• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian

3) Uji Heterosdedastisitas

Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji ketidaksamaan varian dari residual pada suatu pengamatan. Hal tersebut berarti bahwa uji ini menunjukan ada atau tidaknya penyimpangan dalam uji asumsi klasik yang ditandai dengan tidak adanya gejala heteroskedasitas dalam suatu pengamatan. Cara untuk mendeteksi apakah ada gelaja heteroskeastisitas salah satunya yaitu dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel dependen, ZPRED dengan residualnya SRESID. Jika terdapat pola tertentu yang teratur seperti titik-titik yang membentuk garis lurus maka terjadi masalah heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titiknya menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y, maka daat dikatakan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Berikut ini merupakan hasil uji heteroskedastisitas dengan grafik scatterplot.

90

Gambar 4.3

Hasil Uji Heteroskedastisitas Substruktur 1 Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan gambar 4.3 pada output hasil uji heteroskedastisitas diatas menunjukan bahwa titik-titik terlihat menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa substruktur 1 pada model ini tidak terjadi maslah heteroskedastisitas sehingga model ini layak dan dapat digunakan untuk memprediksi variabel-variabel dalam penelitian ini.

b. Persamaan Substruktur 2 : Y2 = P Y2 X1 + P Y2 X2 + P Y2 Y1 + Ɛ2

1) Uji Normalitas

Ada beberapa cara yang dapat digunakan oleh pengguna dalam menganalisis menggunakan uji normalitas : Liliefors, Kolmogorof-smirnov, dan Chi square. Dalam penelitian ini, cara yang digunakan adalah Kolmogorof-smirnov. Berikut ini

91

merupakan hasil dari pengujian menggunakan grafik histogram dan grafik Normal Probability Plot.

Gambar 4.4

Hasil Uji Normalitas dengan Histogram Substruktur 2 Sumber : Output SPSS 25 diolah

Dari gambar 4.4 diatas, terlihat bahwa grafik histogram substruktur 2 tidak menunjukan kemencongan. Hal tersebut berarti histogram terlihat seperti lonceng yang menggambarkan data terdistribusi normal atau mendekati normal (Ghozali, 2018). Selain itu, untuk mendukung hasil dari grafik histogram, maka diperlukan analisis terhadap grafik Normal Probability Plot yang hasilnya sebagai berikut:

92

Gambar 4.5

Hasil Uji dengan Grafik Normal Plot Substruktur 2 Sumber : Output SPSS 25 diolah

Jika dilihat dari grafik Normal Probability Plot diatas, titik-titik yang menunjukan data tersbeut tidak melenceng kemana-mana serta penyebarannya tidak menjauhi garis diagonal. Hal tersebut berarti data terdistribusi secara normal atau mendekati normal. Selain itu, untuk mendukung hasil dari grafik Normal Probability Plot, peneliti perlu untuk melakukan uji One-Sample Kolmogorv-Smirnov yang hasilnya sebagai berikut:

93

Tabel 4.14

Hasil Uji dengan Kolmogorv-Smirnov Substruktur 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 99

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 5.19705750 Most Extreme Differences Absolute .088

Positive .086

Negative -.088

Test Statistic .088

Asymp. Sig. (2-tailed) .059c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.14, hasil dari uji normalitas dengan melakukan uji One-Sample Kolmogorv-Smirnov menunjukan nilai signifikansi yaitu sebesar 0.059. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa data pada persamaan substruktur 2 sudah terdistribusi dengan normal.

2) Uji Multikolinearitas

Dalam hal ini, nilai dari hasil uji ini dapat dilihat dari nilai koefisien antara variabel bebas, nilai Variance Inflation Factor (VIF), dan Tolerance. Apabila nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance

> 0,10 maka penelitian ini bebas dari masalah multikolinearitas.

94

Tabel 4.15

Hasil Uji Multikolinearitas Substruktur 2

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasrkan tabel 4.15 hasil uji multikolinearitas substruktur 2, variabel independen yaitu TPK, TPKK, dan TPAR. Ketiga variabel tersebut memiliki nilai Tolerance > 0.10 , di mana masing -masing variabel bernilai yaitu 0.642, 0.729, dan 0.857. Jika dilihat dari nilai VIF, kedua variabel menunjukan nilai <10. Masing-masing varibael bernilai sebesar 1.558 , 1.371 , dan 1.167 . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa uji multikolinearitas pada persamaan substruktur 2 tidak terjadi atau terbebas dari masalah multikolinearitas.

3) Uji Heterosdedastisitas

Cara untuk mendeteksi apakah ada gelaja heteroskeastisitas salah satunya yaitu dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel dependen, ZPRED dengan residualnya SRESID.

