BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah variasi nilai pada kelompok sampel penelitian homogen. Pengukuran homogenitas dilakukan dengan analisis varians menggunakan Levene’s Test dengan bantuan SPSS version 17.0 for Windows. Data dikatakan homogen jika nilai p > 0.05.
BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan menguraikan analisa data dan pembahasan. Pembahasan akan dimulai dengan memberikan gambaran umum subjek penelitian dan dilanjutkan dengan hasil penelitian dan pembahasan.
A. Analisa Data
1. Gambaran Subjek Penelitian
Penelitian ini melibatkan 334 subjek penelitian yang merupakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Hasil dari penelitian untuk Pengelompokan subjek berdasarkan pola pembelajaran e-learning yang terdiri dari 4 pola bisa dilihat dari tabel 8 berikut ini.
Tabel 8. Pengelompokan Berdasarkan Pola Pembelajaran E-learning No. Pola pembelajaran e-learning Jumlah
1 Individualized self paced e-learning online 161 orang 2 Individualized self paced e-learning online 49 orang 3 Group based e-learning asynchrously 49 orang 4 Group based e-learning asynchrously 75 orang
Berdasarkan dari tabel 8 dapat ditemukan sebanyak 161 orang (48,2%) memiliki pola pembelajaran e-learning individualized self paced e-learning
pembelajaran e-learning group based e-learning synchrously, dan 75 orang (22,4%) memiliki pola pembelajaran e-learning group based e-learning asynchrously. Penyebarannya bisa dilihat pada grafik 1.
Grafik 1. Penyebaran Subjek berdasarkan pola pembelajaran e-learning
B. Hasil Penelitian
1. Uji normalitas sebaran
Uji normalitas dilakukan utuk mengetahui apakah distribusi data penelitian telah menyebar secara normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan tes Kolmogorov-Smirnov. Data akan dikatakan terdistribusi normal jika harga p > 0.05 (Hadi, 2000). Pengujian asumsi dan analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 17.0 for Windows.
Tabel 9. Normalitas Sebaran Variabel Self directed learning pada Pola pembelajaran e-larning
Variabel N Z p Keterangan
Pola pembelajaran e-learning 161 .714 .688 Normal
0 50 100 150 200
Pola Pembelajaran E-learning
Idividual Online Individual Ofline Group Synchrously Group Asynchrously
Variabel N Z p Keterangan Pola pembelajaran group based
e-learning synchrously
49 .587 .881 Normal
Pola pembelajaran group based e-learning synchrously
75 .624 .831 Normal
a. Uji normalitas data pola pembelajaran e-learning individual self paced e- learning online dilakukan dengan metode statistik tes Kolmogorov- Smirnov. Hasil uji normalitas diperoleh Z = .714 dan p = .688. Jika p > 0,05 artinya distribusi data pola pembelajaran e-learning individual online telah menyebar secara normal. Penyebaran dapat dilihat pada grafik 2 dibawah ini.
Grafik 2. Penyebaran Normalitas Pola Pembelajaran E-Learning Individual Self Paced E-Learning Online
p>0,05 artinya distribusi data pola pembelajaran e-learning offline telah menyebar secara normal. Penyebaran dapat dilihat pada grafik 3 dibawah ini.
Grafik 3. Penyebaran Normalitas Pola Pembelajaran E-Learning Individual Self Paced E-Learning Offline
c. Uji normalitas data pola pembelajaran group based e-learning synchrously dilakukan dengan metode statistik tes Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas diperoleh Z = .587 dan p = .881. Jika p > 0,05 artinya distribusi data pola pembelajaran group based e-learning synchrously telah menyebar secara normal. Penyebaran dapat dilihat pada grafik 4 dibawah ini.
Grafik 4. Penyebaran Normalitas Pola Pembelajaran Group Based E-Learning Synchronously
d. Uji normalitas data pola pembelajaran group based e-learning asynchrously dilakukan dengan metode statistik tes Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas diperoleh Z = .624 dan p = .831. Jika p > 0,05 artinya distribusi data pola pembelajaran group based e-learning asynchrously telah menyebar secara normal. Penyebaran dapat dilihat pada grafik 5 dibawah ini.
