HASIL PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian
3. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, mempunyai distribusi normal atau tidak. Peneliti menguji normalitas menggunakan uji Histogram dan uji Jarque-Bera.
75 a) Uji Histogram
Dengan melihat tampilan grafik histogram pada gambar 4.1, dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang tidak condong ke kiri dan ke kanan, tetapi tepat di tengah. Hal ini berarti data terdistribusi secara normal.
b) Uji Jarque-Bera
Uji Jarque-Bera.adalah uji di mana bila probabilitasnya lebih besar dari 0,05, maka data berdistribusi normal. Dengan melihat gambar 4.1 nilai probabilitas sebesar 0,377291 yaitu lebih besar dari 0,05 yang berarti data residual terdistribusi normal.
Gambar 4.1
Uji Histogram dan uji Jarque-Bera
0
Sumber: Output Eviews 9, Data Olahan Peneliti, 2020
76 2) Uji Muktikolinieritas
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai VIF dari tiga variabel independen kurang dari 10. Sehingga dapat dikatakan bahwa semua variabel independen tidak memiliki masalah multikolinearitas.
Tabel 4.2 Uji Multikolinieritas
Variance Inflation Factors Date: 08/20/20 Time: 17:28 Sample: 1 93
Included observations: 93
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
C 3.481467 350.5262 NA
ROE 2.514909 3.142893 1.009733
CR 0.186673 2.664230 1.221833
SIZE 0.003925 332.9074 1.229499
Sumber: Output Eviews 9, Data Olahan Peneliti, 2020
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pada penelitian ini menggunakan uji White. Uji
77
White adalah uji di mana jika nilai probabilitasnya di atas 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Dengan melihat tabel 4.3 nilai probabilitas sebesar 0,1605 yaitu lebih besar dari 0,05 yang berarti data tersebut tidak ada masalah heteroskedastisitas.
Tabel 4.3
Uji White
Heteroskedasticity Test: White
F-statistic 1.742179 Prob. F(3,89) 0.1641
Obs*R-squared 5.158504 Prob. Chi-Square(3) 0.1605 Scaled explained SS 6.242590 Prob. Chi-Square(3) 0.1003
Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2 Method: Least Squares Sample: 1 93
Included observations: 93
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -7.966763 4.136748 -1.925851 0.0573 ROE^2 -0.003932 0.019125 -0.205591 0.8375 CR^2 0.023108 0.098064 0.235649 0.8142 SIZE^2 0.777760 0.364569 2.133366 0.0356
R-squared 0.055467 Mean dependent var 0.783170 Adjusted R-squared 0.023629 S.D. dependent var 1.280065 S.E. of regression 1.264851 Akaike info criterion 3.349844 Sum squared resid 142.3864 Schwarz criterion 3.458773 Log likelihood -151.7677 Hannan-Quinn criter. 3.393826 F-statistic 1.742179 Durbin-Watson stat 1.287107 Prob(F-statistic) 0.164121
Sumber: Output Eviews 9, Data Olahan Peneliti, 2020
78 4) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi. Uji autokorelasi pada penelitian ini menggunakan Uji Durbin – Watson.
Tabel 4.4 Uji Durbin-Watson
Dependent Variable: SM Sample: 1 93
Included observations: 93
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -13.36287 2.362082 -0.565899 0.5736
ROE 4.879677 1.327265 1.576194 0.0809
CR -0.411999 0.122109 -3.374021 0.0013
SIZE 0.543252 0.818709 0.663547 0.5096
R-squared 0.802106 Mean dependent var 0.732871
Adjusted R-squared 0.691419 S.D. dependent var 0.945286 S.E. of regression 1.016863 Akaike info criterion 2.428227 Sum squared resid 61.00659 Schwarz criterion 2.591621 Log likelihood -112.3561 Hannan-Quinn criter. 2.494201 F-statistic 7.246646 Durbin-Watson stat 1.967253 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews 9, Data Olahan Peneliti, 2020
79
Hasil Keputusan Autokorelasi
Tidak Dapat Tidak Dapat
Disimpulkan Disimpulkan
Tidak ada Autokorelasi
0 dl du 4-du 4-dl 4
1,5966 1,7295 1.967253 2,2705 2,4034
Autokorelasi Autokorelasi
Positif Negatif
4. Regresi Linear Berganda
Setelah variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini terbebas dari masalah uji asumsi klasik, maka selanjutnya dilakukan analisis regresi linear berganda.
