METODOLOGI PENELITIAN
B. Pengujian Persyaratan Analisis
2. Uji Homogenitas
Syarat berikutnya yang harus dipenuhi dalam penggunaan analisis varians adalah varians populasi harus homogen. Untuk menguji homogenitas pada penelitian ini menggunakan perhitungan Minitab 15. Hasil uji homogenitas telah terangkum dalam gambar berikut:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
Ular Tangga Tek a Tek i Silang
14 12 10 8 6 m e to d e
9 5 % Bonfer r oni Confidence I nter vals for StD evs
Ular Tangga Tek a Tek i Silang
80 70 60 50 40 m e to d e pr estasi T est Statistic 1,83 P-Value 0,064 T est Statistic 2,63 P-Value 0,109 F- Test
Lev en e's Test
Test f or Equal Variances for pr estasi
Gambar 4.8. Uji Homogenitas Prestasi Belajar Biologi menurut Metode
Dari grafik ini terlihat bahwa Ho (data tidak homogen) ditolak sebab diperoleh nilai p (p-va lue) untuk F-test 0,064 dan Levene’s test 0,109 yang lebih besar dari nilai α
= 0,05. Jadi dapat diambil keputusan bahwa kelas ular tangga dan teka-teki silang homogen.
Ular Tangga Tek a Tek i Silang
7,0 6,5 6,0 5,5 5,0 4,5 4,0 m e to d e
9 5 % Bonf er r oni Conf idence I nter vals f or St D evs
Ular Tangga Tek a Tek i Silang
80 75 70 65 60 55 m e to d e
Nilai A fek tif
Test Statistic 1,07 P-Value 0,845
Test Statistic 0,16 P-Value 0,686
F -Test
Lev ene's Test
Test for Equal Variances for Nilai Afektif
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
Dari grafik ini terlihat bahwa Ho (data tidak homogen) ditolak sebab diperoleh nilai p (p-va lue) untuk F-test 0,845 dan Levene’s test 0,686 yang lebih besar dari nilai α
= 0,05. Jadi dapat diambil keputusan bahwa kelas ular tangga dan teka-teki silang homogen . ting gi r en dah 15 14 13 12 11 10 9 8 m e m o r i
9 5 % Bonfer r oni Confidence I nte r vals for StD ev s
ting gi r en dah 80 70 60 50 40 m e m o r i pr esta si Test Statistic 0,89 P- Value 0,710 Test Statistic 0,03 P- Value 0,864 F- Test
Lev en e's Test
Test for Equal Var iances f or pr estasi
Gambar 4.10. Uji Homogenitas Prestasi Belajar Biologi menurut Memori
Dari grafik tampak bahwa Ho (data tidak homogen) ditolak sebab diperoleh nilai p untuk F-test 0,710 dan Levene’s test 0,864 yang lebih besar dari nilai α = 0,05. Jadi
dapat diambil keputusan bahwa kelompok siswa yang mempunyai memori tinggi dan rendah homogen.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user tinggi rendah 15 14 13 12 11 10 9 8 k r e a ti v it a s
9 5 % Bonf er r oni Conf idence I nt erv als f or StD evs
tinggi rendah 80 70 60 50 40 k r e a ti v it a s pr estasi Test Statistic 0,80 P-Value 0,485 Test Statistic 0,38 P-Value 0,541 F -Test
Lev ene's Test
Test f or Equal Variances for pr estasi
Gambar 4.11. Uji Homogenitas Prestasi Belajar menurut kreatifitas
Dari grafik tampak bahwa Ho (data tidak homogen) ditolak sebab diperoleh nilai p untuk F-test 0,485 dan Levene’s test 0,562 yang lebih besar dari nilai α = 0,05. Jadi dapat diambil keputusan bahwa kelompok siswa yang mempunyai kreatifitas tinggi dan rendah homogen.
Berdasarkan hasil di atas, untuk setiap uji homogenitas atau uji perbandingan dua varians diperoleh nilai p (p-va lue) yang lebih besar dari nilai α =
0,05, sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel penelitian ini mempunyai varians yang sama.