Jika terdapat pola tertentu yang teratur seperti titik-titik yang membentuk garis lurus maka terjadi masalah heteroskedastisitas.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 13.928 5.376 2.591 .011

TPK 1.518 .199 .661 7.608 .000 .642 1.558

TPKK -.177 .133 -.108 -1.331 .186 .729 1.371

TPAR .894 .282 .238 3.169 .002 .857 1.167

a. Dependent Variable: TPFE

95

Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titiknya menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y, maka daat dikatakan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Berikut ini merupakan hasil uji heteroskedastisitas dengan grafik scatterplot.

Gambar 4.6

Hasil Uji Heteroskedastisitas Substruktur 2 Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan gambar 4.3 pada output hasil uji heteroskedastisitas diatas menunjukan bahwa titik-titik terlihat menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa substruktur 1 pada model ini tidak terjadi maslah heteroskedastisitas sehingga model ini layak dan dapat digunakan untuk memprediksi variabel-variabel dalam penelitian ini.

96 4. Hasil Uji Goodness of Fit

Uji Goodness of Fit dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 persamaan, yaitu:

Persamaan Substruktur 1 : Y1 = P Y1 X1 + P Y1 X2 + Ɛ1

Persamaan Substruktur 2 : Y2 = P Y2 X1 + P Y2 X2 + P Y2 Y1 + Ɛ2

a. Persamaan Substruktur 1 : Y1 = P Y1 X1 + P Y1 X2 + Ɛ1

1) Koefisiensi Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) merupakan salah satu alat untuk menguji hipotesis yang bertujuan untuk mengetahui parameter ketepatan terbaik dalam analisa regresi. Nilai R2 yang baik adalah yang mendekati 1, artinya hampir semua variabel-variabel independen mampu untuk memberikan informasi untuk merepresentasikan dan memprediksi variabel dependen (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji R2 pada persamaan substruktur 1 :

Tabel 4.16

Hasil Uji Koefisiensi Determinasi Substruktur 1

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Jika dilihat pada tabel 4.16 hasil uji koefisiensi determinasi substruktur 1, hasil regresi memiliki nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0.125 atau 12.5%. Hal tersebut mengandung arti bahwa

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .378a .143 .125 1.815

a. Predictors: (Constant), TPKK, TPK

97

penggunaan fasilitas e-filing dipengarui oleh persepsi kemudahan dan persepsi keamanan & kerahasiaan sebesar 12.5%, sedangkan 87.5% lainnya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

2) Uji Signifikasi Simultan (Uji F)

Uji Simultan (Uji F) adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan (bersama-sama) dapat berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen dengan cara melakukan perbandingan antara Fhitung dengan Ftabel. Tingkat signifikan dari Uji F yaitu 0,05 dan nilai F lebih besar dari 4 (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji F yang dapat dilihat di tabel ANOVA.

Tabel 4.17

Hasil Uji Signifikasi Simultan Substruktur 1

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 52.823 2 26.412 8.015 .001b

Residual 316.348 96 3.295

Total 369.172 98

a. Dependent Variable: TPAR b. Predictors: (Constant), TPKK, TPK

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.17 pada persamaan substruktur 1 diatas terlihat bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0.001, yang artinya

<0.05 , dan nilai F sebesar 8.015 > 4. Hal tersebut berarti bahwa TPK dan TPKK secara simultan berpengaruh terhadap TPAR.

98

b. Persamaan Substruktur 2 : Y2 = P Y2 X1 + P Y2 X2 + P Y2 Y1 + Ɛ2

1) Koefisiensi Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui parameter ketepatan terbaik dalam analisa regresi (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji R2 pada persamaan substruktur 2 :

Tabel 4.18

Hasil Uji Koefisiensi Determinasi Substruktur 2 Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .735a .541 .526 5.020

a. Predictors: (Constant), TPAR, TPKK, TPK

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.18 hasil uji koefisiensi determinasi substruktur 2, hasil regresi memiliki nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0.526 atau 52.6%. hal tersebut mengandung arti bahwa pelayanan Account Representative dipengarui oleh persepsi kemudahan, persepsi keamanan & kerahasiaan, dan penggunaan fasilitas e-filing sebesar 52.6%, sedangkan 47.4% lainnya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

2) Uji Signifikasi Simultan (Uji F)

Uji Simultan (Uji F) adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan (bersama-sama) dengan tingkat signifikan dari Uji F yaitu 0,05 dan nilai F

99

lebih besar dari 4 (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji F yang dapat dilihat di tabel ANOVA.

