a. Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat menceritakan letak dengan menggunakan peta, masa kejayaan Majapahit, peranan Gajah Mada dalam upaya menyatukan nusantara, dan peninggalan-peninggalan sejarahnya.
b. Matai pembelajaran:
Kerajaan Majapahit, (scaffoHing konsep waktu, tempat, pelaku, pemerintahan, sebab akibat). Dikembangkan peta konsep tentang kerajaan Majapahit
c. Prosedur ponibelajiif an;
° Presentasi pengemas awal: - penjelasan tujuan
- klarifikasi konsep-konsep utama dibantu dengan memberikan contoh-contoh yang dekat {ilustrasi}
° Presentasi materi: - ekspositori dibantu dengan media peta dan bagan materi kronologis - Dilakukan pemenggalan
- Setiap penggal penjeiasan diikuti dengan pengulangan (perpaduan langkah kedua dengan tangkah ketiga)
° Memperkuat organisasi kognitif: - mengutang materi melatui dua tahap yakni pengulangan berdasarkan pemenggalan dan pengulangan secara keseluruhan
• pengerjaan tes hasil belajar Implementasi z
° Presentasi Pengemas Awal: ° Guru menginformasikan tujuan
° Klarifikasi konsep-konsep utama dibantu dengan contoh-contoh dekat (ilustrasi) ° Presentasi Materi:
° Guru menganggap media pengajaran sebagai kebutuhan
° Pemenggalan dilakukan untuk keseluruhan materi (dipresentasikan bagian demi bagian) ° Setiap akhir penggalan dilakukan pengulangan (memadukan langkah kedua dengan
langkah ketiga)
° Pengulangan dilakukan dengan teknik menjawab secara bersama-sama untuk kemudian dilakukan tanya jawab individual
° Murid antusias mengBcuti KBM dan perhatian mereka terkonsentrasi pada KBM ° Guru memberi kesempatan kepada murid untuk membuat catatan
• 0 Murid sudah berani bertanya dan mengemukakan pendapat ° Memperto^ organisasi kognitif:
° Pengulangan dilakukan dua tahap ° Murid antusias merespon pertanyaan guru ° Murid mengerjakan tes evaluasi hasil beiajar ° Hambatan:
0 Murid masih harus dibiasakan menjawab pertanyaan uraian terbuka (extended essay) dalam tes evaluasi hasil beiajar
Evaluasi:
Kombinasi pertanyaan uraian terbatas seimbang dengan pertanyaan uraian terbuka. Dilakukan tes kepada murid dan hasil rata-rata adaiah 60.45
Umpan Balik:
° Membiasakan murid untuk memberikan tanggapan atau bertanya • Membiasakan murid untuk menjawab pertanyaan uraian terbuka (tes)
165-:.jj„:-.r
• •
• •' '•• •• - • UJICOBA S . •. •• ••' • Disain:a. Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat menceritakan Candi Borobudur dan Prambanan yang mencerminkan tingkat tingginya peradaban nenek moyang bangsa Indonesia; Siswa dapat mencari pada peta letak Candi Borobudur dan Pmmbanan
b. Materi pembelajaran:
Candi Borobudur dan Prambanan (scsffoldtng konsep watdu, tempat, pendiri, ari-ari fisik). Dikembangkan peta konsep tentang Candi Borobudur dan Prambanan
c Prosedur pembelajaran:
° Presentasi pengemas s w a t : - penjelasan tujuan
- Marifikesi konsep-konsep utama dibantu dengan memberikan contoh-contoh yang dekat sebagai ilustrasi ° Presentasi materi: - ekspositori dibantu media peta dan bagan materi membandingkan
- dilakukan pemenggalan
• setiap penggalan penjelasan diikuti dengan pengulangan (perpaduan langkah kedua dengan langkah ketiga)
" Memperkuat organisasi kognitif: - mengulang materi metatui dua tahap - pengenaan tes hasil belajar
hnpfenMnfnsi
-" Presentasi P e n g e m a s Awal:
0 Guru menginformasikan tujuan
° Klarifikasi konsep-konsep utama dibantu dengan contoh-contoh dekat sebagai ilustrasi
0 Presentasi Materi:
° Media pengajaran digunakan karena kebutuhan
0 Pemenggalan dilakukan untuk keseluruhan materi
° Pengulangan dilakukan pada setiap akhir pemenggalan (memadukan langkah kedua dengan langkeh ketiga)
" Teknik yang digunakan dalam pengulangan adalah murid menjawab bersama-sama kemudian diajukan pertanyaan imfividuaf
