• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5. Uji Hipotesis

Uji hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara yang mana harus diuji kebenarannya secara empiris. Uji hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20, dengan jenis uji nonparametik yaitu dengan uji Kruscal-Wallis. Pengggunaan uji Kruscal-Wallis, karena data berdistribusi tidak normal dan variabel penelitian lebih dari 2 sehingga penghitungan menggunakan uji kruscal-wallis. Perumusan hipotesis yang dilakukan adalah sebagai berikut :

H0 = Tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati.

H1 = Ada perbedaan miskonsepsi IPA fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati.

Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah

a. Jika harga sig (2-tailed) ≥ 0,05; H0 diterima atau H1 ditolak, artinya tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V semester 2 SD Negeri se- Kecamatan Mlati.

b. Jika harga sig (2-tailed) < 0,05; H0 ditolak atau H1 diterima, artinya ada perbedaan miskonsepsi IPA fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati. Hasil penghitungan uji hipotesis menggunakan Kruscal-Wallis sampel pada SPSS 20, seperti pada tabel 4.12.

Tabel 4.12. Uji Hipotesis Instrumen Soal Pilihan Ganda

Uji Statistik Sig. (2-tailed) Keterangan

Uji Kruscal-Wallis 0,657 Tidak Ada Perbedaan Tabel 4.12 merupakan hasil uji H untuk uji Kruscal-Wallis. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dilihat pada kolom sig. adalah 0,657 yang jauh di atas 0,05. Menurut kriteria pengujian yang berdasarkan nilai probabilitas, membandingkan (sig) dengan taraf signifikansi

(α) dari tabel Test Statistics nilai sig = 0,657. Diketahui bahwa sig = 0,657 <

0,05 maka H0 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa jika H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA Fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Hasil penghitungan uji hipotesis menggunakan kruscal-wallis untuk soal uraian, seperti pada tabel 4.13.

Tabel 4.13. Uji Hipotesis Instrumen Soal Uraian

Uji Statistik Sig. (2-tailed) Keterangan

Uji Kruscal-Wallis 0,729 Tidak Ada perbedaan Tabel 4.13 merupakan hasil untuk uji Kruscal-Wallis. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dilihat pada kolom sig. adalah 0,729 yang jauh di atas 0,05. Menurut kriteria pengujian yang berdasarkan nilai probabilitas, membandingkan (sig) dengan taraf signifikansi

(α) dari tabel Test Statistics nilai sig = 0,729. Diketahui bahwa sig = 0,729 <

0,05 maka H0 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa jika H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA Fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman dilihat dari jawaban siswa untuk soal uraian.

B. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Penelitian bertujuan untuk 1) mendeskripsikan miskonsepsi IPA siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman dan 2) mengatahui adanya perbedaan miskonsepsi IPA dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Analisis data dilakukan dengan analisis deskripsi serta melihat jawaban siswa, melalui hasil tersebut dapat diketahui bahwa masih ada yang mengalami miskonspsi pada indikator penelitian. Miskonsepsi menurut Suparno (2005: 8) adalah suatu konsep yang tidak sesuai dengan konseep yang diakui oleh para ahli.

Miskonsepsi dapat terjadi di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

1) Miskonsepsi IPA Fisika kelas V SD semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

Berdasarkan hasil analisis kedua instrumen soal pilihan ganda dan uraian untuk materi IPA Fisika dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa kelas V semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati mengalami miskonsepsi. Adapun miskonsepsi yang dialami oleh siswa yaitu pada setiap KD (macam-macam gaya, pesawat sederhana, sifat-sifat cahaya, membuat periskop, pelapukan, dan struktur permukaan bumi). Miskonsepsi paling banyak dialami siswa yaitu pada konsep pesawat sederhana. Hal ini dapat dilihat bahwa pada konsep ini persentase siswa menjawab dengan jawaban salah dengan keyakinan jawaban yakin benar di atas 50 %. Miskonsepsi paling tinggi pada soal pilihan ganda yaitu pada aitem 6 dengan presntase 50.38 %. Hasil analisis untuk soal uraian yang mengalami miskonsepsi dengan persentase paling tinggi yaitu 57.25 % yaitu pada konsep pengungkit.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diungkapkan oleh Rahmi (2013). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa diperoleh data yaitu 12 miskonsepsi siswa pada pokok bahasan gerak, dan 17 miskonsepsi pada pokok bahasan gaya. Persentase rata-rata miskonsepsi terbesar pada materi gerak jatuh bebas mengenai percepatan gravitasi di SD (53,57%), SMP (49,16%), dan SMA (44,55%) adalah benda dengan massa yang lebih besar akan mencapai tanah dahulu. Sedangkan persentase rata-rata miskonsepsi

