• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2.4 Uji Autokorelasi

Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain, sehingga residual atau kesalahan pengganggu tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Autokorelasi dapat diuji

66 dengan menggunakan uji Durbin Watson. Apabila nilai Durbin Watson du<d<4-du atau di antara -2 sampai +2, maka tidak terjadi autokorelasi.

Berikut hasil pengujian autokoreasi :

Tabel 4.5

Hasil Uji Durbin Watson Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .740a .547 .508 .06932 1.235

a. Predictors: (Constant), TP, IS, KM, INST b. Dependent Variable: TA

Hasil uji autokorelasi pada tabel 4,5 menunjukkan nilai Durbin-Watson sebesar 1.235. Nilai ini berada di antara -2 sampai +2, sehingga tidak terjadi autokorelasi.

4.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Data yang telah lolos dari uji asumsi klasik dapat digunakan dalam model regresi dan dianalisis. Pengujian regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda yang bertujuan untuk mengetahui apakah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, income smoothing, dan transfer pricing berpengaruh terhadap tax avoidance atau tidak.

Sumber : Olah Data SPSS, 2021

67 Tabel 4.6

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Sumber : Olah Data SPSS, 2021

Cash ETR = 0,402+0,006INST-0,856KM-0,008IE-0,255TP Hasil persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Konstanta (α) = 0,402 menunjukkan nilai konstan, di mana jika nilai setiap variabel independen sama dengan nol, maka nilai tax avoidance (Y) sama dengan 0,402.

2. Koefisien regresi Kepemilikan Institusional (INST) = 0,006, artinya bahwa pengaruh yang diberikan variabel INST bila variabel yang lain tetap adalah 0,6%. Bila INST naik sebesar 1, maka variabel CASH ETR naik sebesar 0,006, sehingga tax avoidance menurun 0,006.

3. Koefisien regresi Kepemilikan Manajerial (KM) = -0,856, artinya bahwa bahwa pengaruh yang diberikan variabel KM bila variabel yang lain tetap adalah 85,6%. Bila KM naik sebesar 1, maka variabel CASH ETR turun sebesar 0,856, sehingga tax avoidance meningkat 0,856.

Coefficientsa

68 4. Koefisien regresi Income Smoothing (IE) = -0,008, artinya bahwa bahwa pengaruh yang diberikan variabel IE bila variabel yang lain tetap adalah 0,8%. Bila IE naik sebesar 1, maka variabel CASH ETR turun sebesar 0,008, sehingga tax avoidance meningkat 0,008.

5. Koefisien regresi Transfer Pricing (TP) = -0,255, artinya bahwa bahwa pengaruh yang diberikan variabel TP bila variabel yang lain tetap adalah 25,5%. Bila TP naik sebesar 1, maka variabel CASH ETR turun sebesar 0,255, sehingga tax avoidance meningkat 0,255.

4.4 Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan melakukan uji koefisien determinasi (R2), uji statistik F dan uji statistik t.

4.4.1 Uji Koefisien Determinasi

Uji Koefisien Determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi dependen.

Tabel 4.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb

Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson

.508 .06932 1.235

a. Predictors: (Constant), TP, IS, KM, INST b. Dependent Variable: TA

Sumber : Olah Data SPSS, 2021

69 Untuk penilaian kuat atau tidaknya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, maka dapat diputuskan sebagai berikut (Sugiyono, 2012) :

1. 0.00 – 1.99 = Sangat Rendah 2. 0.20 – 0.399 = Rendah 3. 0.40 – 0.599 = Sedang 4. 0.60 – 0.799 = Kuat

5. 0.80 – 1.000 = Sangat Kuat

Adjusted R Square adalah R2 yang telah disesuaikan (Hasan, 2018).

Menurut Santoso (2012), regresi dengan variabel independen lebih dari dua lebih baik menggunakan Adjusted R Square sebagai koefisien determinasi.