C. Pengujian Hipotesis 1. Hasil Uji Hipotesis
Uji yang dilakukan menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama dan komputasinya dapat dilihat pada lampiran. Adapun rangkuman hasil analisis variansi tiga jalan disajikan sebagai berikut :
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
Tabel 4.6. Rangkuman Anava Tiga Jalan
Sumber JK dk RK Fobs Fα p keputusan
Efek Utama A 3264.8650 1 3264.8650 43.5561 3.9200 < 0.05 ditolak B 445.9878 1 445.9878 5.9499 3.9200 < 0.05 ditolak C 96.7974 1 96.7974 1.2914 3.9200 > 0.05 diterima Efek Interaksi AB 92.9294 1 92.9294 1.2398 3.9200 > 0.05 diterima AC 6.6589 1 6.6589 0.0888 3.9200 > 0.05 diterima BC 0.4240 1 0.4240 0.0057 3.9200 > 0.05 diterima ABC 119.3295 1 119.3295 1.5920 3.9200 > 0.05 diterima Galat 5396.9558 72 74.9577 Total 9423.9479 79
Berdasarkan sajian data tersebut dapat diambil keputusan hipotesis 1 dan 2 tidak ditolak (Ho ditolak) karena dilihat dari harga Fobs yang lebih besar dari harga F
tabel pada taraf signifikansi α = 0,05, yaitu Fα = 3,92.
Tabel 4.7 Rangkuman Hasil Komputasi ANOVA General Linier Model
No. Terhadap Prestasi Belajar Fobs P Keputusan
1. Media 43,6 0,000 Ho ditolak
2. Memori 5,95 0,017 Ho ditolak
3. Kreatifitas 1,29 0,260 Ho diterima
4. Media*Memori 1,24 0,269 Ho diterima
5. Media * Kreatifitas 0,09 0,767 Ho diterima
6. Memori *Kreatifitas 0,00 0,940 Ho diterima
7. Media *Memori *Kreatifitas 1,59 0,211 Ho diterima
Kesimpulan :
1. P-value media 0,000 < 0,05, maka Ho (tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran model TGT menggunakan media ular tangga dan teka-teki silang ) ditolak (P > 0,05 tidak ditolak) berarti ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
2. P-value memori 0,017 < 0,05, maka Ho (tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai memori tinggi dan rendah) ditolak (P > 0,05 tidak ditolak) berarti ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai memori tinggi dan rendah.
3. P-value kreatifitas 0,260 > 0,05, maka Ho ( tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreatifitas tinggi dan rendah) diterima ( P < 0,05 ditolak) berarti tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreatifitas tinggi dan rendah
4. P-value interaksi antara media dan memori siswa 0,269 > 0,05, maka Ho ( tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang dengan memori siswa) diterima (P < 0,05 ditolak) berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang dengan memori siswa terhadap prestasi belajar biologi.
5. P-value interaksi antara media dan kreatifitas 0,767 > 0,05, maka Ho ( tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang dengan kreatifitas siswa) diterima (P < 0,05 ditolak) berarti tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang dengan kreatifitas siswa terhadap prestasi belajar biologi.
6. P-value interaksi antara memori dan kreatifitas 0,940 > 0,05, maka Ho ( tidak terdapat interaksi antara memori siswa dengan kreatifitas siswa) diterima (P < 0,05 ditolak) berarti tidak terdapat interaksi antara memori siswa dengan kreatifitas siswa terhadap prestasi belajar biologi.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
7. P-value interaksi antara media, memori dan kreatifitas 0,211 > 0,05, maka Ho (tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang dengan memori dan kreatifitas siswa) diterima (P < 0,05 ditolak) berarti tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang dengan memori dan kreatifitas siswa terhadap prestasi belajar Biologi.
2. Uji Lanjut Pasca Analisis Variansi Tiga Jalan
Uji lanjut anava atau uji komparasi ganda diperlukan untuk mengetahui karakteristik pada variabel bebas dan variabel terikat. Dalam penelitian ini uji komparasi ganda dilakukan pada hipotesis pertama, ketiga dan keempat. Pada hipotesis kedua, kelima, keenam dan ketujuh tidak diperlukan uji komparasi ganda karena keputusan Ho tidak ditolak atau diterima.