terkecil pada materi gerak jatuh bebas di SD (0,50%) adalah benda yang lebih padat akan mencapai tanah lebih dahulu, SMP (0,56%) adalah benda dengan permukaan yang lebih keras akan mencapai tanah lebih dahulu, SMA (0,45%) adalah benda dengan permukaan lebih kecil akan mencapai tanah lebih dahulu. Persentase rata-rata miskonsepsi terbesar pada pokok bahasan gaya di SD (47,30%), SMP (48,60%), SMA (30,91%) adalah mengenai aksi reaksi pada benda yang diam di atas meja maka tidak ada gaya yang bekerja pada meja. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Rahmi (2015) menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Walaupun tempat penelitian, sampel, dan variabel berbeda, akan tetapi hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat membuktikan bahwa miskonsepsi masih banyak terjadi pada siswa, khususnya siswa kelas V semester 2 SD negeri se- Kecamatan Mlati.

2) Perbedaan Miskonsepsi IPA diliihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

Selain itu penelitian ini menghitung uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis data soal pilihan ganda dan uraian untuk mengetahui miskonsepsi dilihat berdasarkan jenis pekerjaan orang tua. Hasil uji normalitas data dan uji homogenitas, maka data penelitian ini tidak normal dilihat dari jenis pekerjaan orang tua. Uji normalitas diketahui bahwa untuk instrumen soal pilihan ganda dan uraian dinyatakan tidak normlah karena nilai

p lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05, maka data tidak normal. Uji

hasil sig. F = 0,809 > 0,05. Sedangkan uji homogenitas untuk instrumen soal uraian data dinyatakan tidak homogen karena data F = 0,003 > 0,05.

Berdasarkan uji normalitas penelitian, maka penelitian menggunakan non-parametik karena data penelitian dinyatakan tidak normal. Maka dilakukan uji Kruscal-Wallis, karena data tidak normal dan variabel penelitian lebih dari 2. Melalui uji hipotesis untuk instrumen pilihan ganda diketahui nilai (signifikanis) p = 0,657 yang mana nilai p lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, karena p = 0,657 < 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA Fisika dilihat dari instrumen soal pilihan ganda dengan jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati. Uji hipotesis selanjutnya yaitu untuk instrument uraian. Uji hipotesis diketahui nilai (signifikansi) p = 729 yang mana nilai lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, karena p = 0,729 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA Fisika dilihat dari instrmen uraian dan jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Berdasarkan uji hipotesis dengan uji kruscal-wallis, nilai instrumen pilihan ganda p = 0,657, lebih besar dari taraf signifikansi dari 0,05 artinya tidak ada perbedaan. Sedangkan hasil instrumen uraian p = 0,729, lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 artinya tidak ada perbedaan. Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan miskonsepsi dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan miskonsepsi dilihat dari jenis