Menurut Ghozali (2013), penggunaan R2 memiliki kelemahan mendasar yaitu bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen, maka angka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan atau tidak. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan nilai Adjusted R Square untuk mengevaluasi mana model regresi yang terbaik.

Berdasarkan nilai Adjusted R Square, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, income smoothing dan transfer pricing mampu menjelaskan tax avoidance sebesar 50,8%, sementara sisanya 49,2%

diterangkan oleh faktor – faktor lain di luar model penelitian seperti kepemilikan keluarga, kepemilikan asing, corporate governance dan sebagainya. Adjusted RSquare bernilai 50,8% menandakan kekuatan variabel independen menjelaskan variabel dependen dengan sedang.

70 4.4.2 Uji Statistik F

Uji statistik F dilakukan untuk melihat apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi memiliki pengaruh yang secara bersama sama terhadap variabel dependen. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H0: Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Income Smoothing, dan Transfer Pricing tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance.

H1: Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Income Smoothing, dan Transfer Pricing berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance.

H1 diterima apabila seluruh variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen secara simultan. Uji hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan signifikansi F hitung dengan ketentuan :

a. Jika F hitung< Ftabel pada signifikansi 5%, maka H1 ditolak dan H0 diterima

b. Jika F hitung> Ftabel pada signifikansi 5%, maka H1 diterima dan H0 ditolak

Berikut tabel hasil uji statistik F :

Tabel 4.8 Hasil Uji Statistik F ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .553 4 .138 5.104 .001b

Residual 1.924 71 .027

Total 2.478 75

a. Dependent Variable: TA

b. Predictors: (Constant), TP, IE, KM, INST

Sumber : Olah Data SPSS, 2021

71 Dari hasil uji statistik F pada tabel 4.8, diperoleh nilai F hitung sebesar 5,104, di mana F tabelnya adalah 2,50. Hal ini menunjukkan F hitung (5,104) >

F tabel (2,50), sehingga seluruh variabel dalam penelitian ini yaitu kepemilikan institusional (INST), kepemilikan manajerial (KM), income smoothing (IE) dan transfer pricing (TP) berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance.

4.4.3 Uji Statistik t

Uji statistik t bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial variabel independen terhadap variabel dependen, dengan mengansumsukan variabel lain konstan.

Pengambilan keputusan dalam uji t adalah :

1. Apabila t hitung > t tabel, maka suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.

2. Apabila t hitung < t tabel, maka suatu variabel independen secara individual tidak mempengaruhi variabel dependen.

Berikut hasil uji statistik t :

Tabel 4.9

72 Sumber : Olah Data SPSS, 2021

Dari hasil uji statistik t, dapat disimpulkan bahwa :

1. Nilai t hitung variabel kepemilikan institusional (INST) sebesar 0,058 <

nilai t tabel sebesar 1,666. Hal ini menunjukkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance dan bersifat positif.

2. Nilai t hitung variabel kepemilikan manajerial (KM) sebesar 2,653 > nilai t tabel sebesar 1,666. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance dan bersifat negatif.

3. Nilai t hitung variabel income smoothing (IE) sebesar 0,199 < nilai t tabel sebesar 1,666. Hal ini menunjukkan bahwa income smoothing tidak berpengaruh signfikan terhadap tax avoidance dan bersifat negatif.

4. Nilai t hitung variabel transfer pricing (TP) sebesar 3,551 > nilai t tabel sebesar 1,666. Hal ini menunjukkan bahwa transfer pricing berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance dan bersifat negatif.

