• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian

2) Uji Signifikasi Simultan (Uji F)

Uji Simultan (Uji F) adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan (bersama-sama) dapat berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen dengan cara melakukan perbandingan antara Fhitung dengan Ftabel. Tingkat signifikan dari Uji F yaitu 0,05 dan nilai F lebih besar dari 4 (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji F yang dapat dilihat di tabel ANOVA.

Tabel 4.17

Hasil Uji Signifikasi Simultan Substruktur 1

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 52.823 2 26.412 8.015 .001b

Residual 316.348 96 3.295

Total 369.172 98

a. Dependent Variable: TPAR b. Predictors: (Constant), TPKK, TPK

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.17 pada persamaan substruktur 1 diatas terlihat bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0.001, yang artinya

<0.05 , dan nilai F sebesar 8.015 > 4. Hal tersebut berarti bahwa TPK dan TPKK secara simultan berpengaruh terhadap TPAR.

98

b. Persamaan Substruktur 2 : Y2 = P Y2 X1 + P Y2 X2 + P Y2 Y1 + Ɛ2

1) Koefisiensi Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui parameter ketepatan terbaik dalam analisa regresi (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji R2 pada persamaan substruktur 2 :

Tabel 4.18

Hasil Uji Koefisiensi Determinasi Substruktur 2 Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .735a .541 .526 5.020

a. Predictors: (Constant), TPAR, TPKK, TPK

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.18 hasil uji koefisiensi determinasi substruktur 2, hasil regresi memiliki nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0.526 atau 52.6%. hal tersebut mengandung arti bahwa pelayanan Account Representative dipengarui oleh persepsi kemudahan, persepsi keamanan & kerahasiaan, dan penggunaan fasilitas e-filing sebesar 52.6%, sedangkan 47.4% lainnya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

2) Uji Signifikasi Simultan (Uji F)

Uji Simultan (Uji F) adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan (bersama-sama) dengan tingkat signifikan dari Uji F yaitu 0,05 dan nilai F

99

lebih besar dari 4 (Ghozali,2018). Berikut adalah hasil uji F yang dapat dilihat di tabel ANOVA.

Tabel 4.19

Hasil Uji Signifikasi Simultan Substruktur 2

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2816.645 3 938.882 37.259 .000b

Residual 2393.900 95 25.199

Total 5210.545 98

a. Dependent Variable: TPFE

b. Predictors: (Constant), TPAR, TPKK, TPK

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.19 pada persamaan substruktur 2 diatas terlihat bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0.000, yang artinya

<0.05 , dan nilai F sebesar 37.259 > 4. Hal tersebut berarti bahwa TPK, TPKK, dan TPAR secara simultan berpengaruh terhadap TPFE.

5. Uji Hipotesis

Untuk memperoleh hasil hipotesis dari kedua persamaan, maka diperlukan uji secara empiris. Dalam penelitian ini, uji hipotesis dilakukan dengan metode analisis jalur (Path Analysis).

a. Analisis Jalur (Path Analysis)

Metode Analisis Jalur adalah suatu metode yang menunjukan pengaruh secara langsung atau tidak langsung dari variabel yang dihipotesiskan atas akibat dari pengaruh dari variabel tersebut (Sudaryono, 2011). Analisis jalur bukanlah menjelaskan hubungan sebab-akibat, akan

100

tetapi diterapkan untuk suatu causal model yang dirumuskan mengenai pengetahuan dasar dan teoritis oleh peneliti. Hasil pengujian uji hipotesis dapat dilihat dari :

1) Melihat besarnya nilai thitung dan membandingkannya dengan nilai tingkat signifikansi yaitu sebesar 0.05 atau 5%. Jika thitung atau signifikansi <0.05, maka hipotesis dapat diterima. Sebaliknya jika thitung atau signifikansi >0.05, maka hipotesis ditolak.