° Guru memberi catatan kepada murid
° Perhatian murid terkonsentrasi pada K8M dan mereka antusias memberi respon atas pertanyaan guru
° Pertanyaan dan tanggapan dari murid sudah cukup banyak ° Meniperlaiatoigarisasitognalf:
° Pengulangan dilakukan dua tahap
° Murid mengerjakan tes evaluasi hasH belajar Evaluasi:
Pertanyaan tes dikombinasi antara pertanyaan uraian terbatas dengan pertanyaan uraiar Dilakukan tes kepada murid dan hasil rata-rata adalah 68.77
Umpan B a i k :
° Membiasakan murid untuk memberikan tanggapan
° Membiasakan murid untuk menjawab pertanyaan terbuka (tes) Konklusi:
° Model Advance Organizers mengkondisikan guru untuk memperbaiki perencanaan pengajaran dan memacu guru untuk meningkatkan pengetahuannya
9 Melalui model ini, penggunaan media memiliki arti penting terutama dalam mendorong murid untuk berpikir dan memunculkan pertanyaan
* Hasil yang diperoleh murid adalah meningkatnya skor evaluasi hasH belajar, keterlibatan aktrf murid dalam KBM, murid mulai belajar menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan
Bagan 4,7
Dari hasil uji coba tersebut, masing-masing aspek yakni (a) implementasi model pembelajaran, (b) kemampuan kinerja guru, (c) kemampuan murid, (d) penggunaan fasilitas, dan (e) faktor-faktor hambatan dirinci dan diberi skor (untuk masing-masing aspek diberikan skor 100) sehingga akan tampak bagaimana perbaikan yang terjadi dari masing-masing aspek tersebut Adapun rincian dari masing-masing aspek adalah sebagai berikut:
(a) implementasi model pembelajaran :
° Kesesuaian dengan rencana pengajaran (30) ° Penerapan pola pembelajaran (40)
° Kesesuaian penggunaan media dengan presentasi materi (30) (b) kemampuan kinerja guru:
° Memahami rencana pengajaran (20)
° Menginformasikan tujuan di awal KBM (10) ° Mengklarifikasi konsep-konsep utama (20)
° Menjelaskan materi secara utuh dan komprehensif (20) * Memberikan contoh-contoh untuk memperjelas konsep (10) * Menggunakan media pembelajaran (10)
° Melakukan retensi dalam rangka memperkuat organisasi kognitif murid (10)
(c) kemampuan murid :
° Mengikuti K B M (30)
° Memberikan respon atas pertanyaan guru (20)
° Mengajukan pertanyaan atau memberi pendapat/tanggapan (30) ° Melaksanakan tes evaluasi hasil belajar (10)
° Hasil tes evaluasi (10) (d) penggunaan fasilitas :
° Menggunakan buku pegangan murid (30) ° Mengunakan media peta (20)
167
° Menggunakan media bagan materi (30) ° Membuat catatan untuk murid (20) (e) faktor hambatan :
° Setiap hambatan yang terindentifikasi diberi skor 10
Berdasarkan rincian aspek-aspek di atas, maka pemberian skor terhadap hasil pelaksanaan uji coba dapat dilihat pada Tabel 4.20
Tabel 4.20
Skor Hasfl Pelaksanaan Uji Coba
Aspek UCl UC2 UC3 UC4 UC5
(o) fcnplBmcfltasi modef pembeJajaraa r
0 Kesesuaian dengan rencana pengajaran (30) * Penerapan pola pembelajaran (40}
* Kesesuaian penggunaan madu dengan presentasi materi (30) 30 10 10 to 20 20 20 w 30 40 20 100 30 40 30 100 30 40 30 (b) kemampuan kinerja guru:
* Memahami rencana pengajaran (20) • Menginformasfam tujuan di awal KBM (10) ° Mengldarifikssi konsep-konsep utama (20)
* Menjelaskan materi secara utuh dan komprehensif (20) • Memberikan contoh-contoh untuk memperjelas konsep
(10)
° Menggunakan medfe pembelajaran (10)
° Melakukan retensi dalam rangka memperkuat orflartfegsi kognffif murid (10)
40 10 0 10 10 o 5 75 20 10 10 15 0 10 10 85 20 10 15 20 0 10 10 100 20 10 20 20 10 10 10 100 20 10 20 20 10 10 10 (c) kemampuan murid " Mengikuti KBM (30)
* Memberikan respon a a s pertanyaan guru (20)
" Mengajukan pertanyaan / memberi pendapat / tanggapan (30)
• Melaksanakan tes evatuasi hasfl belajar (10) Hasil tes evaluasi (1?)