Grafik 4. Penyebaran Normalitas Pola Pembelajaran Group Based E-Learning Asynchronously
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian adalah homogen. Pengujian homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji
Levene’s Test. Data penelitian dikatakan homogen jika nilai p > 0.05. apabila nilai p < 0.05, maka data penelitian tidak homogen (Hadi, 2000). Hasil levene statistic
Tabel 10. Uji Homogenitas
Levene Statistic p Ket
1.658 1.76 Homogen
Dari data yang diperoleh pada tabel 10, maka dapat dilihat bahwa nilai p sebesar 1.76 yang artinya p > α . Sehingga dapat disimpulkan bahwa varians dari sampel penelitian ini sama atau homogen yang berarti bahwa kelompok sampel berasal dari populasi dengan varians yang sama.
C. Hasil Analisa Data
Hipotesis penelitian ini diuji kembali dengan menggunakan analisis uji Anava 1 Jalur. Hipotesa nol (Ho): tidak ada perbedaan self directed learning ditinjau dari pola pembelajaran e-learning. Hipotesa penelitian (Ha): ada perbedaan self directed learning ditinjau dari pola pembelajaran e-learning. Kriteria pengujian: Ho diterima bila p > .05, Ho ditolak bila p < .05.
Tabel 11. Hasil Analisis Varians SDL di Tinjau Dari Pola Pembelajaran E-learning
Variabel F p Ket
Self directed learning * pola pembelajaran e-learning
3.356 .019 Signifikan
Dari hasil analisis uji Anava 1 Jalur, diperoleh F hitung sebesar 3.356 dengan p = .019. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai p < 0.05 maka dapat
perbedaan signifikan self-directed learning ditinjau dari pola pembelajaran e- learning.
Selain itu, akan dilihat lebih jauh diantara kelompok-kelompok pola pembelajaran e-learning yang benar-benar berbeda nilai rata-rata skor self directed learning-nya. Pada tabel 11, menunjukkan perbandingan nilai rata-rata skor self directed learning di antara pola pembelajaran e-learning.
Tabel 12. Post Hoc Test SDL Ditinjau Pola Pembelajaran E-learning Pola pembelajaran e-learing Pola pembelajaran e-learing Mean Difference (I-J) Sig. Individual self paced e-learning online Individual self paced e-learning offline 3.020 .198 Group based e-learning synchrously 2.592 .269 Group based e-learning asynchrously 6.293 .002 Individual self paced e-learning offline Group based e-learning asynchrously 3.273 .216 Group based e-learning synchrously Individual self paced e-learning offline .429 .883 Group based e-learning asynchrously 3.701 .161
Pada tabel 12 tampak bahwa :
b. Tidak ada perbedaan self directed learning pada individual self paced e- learning online dan group based e-learning synchrously, dimana nilai p= .269 > 0.05.
c. Ada perbedaan self directed learning pada individual self-paced e-learning online dan group based e-learning asynchrously, dimana nilai p= .002 < 0.05.
d. Tidak ada perbedaan self directed learning pada individual self-paced e- learning offline dan group based e-learning asynchrously, dimana nilai p = .216 > 0.05.
e. Tidak ada perbedaan self directed learning pada group based e-learning synchrously dan individual self-paced e-learning offline, dimana nilai p= .883 > 0.05.
f. Terakhir Tidak ada perbedaan self directed learning pada group based e- learning synchrously dan group based e-learning asynchrously, dimana nilai p= .161 > 0.05.