4.5 Implikasi Hasil Penelitian

Temuan penelitian ini adalah kepemilikan institusional (INST) tidak berpengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap tax avoidance. Hal ini menunjukkan jika kepemilikan institusional meningkat, maka akan meningkatkan angka CETR sehingga menurunkan tax avoidance. Hal ini juga menunjukkan meningkatnya atau menurunnya kepemilikan institusional tidak memberikan dampak berarti terhadap tax avoidance. Walaupun pemilik institusi lebih dapat

IE -.008 .038 -.021 -.199 .843 .988 1.012

TP -.255 .072 -.441 -3.551 .001 .711 1.407

a. Dependent Variable: TA

73 melakukan pengawasan terhadap manajemen, namun pemilik institusi tidak melakukan pengawasan secara intens, dan mempercayakan ke dewan komisaris untuk melakukan pengawasan. Oleh karena itu, ada tidaknya kepemilikan institusional tidak memberikan dampak besar terhadap tax avoidance. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti dan Susanto (2015) yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance sehingga H1 ditolak.

Kepemilikan manajerial (KM) berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance dan bersifat negatif terhadap tax avoidance. Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya kepemilikan manajerial akan menurunkan angka CETR sehingga meningkatkan penghindaran pajak (tax avoidance). Kepemilikan perusahaan yang berada pada pihak manajemen menjadikan manajemen berperan sebagai pemilik dan pengelola. Peran ini menjadikan pihak manajemen bertindak berhati-hati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Apabila tidak cermat dapat tersangkut ke jalur hukum yang berarti bahwa pihak manajemen ikut menanggung resikonya. Manajer memiliki kesamaan dengan perusahaan yaitu meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan untuk menekan biaya seoptimal mungkin. Jadi, manajer akan mempengaruhi dan memotivasi karyawan untuk bekerja profesional dalam rangka mengurangi kewajiban membayar pajak perusahaan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Musyarrofah (2017) sehingga H2 diterima.

Income smoothing (IE) tidak berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap tax avoidance. Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya income smoothing akan menurunkan angka CETR sehingga meningkatkan penghindaran

74 pajak namun meningkatnya atau menurunnya income smoothing tidak memberikan dampak berarti terhadap tax avoidance. Penyebabnya walaupun perusahaan melakukan perataan laba, perusahaan tetap akan membayar pajak sebesar laba yang diperoleh perusahaan, dikarenakan laba yang dilaporkan akan sama tanpa melakukan perataan laba, hanya perbedaan waktu saja. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fadhlania (2019) sehingga H3 ditolak.

Transfer pricing (TP) berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap tax avoidance. Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya transfer pricing akan menurunkan angka CETR sehingga meningkatkan penghindaran pajak.

Perusahaan akan meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan celah atau kesempatan untuk melakukan transaksi yang tidak sesuai kewajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dharmawan dan Darmansyah (2017) sehingga H4 diterima.

Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, income smoothing, dan transfer pricing terhadap tax avoidance. Hal ini dapat dilihat dari F hitung (5,104) > F tabel (2,50), maka dapat disimpulkan bahwa kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, income smoothing, dan transfer pricing berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, sehingga H5 diterima.

75 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Secara simultan, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, income smoothing, dan transfer pricing berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance.

2. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap tax avoidance.

3. Kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap tax avoidance.

4. Income smoothing tidak berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap tax avoidance.

5. Transfer Pricing berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap tax avoidance.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang ada, peneliti memberikan saran sebagai berikut :

a. Diharapkan dapat menggunakan variabel lain, seperti multinational company dan pemanfaatan tax haven country.

b. Diharapkan dapat meneliti sektor lain, sehingga dapat dilihat pengaruhnya terhadap tax avoidance untuk sektor selain manufaktur.

76 c. Diharapkan meneliti dengan rentang waktu 10 tahun, sehingga dapat lebih menangkap fenomena tax avoidance yang dilakukan perusahaan dengan menggunakan proksi Long-term Cash ETR.

5.3 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki keterbatasan :

1. Penelitian ini hanya menggunakan perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di BEI tahun 2015 – 2019 sebagai objek penelitiannya saja, sehingga peneliti hanya memfokuskan diri pada sektor manufaktur.