45.1 20 10 0 10 5.1 6 5 3 30 20 0 fO 5.3 7 5 3 30 20 10 10 5.3 96 30 20 30 10 6 96.9 30 M 30 10 6.9 (d) penggunaan taStas:
• Menggunakan buku pegangan murid (30) * Mengunakan media peta (20)
° Menggunakan metfa bagan materi (30) Membuat catatan untuk murid (20)
15 10 5 0 0 50 20 10 10 10 75 20 15 20 20 100 30 20 30 20 100 30 20 30 20 (e) faktor hambatan (masing-masing 10}
* Guru belum sepenuhnya memahami modet pembelajaran Advance Organbers
* Guru tidak memberikan contoh-contoh dalam rangka menjelaskan konsep
* Siswa belum berani bertanya / mengemukakan pendapat
° Tidak digunakannya media bagan materi menyebabkan siswa tt*t untuk melihat persamaan dan perbedaan
° Kenthna terhadap pertanyaan terbuka
40 10 10 10 10 30 10 10 10 20 10 10 10 10 10 10
Adapun jika hasil di atas ditransformasikan ke dalam bentuk bagan, maka akan terlihat gambaran sebagaimana tampak pada Bagan 4.8 berikut
Implementasi modet pembelajaran
Kemampuan Kinerja Guru
Kemampuan Murid Penggunaan Fasilitas Faktor Hambatan U C 1 U C 2 U C 3 U C 4 U C 5 J Bagan 4.8
Perkembangan Uji Coba Model
Jika dicermati gambar Bagan 4.8 di atas, tampak bahwa memasuki uji coba keempat, model yang digunakan sudah berjalan dengan baik dan stabil sehingga setelah uji coba kelima dianggap bahwa pelaksanaan uji coba dapat diakhiri dan diperoleh bentuk akhir model.
4 2 . 3 Bentak Akhir Model
Setelah dilakukan uji coba model sebanyak 5 (lima) kali dengan menyajikan / membahas 5 pokok bahasan / subpokok bahasan dan dianggap model sudah diimplementasikan dengan stabil di mana aspek-aspek pendukung memperlihatkan perkembangan positif dan aspek penghambat dapat dikurangi, maka bentuk akhir model dapat diuraikan sebagai berikut:
(a) Tahap Pengembangan Perencanaan Pengajaran :
Format Rencana Pengajaran digunakan sesuai dengan yang telah dikembangkan (periksa kembali Bagan 4.2). Dalam menggunakan format tersebut, guru harus mengembangkan Analisis Materi Pengajaran di mana dalam proses pengembangan analisis materi pengajaran tersebut diusahakan untuk ditemukan konsep-konsep utama yang terkandung dalam materi sehingga dapat dikembangkan
169
peta konsep yang berkenaan dengan materi secara keseluruhan dalam rangka mencapai tujuan. Peta konsep tersebut dituangkan dalam rencana pengajaran.
Setelah AMP dan Rencana Pengajaran dikembangkan, guru mempersiapkan media pengajaran berupa peta (untuk mendukung konsep ruang dan konsep sebab-akibat yang berhubungan dengan konsep ruang) dan bagan materi. Sebagai langkah terakhir dalam proses perencanaan adalah mengembangkan alat evaluasi hasil belajar. Alat evaluasi hasil belajar ini dikembangkan dalam bentuk pertanyaan terbuka (rcstricted response type dan extended response type) yang tujuannya adalah untuk mengembangkan proses berpikir murid.