80
Tabel 4.6
Hasil Regresi Linier Berganda
Dependent Variable: SM Sample: 1 93
Included observations: 93
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -13.36287 2.362082 -0.565899 0.5736
ROE 4.879677 1.327265 1.576194 0.0809
CR -0.411999 0.122109 -3.374021 0.0013
SIZE 0.543252 0.818709 0.663547 0.5096
R-squared 0.802106 Mean dependent var 0.732871
Adjusted R-squared 0.691419 S.D. dependent var 0.945286 S.E. of regression 1.016863 Akaike info criterion 2.428227 Sum squared resid 61.00659 Schwarz criterion 2.591621 Log likelihood -112.3561 Hannan-Quinn criter. 2.494201 F-statistic 7.246646 Durbin-Watson stat 1.967253 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews 9, Data Olahan Peneliti, 2020
Berdasarkan hasil uji linier berganda maka dapat diketahui model regresi (tabel 4.6) yang terbentuk antara profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan (firm size) terhadap nilai perusahaan, yaitu:
PBV = -13.36700 + 4.879677ROE – 0.411999CR + 0.543252SIZE
81
Dari persamaan regresi diatas, dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Berdasarkan hasil uji regresi, diketahui bahwa nilai konstanta adalah -13.36700, dapat disimpulkan bahwa jika nilai variabel profitabilitas (ROE), Likuiditas (CR), dan Ukuran Perusahaan (SIZE) dianggap konstan atau sama dengan 0 (nol), maka nilai dari Nilai Perusahaan (PBV) sebesar -13.36700.
b. Nilai koefisien regresi Profitabilitas yang diukur dengan Return on Equity (ROE) sebesar 4.879677, menyatakan bahwa jika nilai ROE mengalami kenaikan sebesar 1 satuan (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah), maka Nilai Perusahaan (PBV) akan mengalami peningkatan sebesar 4.879677. Hal tersebut menunjukkan koefisien bernilai positif, artinya ROE dan PBV memiliki hubungan positif sehingga peningkatan profitabilitas akan meningkatkan nilai perusahaan.
c. Nilai koefisien regresi Likuiditas yang diukur dengan Likuiditas (CR) sebesar – 0.411999, menyatakan bahwa jika nilai CR mengalami kenaikan sebesar 1 satuan (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah), maka Nilai Perusahaan (PBV) akan mengalami kenaikan sebesar sebesar – 0.411999. Hal tersebut menunjukkan koefisien bernilai Negatif, artinya CR dan PBV memiliki hubungan Negatif.
d. Nilai koefisien regresi Ukuran Perusahaan yang diukur dengan Total Aset (SIZE) sebesar 0.543252, menyatakan bahwa jika nilai SIZE mengalami kenaikan sebesar 1 satuan (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah), maka Nilai Perusahaan (PBV) akan mengalami peningkatan sebesar 0.543252.
82
Hal tersebut menunjukkan koefisien bernilai positif, artinya SIZE dan PBV memiliki hubungan positif sehingga peningkatan total aset akan meningkatkan nilai perusahaan.
5. Uji Hipotesis
a. Hasil Uji Statistik F
Dari tabel 4.6, menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 7.246646> Ftabel yaitu sebesar 2,70 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 5% atau 0,05.
Hal ini menunjukan bahwa profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan (firm size), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
b. Hasil Uji Statistik t
Pengujian hipotesis menggunakan uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu profitabilitas (X1), likuiditas (X2), dan ukuran perusahaan (X3) secara parsial terhadap variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan (Y).