pekerjaan orang tua siswa kelas V semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati, maka hipotesis ke 2 penelitan dinyatakan ditolak. Hipotesis ke 2 penelitian ini ditolak atau tidak terbukti karena jenis pekerjaan orang tua tidak sepenuhnya menjamin siswa tersebut mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi terjadi disemua jenjang pendidikan dan terjadi di mana-mana (Suparno, 2005: 135). Terjadinya miskonsepsi dimana-mana salah satunya yaitu dialami oleh siswa. Miskonsepsi terjadi bisa karena siswa kurang persiapan saat dilakukan pengambilan data, yang tidak ada hubungan dengan jenis pekerjaan orang tua. Hal tersebut dilihat dari hasil pekerjaan siswa yang mana nilai siswa yang orang tua sebagai buruh pada kenyataan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai siswa yang orang tuanya sebagai PNS. Seperti teori yang diungkapkan oleh Suparno (2005: 35-50) menyatakan 5 penyebab miskonsepsi yaitu dari siswa, guru, buku teks, konteks, dan metode pengajaran. Jadi belum tentu siswa yang pekerjaan orang tua sebagai PNS tidak akan mengalami miskonsepsi dan orang tua siswa sebagai buruh dan wiraswasta tidak mengalami miskonsepsi. Siswa yang orang tua dengan pekerjaan sebagai PNS, buruh dan wiraswasta bisa juga mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi bisa juga dikarenakan karena faktor lain seperti guru, buku teks, cara mengajar, dan lainya. Hal itu bisa karena minat dan kemampuan siswa dalam belajar kurang atau faktor lainya. Penelitian ini disimpulkan bahwa jenis pekerjaan orang tua siswa tidak menjamin siswa tersebut tidak akan mengalami miskonsepsi.

143

BAB V PENUTUP

BAB V ini akan dibahas tentang kesimpulan penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa kelas V semester 2 SD Negeri se-Kecamatan Mlati tahun pelajaran 2014/2015. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa

1. Terjadi miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas V SD Negeri se- Kecamatan Mlati. Miskonsepsi paling banyak dialami oleh siswa untuk instrumen pilihan ganda yaitu pada aitem 6 dengan persentase 50.38 % pada indikator mengidentifikasi ciri-ciri pesawat sederhana dan paling rendah pada aitem 10 dengan persentase 13.08% pada indikator penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan miskonsepsi untuk instrumen uraian paling banyak dialmi oleh siswa pada aitem 1 dengan peresentase 57.27% pada konsep pengungkit, miskonsepsi paling rendah yaitu pada aitem 4 dengan persentase 24.28% pada konsep bidang miring.

2. Tidak ada perbedaan miskonsepsi IPA Fisika dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa kelas V SD semester 2 se-Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman baik pada instrumen pilihan ganda dan uraian.

B. Keterbatasan Penelitian

Peneliti dalam melakukan penelitian ini menyadari bahwa masih banyak kelemahan dan keterbatasan, namun peneliti sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun penelitian ini. Beberapa kelemahan dan keterbatasan tersebut, yaitu :

1. Peneliti tidak bisa menunggui pengerjaan instrumen soal untuk seluruh SD Negeri se-Kecamatan Mlati, karena bersamaan dengan kuliah.

2. Peneliti sebatas mengetahui tingkat miskonsepsi siswa kelas V, belum melihat faktor penyebab miskonsepsi secara mendalam yang dialami oleh siswa. 3. Penelitian dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya Ujian Nasional (UN)

dan mendekati Ujian Kenaikan Kelas (UKK), sehingga penyebaran instrumen menjadi terlambat dan terburu-buru.

4. Peneliti sebatas mengetahui hasil perbedaan miskonsepsi dari jenis pekerjaan orang tua siswa, belum melihat faktor pola asuh orang tua dalam mendampingi belajar siswa.

C. Saran

Berdasarkan keterbatasan yang ada dalam peneltian ini , maka peneliti memberikan saran bagi peneliti berikutnya, saran yang diberikan adalah :

1. Membuat jadwal penyebaran dan pengambilan instrumen penelitian agar tidak bertabrakan dengan jadwal lain.

2. Menggunakan instrumen-instrumen lainya seperti wawancara dan observasi agar mengetahui penyebab miskonsepsi.

3. Melakukan treatment untuk mengatasi miskonsepsi dengan memberikan pre- test dan post-test.

4. Melakukan wawancara dengan beberapa orang tua siswa untuk mengetahui metode yang digunakan dalam mendampingi siswa belajar di rumah.

