000b
Residual 238.964 97 2.464
Total 846.750 99
a. Dependent Variable: Minat Menggunakan
b. Predictors: (Constant), Fitur Layanan, Persepsi Resiko Tabel 6.
Hasil Uji t
Model T
1
(Constant) 2.068
Persepsi Resiko 6.161
Fitur Layanan 4.318
a. Dependent Variable: Minat Menggunakan Tabel 7.
Hasil Koefisien Determinasi Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson
1 .847a .718 .712 1.570 1.715
a. Predictors: (Constant), Fitur Layanan, Persepsi Resiko b. Dependent Variable: Minat Menggunakan KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Persepsi resiko secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan electronic wallet OVO di Kota Depok.
2. Fitur layanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan electronic wallet OVO di Kota Depok.
3. Persepsi resiko, dan fitur Layanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan electronic wallet OVO di Kota Depok.
4. Persepsi resiko merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap minat menggunakan electronic wallet OVO di Kota Depok.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi resiko, dan fitur layanan mempengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan electronic wallet. Oleh karena itu, bagi pihak perusahaan selaku penyelenggara electronic wallet disarankan untuk terus memperhatikan indikator – indikator tersebut dengan cara meningkatkan aspek – aspek tersebut untuk menunjang layanan electronic wallet OVO sehingga minat masyarakat semakin meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Cetakan Kelima.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
62 UG JURNAL VOL.13 NO.8 Kotler, P., dan G., Amstrong. 2012.
Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi 13 Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Pavlou. (2002). Cunsomer Intention to Adopt Electronic Commerce Incorporating Trust and Risk in Technology Acceptance Model.
Journal of Logistics Information Management.
Poon, W. C. 2008. Users Adoption of E-banking Services: The Malaysian Perspective. Journal of Business and Industrial Marketing Vol. 23 No.1.
Santoso, Singgih. 2018. Mahir Statistik Parametrik Konsep Dasar dan Aplikasi dengan SPSS”. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.
Schiffman, Leon & Kanuk, Leslie Lazer. Perilaku Konsumen, edisi ketujuh. Jakarta : Indeks. 2008 Siregar, Sofyan. 2013. Statistik
Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Cetakan kesatu.
Penerbit Bumi Aksara
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan, R dan D. Bandung : Alfabeta.
Syahril, Wahyuni Nur dan Brady Rikumahu. 2019. “Penggunaan Technology Acceptence Model (TAM) Dalam Analisis Minat Perilaku Penggunaan E-Money Pada Mahasiswa Universitas Telkom”. Jurnal Mitra Manajemen (JMM Online). Vol. 3. No.2, 201-214. ISSN 2614-0365
Wibowo, Setyo Ferry, Dede Rosmauli, dan Usep Suhud. 2015. “Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahaan, Fitur Layanan, dan Kepercayaan terhadap Minat Menggunakan E-Money Card (Studi Pada Pengguna Jasa Commuterline di Jakarta). Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI). Vol.6. No.
1
Yogananda, Andrean Septa dan I Made Bayu Dirgantara. 2017 “Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahaan Penggunaan, Kepercayaan dan Persepsi Risiko terhadap Minat Untuk Menggunakan Instrumen Uang Elektronik”.
Diponegoro Journal of Management. Volume 6 Nomor 4.
ISSN (Online): 2337-3792.
UG JURNAL VOL.13 NO.8 63 PENGENDALIAN PERSEDIAAN CAT BADAN MOBIL TOYOTA
FORTUNER DI PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA KARAWANG PLANT
1Yuyun Yuniar Rohmatin,
2Nur Hafiz Fauzi
1Universitas Gunadarma, [email protected]
2Universitas Gunadarma,[email protected] ABSTRAK
Perusahaan manufaktur pastinya melakukan proses produksi untuk menghasilkan Produk yang dihasilkan proses pengolahan bahan baku yang didapatkan dari pemasok yang telah bekerja sama dengan perusahaan serta di simpan dalam gudang sebagai persediaan untuk kebutuhan produksi. Persediaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam melancarkan kegiatan produksi. Terkadang dalam persediaan bahan baku terdapat permasalahan, seperti kelebihan persediaan ataupun kekurangan persediaan yang dapat mengakibatkan proses produksi menjadi terhambat dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan adanya suatu pengendalian persediaan bahan baku agar diperoleh persediaan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengecatan dan mengetahui pengendalian persediaan cat badan mobil toyota fortuner di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Karawang Plant.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Proses pengecatan badan mobil toyota fortuner dilakukan di ruangan tertutup dengan diawali proses pencucian, berlanjut dengan proses pengecatan listrik, proses pengeringan cat anti karat, proses pengecatan bawah, proses pengecekan pengecatan listrik, proses penambalan atas, proses penambalan bawah, proses pengeringan tambalan, proses pengecatan dasar, proses pengeringan cat dasar, proses pengecekan cat dasar, proses pengecatan warna akhir, proses pengeringan cat akhir, proses pengecekan kualitas pengecetan, proses penyelesaian, proses pengecekan akhir, dan proses terakhir yaitu membawa badan mobil ke ruang perakitan. Proses pengendalian persediaan cat dilakukan dengan dua proses, yaitu proses permintaan dan proses penerimaan. Proses permintaan cat diawali dengan melihat perencanaan produksi, menghitung kebutuhan cat, melihat kecukupan persediaan, membuat purchase request, membuat purchase order, dan melakukan pemesanan. Proses penerimaan cat diawali dengan pesanan datang, memeriksa surat jalan dan copy purchase order, memeriksa barang oleh operator warehouse, menyimpan barang di gudang, dan transaksi penerimaan yang menandakan bahwa pesanan sudah diterima oleh perusahaan dengan memberikan surat terima (good receipt slipt) yang di tanda tangan dan di beri stempel oleh kepala seksi warehouse.
Kata Kunci : PT Toyota Motor Manufacturing, Proses, Pengecatan, Pengendalian, Persediaan Cat, Mobil Toyota Fortuner.
PENDAHULUAN
Suatu perusahaan pasti akan melakukan proses kerja untuk menghasilkan suatu hasil, terutama
perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang melakukan proses produksi menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan dari perusahaan manufaktur tersebut pastinya terdiri dari material-material atau bahan baku yang
64 UG JURNAL VOL.13 NO.8