(b) Tahap Kegiatan Belajar Mengajar :
Dalam tahap implementasi ini, langkah-langkah prosedur pembelajaran mengikuti model pembelajaran Advance Organizers yakni (a) presentasi Advance Organizers, (b) presentasi materi, dan (c) memperkuat organisasi kognitif.
Pada langkah pertama (presentasi Advance Organizers) guru menginformasi-kan tujuan pembelajaran dan melakumenginformasi-kan klarifikasi konsep-konsep utama (berdasarkan peta konsep yang telah dikembangkan dalam tahap perencanaan) dalam rangka menemukan keterhubungan antara struktur kognitif yang telah dimiliki oleh murid dengan materi yang akan diajarkan. Di sinilah letak kekuatan Advance Organizers yang merupakan jembatan penghubung antara apa yang telah dimiliki oleh murid dengan sesuatu yang baru atau meteri yang akan diajarkan.
Dalam langkah ini, untuk murid jenjang sekolah dasar klarifikasi konsep-konsep perlu diperkaya dengan contoh-contoh yang dekat sebagai bahan pembanding atau ilustrasi, seperti misalnya mengungkapkan konsep kepemimpinan (raja) dibandingkan dengan contoh kepemimpinan masa sekarang di Indonesia (presiden).
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya atau memberikan pendapat Memberikan kesempatan untuk bertanya atau mengeluarkan pendapat akan memfokuskan murid kepada suasana belajar (terkonsemrasi pada kegiatan belajar-mengajar), dan latihan-latihan bertanya dan
memberikan pendapat akan membentuk pola berpikir murid baik bentuk berpikir logis maupun bentuk berpikir terstruktur.
Pada langkah kedua (presentasi materi), guru harus terbiasa untuk menggunakan media pengajaran. Penggunaan media ini sebagai alternatif mengkonkritkan hal-hal yang bersifat abstrak (karena murid sekolah dasar masih berada dalam tahap operasional konkrit sedangkan materi sejarah lebih bersifat abstrak). Jika guru menggunakan media bagan materi, maka bentuk bagan tersebut harus memperlihatkan silat atau karakteristik sejarah, apakah bentuk kronologis, progresif, regresif, dan sebagainya. Hal ini perlu diperhatikan, sebab fungsi media selain sebagai alat bantu pengajaran, untuk murid sekolah dasar penggunaan media ini berfungsi sebagai alternatif mengkonkritkan hal-hal yang bersifat abstrak.
Di samping itu, penggunaan media akan mengarahkan murid kepada kondisi terkonsentrasi pada proses pembelajaran. Dengan dipasangnya media pengajaran di muka kelas dan setiap saat guru menggiring murid untuk memperhatikan media tersebut maka pematian murid akan terkonsentrasi pada materi yang sedang diajarkan oleh guru. Di sini posisi media pengajaran adalah untuk mengalihkan perhatian murid agar terkonsentrasi pada topik yang sedang diajarkan.
Presentasi materi dilakukan bagian demi bagian (pemenggalan) dan setiap penggal penjelasan diikuti dengan pengulangan (langkah memperkuat organisasi kognitif). Hal ini dilakukan sebagai penguatan terhadap materi baru yang diberikan. Pada bagian inilah tampak modifikasi yakni memadukan langkah kedua dengan langkah ketiga di dalam tahap presentasi materi. Pada bagian pengulangan ini pertanyaan yang diajukan oleh guru pertama-tama ditujukan kepada seluruh kelas untuk dijawab secara bersama-sama, baru kemudian guru mengajukan pertanyaan kepada murid secara individual. Dengan demikian pengulangan dilakukan secara dua tahap yakni menjawab secara bersamaan dan menjawab secara individual.
Dalam langkah presentasi materi ini guru juga harus mengalokasikan waktu untuk memberi catatan kepada murid, sebab tidak seluruh murid mempunyai buku pegangan murid dan di dalam catatan tersebut juga ditambahkan hal-hal yang belum
171
tercakup dalam buku pegangan murid. Dengan demikian murid mempunyai bahan belajar lain di luar buku pegangan murid.