DAFTAR REFERENSI

Agutina, E. Internet. (2012). Pengaruh Pekerjaan Orang Tua Terhadap Perilaku

Sosial Siswa Di SMP Negeri I Pabedilan Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. http://web.iaincirebon.ac.id/ diakses pada Tanggal 28 September

2015 pukul 09.11 WIB

Ahmadi, R. (2014). Pengantar pendidikan: asas & filsafat pendidikan. Yogakarta: AR-RUZZ MEDIA.

Arifin, Z. (2012). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan validitas. Yogakarta: Pustaka Pelajar.

Azizatur, R. (2013). Identifikasi miskonsepsi IPA/Fisika berdasarkan jenjang

pendidikan (SD, SMP, SMA) Menggunakan Tes Three-Tier pada pokok bahasan gerak dan gaya. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan

Kalijaga.

Bahri. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Renika Cipta.

Blaseman & Mappa. (2011). Teori belajarorang dewasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Budi, K. (1992). Pemahaman konsep gaya dan beberapasalah konsepsi yang terjadi,

widya dharma, Vol. 3, No 1, halaman 113-130.

Djamarah. (2011). Psikologi pendidikan.Jakarta: Renika Cipta.

Dahar, R.W. (2011). Teori-teori belajar dan pembelajaran. Bandung: Penerbit Erlangga.

Duit. (1996). http:// konsep-konsepsi-dan-miskonsepsi.html diakses pada Tanggal 28 Juni 2015 pukul 10.45 WIB.

Emir, Prof. Dr. (2008). Metodolog penelitian pendidikan kuantitatif dan kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hamalik, O. (2005). Perencanaan pembelajaran berdasarkan pendekatan sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara

Haris, V. (2013). Identifikasi Miskonsepsi Materi Mekanika dengan Menggunakan

CRI (Certainty Of Response Index). http://download.portalgaruda.org/.

Diakses Tanggal 28 Juni 2015 pukul 10.45 WIB.

Haesan , S. B, D. and Kelly, E. L. (1992). Misconception and the certainty of response Index”. Journal of Physics Education, 30.

Iskandar, S M. (2001). Pendidikan ilmu pengetahuan alam. Bandung: Cv. Maulana.

Kontur, R. (2003). Metode penelitian untuk penulisan skripsi dan tesis. Jakarta: CV Teruna Grafica.

Kunandar. (2008). Langkah mudah penelitian tindakan kelas sebagai pengembangan

profesi guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Mahmud. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Mahdi, A dan Mujahidin. (2011). Panduan penelitian praktis untuk menyusun skripsi,

tesis, dan desertasi. Bandung: ALFABETA.

Mahdi, A dan Mujahidin. (2014). Panduan penelitian praktis untuk menyusun skripsi,

tesis, dan disertasi. Bandung: ALFABETA.

Maonde, F. Internet. (2015). Pengaruh status pekerjaan orang tua terhadap hasil

belajar matematika melalui kombinasi model pembelajaran kooperatif.

http://www.uho.ac.id/ diakses pada Tanggal 6 desember 2015 pukul 20.47 WIB.

Mulyasa, E. (2007). Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rahmawati, Y. Internet. (2012). Studi komparasi tingkat miskonsepsi siswa pada

pembelajaran biologi melalui model pembelajaran konstruktivisme tipe novick dan konstruktivis. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. http://jurnal.fkip.uns.ac.id diakses Tanggal 21 Juli 2015 pukul 10.56 WIB.

Rahmi. Internet. (2013). Identifikasi miskonsepsi ipa/fisika berdasarkan jenjang

pendidikan (sd, smp, sma) menggunakan tes three-tier pada pokok bahasan gerak dan gaya. http://Journal.unnes.ac.id diakses Tanggal 28 Juni 2015

pukul 09.00 WIB.

Samatowa, U. (2010). Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta: Indeks.

Sangadji, Etta Mamang & Sopiah. (2010). Metodologi penelitian- pendekatan praktis

dalam penelitian. Yogyakarta: ANDI OFFSET.

Santrock. (2012). Psikologi pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.