2) Hitung ttabel dengan melihat derajat kebebasan (dF) dengan rumus dF

= n – k . Untuk substruktur 1 diperoleh dF yaitu dF = n – k , dF = 99 – 3 = 96 dan untuk substruktur 1 diperoleh dF = 99 – 4 = 95. Maka didapatkan ttabel yaitu sebesar 1.6609 untuk substruktur 1 dan 1.6611 untuk substruktur 2, dengan nilai signifikan dari 0.05 atau 5%

menunjukan bahwa tingkat kepercayaan 95% dari tingkat kesalahan dalam penelitian ini adalah 5%.

Berikut adalah output SPSS hasi uji hipotesis substruktur 1:

Tabel 4.20

Hasil Uji Hipotesis Analisis Jalur Substruktur 1

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berikut adalah output SPSS hasi uji hipotesis substruktur 2:

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 8.392 1.745 4.808 .000

TPK .248 .068 .405 3.666 .000

TPKK -.025 .048 -.058 -.523 .602

a. Dependent Variable: TPAR

101

Tabel 4.21

Hasil Uji Uji Hipotesis Analisis Jalur Substruktur 2

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berikut adalah interpretasi dari hasil uji hipotesis analisis jalur untuk persamaan substruktur 1 :

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPK (Persepsi Kemudahan) terhadap TPAR (Pelayanan Account Representatif) adalah sebesar 3.666 dan nilai signifikan yaitu 0.000.

Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung >nilai ttabel (3.666 >1.6609) dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap Pelayanan Account Representative.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 13.928 5.376 2.591 .011

TPK 1.518 .199 .661 7.608 .000

TPKK -.177 .133 -.108 -1.331 .186

TPAR .894 .282 .238 3.169 .002

a. Dependent Variable: TPFE

102

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPKK (Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan) terhadap TPAR (Pelayanan Account Representatif) adalah sebesar -0.523 dan nilai signifikan yaitu 0.602. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung <nilai ttabel (-0.523 < 1.6609) dan nilai signifikan sebesar 0.602 < 0.05.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pelayanan Account Representative

Berikut adalah interpretasi dari hasil uji hipotesis analisis jalur untuk persamaan substruktur 2 :

1. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPK (Persepsi Kemudahan) terhadap TPFE (Penggunaan Fasilitas e-filing) adalah sebesar 7.608 dan nilai signifikan yaitu 0.000. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung >nilai ttabel

(7.608 >1.6611) dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05.

103

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

2. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPKK (Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan) terhadap TPFE (Penggunaan Fasilitas e-filing)adalah sebesar -1.331 dan nilai signifikan yaitu 0.186. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung <nilai ttabel (-1.331 < 1.6611) dan nilai signifikan sebesar 0.186 < 0.05.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan.

3. Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

Berdasarkan tabel 4.21 diatas, nilai thitung untuk hubungan TPAR (Pelayanan Account Representatif) terhadap TPFE (Penggunaan Fasilitas e-filing) adalah sebesar 3.169 dan nilai signifikan yaitu 0.002. Jika dilihat dari hasil tersebut menunjukan bahwa nilai thitung >nilai ttabel (3.169 >1.6611) dan nilai signifikan sebesar 0.002 < 0.05.

104

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Account Representatif berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Tabel 4.22

Nilai Beta Persamaan Substruktur 1 dan 2

Uji Hipotesis Nilai Beta

Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan

Account Representative 0.405

Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan

terhadap Pelayanan Account Representative -0.058 Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan

Fasilitas e-filing 0.661

Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan

terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing -0.108 Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap

Penggunaan Fasilitas e-filing. 0.238

Sumber : Output SPSS 25 diolah

Berdasarkan tabel 4.22 diatas, nilai Beta dapat dihitung jumlah pengaruh sebagai berikut :

Pengaruh Langsung

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan Account Representative

= 0.405

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Pelayanan Account Representative

= -0.058

105

3) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

= 0.661

4) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

= -0.108

5) Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

= 0.238

Pengaruh Tidak Langsung

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

0.405 x 0.238 = 0.0963

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Represetative.

-0.058 x 0.238 = -0.0138

Total Pengaruh

1) Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

0.661 + (0.405 x 0.238) = 0.7573

106

2) Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Represetative.