Langkah ketiga (memperkuat organisasi kognitif) dilakukan dengan pengulangan dalam bentuk tanya-jawab. Pada langkah ini pertanyaan diajukan secara dua tahap yakni pada lahap pertama pengulangan berdasarkan pemenggalan dan pertanyaan yang dikemukakan oleh guru ditujukan kepada seluruh kelas (untuk dijawab secara bersamaan) dan pada tahap kedua pengulangan secara menyeluruh dan pertanyaan ditujukan kepada murid secara individual. Pertanyaan harus mengarah kepada rekonsiliasi terintegrasi yakni memperkaya struktur kognitif dengan materi baru. Dengan demikian apa yang diperoleh murid adalah pemahaman yang utuh dan komprehensif.
Pada bagian akhir dari tahap ini, guru memberikan tes sebagai evaluasi hasil belajar murid. Butir-butir tes dikembangkan dalam bentuk pertanyaan terbuka (subjektif) baik pertanyaan terbuka terbatas maupun pertanyaan uraian terbuka, dalam rangka membiasakan murid mengungkapkan pikirannya melalui tulisan. Hai ini dipandang perlu untuk dilakukan, sebab jika hal ini telah dibiasakan sejak anak-anak belajar pada jenjang sekolah dasar, maka untuk jenjang berikutnya mereka tidak lagi menghadapi kesulitan untuk mengungkapkan pikirannya melalui tulisan.
Berdasarkan tahap pengembangan perencanaan pengajaran dan tahap kegiatan belajar mengajar yang telah diuraikan di atas, maka bentuk akhir model advance organizers yang dikembangkan melalui penelitian ini dapat dilihat pada Bagan 4.9 berikut
MODEL PEMBELAJARAN APVANCE ORGANIZERS YANG DfKEMBANGKAN
Disain :
e. Tujuan Pembelajaran :
° Karakteristik tujuan mengacu kepada pengembangan pota berpSdr kesejarahan flcognitif tingkat tinggi)
TPK sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam GBPP dan karakteristik tujuan
b. Materi pembelajaran :
° Dikembangkan materi pembelajaran (melalui pengembangan AMP) dengan scaffokiing konsep-konsep dalam sejarah yang mendukung materi secara keseluruhan
° Dikembangkan peta konsep
c. Prosedur pembenaran :
0 Presentasi pengemas awal : penjelasan tujuan
klarifikasi konsep-konsep utama berdasarkan peta konsep yang telah dScembangkan ° Presentasi materi :
ekspositori dibantu media peta dan media bagan materi media bagan materi dibuat dengan alur pemenggalan
setiap penggalan penjelasan diikuti dengan pengulangan (perpaduan langkah kedua dengan langkah ketiga)
Memperkuat organtsasi Kognsw.
mengulang materi melalui dua tahap yakni tahap pengulangan benlasankan pemenggalan dan tahap pengulangan materi secara keseluruhan
pengenaan tes hasil belajar
d. Evaluasi :
dikembangkan tes dengan bentuk pertanyaan uraian terbatas dan pertanyaan uraian tenbuka
Implementasi :
° Presentasi Pengemas Awal : ° Guru menginformasikan tujuan
° Klarifikasi konsep-konsep utama dibantu dengan contoh-contoh dekat sebagai ilustrasi ° Presentasi Materi :
° Media pengajaran digunakan selama presentasi materi " Pemenggalan dilakukan sesuai dengan media bagan materi
0 Pengulangan dilakukan pada setiap akhir pemenggalan (memadukan langkah kedua dengan langkah ketiga)
0 Teknik yang digunakan dalam pengulangan adalah pertanyaan untuk seluruh kelas (muria menjawab bersama-sama) kemudian diajukan pertanyaan individual
° Gunj memberi kesempatan kepada murid untuk membuat catatan
* Guru memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya f memberi tanggapan
0 Memperkuatorganisasikognitif:
° Pengulangan dilakukan dua tahap yakni tahap pengulangan berdasarkan pemenggalan (pertanyaan ditujukan untuk setuwh kelas) dan tahap pengulangan materi secara keseluruhan (pertanyaan ditujukan kepada murid secara individual)
° Murid mengenakan tes evaluasi hasil belajar Evaluasi :
Pertanyaan tes dikombinasi antara pertanyaan uraian terijatas dengan pertanyaan uraian terbuka dan murid mengerjakan tes tersebut di kelas.