Siregar. S. (2013). Metode penelitian kuantitatif. Jakarta: KENCANA.

Sugiyono. (2007). Statistika untuk penelitian. Bandung: ALFABETA.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian pendidikan (pendekatan luantitatif, kualitatif,

dan R:D). Bandung: ALFABETA.

Sugiyono. (2012). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.

Suharsaputra, U. (2014). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan. Bandung: Refika ADITAMA.

Sukmadinata, N S. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sumanto. (2014). Statistika terapan. Yogyakarta: CAPS.

Suparno, P. (2005). Miskonsepsi dan perubahan konsep dalam pendidikan fisika. Jakarta: PT.Grasindo.

Susetyo, B. (2010). Statistika untuk analisis data penelitian. Bandung: Refika ADITAMA.

Sutoya, A. (2012). Pemahaman individu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Taniredja, T. (2011). Penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabet.

Triwiyanto, T. (2014). Pengantar pendidikan. Jakarta: Budi Aksara.

Widiyoko, S. E P. (2009). Evaluasi program pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_13_03.htm diakses pada Tanggal 9 Juli 2015 pukul 21.23 WIB.

http://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf diakses pada Tanggal 9 Juli 2015 pukul 20.23 WIB.

Lampiran 1a

Lampiran 1b

Lampiran 1c

Lampiran 1d

Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian dari UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Mlati

155

Lampiran 2a

Kisi-Kisi Instrumen Pilihan Ganda

Expert Judgment

LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN EVALUASI

SOAL PILIHAN GANDA

Kepada Yth. Romo/Bapak/Ibu Validator Di tempat

Mohon Romo/Bapak/Ibu berkenaan untuk memberi penilaian pada kelengkapan instrumen penelitian yang terdiri dari soal evaluasi soal pilihan ganda dengan melingkari angka yang tertera dalam kolom serta memberi komentar atas kelayakan instrumen evaluasi.

Keterangan :

Skor 1 : Tidak Sesuai Skor 2 : Kurang Sesuai Skor 3 : Sesuai

Skor 4 : Sangat Sesuai N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar 1. 5. Memaham i hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya 5.1 Mendeskripsik an hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya 5.1.1 Menyebutk an macam- macam gaya melalui percobaan 1

Perhatikan gambar di atas

Percobaan di atas menunjukkan bahwa paku- paku kecil dapat menempel pada paku besar karena adanya gaya … .

a. gravitasi

156 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar magnet) b. magnet c. gesek d. pegas

2 Antara ban dan aspal menyebabkan mobil

dapat bergerak tanpa tergelincir. Percobaan tersebut menunjukkan adanya gaya … .

a. pegas

b. magnet

c. gravitasi

d. gesek

D 1 2 3 4

3 1. Buah yang jatuh dari pohonnya.

2. Adi mengerem sepedanya saat

melewati turunan.

3. Air yang mengalir dari tempat yang

tinggi ke tempat yang rendah.

4. Bola yang dilempar ke atas akan

kembali jatuh ke tanah.

Manakah di antara empat pernyataan di atas

yang menunjukkan penerapan gaya

gravitasi? a. 1, 2, dan 3 b. 1, 2, dan 4 c. 2, 3, dan 4 d. 1, 3, dan 4 D 1 2 3 4 5.1.2 Mengidenti fikasi faktor- faktor yang

4 Berikut ini yang bukan termasuk pengaruh

gaya gravitasi terhadap benda adalah ... .

a. Benda memiliki berat

b. Benda cepat mengalami pelapukan

c. Benda jatuh ke bawah

157 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar mempengar uhi gaya

d. Permukaan air selalu datar

5 Perhatikan pernyataan di bawah ini!

1. Melapisi permukaan benda dengan

karet

2. Memperluas bidang permukaan

3. Memperkecil luas permukaan

4. Menggunakan corak batik pada

permukaan benda

5. Memperhalus permukaan benda

Yang termasuk cara untuk memperbesar gaya gesek adalah ... .

