• Tidak ada hasil yang ditemukan

r = reliabilitas instrumen

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

D. Analsis Data

4. Uji Goodness of Fit Model a. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variable independen (persepsi atas harga, produk dan pelayanan) terhadap variabel dependen (minat beli). Berikut akan dijelaskan pengujian masing-masing variabel secara parsial.

Tabel V.14 Tabel Hasil Uji t

Variabel thitung Sig ttabel

Persepsi atas Harga 0,293 ,770 1,97208

Persepsi atas Produk 2,750 ,007 1,97208

Persepsi atas Pelayanan 4,697 ,000 1,97208

Sumber: Data primer yang diolah tahun 2012

1. Variabel Persepsi atas Harga

Ho : b1 = 0 : Persepsi atas Harga tidak berpengaruh terhadap minat beli

Ha : b1 ≠0 : Persepsi atas Harga berpengaruh terhadap minat beli

Hasil uji t untuk variabel X1 (persepsi atas harga) nilai t hitung = 0,293 dengan tingkat signifikansi 0,770. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, didapat t tabel sebesar 1,97208. Hal ini berarti t hitung < t tabel, yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak.

Dengan demikian maka, hipotesis pertama ditolak. Hal ini menjelaskan bahwa persepsi atas harga tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli.

2. Variabel Persepsi atas Produk

Ho : b2 = 0 : Persepsi atas Produk tidak berpengaruh terhadap minat beli

Ha : b2 ≠0 : Persepsi atas Produk berpengaruh terhadap minat beli

Hasil uji t variabel X2 (persepsi atas produk) diperoleh nilai t hitung = 2,750 dengan tingkat signifikansi 0,007. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, didapat t tabel sebesar 1,97208. Ini berarti t hitung > t tabel, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian maka, hipotesis kedua dapat diterima. Hal ini menjelaskan bahwa persepsi atas produk memiliki pengaruh terhadap minat beli.

3. Variabel Persepsi atas Pelayanan

Ho : b2 = 0 : Persepsi atas Pelayanan tidak berpengaruh terhadap minat beli

Ha : b2 ≠0 : Persepsi atas Pelayanan berpengaruh terhadap minat beli

Hasil uji t variabel X3 (persepsi atas produk) diperoleh nilai t hitung = 4,697 dengan tingkat signifikansi ,000. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, didapat t tabel sebesar 1,97208. Ini berarti t hitung > t tabel, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian maka, hipotesis ketiga dapat diterima. Hal ini menjelaskan bahwa persepsi atas pelayanan memiliki pengaruh terhadap minat beli.

b. Uji F (Uji Signifikansi Simultan)

Uji F untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan pada model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Langkah–langkah pengujiannya adalah sebagai berikut: 1) Menentukan Model Hipotesis Ho dan Ha.

2) Mencari nilai Ftabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan.

i. Mencari nilai Fhitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 18

ii. Kesimpulan. Hasil Pengujian :

1. Model hipotesis yang digunakan adalah Ho : b = 0

Artinya variabel bebas Persepsi atas Harga, Produk dan Pelayanan (X1, X2, X3) secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) mengunjungi pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC).

Ha : minimal satu koefisien dari b≠ 0

Artinya variabel bebas Persepsi atas Harga, Produk dan Pelayanan (X1, X2, X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) mengunjungi pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC).

2. FTabel dapat dilihat pada α = 0,05 k = jumlah variable bebas n = jumlah sampel

Dengan derajat pembilang = k - 1 = 3–1 = 2

Derajat penyebut = n–k = 200–3 = 197, FTabel0,05 (197) = 3,04

3. Mencari nilai FTabel dengan menggunakan Tabel ANOVA dari hasil pengolahan data SPSS 18.

Tabel V.15 Tabel Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 163,367 3 54,456 13,994 ,000a

Residual 762,713 196 3,891 Total 926,080 199

a. Predictors: (Constant), Pelayanan, Harga, Produk b. Dependent Variable: Minat beli

Sumber: Data primer yang diolah tahun 2012

Tabel V.16

Realiability Statistic

Fhitung FTabel

13,994 3,04

Sumber: Data primer yang diolah tahun 2012

Berdasarkan Tabel diatas nilai Fhitung > FTabel pada α = 5% dengan demikian maka Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) mengunjungi pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC).

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variable bebas terhadap variabel terikat.

Koefisien determinan (R2) mendekati satu (1) berarti pengaruh variabel bebas besar terhadap variable terikat. R2 mendekati nol (0) berarti pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah kecil.

Tabel V.17

Tabel Uji Koefisien Determinasi

Model Summary(b) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,420(a) ,176 ,164 1,973 a Predictors: (Constant), totalpel, totalh, totalpr

b Dependent Variable: totalmb

Sumber: Data primer yang diolah tahun 2012

Tabel V.19 menunjukkan bahwa:

Adjusted R Square = 0,164 berarti 16,4% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel persepsi atas harga, produk dan pelayanan, sedangkan sisanya yaitu 83,6% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hubungan (relation) antara persepsi atas harga, produk dan pelayanan terhadap minat beli sebesar 0,42%, artinya hubungannya cukup erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel V.18

Hubungan antar Variabel

Nilai Interpretasi

0,0 - 0,19 Sangat tidak erat

0,2 - 0,39 Tidak erat 0,4 - 0,59 Cukup erat 0,6 - 0,79 Erat 0,8 - 0,99 Sangat Erat Sumber: Situmorang (2008:113) E. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan terhadap pengunjung pameran komputer NiCE di Jogja Expo Center diperoleh hasil sebagai berikut:

Dari hasil analisis karakteristik responden diketahui bahwa sebagian besar pengunjung pameran komputer NiCE di Jogja Expo Center adalah laki-laki dengan jumlah 137 orang (68,5%) dengan tingkat usia terbanyak yaitu berumur antara 21-26 tahun sebanyak 129 orang (64,5%). Sedangkan jika dilihat dari pekerjaan, pekerjaan sebagian besar pengunjung pameran komputer NiCE di Jogja Expo Center adalah mahasiswa yaitu sebanyak 153 orang (76,5%).

