Keputusan Pembelian: 1.Kognitif
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
5. Uji Hipotesis
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat maka dilakukan pengujian terhadap hipotesis yang
diajukan dalam penelitian ini. Metode pengujian terhadap hipotesis yang
diajukan, dilakukan pengujian secara simultan dan pengujian secara
parsial.
a. Uji F (Secara Simultan)
Untuk mengetahui tingkat signifikasi pengaruh variabel-variabel
independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel
dependen dilakukan dengan menggunakan uji F yaitu dengan cara
membandingkan F hitung dengan F table dan nilai signifikannya..
Tabel V.14 Uji F
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 12.189 2 6.095 404.308 .000a
Residual 1.462 97 .015 Total 13.651 99
a. Predictors: (Constant), Personal Selling, Kualitas Produk b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif:
H0 : Personal Selling dan Kualitas Produk secara bersama-sama
tidak berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian
konsumen.
Ha : Personal Selling dan Kualitas Produk bersama-sama
Dilihat dari tabel anova di atas diperoleh nilai sig. = 0,000 dengan
nilai Fhitung = 404,308 dengan nilai df 100 maka Ftabel = 3,9361.
Berdasarkan nilai F, hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung >
Ftabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima (83,229 > 3,101).
Berdasarkan nilai signifikansi nilai propabilitas (0,000) kurang dari
0,05 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya dengan
tingkat kesalahan 5% Personal Selling, dan Kualitas Produk
berpengaruh secara bersama-sama terhadap Keputusan Pembelian
Ibu-ibu PKK Kelurahan Banguntapan.
b. Uji t (Secara Sendiri-sendiri)
Tabel V.15
Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .246 .179 1.379 .171 Kualitas Produk .996 .035 .949 28.409 .000 Personal selling -.058 .032 -.060 -1.806 .074
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber : Data primer yang diolah 2014
1) Variabel Kualitas Produk (X1)
a) Menentukan hipotesis
H0 : Kualitas Produk tidak berpengaruh positif terhadap
Keputusan Pembelian konsumen.
HA : Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap
b) t tabel = t (a) ; (n – 1 – k) k = jumlah variabel
n = jumlah sampel
c) > maka koefisien regresi signifikan (HA diterima
dan H0 ditolak).
≤ maka koefisien regresi tidak signifikan (HA
ditolak dan H0 diterima).
d) Kesimpulan
Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS
yang tertera pada Tabel V.15, diperoleh nilai untuk
Kualitas Produk (X1) sebesar 28,409 dan nilai sebesar
1,9855. Tingkat signifikansi untuk Kualitas Produk sebesar
0.000. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih kecil
dari 0,05 dan nilai untuk Kualitas Produk (X1) lebih
besar dari pada 1,9855 (28,409 >1,9855 ) maka H0 ditolak.
Maka kesimpulannya adalah dengan tingkat kesalahan 5%
variable Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap
Keputusan Pembelian ibu-ibu PKK Kelurahan Banguntapan
akan produk Tupperware. Artinya, semakin tinggi kualitas
produk menurut persepsi konsumen semakin yakin keputusan
pembelian konsumen. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah
kualitas produk menurut persepsi konsumen semakin tidak
2) Variabel Personal Selling (X2)
a) Menentukan hipotesis
H0 : Personal Selling tidak berpengaruh positif terhadap
Keputusan Pembelian.
HA : Personal Selling berpengaruh positif terhadap Keputusan
Pembelian.
b) ttabel = t (a) ; (n – 1 – k) k = jumlah variabel
n = jumlah sampel
c) > maka koefisien regresi signifikan ( diterima
dan ditolak).
≤ maka koefisien regresi tidak signifikan ( ditolak dan diterima).
d) Kesimpulan
Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS
yang tertera pada Tabel V.15, diperoleh nilai untuk
personal selling (X2) sebesar -1,806 dan nilai -1,9855.