-0.108 + (-0.058 x 0.238) = -0.1218

Berdasarkan perhitungan pengaruh diatas, nilai Beta dapat dihitung jumlah pengaruh sebagai berikut :

Gambar 4.7

Kerangka Jalur Hipotesis Penelitian 2 Sumber : Data diolah

Berdasarkan kerangka jalur hipotesis penelitian 2 pada gambar diatas, dapat disimpulkan persamaan struktural sebagai berikut :

1. Substruktur 1 : Y1 = 0.405X1 + -0.058X2 + 0.7204

2. Substruktur 2 : Y2 = 0.661X1 + -0.108X2 + 0.238Y1 + 0.8938

0.238

√1 − 0.481 √1 − 0.201

= 0.7204 = 0.8938

107 C. Pembahasan

1. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi kemudahan yaitu 3.666 , lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 1.6609. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.000, yang berarti nilai tersebut dibawah 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar 0.405. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H1 diterima, yang berarti Persepsi Kemudahan berpengaruh positif terhadap Pelayanan Account Representative

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lawalata, Nasaruddin, dan Sari (2020) yang menyatakan bahwa Persepsi Kemudahaan berpengaruh positif terhadap data pemicu di aplikasi approweb yang mana aplikasi ini bermanfaat bagi Account Representative.

Persepsi kemudahan dalam penelitian ini dapat diartikan bahwa sebuah sistem atau aplikasi yang dirancang dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna yang dalam hal ini yaitu Wajib pajak Orang Pribadi. Peran Account Representative dapat menyatukan persepsi agar tidak terjadi beda penafsiran dimata wajib pajak sehingga pelayanan Account Representative dapat dinilai baik. Responden dalam penelitian ini tanggapan yang positif terhadap kemudahan penggunaan sistem e-filing yang dibuktikan dengan hasil penelitian yang diolah diatas.

108

2. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Pelayanan Account Representative

Berdasarkan tabel 4.20, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi keamanan dan kerahasiaan yaitu -0.532 , lebih kecil daripada nilai ttabel yaitu 1.6609. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.602, yang berarti nilai tersebut diatas 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar -0.058. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H2 ditolak, yang berarti Persepsi Keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh positif terhadap Pelayanan Account Representative

Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Santoso dan Setiawan (2017) yang menyatakan bahwa Kontrol Keamanan Persepsian berpengaruh positif terhadap niat penggunaan approweb yang mana aplikasi ini bermanfaat bagi Account Representative.

Dalam penelitian ini, persepsi keamanan dan kerahasiaan dapat diartikan bahwa segala jenis dan bentuk dari dokumen/data diri wajib pajak yang di input ke dalam sistem e-filing dapat terjaga keamanannya dan hanya digunakan untuk kepentingan perpajakan. Peran Account Representative diharapkan dapat menyatukan persepsi agar tidak terjadi beda penafsiran dimata wajib pajak sehingga pelayanan Account Representative dapat dinilai baik. Dalam penelitian ini yang dapat dilihat dari hasil olahdata, responden menilai bahwa persepsi dari wajib pajak

109

belum merasa aman dan rahasia saat menggunakan e-filing, secara tidak langsung pelayanan dari Account Representative dinilai belum dapat menyamakan persepsi antara wajib pajak dan Account Representative, sehingga H2 ditolak.

3. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi kemudahan yaitu 7.608 , lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 1.6611. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.000, yang berarti nilai tersebut dibawah 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar 0.661.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H3 diterima, yang berarti Persepsi Kemudahan berpengaruh positif terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kasriana dan Indrasari (2020), Natalia, Ompusunggu, dan Sarwono (2019), dan Noviandini (2012). Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani dan Mahfianto (2020) yang menyatakan bahwa persepsi kemudahan tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing bagi wajib pajak.

110

Persepsi kemudahan dalam penelitian ini diartikan sebagai tingkat kepercayaan pengguna terhadap sebuah sistem/aplikasi yang dalam hal ini adalah sistem e-filing. Apabila wajib pajak merasa mudah menggunakan sistem tersebut, maka dapat dikatakan sistem yang dirancang berkualitas.

