• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.4 Deskripsi Penelitian

53

54 Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Variabel Stress Kerja

Item Stress Kerja Mean

STS TS N S SS

f % f % f % F % f %

X2.1 1 1.1 4 4.6 15 17.2 53 60.9 14 16.1 3.86

X2.2 4 4.6 4 4.6 12 13.8 60 69 7 8 3.71

X2.3 4 4.6 1 1.1 16 18.4 46 52.9 20 23 3.89

X2.4 0 0 1 1.1 25 28.7 38 43.7 23 26.4 3.95

X2.5 0 0 1 1.1 24 27.6 48 55.2 14 16.1 3.86

Jumlah Rata-rata 3.86

Sumber: Data diolah, 2022

Berdasarkan tabel diatas variabel stress kerja menunjukkan jumlah rata-rata sebesar 3.86, hal ini dapat dipresepsikan dengan baik oleh responden.

Sehingga menandakan bahwa stress kerja pada karyawan PT. MBS (Maju Bersama Santoso) memiliki presepsi yang tinggi terhadap setiap item.

Dapat diketahui hasil analisis jawaban responden pada variabel stress kerja yang memiliki mean tertinggi pada item “Hasil kerja karyawan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh atasan” dengan nilai 3.95, sedangkan yang memiliki mean terendah pada item “karyawan merasa diperlakukan adil oleh atasan”

dengan nilai 3.71.

Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Karyawan

Item Kinerja Karyawan Mean

STS TS N S SS

f % f % f % F % f %

Y1.1 3 3.4 3 3.4 16 18.4 53 60.9 12 13.8 3.78

Y1.2 0 0 3 3.4 19 21.8 54 62.1 11 12.6 3.84

Y1.3 3 3.4 3 3.4 16 18.4 54 62.1 11 12.6 3.77

Y1.4 1 1.1 7 8 13 14.9 54 62.1 12 13.8 3.79

55

Jumlah Rata-rata 3.8

Sumber: Data diolah,2022

Berdasarkan tabel diatas variabel kinerja karyawan menunjukkan jumlah rata-rata sebesar 3.80, hal ini dapat dipresepsikan dengan baik oleh responden.

Sehingga menandakan bahwa kinerja karyawan pada karyawan PT MBS (Maju Bersama Santoso) memiliki presepsi yang tinggi terhadap setiap item.

Dapat diketahui hasil analisis jawaban responden pada variabel kinerja karyawan yang memiliki mean tertinggi pada item “karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi” dengan nilai 3.84, sedangkan yang memiliki mean terendah pada item “karyawan memahami pekerjaan yang diberikan atasan” dengan nilai 3.77.

4.1.5 Uji Instrument Data

Berikut hasil uji asumsi klasik terhadap model regresi linier berganda antara variabel Beban Kerja dan Stress kerja terhadap Kinerja Karyawan.

4.1.5.1 Uji Validitas

Pengujian validitas sangat diperlukan dalam suatu penelitian, khususnya yang menggunakan kuesioner dalam memperoleh data. Pengujian validitas dimaksud untuk mengetahui keabsahan menyangkut pemahaman mengenai keabsahan antara konsep dan kenyataan empiris. Dapat dilihat pada tabek 4.5 berikut ini:

56 Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas

Variabel Item Uji Validitas

R hitung R tabel Keterangan Beban Kerja X1.1 0.713 0.210 valid

X1.2 0.711 0.210 valid X1.3 0.661 0.210 valid X1.4 0.515 0.210 valid X1.5 0.788 0.210 valid Stress Kerja X2.1 0.531 0.210 valid X2.2 0.882 0.210 valid X2.3 0.701 0.210 valid X2.4 0.366 0.210 valid X2.5 0.462 0.210 valid Kinerja

Karyawan

Y1.1 0.686 0.210 valid Y1.2 0.462 0.210 valid Y1.3 0.689 0.210 valid Y1.4 0.790 0.210 valid Sumber: Data diolah,2022

Berdasarkan hasil uji validitas untuk variabel beban kerja (X1), stress kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) menunjukkan hasil keseluruhan r hitung tiap item lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0.210 (df=N-2). Dapat disimpulkan bahwa hasil uji validitas variabel beban kerja (X1), Stress Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) secara keseluruhan dinyatakan valid.