2. Koefisien determinasi (R2) sebesar 50,8% menunjukkan hanya 50,8% dari adanya praktek tax avoidance dapat dijelaskan oleh variabel kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, income smoothing dan transfer pricing, sementara sisanya 49,2% diterangkan oleh variabel – variabel lain di luar model penelitian.

77 DAFTAR PUSTAKA

Antika, Sindi, 2019. “Pengaruh Kompensasi Manajemen Berbasis Saham, Dewan Direksi, dan Reputasi Auditor terhadap Manajemen Pajak (Studi Empiris

Badan Pusat Statistik. 2020. Pendapatan Nasional Indonesia 2015 – 2019.

Barnes, A., Ronen J., dan S.Sadan, 1976. “Classificatory Smoothing of Income with Extraordinary Items”, The Accounting Review, Volume 51 Nomor 1, hal 110 – 122.

Beidelman, Carl R., 1973. “Income Smoothing : The Role of Management”, The Accounting Review, Volume 48 Nomor 4, hal 653 – 657.

Belkaoui, Ahmed Riahi, 1993. Accounting Theory, 3rd Edition, Harcourt Brace Jovanovich, Orlando.

Brotodihardjo, R.Santoso, 1982. Ilmu Hukum Pajak. PT Eresco, Jakarta.

Copeland, Ronald M, 1968. “Income Smoothing, Empirical Research in Accounting: Selected Studies”, Journal of Accounting Research, Volume 6, hal. 101 – 116.

Dharmawan, Purwoko Eric dan Syahril Djaddang Darmansyah, 2017. Determinan Penghindaran Pajak dengan Corporate Social Responsibility sebagai Variabel Moderasi, Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan, Volume 4 Nomor 2, hal. 183 – 195.

https://www.bps.go.id/publication/2020/06/12/7fe8d749c43bad46b1601662/

pendapatan-nasional-indonesia-2015-2019.html (6 Juni 2020)

78 Damayanti, Fitri dan Tridahus Susanto, 2015.”Pengaruh Komite Audit, Kualitas Audit, Kepemilikan Institusional, Resiko Perusahaan, dan Return On

Dini, Satia Maswa, 2019. “Pengaruh Cost of Debt dan Return on Asset terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Dyreng, Scott, Michelle Hanlon dan Edward L. Maydew, 2010. “The Effects of Executives on Corporate Tax Avoidance”, The Accounting Review, Volume 85 Nomor 4, hal 1163 – 1189.

Erlina, 2011. Metodologi Penelitian, USU Press, Medan.

Fadhlania, Pindifa Riezky, 2019. “Pengaruh Profitabilitas, Corporate Governance, Perataan Laba, Kebijakan Pendanaan, Kebijakan Deviden, dan Kebijakan Investasi terhadap Penghindaran Pajak”, Universitas Islam Indonesia

Yogyakarta, Yogyakarta.

Fadila, Melisa, 2017. “Pengaruh Return on Asset, Leverage, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal, Kepemilikan Institusional, dan Koneksi Politik terhadap Penghindaran Pajak” JOM Fekon, Volume 4 Nomor 1, hal. 1671 – 1684.

Fauzie, Yuliyanna, 2017. Tiga Alasan Optimisme Sri Mulyani Tetapkan Target Pajak. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/

20170819232329-78-235963/tiga-alasan-optimisme-sri-mulyanitetapkan- target-pajak (28 Maret 2021)

Feranika, Ayu, H.Mukhzarudfa, dan Asep Machfuddin, 2017. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen, Kualitas Audit, Komite Audit, Karakter Eksekutif, dan Leverage terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia dengan Tahun Pengamatan 2010 – 2014), Jurnal Akunansi dan Keuangan UNJA, Volume 2 Nomor 2, hal. 12 – 21.