Responden dalam penelitian ini tanggapan yang positif terhadap kemudahan penggunaan sistem e-filing yang dibuktikan dengan hasil penelitian yang diolah diatas.

4. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing

Berdasarkan tabel 4.21, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel persepsi keamanan dan kerahasiaan yaitu -1.331 , lebih kecil daripada nilai ttabel yaitu 1.6611. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.186, yang berarti nilai tersebut diatas 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar -0.108.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H4 ditolak, yang berarti Persepsi Keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurjannah (2019) dan Dewi (2019). Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andela dan Irawati (2020)

111

yang menyatakan bahwa persepsi keamanan dan kerahasiaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing bagi wajib pajak.

Persepsi keamanan dan kerahasiaan diartikan bahwa semua data wajib pajak maupun infromasi pribadinya dilindungi, dijaga, dan disimpan untuk semata-mata kepentingan perpajakan. Apabila dalam penggunaan ini wajib pajak merasa bahwa datanya terjamin aman, maka e-filing layak untuk digunakan sebagai fasilitas untuk melaporkan SPT. Responden dalam penelitian ini yaitu Wajib pajak Orang Pribadi DKI Jakarta merasa ketika menggunakan e-filing data yang mereka input ke dalam sistem belum terjamin keamanan dan kerahasiaannya.

5. Pengaruh Pelayanan Account Representative terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

Berdasarkan tabel 4.21, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung pada variabel pelayanan Account Representative yaitu 3.169 , lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 1.6611. Sedangkan nilai signifikan diperoleh sebesar 0.002, yang berarti nilai tersebut dibawah 0.05. Hasil penelitian diatas menunjukan arah positif dengan nilai standarized coefficients beta yaitu sebesar 0.238.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka H5 diterima, yang berarti Pelayanan Account Representative berpengaruh positif terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing.

112

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amalia (2016) yang menyatakan bahwa Pelayanan Account Representative mampu memediasi variabel penerapan e-filing terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam menyampaikan SPT.

Pelayanan Account Representative dalam penelitian ini dapat diartikan bahwa Account Representative sebagai petugas pajak dalam tugasnya dapat membantu wajib pajak melaporkan SPT Tahunannya.

Dalam rangka adanya kebijakan self assessment system yang diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, wajib pajak diharuskan untuk melakukan kewajiban perpajakannya secara mandiri salah satunya dalam penyampaian SPT Tahunan melalui e-filing. Akan tetapi, tidak semua wajib pajak mengeri dalam menggunakan e-filing. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan adanya campur tangan Account Representative dalam membantu wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya. Dalam penelitian ini, responden merasa dengan adanya pelayanan dari Account Representative akan berpengaruh terhadap pelaporan SPT Tahunan mereka melalui e-filing.

6. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

Hasil dari pengaruh langsung yang diberikan variabel Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing yaitu sebesar 0.661.

Sedangkan pengaruh tidak langsung Persepsi Kemudahan terhadap

113

Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah hasil perkalian antara nilai beta antar variabel yaitu 0.405 x 0.238

= 0.0963. Maka total pengaruh dari variabel Persepsi Kemudahan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah 0.661 + (0.405 x 0.238) = 0.7573. Berdasarkan hasil diatas, pengaruh langsung sebesar 0.661 dan pengaruh tidak langusng sebesar 0.0963. Apabila nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan pengaruh langsung, hipotesis dapat diterima.

Berdasarkan nilai diatas dari uji analisis jalur, pengaruh tidak langsung lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung. Oleh karena itu, H6

ditolak, yang berarti Persepsi Kemudahan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative.

7. Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Represetative.

Hasil dari pengaruh langsung yang diberikan variabel Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing yaitu sebesar -0.108. Sedangkan pengaruh tidak langsung Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah hasil perkalian antara nilai beta antar variabel yaitu -0.058 x 0.238 = -0.0138. Maka total pengaruh dari variabel Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative adalah -0.1081 + (-0.058

114

x 0.238) = 0.1218. Berdasarkan hasil diatas, pengaruh langsung sebesar -0.108 dan pengaruh tidak langusng sebesar -0.0138. Apabila nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan pengaruh langsung, hipotesis dapat diterima.