4.1.5.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan suatu indeks yang dapat menunjukkan sjauh mana instrument dapat dipercaya atau diandalkan. Suatu instrument dapat dikatakan reliabel apabila dapat dipakai untuk mengukur suatu gejala pada waktu

57 kelainan sehingga menunjukkan hasil yang sama dan apabila nilai koefisien alphanya > 0.6. dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut ini:

Tabel 4.6 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach's Alpa Keterangan

Beban Kerja 0.709 Reliabel

Stress Kerja 0.641 Reliabel

Kinerja Karyawan 0.675 Reliabel

Sumber: Data diolah,2022

Berdasarkan hasil analisis uji data reliabilitas diatas diketahui bahwa item variabel beban kerja (X1) memiliki nilai cronbach’s alpha sebesat 0.709, item variabel stress kerja (X2) memiliki nilai Cronbach’s alpha sebesar 0.641, dan item variabel kinerja karyawan (Y) memiliki nilai cronbach’s alpha sebesar 0.675. nilai tersebut lebih besar dari standart reliability uji data sebesar 0.60 yang dapat disimpulkan bahwa semua variabel dinyatakan reliabel.

4.1.6 Uji Asumsi Klasik

Berikut hasil uji asumsi klasik terhadap model regresi linier berganda antara variabel Beban Kerja dan Stress kerja terhadap Kinerja Karyawan.

4.1.6.1 Uji Normalitas

Berikut hasil uji normalitas terhadap model regresi linier berganda antara variabel beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan menggunakan uji Kolmogorov-smirnov. Dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut ini:

58 Tabel 4.7

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 87

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.11177559

Most Extreme Differences Absolute .080

Positive .080

Negative -.075

Test Statistic .080

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Data diolah,2022

Dalam uji normalitas menggunakan Kolmogorov-smirnov cara pengambilan keputusannnya adalah apabila nilai Asymp (2-tailed) lebih besar dari 0.05 maka asumsi terpenuhi, sedangkan nilai Asymp Sig (2-tailed) kurang dari 0.05 maka asumsi tidak terpenuhi. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0.200, maka dinyatakan uji normalitas terpenuhi,

4.1.6.2 Uji Multikolinieritas

Berikut hasil uji multikolinieritas terhadap model regresi linier berganda antara variabel beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan menggunakan metode tolerance dan VIF (Variance Inflaction Factor) Dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini:

59 Tabel 4.8

Hasil Uji Multikolinieritas Model Collinearity

Statistic

Keterangan Tolerance VIF

Beban Kerja 0.432 2.316

tidak terjadi multikolinieritas Stress Kerja 0.432 2.316

tidak terjadi multikolinieritas Sumber: Data diolah, 2022

Berdasarkan hasil uji multikolinieritas terhadao model regresi linier berganda pada variabel Beban kerja dan Stress kerja menunjukkan nilai tolerance sebesar 0.432 dan nilai VIF sebesar 2.316. Pengambilan keputusan pada metode ini apabila nilai tolerance lebih besar dari 0.10 maka tidak terjadi multikolinieritas. Sedangkan, nilai VIF kurang dari 10.00 menunjukkan tidak terjadi multikoieritas, pada kedua variabel yang digunakan menunjukkan hasil tidak terjadi multikolinieritas.

4.1.6.3 Uji Heteroskedastisitas

Berikut hasil uji heteroskedastisitas terhadap model regresi linier berganda antara variabel beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan menggunakan metode Glejser. Dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut ini:

Tabel 4.9

Hasil Uji Heteroskedastisitas Model signifikansi Keterangan Beban Kerja 0.053

tidak terjadi

heteroskedastisitas

60 Stress Kerja 0.931

tidak terjadi

heteroskedastisitas Sumber: Data diolah, 2022

Dalam uji heteroskedastisitas menggunakan Glejser cara pengambilan keputusannya adalah apabila nilai Sig > 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sedangkan jika nilai sig < 0.05 maka terjadi heteroskedastisitas. Dari hasil uji heteroskedastisitas diperoleh nilai sig variabel beban kerja sebesar 0.053 maka tidak terjadi heteroskedastisitas, dan nilai sig variabel stress kerja sebesar 0.931 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

4.1.7 Analisis Regresi Linier Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengukur kekuatan dua variabel atau lebih dan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependent. Berikut terdapat pada tabel 4.10.