79 Ghozali, Imam, 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

---, 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

---, 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25,Edisi 9, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

Global Witness. 2019. Adaro Terindikasi Pindahkan Ratusan Juta Dolar AS ke Jaringan Perusahaan Luar Negeri untuk Menekan Pajak.

https://www.globalwitness.org/en/press releases/adaro-terindikasi- pindahkan-ratusan-juta-dolar-ke-jaringan-perusahaan-luar negeri-untuk- menekan-pajak/ (6 Februari 2021).

Hasan, Fuad, 2018. Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Financial Leverage, dan Earning Per Share terhadap Tingkat Underpricing Saham pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 – 2016.

Helmy, Oktarina Sofia, 2020. “Pengaruh Tax Complexity dan Budget Emphasis terhadap Budgetary Slack dengan Self Esteem sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Pegawai di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Ponorogo)”, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ponorogo.

Hidayah, Nurul, 2019. “Pengaruh Insentif Eksekutif, Corporate Governance, dan Konservatisme Akuntansi terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016 – 2018”, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Horngern, Datar dan Foster, 2008. Akuntansi Manajerial, Salemba Empat, Jakarta.

Ilyas, Wirawan B. dan Rudi Suhartono, 2017. Perpajakan : Pembahasan Lengkap Berdasarkan Perundang-Undangan dan Aturan Pelaksanaan Terbaru, Edisi 3, Mitra Wacana Media, Jakarta.

Irawati, Wiwit dan Arum Kumala Sari, 2019. “Pengaruh Persepsi Wajib Pajak dan Preferensi Risiko terhadap Kepatuhan Wajib Pajak”, Jurnal Akuntansi Barelang, Volume 3 Nomor 2, hal 104 – 114.

Iqbal, Achmad dan Wiwik Mukholafatul, 2020. Analisis Data Penelitian Bisnis Aplikasi SPSS Versi 25, Penerbit Muara Books, Kediri.

80 Jensen, Michael C. dan William H. Meckling, 1976. “Theory of the Firm : Managerial behavior, agency costs and ownership structure”, Journal of Financial Economics, Volume 3 Nomor 4, hal 305 – 360.

Kuncoro, M, 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi, Erlangga, Indonesia.

Laporan Kinerja Kementerian Keuangan Republik Indonesia 2015 – 2019.

https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/transparansi-kinerja kemenkeu/ laporan-kinerja-kementerian-keuangan/ (10 Februari 2021).

Mardiasmo, 2011. Perpajakan (Edisi Revisi), Andi Yogyakarta, Yogyakarta.

Margaretha, M., dan Jenni Jenni, 2019. “Pengaruh Profitabilitas, Sales Growth, dan Leverage terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 – 2017)”. Doctoral Dissertation, Universitas Buddhi Dharma.

Masrullah, Mursalim, dan Muhammad Su’un, 2018. “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Leverage dan Sales Growth terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia”, SiMAK, Volume 16 Nomor 2, hal 142 – 165.

Muhadianah, Siti dan Lies Zulfiati, 2020. “Pengaruh Manajemen Laba, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Intensitas Aset Tetap dan Kepemilikan Keluarga terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2016 – 2018”, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta.

Musyarrofah, Eva, 2017. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Leverage, dan Size terhadap Cash Effective Tax Rate, Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Volume 6 Nomor 9, hal. 1 – 16

.

Murti, Nugroho Wisnu dan Siti Hayati Efi Friantin, 2017. “Apakah Peraturan Pemerintah (PP) 46 Tahun 2013 Efektif Mengurangi Penghindaran Pajak?”

Media Mahardhika, Volume 15 Nomor 2, hal. 210 – 234.

81 Napitupulu, Ilham Hidayah, Anggiat Situngkir dan Chairunnisa Arfani, 2020.

“Pengaruh Transfer Pricing dan Profitabilitas terhadap Tax Avoidance”, Kajian Akuntansi, Volume 21 No.2, hal. 126 – 141.

Ngadiman dan Christiany Puspitasari, 2014. “Pengaruh Leverage, Kepemilikan Institusional dan Ukuran Perusahaan terhadap

Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) pada Perusahaan Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010 – 2012”, Jurnal Akuntansi,

Volume 18 Nomor 3, hal 408 – 421.