Berdasarkan nilai diatas dari uji analisis jalur, pengaruh tidak langsung lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung. Oleh karena itu, H7

ditolak, yang berarti Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative

Tabel 4.23

Ringkasan Hasil Uji Hipotesis

No Hipotesis Hasil Pengujian

1 H1 : Persepsi Kemudahan > Pelayanan Account

Representative Diterima

2 H2 : Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan > Pelayanan

Account Representative Ditolak

3 H3 : Persepsi Kemudahan > Penggunaan Fasilitas

e-filing Diterima

4 H4 : Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan >

Penggunaan Fasilitas e-filing Ditolak

5 H5 : Pelayanan Account Representative > Penggunaan

Fasilitas e-filing Diterima

6 H6 : Persepsi Kemudahan > Pelayanan Account

Representative > Penggunaan Fasilitas e-filing Ditolak 7

H7 : Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan > Pelayanan Account Representative > Penggunaan Fasilitas e-filing

Ditolak Sumber : Data diolah

115 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap pelayanan Account Representative. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lawalata, Nasaruddin, dan Sari (2020).

2. Persepsi keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap pelayanan Account Representative. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Task Technology Fit (TTF) yang dikembangkan oleh Goodhue dan Thompson (1995), namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Santoso dan Setiawan (2017).

3. Persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap penggunaan fasilitas e-filing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kasriana dan Indrasari (2020), Natalia, Ompusunggu, dan Sarwono (2019), dan Noviandini (2012).

4. Persepsi keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap penggunaan fasilitas e-filing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurjannah (2019) dan Dewi (2019).

5. Pelayanan Account Representative berpengaruh positif terhadap penggunaan fasilitas e-filing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amalia (2016)

116

6. Persepsi Kemudahan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative. Hasil penelitian ini didukung oleh Technology of Acceptemce Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989).

7. Persepsi Keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap Penggunaan Fasilitas e-filing melalui Pelayanan Account Representative.

Hasil penelitian ini sejalan dengan Teori Task Technology Fit (TTF) yang dikembangkan oleh Goodhue dan Thompson (1995).

B. Implikasi

Berdasarkan kesimpulan diatas, penelitian ini menyarankan agar pemerintah terutama Direktorat Jenderal Pajak untuk lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi kepada wajib pajak khususnya wajib pajak orang pribadi. Di zaman yang sudah serba digital ini, banyak cara dan solusi dalam melakukan sosialisasi baik itu melalui media sosial, televisi, radio, hingga papan reklame. Selain itu, perlu juga mengadakan acara yang bersifat formal seperti seminar dan webinar secara berkala dan merata dengan melibatkan wajib pajak sebagai sasaran utama. Oleh karena itu, dengan adanya solusi dan tindakan yang telah dilakukan, akan memberikan dampak kepada wajib pajak dalam melaporkan SPT Tahunananya, sehingga persepsi wajib pajak terhadap penggunaan e-filing memberikan arah yang positif.

117 C. Saran

Peneliti berharap penelitian ini dapat menyajikan hasil yang lebih berkualitas lagi dimasa yang akan datang dengan beberapa masukan sebagai berikut:

1. Peneliti selanjutnya diharapkan menambah ruang lingkup penelitian dan jumlah responden sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik dan berkualitas

2. Peneliti selanjutnya diharapkan jumlah variabel independen yang dapat mempengaruhi penggunaan fasilitas e-filing dan pelayanan Account Representative, seperti variabel persepsi kebermanfaatan, sosialisasi perpajakan, dan kualitas pelayanan.

118

DAFTAR PUSTAKA

Andela, A. P., & Irawati, W. (2020). Pengaruh Persepsi Kegunaan, Keamanan Dan Kerahasiaan Serta Kesiapan Teknologi Informasi Terhadap Intensitas Penggunaan E-filing. EkoPreneur, 2(1), 1–15.