Bagan 4.9
173
4.3 Hasil Uji Coba Model Pengembangan
Dalam bagian ini disajikan tentang hasil uji coba model pembelajaran Pengemas Awal (Advance Organizers) meliputi (a) gambaran tentang kemampuan dan kinerja Guru yang dituntut dalam penerapan model, (b) sarana, fasilitas, dan lingkungan yang dituntut dalam penerapan model, (c) kemampuan dan aktivitas murid, dan (d) skenario model pembelajaran Advance Organizer.
4.3.1 Kemampuan dan Kinerja Guru yang Dituntut
(a) Dalam Tahap Pengembangan Perencanaan Pengajaran
Model pembelajaran Advance Organizers yang dikembangkan. dalam penelitian ini menuntut kepiawaian guru sejak tahap pengembangan perencanaan pengajaran. Tahap pengembangan perencanaan pengajaran perlu mendapat perhatian, sebab kekuatan model ini terletak pada langkah pertama ketika model diimplementasikan yakni langkah presentasi advance Organizers di mana guru harus melakukan klarifikasi konsep-konsep utama yang terdapat dalam materi belajar. Klarifikasi terhadap konsep-konsep utama ini dapat dilakukan jika guru memahami struktur materi dan dapat menemukan konsep-konsep yang terkandung dalam substansi materi. Dengan demikian struktur materi dibangun dalam bentuk peta konsep yang berlandaskan pada scaffolding disiplin ilmu sejarah. Pada posisi ini guru dituntut untuk memahami sejarah sebagai ilmu, bahwa sejarah memusatkan kajiannya pada peristiwa yang terjadi pada suatu lokasi tertentu dalam kurun waktu lampau dan melibatkan manusia sebagai pelakunya. Dalam konteks ini, scaffolding sejarah meliputi konsep ruang, konsep waktu, konsep peristiwa yang melibatkan pelaku. Atas dasar konsep-konsep scaffolding tersebut, berbagai konsep yang teridentifikasi dalam materi belajar disusun ke dalam suatu bentuk sehingga tampak sebagai suatu kesatuan pemetaan konsep (mapping concept) yang komprehensif.
Pemetaan konsep dapat dilakukan setelah guru memahami keluasan dan kedalaman materi belajar yang dituangkan dalam bentuk analisis materi pengajaran (AMP). Dalam hal ini guru harus memahami kurikulum sejarah, paling tidak
memahami GBPP sejarah. Setelah analisis materi pengajaran dikembangkan oleh guru, kemudian dibuat perencanaan pengajaran yang di dalamnya mencakup pengembangan tujuan pembelajaran khusus (TPK), rincian uraian materi dan peta konsep, pengembangan prosedur pembelajaran yang sesuai dengan langkah-langkah advance organizers, dan pengembangan alat evaluasi hasil belajar.
Untuk memfasilitasi pembelajaran dalam langkah implementasi (KBM) guru juga dituntut mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk penyediaan peta dan pengembangan bagan materi belajar. Fasilitas peta digunakan dalam rangka membantu murid memahami konsep ruang dan konsep sebab-akibat dalam kaitannya dengan konsep ruang. Sebagai contoh letak kerajaan di tepi sungai erat kaitannya dengan konsep perdagangan dan konsep pelayaran. Bagan materi belajar digunakan dalam rangka memberi pemahaman terhadap materi secara komprehensif kepada murid dan usaha mengkonkritkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Bentuk media bagan materi dikembangkan mengikuti pola sejarah (membandingkan untuk melihat persamaan dan perbedaan atau kronologis untuk melihat sebab-akibat).
Berdasarkan hasil penelitian uji coba model, tampak bahwa peta konsep harus dikembangkan secara rinci yang langsung mengacu kepada materi yang akan diajarkan. Pada uji coba 1 peta konsep dikembangkan lebih bersifat umum dan hal ini kurang membantu pemahaman guru sehingga ketika memasuki langkah presentasi advance organizers (pada kegiatan belajar mengajar langkah pertama), guru tidak dapat mengklarifikasi konsep-konsep secara komprehensif dan menemui kesulitan menghubungkan konsep-konsep tersebut dengan materi belajar. Peta konsep yang dikembangkan untuk uji coba 1 adalah sebagai berikut.
!75
Bagan 4.10