Nurhayati, Indah Dewi, 2013. “Evaluasi atas Perlakuan Perpajakan terhadap Transaksi Transfer Pricing pada Perusahaan Multinasional di Indonesia”, Jurnal Manajemen dan Akuntansi, Volume 2 Nomor 1, hal 31 – 47.

Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD), 1987.

International tax avoidance and evasion : four related studies, OECD,

Pohan, Hotman T, 2009. “Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusi, Rasio Tobin Q, Akrual Pilihan, Tarif Efektif Pajak, dan Biaya Pajak Ditunda terhadap Penghindaran Pajak pada Perusahaan Publik”, Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi dan Keuangan Publik, Volume 4 Nomor 2, hal 113 – 135.

Pramudito, Batara Wiryo dan Maria Ratna Sari, 2015. “Pengaruh Konservatisme Akuntansi Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Dewan Komisaris terhadap Tax Avoidance”, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Volume 13 Nomor 3, hal 737 – 752.

Prasetyo, Irwan dan Bambang Agus Pramuka, 2018. “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial dan Proporsi Dewan Komisaris Independen terhadap Tax Avoidance”, Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi (JEBA), Volume 20 Nomor 02.

Pujiati, Diyah dan Erman Widanar, 2009. “Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan, Keputusan Keuangan sebagai Variabel

82

Putri, Vidiyanna Rizal dan Bella Irwansyah Putra, 2017. “Pengaruh Leverage, Profitability, Ukuran Perusahaan, dan Proporsi Kepemilikan Institusional terhadap Tax Avoidance”, Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya, Volume 19 Nomor 1, hal 1 – 11.

Ramadhan, Randi Kurnia, 2018. “Pengaruh Kepemilikan Institusional, Kompensasi Rugi Fiskal dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Tax Avoidance”, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Indonesia Banking School, Jakarta.

Ratnaningsih, Stephana Dyah Ayu, 2008. “Sistem Kompensasi bagi Pemeriksa Pajak : Mereduksi Tax Evasion, Tinjauan dalam Perspektif Teori Keagenan”,Fokus Ekonomi,Volume 7 Nomor 1, hal 1 – 6.

Salman, Ahmad. 2019. Pemerintah Yakin Target Penerimaan Pajak 2019 dapat Tercapai.https://www.beritasatu.com/ekonomi/534663/pemerintah-yakin- target-penerimaan-pajak-2019-dapat-tercapai (29 Maret 2021).

Santoso, Singgih, 2012. Panduan Lengkap SPSS Versi 20. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Sari, Rohmah Ahdian dan Susi Dwi Mulyani. 2020. “Pengaruh Resiko Perusahaan dan Kepemilikan Institusional terhadap Tax Avoidance dengan corporate social responsibility Sebagai Variabel Moderasi”, Webinar Nasional Cendekiawan Ke 6 Tahun 2020, KOCENIN Serial Konferensi Nomor 1, hal. 6.5.1 – 6.5.10.

Scott, William R, 2003. Financial Accounting Theory, 3rd Edition, Prentice Hall, United States of America.

Siagian, Ferdinand T. dan Elok Tresnaningsih, 2011. “The Impact of Independent Directors and Independent Audit Committees”, Asian Review of Accounting, Volume 19 Nomor 3, hal 192 – 207.

Sikka, Prem, 2010. “Smoke and Mirrors : Corporate Social Responsibility and Tax Avoidance”, University of Essex, Colchester.

83 Silaban, Pryanti, dan Moody Manalu, 2020. “Pengaruh Tax Avoidance terhadap Struktur Modal dengan Return on Equity sebagai Variabel Mediasi”, Jurnal Ilmiah Akuntansi Indonesia, Volume 5 Nomor 2, hal. 177 – 193.