Tabel 4.8. Rangkuman Hasil Uji Komparasi Ganda (Uji Scheffe’)
Ho F obs v1 v2 F tabel DK p Keputusan
Komparasi Antar Kolom Permainan (A1 Vs A2)
µ1 = µ2 782.5302 1 76 3.9100 3.9100 < 0.05 ditolak Komparasi Antar Kolom Memori (B1 Vs B2)
µ1 = µ2 106.6281 1 76 3.9100 3.9100 < 0.05 ditolak Komparasi Antar Baris Kreativitas (C1 Vs C2)
µ1 = µ2 1.4464 1 76 3.9100 3.9100 > 0.05 diterima
Berdasarkan rangkuman hasil uji komparasi ganda dengan menggunakan uji Scheffe diperoleh kesimpulan bahwa permainan, dan memori keduanya berpengaruh terhadap prestasi belajar biologi. Hal ini dapat dilihat dari nilai Fobs
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
sehingga Ho yang menyatakan tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang diajar dengan model pembelajaran TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang ditolak. Selanjutnya Ho yang menyatakan tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan memori tinggi dan rendah juga ditolak. Tetapi Ho yang menyatakan tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan kreatifitas tinggi dan rendah diterima.
Kesimpulan di atas dipertegas dengan paparan diagram a na lysis of mea ns (ANOM) pada program Minitab 15 berikut :
Ular Tang ga T e ka T eki Silang 6 6 6 4 6 2 6 0 5 8 5 6 5 4 5 2 5 0 met ode M e a n 56 ,2 6 60 ,2 7 58 ,2 6
One-Way Normal ANOM for pr est asi
Alpha = 0,05
Gambar 4.12. Diagram ANOM pengaruh permainan terhadap prestasi belajar
Pada diagram di atas, garis vertikal biru untuk teka-teki silang mengarah ke atas melewati garis merah, berarti permainan teka-teki silang berpengaruh lebih besar terhadap prestasi belajar biologi dibandingkan dengan permainan ular tangga. Sementara itu, pada diagram ANOM pengaruh memori terhadap prestasi belajar terlihat ada garis biru yang mendekati garis merah. Ini menunjukkan bahwa memori
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
berpengaruh terhadap prestasi belajar biologi. memori tinggi berpengaruh lebih besar terhadap prestasi belajar dibandingkan dengan memori rendah.
t ingg i re nd ah 6 2 6 1 6 0 5 9 5 8 5 7 5 6 5 5 5 4 memori M e a n 5 5,61 9 6 0,90 6 5 8,26 2 One-Way Normal ANOM for pr est asi
Alpha = 0,05
Gambar 4.13. Diagram ANOM pengaruh memori terhadap prestasi belajar
D. Pembahasan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran metode TGT dengan ular tangga dan teke-teki silang, ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai memori tinggi dan memori rendah, ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dan kreativitas rendah. Ada atau tidaknya interaksi motode pembelajaran TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang terhadap prestasi belajar biologi belajar ditinjau dari memori dan kreativitas siswa.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
Pengukuran memori dan kreativitas siswa dilakukan sebelum pembelajaran berlangsung dengan menggunakan tes memori dan tes kreatifitas siswa. Setelah selesai pembelajaran materi pokok system koordinasi pada manusia dilakukan tes untuk mengukur prestasi belajar biologi dan angket untuk penilaian afektif. Dalam penelitian ini digunakan metode pembelajaran TGT dengan menggunakan ular tangga dan teka-teki silang , suatu metode pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan mengaktifkan siswa, agar siswa lebih aktif tidak pasif.
1. Hipotesis Pertama
Kesimpulan yang diperoleh dari hipotesis pertama yaitu, ada pengaru prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran metode TGT menggunakan ular tangga dan teka-teki silang.
Dari anava tiga jalan dengan sel tidak sama prestasi belajar biologi aspek kognitif diperoleh harga F = 43,56 > Fα untuk faktor metode atau P-value 0,00 < 0,05, maka Ho (tidak ada pengaruh prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran metode TGT menggunakan Ular tangga dan Teka-Teki Silang ditolak, (P > 0,005 tidak ditolak). Berarti ada pengaruh prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran model TGT menggunakan Ular tangga dan Teka-Teki Silang. Hal ini berarti penggunaan model pembelajaran TGT menggunakan Ular Tangga dan Teki-Teki Silang memberikan efek berbeda terhadap prestasi belajar Biologi pada materi pokok sistem koordinasi pada manusia.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran TGT menggunakan permainan ular tangga dan metode pembelajaran TGT menggunakan permaianan teka-teki silang berpengaruh terhadap prestasi belajar biologi materi sistem koordinasi pada manusia.