D. Pembahasan
Hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Anava menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self directed learning ditinjau dari pola pembelajaran e- learning pada mahasiswa, hal ini bisa dilihat dari p = .019 (p < 0.05) dan nilai
learning pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Dalam hal ini terlihat bahwa self directed learning bisa digunakan pada keempat pola pembelajaran e- learning di Universitas Sumatera Utara. Singh (dalam Kerka, 1999), menyatakan bahwa pembelajaran secara kelompok dapat memberdayakan individu untuk bergerak dari self directed learning yang rendah menjadi ketinggi. Selain itu, peningkatan kemampuan self directed learning individu cenderung untuk membantu kelompok menjadi lebih baik.
Jadi, pada dasarnya self directed learning ini bisa dilakukan baik secara individu dan kelompok. Hal ini dikarenakan self directed learning yang melibatkan kemampuan yang cukup fleksibel untuk pindah ke peran yang berbeda dan beradaptasi sesuai dengan perbedaan individu mahasiswa, kelompok dan parameter kelembagaan. Kebanyakan dari semua, itu berarti mampu menyeimbangkan apa yang ingin mahasiswa lakukan untuk diri mereka sendiri dengan apa yang pengajar inginkan, dengan menggunakan wawasan dari teori- teori belajar mengarahkan diri sendiri dan transformatif sebagai panduan (Margo, dalam Kerka, 2005).
Selain itu, pada hasil penelitian dari 334 orang mahasiswa dapat dilihat bahwa terdapat 161 orang mahasiswa memiliki pola pembelajaran e-learning individualized self-paced e-learning online, 49 orang mahasiswa memiliki pola pembelajaran individualized self-paced e-learning offline, 49 orang mahasiswa memiliki pola pembelajaran group based e-learning synchrously, 75 orang
Dari keempat pola pembelajaran ini tidak ada terdapat perbedaan yang signifikan dalam self directed learning pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Pada penelitian Wilson (2003), menjelaskan bahwa self directed learning pada pola pembelajaran e-learning individual self paced e-learning online, maka kemandirian belajar pada kegiatan pembelajaran meliputi penilaian keterampilan, praktek keterampilan, simulasi pembelajaran, dan bisa melalui World Wide Web atau intranet yang menciptakan pengalaman menarik dan realistis bagi mahasiswa. Pada pola pembelajaran e-learning individual self paced e-learning offline, disini mahasiswa belajar sendiri secara mandiri yang ditandai dengan opsi dimana individu dapat mengakses konten pembelajaran kapan saja mereka mau tanpa menggunakan jaringan internet seperti menggunakan slide powerpoint, DVD atau CD-ROM (Fuad, 2011).
Self directed learning pada proses pola pembelajaran e-learning group based e-learning synchrously (real-time) adalah pola pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara mandiri di dalam kelompok dengan online pada saat yang sama dan pada kecepatan yang sama seperti yang dilakukan oleh kelompok tersebut, namun dari tempat yang berbeda. Umumnya dikenal teknologi yang memungkinkan fleksibilitas semacam ini adalah konferensi audio dan video, dan teknologi baru seperti telepon Internet (VoIP), interrelay chatting, dan game online. Dan terakhir self directed learning pada pola pembelajaran e-learning group based e-learning asynchrously (kapan saja).
pertanyaan dan diskusi via e-mail atau instant messaging, monitoring group participation levels, dan kelompok diskusi di jejaring sosial (Wilson, 2003).
Hasil dari penelitian Wilson (2003) menyatakan bahwa ada keterkaitan antara self directed learning pada setiap pola pembelajaran e-learning, dimana harus diperhatikan fasilitas dan kesesuaian pada setiap pola tersebut. Selaras dengan penelitian ini ada terdapat perbedaan yang signifikan antara self directed learning dengan pola pembelajaran e-learning. Lalu, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pola pembelajaran e-learning individual online, indivial offline, group synchrously dan group asynchrously, kecuali pada individual self-paced e- learning online dan group based e-learning asynchrously yang memiliki perbedaan signifikan, hal ini bisa disebabkan karena fasilitas yang belum memadai, bisa dilihat dari kurangnya fasilitas mahasiswa untuk bisa berdiskusi secara asinkron, seperti group discussion dan lainnya.