Simamora, Henry, 1999. Akuntansi Manajemen, Salemba Empat, Jakarta.

Sugiyono, 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Alfabeta, Bandung.

________,2012.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Alfabeta, Bandung.

Sukmana, Yoga dan Tri Wahono. 2015. Target Pajak APBN 2016 Tinggi,

Pemerintah Harus Kerja Keras.

https://money.kompas.com/read/2015/11/05/201632326/Target.Pajak.

APBN.2016.Tinggi.Pemerintah.Harus.Kerja.Keras (28 Maret 2021).

Suryana, Anandita B. 2012. Menangkal Kecurangan Transfer Pricing.

http://www. Pajak.go.id/node/4049?lang=en (21 Februari 2021).

Wallschutzky, Ian, 1993. Minimising Evasion and Avoidance, Fiscal Publication, Birmingham.

Wati, Rika Arindina dan Rochmad Bayu Utomo. 2020. “Pengaruh Thin Capitalization dan Kepemilikan Manajerial terhadap Penghindaran Pajak (Studi Empiris Perusahaan Aneka Industri yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2018)”, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Yogyakarta.

Widyantoro, Cahya Sukma dan Riris Rotua Sitorus, 2019. “Pengaruh Transfer Pricing dan Sales Growth terhadap Tax Avoidance dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderating”, Media Akuntansi Perpajakan, Volume 4 Nomor 2, hal 18 – 32.

www.idx.co.id www.invesnesia.com

Dalam%20Undang%2DUndang%20ini%20yang,bagi%20sebesar%2D besarnya%20kemakmuran%20rakyat ( 14 Februari 2021)

84 Zatnika, Asep Munazat dan Mesti Sinaga. 2016. SMI: Target pajak 2017 tak berdasarkan APBN-P 2016. https://nasional.kontan.co.id/news/sri- mulyani- target-pajak-2017-tidak-berdasarkan-a (28 Maret 2021).

85

86

Sub Sektor Industri Dasar dan Kimia

1 INTP √ x

87

88

89

30 TRIS √ x

31 UCID x

32 UNIT √ x

33 ZONE x

34 ARKA x

35 GMFI x

36 KPAL x

37 AMIN √ x

38 KRAH √ x

39 JSKY x

40 PTSN √ x

41 SLIS x

42 CCSI x

43 IKBI √ √ X √

44 JECC √ x

45 KBLI √ x

46 KBLM √ x

47 SCCO √ x

48 VOKS √ x

49 BIMA √ x

50 BATA √ x

Sumber : www.idx.co.id dan www.invesnesia.com (diolah Peneliti 2021)

90 Lampiran II

Data Penelitian dari Tahun 2015-2019

NO. KODE TAHUN INST KM IE TP TA

91 Keterangan : Data dalam kotak kuning merupakan data outlier sebelum dihapus

92 Lampiran III

Hasil Olahan SPSS Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

INST 76 .113200 .997500 .65519342 .229861971

KM 76 .000100 .345100 .03329079 .067697201

IE 76 .000000 1.000000 .57894737 .497008595

TP 76 .000400 .970700 .24523158 .314493439

TA 76 .033100 .851100 .31084605 .181763923

Valid N (listwise) 76

Pengujian Asumsi Klasik 1. Dengan 80 sampel

Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test (A)

Unstandardized Residual

N 80

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.20370248

Most Extreme Differences Absolute .329

Positive .329

Negative -.296

Test Statistic .329

Asymp. Sig. (2-tailed) .000c

Exact Sig. (2-tailed) .000

Point Probability .000

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

93

(A)

(A)

94 2. Dengan 76 Sampel

a. Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test (B)

Unstandardized Residual

N 76

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .16018609

Most Extreme Differences Absolute .108

Positive .108

Negative -.098

Test Statistic .108

Asymp. Sig. (2-tailed) .030c

Exact Sig. (2-tailed) .320

Point Probability .000

a. Test distribution is Normal.

a. Test distribution is Normal.