Tabel 4.19

Hasil Uji Signifikasi Simultan Substruktur 2

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2816.645 3 938.882 37.259 .000b

Residual 2393.900 95 25.199

Total 5210.545 98

a. Dependent Variable: TPFE

b. Predictors: (Constant), TPAR, TPKK, TPK

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.19 pada persamaan substruktur 2 diatas terlihat bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0.000, yang artinya

<0.05 , dan nilai F sebesar 37.259 > 4. Hal tersebut berarti bahwa TPK, TPKK, dan TPAR secara simultan berpengaruh terhadap TPFE.

5. Uji Hipotesis

Untuk memperoleh hasil hipotesis dari kedua persamaan, maka diperlukan uji secara empiris. Dalam penelitian ini, uji hipotesis dilakukan dengan metode analisis jalur (Path Analysis).

a. Analisis Jalur (Path Analysis)

Metode Analisis Jalur adalah suatu metode yang menunjukan pengaruh secara langsung atau tidak langsung dari variabel yang dihipotesiskan atas akibat dari pengaruh dari variabel tersebut (Sudaryono, 2011). Analisis jalur bukanlah menjelaskan hubungan sebab-akibat, akan

100

tetapi diterapkan untuk suatu causal model yang dirumuskan mengenai pengetahuan dasar dan teoritis oleh peneliti. Hasil pengujian uji hipotesis dapat dilihat dari :

1) Melihat besarnya nilai thitung dan membandingkannya dengan nilai tingkat signifikansi yaitu sebesar 0.05 atau 5%. Jika thitung atau signifikansi <0.05, maka hipotesis dapat diterima. Sebaliknya jika thitung atau signifikansi >0.05, maka hipotesis ditolak.

2) Hitung ttabel dengan melihat derajat kebebasan (dF) dengan rumus dF

= n – k . Untuk substruktur 1 diperoleh dF yaitu dF = n – k , dF = 99 – 3 = 96 dan untuk substruktur 1 diperoleh dF = 99 – 4 = 95. Maka didapatkan ttabel yaitu sebesar 1.6609 untuk substruktur 1 dan 1.6611 untuk substruktur 2, dengan nilai signifikan dari 0.05 atau 5%

menunjukan bahwa tingkat kepercayaan 95% dari tingkat kesalahan dalam penelitian ini adalah 5%.

Berikut adalah output SPSS hasi uji hipotesis substruktur 1:

Tabel 4.20

Hasil Uji Hipotesis Analisis Jalur Substruktur 1

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berikut adalah output SPSS hasi uji hipotesis substruktur 2:

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 8.392 1.745 4.808 .000

TPK .248 .068 .405 3.666 .000

TPKK -.025 .048 -.058 -.523 .602

a. Dependent Variable: TPAR

101

Tabel 4.21

Hasil Uji Uji Hipotesis Analisis Jalur Substruktur 2

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berikut adalah interpretasi dari hasil uji hipotesis analisis jalur untuk persamaan substruktur 1 :

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPK (Persepsi Kemudahan) terhadap TPAR (Pelayanan Account Representatif) adalah sebesar 3.666 dan nilai signifikan yaitu 0.000.

Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung >nilai ttabel (3.666 >1.6609) dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap Pelayanan Account Representative.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 13.928 5.376 2.591 .011

TPK 1.518 .199 .661 7.608 .000

TPKK -.177 .133 -.108 -1.331 .186

TPAR .894 .282 .238 3.169 .002

a. Dependent Variable: TPFE

102

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPKK (Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan) terhadap TPAR (Pelayanan Account Representatif) adalah sebesar -0.523 dan nilai signifikan yaitu 0.602. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung <nilai ttabel (-0.523 < 1.6609) dan nilai signifikan sebesar 0.602 < 0.05.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pelayanan Account Representative

Berikut adalah interpretasi dari hasil uji hipotesis analisis jalur untuk persamaan substruktur 2 :

1. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPK (Persepsi Kemudahan) terhadap TPFE (Penggunaan Fasilitas e-filing) adalah sebesar 7.608 dan nilai signifikan yaitu 0.000. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung >nilai ttabel

(7.608 >1.6611) dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05.

103

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

2. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPKK (Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan) terhadap TPFE (Penggunaan Fasilitas e-filing)adalah sebesar -1.331 dan nilai signifikan yaitu 0.186. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung <nilai ttabel (-1.331 < 1.6611) dan nilai signifikan sebesar 0.186 < 0.05.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan.

3. Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

Berdasarkan tabel 4.21 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPAR (Pelayanan Account Representatif) terhadap TPFE (Penggunaan Fasilitas e-filing) adalah sebesar 3.169 dan nilai signifikan yaitu 0.002. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung >nilai ttabel (3.169 >1.6611) dan nilai signifikan sebesar 0.002 < 0.05.

104

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Account Representatif berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Tabel 4.22

Nilai Beta Persamaan Substruktur 1 dan 2

Uji Hipotesis Nilai Beta

Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan

Account Representative 0.405

Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan

terhadap Pelayanan Account Representative -0.058 Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan

Fasilitas e-filing 0.661

Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan

terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing -0.108 Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap

Penggunaan Fasilitas e-filing. 0.238

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.22 diatas, nilai Beta dapat dihitung jumlah pengaruh sebagai berikut :

Pengaruh Langsung

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan Account Representative

= 0.405

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Pelayanan Account Representative

= -0.058

105

3) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

= 0.661

4) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

= -0.108

5) Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

= 0.238

Pengaruh Tidak Langsung

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

0.405 x 0.238 = 0.0963

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Represetative.

-0.058 x 0.238 = -0.0138

Total Pengaruh

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

0.661 + (0.405 x 0.238) = 0.7573

106

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Represetative.

-0.108 + (-0.058 x 0.238) = -0.1218

Berdasarkan perhitungan pengaruh diatas, nilai Beta dapat dihitung jumlah pengaruh sebagai berikut :

Gambar 4.7

Kerangka Jalur Hipotesis Penelitian 2 Sumber : Data diolah

Berdasarkan kerangka jalur hipotesis penelitian 2 pada gambar diatas, dapat disimpulkan persamaan struktural sebagai berikut :

1. Substruktur 1 : Y1 = 0.405X1 + -0.058X2 + 0.7204

2. Substruktur 2 : Y2 = 0.661X1 + -0.108X2 + 0.238Y1 + 0.8938

0.238

√1 − 0.481 √1 − 0.201

= 0.7204 = 0.8938

107 C. Pembahasan

1. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi kemudahan yaitu 3.666 , lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 1.6609. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.000, yang berarti nilai tersebut dibawah 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar 0.405. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H1 diterima, yang berarti Persepsi Kemudahan berpengaruh positif terhadap Pelayanan Account Representative

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lawalata, Nasaruddin, dan Sari (2020) yang menyatakan bahwa Persepsi Kemudahaan berpengaruh positif terhadap data pemicu di aplikasi approweb yang mana aplikasi ini bermanfaat bagi Account Representative.

Persepsi kemudahan dalam penelitian ini dapat diartikan bahwa sebuah sistem atau aplikasi yang dirancang dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna yang dalam hal ini yaitu Wajib pajak Orang Pribadi. Peran Account Representative dapat menyatukan persepsi agar tidak terjadi beda penafsiran dimata wajib pajak sehingga pelayanan Account Representative dapat dinilai baik. Responden dalam penelitian ini tanggapan yang positif terhadap kemudahan penggunaan sistem e-filing yang dibuktikan dengan hasil penelitian yang diolah diatas.

108

2. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi keamanan dan kerahasiaan yaitu -0.532 , lebih kecil daripada nilai ttabel yaitu 1.6609. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.602, yang berarti nilai tersebut diatas 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar -0.058. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H2 ditolak, yang berarti Persepsi Keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh positif terhadap Pelayanan Account Representative

Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Santoso dan Setiawan (2017) yang menyatakan bahwa Kontrol Keamanan Persepsian berpengaruh positif terhadap niat penggunaan approweb yang mana aplikasi ini bermanfaat bagi Account Representative.

Dalam penelitian ini, persepsi keamanan dan kerahasiaan dapat diartikan bahwa segala jenis dan bentuk dari dokumen/data diri wajib pajak yang di input ke dalam sistem e-filing dapat terjaga keamanannya dan hanya digunakan untuk kepentingan perpajakan. Peran Account Representative diharapkan dapat menyatukan persepsi agar tidak terjadi beda penafsiran dimata wajib pajak sehingga pelayanan Account Representative dapat dinilai baik. Dalam penelitian ini yang dapat dilihat dari hasil olahdata, responden menilai bahwa persepsi dari wajib pajak

109

belum merasa aman dan rahasia saat menggunakan e-filing, secara tidak langsung pelayanan dari Account Representative dinilai belum dapat menyamakan persepsi antara wajib pajak dan Account Representative, sehingga H2 ditolak.

3. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi kemudahan yaitu 7.608 , lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 1.6611. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.000, yang berarti nilai tersebut dibawah 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar 0.661.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H3 diterima, yang berarti Persepsi Kemudahan berpengaruh positif terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kasriana dan Indrasari (2020), Natalia, Ompusunggu, dan Sarwono (2019), dan Noviandini (2012). Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani dan Mahfianto (2020) yang menyatakan bahwa persepsi kemudahan tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing bagi wajib pajak.

110

Persepsi kemudahan dalam penelitian ini diartikan sebagai tingkat kepercayaan pengguna terhadap sebuah sistem/aplikasi yang dalam hal ini adalah sistem e-filing. Apabila wajib pajak merasa mudah menggunakan sistem tersebut, maka dapat dikatakan sistem yang dirancang berkualitas.

Responden dalam penelitian ini tanggapan yang positif terhadap kemudahan penggunaan sistem e-filing yang dibuktikan dengan hasil penelitian yang diolah diatas.

4. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi keamanan dan kerahasiaan yaitu -1.331 , lebih kecil daripada nilai ttabel yaitu 1.6611. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.186, yang berarti nilai tersebut diatas 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar -0.108.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H4 ditolak, yang berarti Persepsi Keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurjannah (2019) dan Dewi (2019). Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andela dan Irawati (2020)

111

yang menyatakan bahwa persepsi keamanan dan kerahasiaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing bagi wajib pajak.

Persepsi keamanan dan kerahasiaan diartikan bahwa semua data wajib pajak maupun infromasi pribadinya dilindungi, dijaga, dan disimpan untuk semata-mata kepentingan perpajakan. Apabila dalam penggunaan ini wajib pajak merasa bahwa datanya terjamin aman, maka e-filing layak untuk digunakan sebagai fasilitas untuk melaporkan SPT. Responden dalam penelitian ini yaitu Wajib pajak Orang Pribadi DKI Jakarta merasa ketika menggunakan e-filing data yang mereka input ke dalam sistem belum terjamin keamanan dan kerahasiaannya.

5. Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

Berdasarkan tabel 4.21, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel pelayanan Account Representative yaitu 3.169 , lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 1.6611. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.002, yang berarti nilai tersebut dibawah 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar 0.238.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H5 diterima, yang berarti Pelayanan Account Representative berpengaruh positif terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

112

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amalia (2016) yang menyatakan bahwa Pelayanan Account Representative mampu memediasi variabel penerapan e-filing terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam menyampaikan SPT.

Pelayanan Account Representative dalam penelitian ini dapat diartikan bahwa Account Representative sebagai petugas pajak dalam tugasnya dapat membantu wajib pajak melaporkan SPT Tahunannya.

Dalam rangka adanya kebijakan self assessment system yang diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, wajib pajak diharuskan untuk melakukan kewajiban perpajakannya secara mandiri salah satunya dalam penyampaian SPT Tahunan melalui e-filing. Akan tetapi, tidak semua wajib pajak mengeri dalam menggunakan e-filing. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan adanya campur tangan Account Representative dalam membantu wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya. Dalam penelitian ini, responden merasa dengan adanya pelayanan dari Account Representative akan berpengaruh terhadap pelaporan SPT Tahunan mereka melalui e-filing.

6. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

Hasil dari pengaruh langsung yang diberikan variabel Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing yaitu sebesar 0.661.

Sedangkan pengaruh tidak langsung Persepsi Kemudahan terhadap

113

Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah hasil perkalian antara nilai beta antar variabel yaitu 0.405 x 0.238

= 0.0963. Maka total pengaruh dari variabel Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah 0.661 + (0.405 x 0.238) = 0.7573. Berdasarkan hasil diatas, pengaruh langsung sebesar 0.661 dan pengaruh tidak langusng sebesar 0.0963. Apabila nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan pengaruh langsung, hipotesis dapat diterima.

Berdasarkan nilai diatas dari uji analisis jalur, pengaruh tidak langsung lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung. Oleh karena itu, H6

ditolak, yang berarti Persepsi Kemudahan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative.

7. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Represetative.

Hasil dari pengaruh langsung yang diberikan variabel Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing yaitu sebesar -0.108. Sedangkan pengaruh tidak langsung Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah hasil perkalian antara nilai beta antar variabel yaitu -0.058 x 0.238 = -0.0138. Maka total pengaruh dari variabel Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah -0.1081 + (-0.058

114

x 0.238) = 0.1218. Berdasarkan hasil diatas, pengaruh langsung sebesar -0.108 dan pengaruh tidak langusng sebesar -0.0138. Apabila nilai pengaruh

x 0.238) = 0.1218. Berdasarkan hasil diatas, pengaruh langsung sebesar -0.108 dan pengaruh tidak langusng sebesar -0.0138. Apabila nilai pengaruh