a. 1, 2, dan 3

b. 1, 2, dan 4

c. 1, 2, dan 5

d. 2, 3, dan 4

B 1 2 3 4

6 Perhatikan gambar ini!

Gambar di atas menunjukkan pak Beni sedang mendorong tembok. Pernyataan yang benar adalah ... .

a. Pak Beni mendorong tembok dan

tembok tidak mendorong pak Beni

b. Pak Beni mendorong tembok dan

tembok diberi gaya oleh pak Beni

c. Pak Beni mendorong tembok dan

158 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar tembok mendorong pak Beni

d. Pak Beni mendorong tembok dan

tembok tetap diam karena memberi gaya pada pak Beni

5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

5.2.1 Mengidenti fikasi ciri- ciri pesawat sederhana

7 Cermati sifat-sifat roda berikut ini!

1. Semakin kecil ukurannya, maka gaya

kuasanya semakin kecil

2. Semakin kecil ukurannya, maka gaya

kuasanya semakin besar

3. Semakin besar ukurannya, maka gaya

kuasanya semakin besar

4. Semakin besar ukurannya, maka gaya

kuasanya semakin kecil Yang bukan merupakan sifat roda ditunjukkan oleh nomor ...

a. 1 dan 2

b. 1 dan 3

c. 1 dan 4

d. 2 dan 3

B 1 2 3 4

8 Pengungkit dibedakan menjadi 3 jenis

berdasarkan kedudukan titik tumpu, beban, dan kuasanya. Gunting termasuk ... .

a. Pengungkit yang titik bebannya

terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa

b. Pengungkit yang titik tumpunya

terletak di antara titik beban dan kuasa

c. Pengungkit yang titik kuasanya

159 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar terletak di antara titik tumpu dan

titik beban

d. Pengungkit yang titik kuasanya

terletak di antara titik tumpu dan titik beban

9 Perhatikan gambar berikut!

Posisi titik tumpu, beban, dan kuasa pada alat di atas yaitu ... .

a. titik tumpu berada di antara beban

dan kuasa

b. beban berada di antara titik tumpu

dan kuasa

c. kuasa berada di antara titik tumpu

dan beban

d. titik tumpu, beban, dan kuasa

berada pada satu tempat

B

1 2 3 4

10

Pada waktu menyapu, titik tumpu terletak pada bagian yang bernomor ... .

a. I

b. II

160 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar c. III d. IV 11

Bagian pada sekrup yang menggunakan prinsip kerja bidang miring yaitu nomor … .

a. I

b. II

c. III

d. IV

C 1 2 3 4

12 Berikut ini salah satu ciri-ciri katrol tetap

adalah ... .

a. katrol yang dipasang pada tempat

tertentu dengan posisi tetap

b. katrol yang dapat bergerak bebas

dan dapat dipindah-pindahkan

c. gabungan antara katrol tetap dan

katrol lepas

d. beberapa roda katrol yang disusun

secara berdampingan dalam satu poros

A 1 2 3 4

5.2.2 Menyebutk

13 Berikut yang termasuk tuas jenis pertama

161 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar an contoh jenis tuas atau pengungkit jenis pertama a. gunting b. gerobak pasir c. sekop d. pemecah biji 14

Gambar di atas adalah contoh jenis tuas golongan … . a. pertama b. kedua c. ketiga d. keempat B 1 2 3 4 15

Gambar di atas adalah contoh tuas jenis ketiga. Letak titik kuasa pada sekop di atas ditunjukkan oleh nomor … .

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

A 1 2 3 4

162 N o Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator No soal PG Soal Kunci Jawaba n Skor Komen tar Menyebutk an penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari … . a. pengungkit b. katrol c. gravitasi d. bidang miring

17 Jalan di pegunungan dibuat dengan lintasan

berkelok-kelok, merupakan jenis penerapan … . a. roda berporos b. katrol c. bidang miring d. pengungkit B 1 2 3 4

18 Perhatikan gambar di bawah ini!

Alat yang digunakan pada kegiatan seperti pada gambar, menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana berupa ... .

a. pengungkit

Dokumen terkait