Berdasarkan analisis hasil kuesioner, persepsi yang ada dibenak konsumen atas harga, produk dan pelayanan dalam pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC) sebagai berikut:

1. Persepsi konsumen atas harga produk dalam pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC) adalah sebanyak 99 orang atau 49,5%

berpersepsi bahwa harga produk yang ditawarkan dalam pameran komputer murah, sedangkan konsumen yang berpersepsi bahwa harga produk yang ditawarkan dalam pameran komputer tidak murah sebanyak 13 orang atau 6,5%.

2. Persepsi konsumen atas produk dalam pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC) adalah sebanyak 105 orang atau 52,5% berpersepsi bahwa produk yang ditawarkan dalam pameran komputer beragam dan diikuti merk-merk terkenal, sedangkan konsumen yang berpersepsi bahwa produk yang ditawarkan dalam pameran komputer tidak beragam dan tidak diikuti merk-merk terkenal sebanyak 2 orang atau 1%.

3. Persepsi konsumen atas pelayanan dalam pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC) adalah sebanyak 130 orang atau 65% besar berpersepsi bahwa pelayanan yang diberikan oleh peserta pameran komputer secara keseluruhan baik, sedangkan konsumen yang berpersepsi bahwa pelayanan yang diberikan oleh peserta pameran komputer secara keseluruhan tidak baik sebanyak 4 orang atau 2%.

Berdasarkan pengujian secara simultan, ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa semua variabel independen (persepsi atas harga, produk dan pelayanan) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu minat beli. Hasil ini memberikan gambaran bahwa konsumen berminat untuk membeli

produk dalam pameran komputer jika harga, produk dan pelayanan yang diberikan toko dan vendor peserta pameran sesuai dengan persepsi konsumen. Menurut peneliti, minat beli konsumen akan semakin tinggi bila persepsi atas harga, produk dan pelayanan saling melengkapi. Seorang konsumen yang datang ke pameran komputer mungkin tertarik pada suatu produk karena harganya murah tetapi belum berniat untuk membeli produk tersebut. Tetapi jika didukung dengan pelayanan yang baik dan produk yang beragam akan meningkatkan minat beli konsumen tersebut.

Dari hasil secara parsial diperoleh data bahwa satu variabel independen yaitu persepsi atas harga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Persepsi atas produk dan pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli pengunjung pameran komputer. Penjelasan dari masing-masing variabel dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengaruh Harga Terhadap Minat Beli

Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap harga dalam pameran komputer tidak mempengaruhi minat beli.

Hasil ini memberikan gambaran bahwa walaupun persepsi konsumen atau pengunjung pameran komputer atas harga produk yang dijual di pameran mengatakan harga yang ditawarkan murah, pengunjung pameran komputer belum tentu berminat untuk

membeli produk tersebut. Menurut peneliti, hal ini terjadi karena sebagian pengunjung pameran komputer datang ke pameran untuk mencari informasi harga produk tertentu sebagai bahan perbandingan. Persepsi lainnya adalah adanya pendapat yang mengatakan bahwa harga di dalam pameran komputer dan di luar pameran komputer tidak jauh berbeda sehingga hal tersebut menyebabkan pengunjung kurang berminat untuk membeli produk selama pameran komputer. Mereka berasumsi bahwa mereka dapat membeli produk yang diinginkan kapan saja tanpa harus membelinya saat pameran ppberlangsung dengan harga yang tidak jauh berbeda. Toko atau vendor peserta pameran sebaiknya melakukan strategi bundle pricing. Konsumen akan lebih tertarik akan suatu produk tidak hanya karena harganya yang murah tetapi juga karena ada keuntungan lain yang didapatkan yaitu memperoleh dua atau lebih produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan membelinya secara terpisah.

2. Pengaruh Produk Terhadap Minat Beli

Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap produk dalam pameran komputer berpengaruh terhadap minat beli. Persepsi yang muncul adalah kemudahan untuk memilih jenis produk yang diinginkan karena begitu banyaknya toko dan vendor peserta pameran komputer di Jogja Expo Center (JEC).

Hasil ini memberikan gambaran bahwa konsumen dapat dengan mudah memilih produk yang diinginkan. Ketika konsumen atau pengunjung dihadapkan pada berbagai macam produk yang ditawarkan di pameran komputer, keinginan atau minat beli konsumen muncul walaupun terkadang konsumen sebenarnya tidak ingin membeli produk tersebut. Kemudahan dan banyaknya pilihan produk dalam pameran komputer juga membuat konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan di dalam pameran komputer.

Dokumen terkait