• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Subjek Penelitian

2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dalam penelitian ini digunakan untuk melihat hubungan antara konformitas teman sebaya dan materialisme pada kalangan remaja. Hipotesis pada penelitian ini masing-masing diuji dengan menggunakan formula korelasi Product Moment Pearson. Korelasi Produk Moment dilakukan untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2014). Teknik korelasi ini baik diterapkan untuk menghitung koefisien korelasi antara skor item dengan skor total tes, khususnya jenis item yang memiliki kisaran skor 1-4 atau lebih (Supratiknya, 2014). Dalam menguji hipotesis ini akan dilakukan perhitungan dengan menggunakan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21.

Uji signifikansi dengan korelasi produk momen menghasilkan nilai -1 dan +1 yang menunjukkan hubungan antar variabel dapat menjadi positif dan negatif. Jika nilai sig. atau p < 0.05, maka hipotesis nol ditolak atau ada

hubungan signifikan anta dua variabel. Namun sebaliknya, apabila nilai sig. atau p > 0,05, maka hipotesis nol diterima atau tidak ada hubungan yang signifikan antar kedua variabel (Prasetyo, 2008).

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilakukan pada tanggal 16 sampai 17 Juli 2017. Data penelitian diperoleh dengan menyebar skala dalam bentuk online kepada subjek remaja dengan rentang usia 12 sampai 23 tahun. Pengambilan data menggunakan teknik

tryout terpakai. Penelitian dilaksanakan dengan menyebar link kuesioner online

kepada teman-teman peneliti yang kemudian disebar kembali. Kuesioner berhasil terkumpul sebanyak 213 subjek.

B. Data Demografi Subjek Penelitian

Subjek penelitian memiliki kriteria, yaitu seorang remaja dengan rentang usia 12-23 tahun. Menurut Hurlock (1991) masa remaja dibedakan menjadi 2 bagian yaitu remaja awal yang berusia sekitar 13 hingga 17 tahun, dan remaja akhir yang berusia setelah 17 tahun. Berikut ini adalah data demografi subjek dengan pembagian masa remaja awal, dan akhir.

Tabel 7.

Data Demografi Subjek Menurut Usia

Masa Perkembangan Subjek Remaja Awal (12-17 tahun) 43 Remaja Akhir (> 17 tahun) 170

Tabel 8.

Data Subjek Menurut Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Subjek

Perempuan 166

Laki-laki 47

Jumlah 213

C. Deskripsi Data Penelitian

Berdasarkan hasil data penelitian, maka diperoleh hasil perhitungan mean teoretik sebagai berikut :

1. Konformitas Jumlah item : 24 Nilai minimum : 24 x 1 = 24 Nilai Maksimum : 24 x 4 = 96 Rentang nilai : 24 – 96 Jarak : 96-24 = 72 Mean teoretik :( ) =( ) = 60 2. Materialisme Jumlah item : 18 Nilai minimum : 18 x 1 = 18 Nilai maksimum : 18 x 5 = 90 Rentang nilai : 18 – 90 Jarak : 90-18 = 72 Mean teoretik :( ) =( ) = 54

Perhitungan empirik diperoleh data sebagai berikut: Tabel 9.

Data Empirik Konformitas

One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Konformitas 213 57.20 9.455 .648 One-Sample Test Test Value = 60 t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Konformitas -4.326 212 .000 -2.803 -4.08 -1.53 Tabel 10.

Data Empirik Materialisme

One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Materialisme 213 47.38 7.457 .511 One-Sample Test Test Value = 54 t df Sig. (2-tailed) Mean Differenc e 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Materialisme -12.947 212 .000 -6.615 -7.62 -5.61

Hasil data uji t pada tabel 12 menunjukkan bahwa pada variabel konformitas, nilai signifikansi sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara mean empirik dan mean teoretik. Mean teoretik pada variabel konformitas memperoleh hasil sebesar 60, sehingga lebih besar bila dibandingkan dengan mean empirik dengan nilai sebesar 57,20 (SD = 9,455). Berdasarkan hasil data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat konformitas pada subjek dalam penelitian ini adalah rendah.

Pada variabel materialisme, ditemukan pula hasil mean teoretik subjek dalam penelitian ini sebesar 54 yang lebih besar daripada mean empirik dengan nilai 47,38 (SD = 7.457). Hal tersebut menunjukkan bahwa materialisme pada penelitian ini adalah rendah.

D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi

a. Uji Normalitas

Penelitian ini ingin melihat hubungan antara konformitas dengan materialisme. Uji normalitas dilakukan untuk melihat sebaran data dari subjek apakah bersifat normal atau tidak. Distribusi dikatakan normal apabila probabilitas (p) > 0,05 (Santoso, 2012). Untuk menguji normalitas, penelitian ini menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov Test dengan bantuan SPSS for windows versi 21. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 11.

Hasil Uji Normalitas Subjek Penelitian Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Konformitas .075 213 .005 Materialisme .054 213 .200*

a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan hasil uji normalitas, dapat dilihat pada variabel konformitas bahwa nilai signifikansi probabilitas (p) yaitu sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa variabel konformitas tidak berdistribusi normal. Disisi lain, variabel materialisme memiliki nilai signifikansi 0,200, sehingga p lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel materialisme memiliki distribusi data yang normal.

b. Uji Linieritas

Uji linieritas dilakukan dengan teknik test of liniearity

menggunakan SPSS from windows versi 21. Data dikatakan linier apabila nilai sig. liniearity lebih kecil dari 0,05 dan nilai sig. deviation from

linearity lebih besar dari 0,05 (Santoso, 2010). Hasil uji linieritas dapat

Tabel 12.

Hasil Uji Linieritas Subjek Penelitian Keseluruhan ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Materialism e * Konformitas Between Groups (Combined) 3388.792 44 77.018 1.540 .027 Linearity 717.542 1 717.542 14.351 .000 Deviation from Linearity 2671.249 43 62.122 1.242 .168 Within Groups 8399.640 168 49.998 Total 11788.432 212

Pada tabel 12, dapat dilihat bahwa nilai sig. linearity yaitu sebesar 0,000, dan nilai sig. deviation from linearity yaitu sebesar 0,168. Hal ini menunjukkan bahwa variabel konformitas dengan materialisme adalah bersifat linear karena nilai sig. linearity < 0,05 dan nilai sig. deviation from linearity > 0,05. Berdasarkan hasil linearitas tersebut, maka uji hipotesis korelasi dapat dilakukan.

2. Uji Hipotesis

Setelah melihat hasil uji asumsi yaitu uji normalitas dan linearitas, maka peneliti akan melihat hubungan antara variabel konformitas dan materialisme. Uji korelasi dilakukan menggunakan teknik non parametrik Spearman’s rho dengan bantuan SPSS from windows versi 21, karena data konformitas bersifat tidak normal. Hasil uji korelasi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 13.

Uji Korelasi Subjek Penelitian

Correlations Materialisme Konformitas Spearman's rho Materialisme Correlation Coefficient 1.000 .263** Sig. (1-tailed) . .000 N 213 213 Konformitas Correlation Coefficient .263** 1.000 Sig. (1-tailed) .000 . N 213 213

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dilihat bahwa nilai korelasi

Spearman’s rho sebesar 0,263 dan nilai sig. yaitu sebesar 0.000 atau p lebih kecil

dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara konformitas dengan materialisme pada remaja, sehingga semakin tinggi konformitas yang dialami remaja, maka semakin tinggi pula materialismenya. Dengan demikian, hipotesis penelitian ini diterima.

Dokumen terkait