Tabel 4.10

Hasil Analisi Regresi Linier Berganda Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig

B Std.Error Beta

(constant) 5.161 1.044 4.943 000

Beban Kerja .695 .062 .973 11.245 000

Stress Kerja .160 .082 .163 1.951 054

a. Dependent variabel Kinerja Karyawan

Sumber: Data diolah,2022

61 Dari tabel diatas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y= 5.161+ 0.695X1+160X2+e Keterangan:

a. Nilai konstanta sebesar 5.161 menyatakan bahwa jika tidak ada beban kerja dan stress kerja maka kinerja karyawan bernilai 5.161.

b. Koefisien regresi X1 sebesar 0.695 menyatakan bahwa setiap pertambahan X1, beban kerja akan meningkatkan kinerja kaaryawan sebesar 0.695 dan sebaliknya, jika beban kerja menurunkan 1 model X1 maka kinerja karyawan akan turun sebesar 0.698

c. Koefisien regresi X2 sebesar 0.160 menyatakan bahwa setiap pertambahan X2, stress kerja akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0.160 dan sebaliknya, jika stress kerja menurunkan 1 model X2 maka kinerja karyawan akan turun sebesar 0.160.

4.1.7.1 Uji Hipotesis

4.1.7.1.1 Uji F (Simultan)

Uji f atau uji koefisien regresi serentak digunakan untuk menghitung pengaruh variabel independent secara nersama-sama terhadap variabel dependen.

Berikut adalah tabel 4.12 yang menunjukkan hasil uji f .

Tabel 4.11 Hasil Uji F

Model F Sig

Regression Residual Total

112.510 .000

Sumber: Data diolah,2022

62 Dari uji asumsi atau uji f terdapat f hitung sebesar 112.510 dengan tingkay signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05, hasil uji stastistik menunjukkan bahwa variabel independent beban kerja dan stress kerja secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT MBS (Maju Bersama Santoso).

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa hipotesis 3 (H3) yang berbunyi

“beban kerja dan stress kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT MBS (Maju Bersama Santoso)”.

4.1.7.1.2 Uji T (Parsial)

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara persial terhadap varianbel dependen, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak.

Terdapat pada tabel 4.11 berikut ini:

Tabel 4.12 Hasil Uji t

Model Beta T Sig

Beban Kerja 0.973 11.245 0.000

Stress Kerja 0.163 1.951 0.053

Sumber: Data diolah, 2022

Dari tabel diatas terlihat bahwa hasil analisis SPSS diperoleh t hitung untuk variabel beban kerja (X1) sebesar 11.245 dengan tingkat signifikan 0.000 lebih kecil dari taraf signifikan 0.05, untuk variabel stress kerja sebesar 1.951 dengan tingkat signifikan 0.053 lebih besar dari taraf signifikan 0.05. Sehingga dapat

63 disimpulkan bahwa variabel beban kerja mempunyai pengatuh terhadap kinerja karyawan, sedangkan stress kerja tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan, dengan taraf t tabel sebesar 1.987. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa :

1) Hipotesis (H1) yang berbunyi “ Beban Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan di PT MBS (Maju Bersama Santoso) dapat diterima.

2) Hipotesis (H2) yang berbunyi “ Stress Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan di PT MBS (Maju Bersama Santoso) dapat ditolak

4.1.7.1.3 Koefisien Determinasi (𝐑𝟐)

Secara umum koefisien determinasi untuk data silang relative rendah karena adanya variabel yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtun waktu biasanya mempunyai nilai koefisien determinan yang tinggi. Berdasarkan pada tabel 4.13 berikut ini:

Tabel 4.13 Hasil Uji Determinasi

Model R Square Adjusted R Square

1 .723 .722

Sumber: Data diolah,2022

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahuo bahwa angka Adjusted R2 pada PT MBS (Maju Bersama Santoso) adalah 0.722. Hal ini berarti bahwa 72.2%

variabel kinerja karyawan dijelaslan oleh variabel bebam kerja dan stress kerja.

Sedangkan sisanya 27.8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi.

Dokumen terkait