Pengambilan hipotesis dalam uji t dapat diukur dengan membandingkan nilai signifikansi variabel dan nilai kritisnya. Jika nilai signifikan < nilai kritis atau nilai probabilitas < 0,05 maka H0
ditolak dan H1 diterima, artinya variabel independen signifikan terhadap variabel dependen, sedangkan jika signifikan > nilai kritis atau nilai probabilitas > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya variabel independen tidak signifikan terhadap variabel dependen.
83
Untuk melihat pengaruhnya, dapat dilakukan dengan membandingkan ttabel dengan thitung. Jika ttabel > thitung, maka H0
diterima dan H1 ditolak, sedangkan jika ttabel < thitung, maka H0
ditolak dan H1 diterima. Untuk mengetahui ttabel, dapat dilihat melalui tabel statistik pada signifikansi 0.05 dengan derajat df yaitu:
Derajat df = jumlah observasi (N) – jumlah variabel (K).
1) Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Profitabilitas yang dinyatakan dalam Return on Equity (ROE), menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.0809 > 0.05 dengan koefisien sebesar sebesar 4.879677 dan memiliki nilai thitung < ttabel yakni 1.576194 < 1.66216 (df = 93 – 4 = 89 dan taraf signifikansi 5%) sehingga H0 diterima dan H1 ditolak (profitabilitas tidak mempengaruhi nilai perusahaan).
2) Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan
Likuiditas yang dinyatakan dalam Current Ratio (CR) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.0013 < 0.05 dengan koefisien sebesar -0.411999 dan memiliki nilai thitung < ttabel yakni -3.374020 >
1.66216 (df = 93 – 4 = 89 dan taraf signifikansi 2.5%) sehingga H1
diterima dan H0 ditolak (likuiditas berpengaruhi negatif signifikan terhadap nilai perusahaan).
84
3) Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan
Ukuran Perusahaan yang dinyatakan dalam Total Aset (SIZE) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.5096 > 0.05 dengan koefisien sebesar 0.543252 dan memiliki nilai thitung < ttabel yakni 0.663547 <
1.66216 (df = 93 – 4 = 89 dan taraf signifikansi 5%) sehingga H1 ditolak dan H0 diterima (ukuran perusahaa tidak mempengaruhi nilai perusahaan).
c. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Dari tabel 4.5, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.802106. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Adjusted R Square karena untuk mengurangi bias terhadap hasil dari R2. Nilai Adjusted R Square sebesar 0.691419 (69,14%), menunjukkan sumbangan pengaruh variabel-variabel independen (profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan (firm size) terhadap variabel dependen nilai perusahaan. Dengan demikian, variabel-variabel independen tersebut mampu menjelaskan sebagai variabel-variabel dependen sebesar 69,14%, sedangkan sisanya sebesar 30,86% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk di dalam model regresi penelitian ini.
C. Pembahasan
1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, menunjukkan bahwa Profitabilitas yang diukur dengan Return on Equity (ROE) memiliki nilai hitung <
85
tabel yakni 1.776194 < 1.66216 yang menunjukkan Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai Perusahaan dan memiliki nilai signifikansi 0.0809 >
0.05 yang menunjukkan Profitabilitas tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan, maka hipotesis pertama (H1) penelitian ini tidak diterima.Tidak berpengaruhnya profitabilitas terhadap nilai perusahaan disebabkan karena laba yang didapatkan perusahaan tidak stabil dari tahun ketahun dan cendrung berfluktuatif sehingga investor tidak yakin dengan hasil yang akan didapatkan dimasa mendatang, dengan kata lain penelitian ini tidak memberikan bukti empiris bahwa apabila profitabilitas semakin meningkat maka nilai perusahaan juga akan meningkat.
dengan begitu hasil penelitian ini bertolak belakang dengan teori yang ada. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Eno Fuji Astriani (2014) ‘bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.’ Dan menurut Heven Manoppo dan Fitty Valdi Arie (2016)
‘menunjukkan bahwa profitabilitas yang di ukur menggunakan Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan’.
2. Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, menunjukkan bahwa likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR) memiliki nilai thitung < ttabel yakni -3.374020 > 1.66216 yang menunjukkan Likuiditas berpengaruh negativ terhadap nilai Perusahaan dan memiliki nilai signifikansi 0.0013 < 0.05 yang menunjukkan bahwa Likuiditas signifikan terhadap Nilai Perusahaan, maka hipotesis kedua (H2) penelitian ini diterima. Pada penelitian ini likuiditas memiliki
86
pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, hal ini berarti tingkat likuiditas yang tinggi akan membuat perusahaan lebih mengalokasikan dananya pada pelunasan kewajiban jangka pendek sehingga dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham akan rendah hal tersebut akan direspon negatif oleh investor. Kondisi akan membuat investor semakin tidak tertarik untuk melakukan investasi, dengan begitu permintaan saham akan menurun serta harga saham akan semakin rendah sehingga nilai perusahaan semakin menurun. Likuiditas memang salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan akan tetapi bukan berarti kelancaran pembayaran hutang bisa memberi kesimpulan bahwa perusahaan akan membayar dividen dengan tingkat yang tinggi. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Siti Rika Yuliana (2017) ‘yang menyatakan bahwai likuiditas memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.’ Namun menurut bertolak belakang dengan penelitian Ni Kadek Ayu Sudiani & Ni Putu Ayu Darmayanti (2016) ‘dapat disimpulkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.’
3. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, menunjukkan bahwa Ukuran perusahaan yang diukur dengan Total Aset (SIZE) memiliki nilai thitung
< ttabel yakni 0.663547 < 1.66216 yang menunjukkan Ukuran perusahaan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan dan memiliki nilai signifikansi 0.5096 > 0.05 yang menunjukkan bahwa Ukuran perusahaan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan, maka hipotesis ketiga (H3) penelitian ini ditolak. Ukuran perusahaan
87
bukan merupakan pertimbangan bagi para investor dalam berinvestasi. Ukuran perusahaan yang besar belum bisa menjamin nilai perusahaannya tinggi, karena perusahaaan besar mungkin belum berani melakukan investasi baru terkait dengan ekspansi, sebelum kewajiban - kewajibannya (hutang) sudah terlunasi. Hal ini juga menunjukkan besar kecilnya perusahaan tidak akan berpengaruh dengan besar kecilnya perusahaan Total aset yang besar akan menurunkan nilai perusahaan jika dilihat dari sisi sipemilik perusahaan. Akan tetapi jika dilihat dari sisi manajemen kemudahan yang dimilikinya dalam mengendalikan perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh I Gusti Ngurah Gede Rudangga &
Gede Merta Sudiarta (2016) yaitu ‘Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.’ Dan menurut penelitian Putu Mikhy Novari
& Putu Vivi Lestari (2016) ‘ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan’ Namun menurut I Nyoman Agus Suwardika & I Ketut Mustanda (2017) ‘dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang tidak signifikan dengan nilai perusahaan’.
4. Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan secara simultan terhadap Nilai Perusahaan.
Berdasarkan hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan memiliki nilai fhitung > ftabel yakni 7.246646 > 2.70 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan
88
terhadap nilai perusahaan, maka hipotesis keempat (H4) penelitian diterima.Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan dan pihak yang terkait memandang pentingnya melihat bagaimana kondisi profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan secara bersamaan dalam mengukur nilai perusahaan pada perusahaan industri kimia yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Heven Manoppo dan Fitty Valdi Arie (2016) ‘bahwa struktur modal, ukuran perusahaan, profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV).’ Dan menurut Eka Indriyani (2017) ‘Hal ini berarti variabel ukuran perusahaan dan profitabilitas secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.’ Apa pun menurut Selin Lumoly, Sri Murni dan Victoria N. Untu (2018) ‘likuiditas, ukuran perusahaan dan profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.’
89