Nilai untuk personal selling (X2) > (1,806 >
-1,9855) maka H0 diterima. Tingkat signifikansi personal
selling 0,074 > 0,05.
Maka kesimpulannya adalah dengan tingkat kesalahan 5%
terhadap Keputusan Pembelian ibu-ibu PKK Kelurahan
Banguntapan akan produk Tupperware. Artinya, semakin
efektif personal selling tidak semakin yakin atau tidak yakin
keputusan pembelian konsumen dan semakin tidak efektif
personal selling tidak semakin yakin atau tidak yakin
keputusan pembelian konsumen.
c. Koefisien Determinasi (R2)
Ditemukan pula koefisien determinasi (R2) sebesar 0,891 sesuai
yang tertera pada Tabel V.16.
Tabel V.16 Uji Determinasi Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .945a .893 .891 .12278 a. Predictors: (Constant), Personal Selling, Kualitas Produk b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
yang berarti bahwa sekitar 89,1% variasi pada variabel Keputusan
pembelian mampu diterangkan oleh kedua variabel (Kualitas Produk
dan Personal Selling) secara bersama-sama atau simultan. Sedangkan
sisanya yaitu sebesar 11,9% diterangkan oleh variabel lain di luar
D. Pembahasan
Dari hasil pengujian hipotesis pertama diketahui Variabel Kualitas
Produk mempunyai pengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian ibu-ibu
PKK Kelurahan Banguntapan akan produk Tupperware. Hal ini dikarenakan
produk Tupperware merupakan produk luar negeri yang teruji kualitasnya.
Oleh karena itu, banyak ibu-ibu rumah tangga yang belum menggunakan
produk Tupperware segera melakukan keputusan untuk melakukan pembelian
terhadap produk Tupperware setelah mengetahui kualitas produk
Tupperware.
Hasil pengujian hipotesis kedua diketahui Variabel Personal Selling tidak
berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian ibu-ibu PKK Kelurahan
Banguntapan akan produk Tupperware. Hal ini terjadi karena sebagian
responden sudah memiliki pengetahuan akan produk Tupperware
sebelumnya. Sehingga personal selling tidak berperan penting dalam
meningkatkan keputusan pembelian.
Kemampuan perusahaan dalam memberikan pengetahuan akan kualitas
produk terhadap konsumen tidak perlu diragukan lagi, semakin perusahaan
memberikan kualitas produk yang baik bagi calon konsumen maka calon
konsumen akan memutuskan untuk melakukan keputusan pembelian terhadap
produk tersebut. Akan tetapi ketika perusahaan menyampaikan informasi
tentang produk melalui personal selling guna meningkatkan keputusan
pembelian tidak terlalu efektif karena sebagian besar responden mempunyai
mempunyai pengetahuan yang luas untuk melakukan keputusan pembelian.
Hal ini juga dikarenakan ketika ada personal selling orang sudah mengerti
akan produk Tupperware dan dalam penyampaian informasi juga merupakan
informasi hal-hal standar yang umumnya sudah diketahui oleh calon
konsumen.
Hasil pengujian hipotesis ketiga ditemukan bahwa kualitas produk dan
personal selling secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan
pembelian. Dalam satu pemasaran sebuah perusahaan kualitas produk dan
personal selling mempunyai peranan yang sangat vital dalam menentukan
berhasil tidaknya sebuah perusahaan memberikan produknya ke tangan
konsumen. Dengan adanya kualitas produk dan personal selling tersebut
maka diharapkan memberikan dampak positif seperti halnya ketika
perusahaan memiliki kualitas produk yang baik dan sales person yang
menguasai product knowledge secara luas dan lengkap maka konsumen akan
tertarik untuk melakukan keputusan pembelian pula demikian pula
sebaliknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas Produk dan
Personal Selling, secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan
terhadap Keputusan Pembelian ibu-ibu PKK Kelurahan Banguntapan akan
produk Tupperware.
90
BAB VI