Agustiningsih, W. (2016). Pengaruh Penerapan E-filing, Tingkat Pemahaman Perpajakan dan Kesadaran Wajib pajak Terhadap Kepatuhan Wajib pajak di KPP Pratama Yogyakarta. Jurnal Nominal, Vol.5 No.2, 107–122.

Amalia, R. F. (2016). Pengaruh Penerapan e-filing terhadap Tingkat Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib pajak Orang pribadi dengan Pelayanan Account Representative sebagai Variabel Intervening di Kota Palembang. Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis, 15, 65–77.

Andi (2018). Kemampuan Wajib pajak Orang Pribadi dalam Menggunakan e-filing.

Jurnal Ilmu Ekonomi, Vol.8 No.2.

Anisa, R., & Suprajitno, D. (2020). Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Kepuasan Wajib pajak Terhadap Penggunaan EFiling Bagi Wajib pajak di Kebumen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), Vol.2 No.4, 595–609.

Ardyaksa, T. K. (2014). Pengaruh Keadilan, Tarif Pajak, Ketepatan Pengalokasian, Kecurangan, Teknologi dan Informasi Perpajakan Terhadap Tax Evasion.

Accounting Analysis Journal, 3(4), 475–484.

Badan Pusat Statistik (2021). Realisasi Pendapatan Negara 2019-2021. Badan Pusat Statistik. bps.go.id/Realisasi Pendapatan Negara (Diakses pada 2 Oktober 2021)

Damayanti, S., Anggadini, S.D., Bramasto, A. (2020. Analisis Penghindaran Pajak yang Dipengaruhi Tingkat Profitabilitas. Jurnal Akuntansi, Vol.9 No.2.

Daryatno, A. B. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan e-filing pada Wajib pajak Orang Pribadi di Jakarta Barat. Jurnal Muara, Vol. 1, No, 97–106.

Davis, F. D., Bagozzi, R. P., & Warshaw, P. R. (1989). User Acceptance of Computer Technology: A Comparison of Two Theoretical Models.

Management Science, Vol.35 No., 982–1003.

Devina, S., & Waluyo. (2016). Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Keamanan, Kecepatan, Keamanan dan Kerahasiaan serta Kesiapan teknologi Informasi Wjaib Pajak terhadap Penggunaan e-filing bagi Wajib pajak Orang Pribadi di Kota Tangerang, Kecamatan Karawaci. Ultima Accounting, Vol 8. No., 75–91.

Dewi, M. A. C. (2019). Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, Keamanan Dan Kerahasiaan, Tingkat Kesiapan Teknologi Informasi Dan Kepuasan Pengguna Wajib pajak Terhadap Intensitas Perilaku Wajib pajak

119

Dalam Penggunaan E-filing. Jurnal Sains Akuntansi Dan Manajemen (JSAM), 1(3), 317–368.

Dewi, N. K. T. J., & Merkusiwati, N. K. L. A. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Wajib pajak Mengenai Etika atas Penggelapan Pajak (Tax Evasion). E-Journal Universitas Udayana, 18(3), 2534–2564.

Direktorat Jenderal Pajak. (n.d.-a). Fungsi Pajak. Direktorat Jenderal Pajak.

https://pajak.go.id/id/fungsi-pajak (Diakses pada 2 November 2020)

Direktorat Jenderal Pajak. (n.d.-b). Sistem Perpajakan`. Direktorat Jenderal Pajak.

https://pajak.go.id/id/sistem-perpajakan (Diakses pada 2 November 2020) Direktorat Penyuluhan, P. (2013). Undang-Undang KUP dan Peraturan

Pelaksanaannya. Direktorat Jenderal Pajak.

Fatmawati, E. (2015). Technology Acceptance Model (TAM) untuk Menganalisis Penerimaan Terhadap Sistem Informasi Perpustakaan. Jurnal Iqra’, Vo.9 No.1.

Fazri, I. L., Octavia, J. (2016). Analisis Persepsi Kegunaan dan Persepsi Keamanan

Fazri, I. L., Octavia, J. (2016). Analisis Persepsi Kegunaan dan Persepsi Keamanan