BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Analisis dan Pembahasan
3. Uji Hipotesis
a. Uji Signifikansi F (Uji Statistik F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel independen (bebas) yang dimasukkan dalam model persamaan regresi mempunyai pengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel dependen (terikat).
Untuk uji statistik F dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut :
H0: β1 = β2 = β3 = β4 = 0 : Tidak ada pengaruh antara Profitabilitas, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Ha : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ β4 ≠ 0 : Ada pengaruh antara Profitabilitas, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Untuk menguji hipotesis ini digunakan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :
109 1) Quick look : bila nilai F lebih besar daripada 4 maka H0dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain, hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen. 2) Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut
tabel. Bila nilai F hitung lebih besar daripada nilai F tabel, maka H0
ditolak dan menerima Ha.
Berikut adalah hasil Uji statisik F pada penelitian ini dengan program SPSS :
Tabel 4.13
Uji Siginifikansi F (Uji Statistik F)
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 62.442 4 15.611 23.665 .000b
Residual 60.027 91 .660 Total 122.469 95
a. Dependent Variable: TBH
b. Predictors: (Constant), DPK (juta rupiah), BOPO, NPF, ROA
Dari uji ANOVA atau F test pada tabel 4.13 di atas didapat nilai Fhitung sebesar 23,665 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi tingkat bagi hasil deposito Mudharabah atau dapat diakatan bahwa H0 ditolak dan Haditerima. Dapat dikatakan bahwa Profitabilitas (ROA), BOPO, NPF dan DPK secara simultan berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito Mudharabah.
110 b. Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara parsial (individual) dalam menerangkan variansi variabel dependen. Untuk uji statistik t dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut : 1) H0: β1= 0 : Tidak ada pengaruh antara Profitabilitas terhadap
Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Ha : β1≠ 0 : Ada pengaruh antara Profitabilitas terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
2) H0: β3 = 0 : Tidak ada pengaruh antara Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasiona (BOPO) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Ha : β2 ≠ 0 : Ada pengaruh antara Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasiona (BOPO) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
3) H0: β3 = 0 : Tidak ada pengaruh antara Non Performing Financing
(NPF) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Ha : β3 ≠ 0 : Ada pengaruh antara Non Performing Financing (NPF) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
4) H0: β4 = 0 : Tidak ada pengaruh antara Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
Ha : β4 ≠ 0 : Ada pengaruh antara Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah
111 Untuk menguji hipotesis ini digunakan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :
1) Quick look : bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih dan derajat kepercayaan 5%, maka H0 ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dengan kata lain, hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara parsial (individual) mempengaruhi variabel dependen.
2) Membandingkan nilaistatistik t dengan nilai kritis menurut tabel. Apabila nilai statistik t hasil perhitungan lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel, maka H0 ditolak dan menerima Ha.
Hasil analisis uji t dapat dilihat dari hasil output SPSS berikut ini : Tabel 4.14
Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)
1) Uji Statistik t terhadap Profitabilitas (ROA)
Berdasarkan tabel 4.10 diatas diperoleh nilai t variabel ROA lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut) dan nilai t hitung ROA (X1) = (-3,828) dan t tabel sebesar -1,66177 (df (n-k) 96-5 = 91, α = 0,05), sehingga t hitung > t tabel. Maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ROA secara
112 parsial berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito
Mudharabah.
2) Uji Statistik t terhadap BOPO
Hasil perhitungan yang didapat pada tabel 4.10 diatas diperoleh nilai t variabel BOPO kurang dari 2 (dalam nilai absolut) dan nilai t hitung BOPO (X2) = (1,593) dan t tabel sebesar -1,66177 (df (n-k) 96-5 = 91, α = 0,05), sehingga t hitung < t tabel.. Maka H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel BOPO secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito Mudharabah.
3) Uji Statistik t terhadap NPF
Berdasarkan tabel 4.10 diatas diperoleh nilai t variabel NPF lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut) dan nilai t hitung NPF (X3) = 2,991 dan t tabel sebesar 1,66177 (df (n-k) 96-5 = 91, α = 0,05), sehingga t hitung > t tabel. Maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel NPF secara parsial berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito Mudharabah.
4) Uji Statistik t terhadap DPK
Hasil perhitungan yang didapat pada tabel 4.10 diatas diatas diperoleh nilai t variabel DPK lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut) dan nilai t hitung DPK (X4) = (-8,061) dan t tabel sebesar -1,66177 (df (n-k) 96-5 = 91, α = 0,05), sehingga t hitung > t tabel. Maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan
113 bahwa variabel DPK secara parsial berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito Mudharabah.
c. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Koefisien determinasi atau R Square (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Kelemahan mendasar koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan dalam model. Dimana setiap penambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, digunakan nilai Adjusted
R Square (R2adj). Berikut adalah hasil uji Adjusted R Square dengan program SPSS:
Tabel 4.15
Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 .714a .510 .488 .81218 1.089 a. Predictors: (Constant), DPK (juta rupiah), BOPO, NPF, ROA
114 Dari tampilan tabel 4.11 diatas besarnya nilai adjusted R2 adalah 0,488, hal ini berarti 48,8% variasi tingkat bagi hasil deposito
Mudharabah dapat dijelaskan oleh variasi dari keempat variabel independen yaitu ROA, BOPO, NPF dan DPK. Sedangkan sisanya sebesar 51,2% dijelaskan oleh faktor lain selain ROA, BOPO, NPF dan DPK.