Metode pembelajaran TGT menggunakan permainan teka-teki silang lebih baik daripada metode pembelajaran TGT menggunakan permainan ular tangga, hal ini dikarenakan metode pembelajaran TGT menggunakan permainan teka-teki silang mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan metode pembelajaran TGT menggunakan permainan ular tangga, yaitu permainan teka-teki silang yang digunakan ini, antara lain: 1) Dapat mengukur kemampuan suatu kelompok, karena tidak ada faktor keberuntungan dalam mencapai kemenangan; 2) Diperlukan pengetahuan yang cukup, karena siswa harus aktif mencari jawaban sendiri dengan tepat; b. Kekurangan : 1) Tidak dapat memuat pertanyaan hitungan dengan jenis jawaban yang komplek; 2) Jawaban lebih mudah ditebak, karena ada huruf-huruf yang menghubungkan sebuah kata. Pada permainan teka-teki silang berbeda dengan ular tangga dimana dalam kolom jawaban sudah tersedia beberapa huruf sebagai bantuan jawaban, sehingga siswa termotivasi untuk berpikir mencari jawaban yang tepat , karena daya pikir siswa sudah terarah untuk mencari satu jawaban yang benar.
Sedangkan pada ular tangga suasana pembelajaran cenderung lebih ke permainan untuk mencapai finish dapat diperoleh dengan keberuntungan mengocok dadu. Selain itu, permainan ular tangga juga menuntut siswa lebih aktif dan dituntut lebih berfikir menggunakan kemampuan ingatannya dalam berdiskusi untuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
menjawab pertanyaan yang ada, karena tidak terdapat bantuan jawaban dalam permainan ini,
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran TGT menggunakan permainan teka-teki silang lebih baik dari pada metode pembelajaran TGT menggunakan permainan ular tangga untuk siswa SMPN 2 Tambakrejo pada materi sistem koordinasi pada manusia terhadap prestasi belajar siswa aspek kognitif dan afektif materi sistem koordinasi pada manusia.
Ular tangga dan teka-teki silang merupakan metode TGT yang mempunyai kelemahan dan keunggulan berbeda. Keunggulan menggunakan ular tangga adalah :1) kerjasama kelompok dalam mencapai finish sangat ditekankan; 2) anak tidak selalu dituntut untuk berpikir, sehingga suasana turnamen cenderung lebih menyenangkan; 3) dengan keberuntungan mengocok dadu, memberikan motivasi lebih besar pada siswa untuk mencapi finish (mencapai kemenangan); 4) memerlukan pengetahuan yang cukup tinggi, karena siswa dituntut untuk aktif dalam mencari jawaban sendiri dengan cepat; 5) dapat memuat pertanyaan dengan berbagai jenis jawaban (tidak hanya sebuah konsep hafalan, tetapi juga konsep hitungan); b. Kelemahan permainan Ular tangga: kurang dapat mengukur kemampuan suatu kelompok, karena kemenangan dipengaruhi oleh adanya keberuntungan (adanya ular dan tangga).
Dua metode pembelajaran yang karakteristiknya berbeda akan memberikan perbedaan pula terhadap prestasi belajar. Teka-teki silang memberikan pengaruh lebih baik terhadap prestasi belajar Biologi materi pokok sistem koordinasi pada manusia, karena dengan teka-teki silang siswa termotivasi untuk lebih kreatif
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
mempelajari materi sistem koordinasi dengan mencari jawaban dan mencocokkan dengan kotak-kotak yang telah tersedia. Meskipun selama proses pembelajaran kedua metode TGT ini terlihat sama-sama menarik dan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, tetapi dalam hal pencapaian hasil metode TGT menggunakan Teki-teki Silang lebih baik. Data penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar biologi kelas Teka-teki silang (64,40) lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nilai kelas ular tangga (52,13). Demikian pula rata-rata prestasi belajar aspek afektif kelas Teka –teki silang (66,67) dan kelas ular tangga (65,90).
Pada proses pembelajaran model TGT menggunakan Teka-Teki Silang siswa tertarik untuk mencoba menjawab pertanyaan dan mencocokkannya dengan kotak-kotak yang tersedia agar siswa lebih kreatif karena siswa selama ini cenderung kurang kreatif dan cenderung pasif mempelajari materi sistem koordinasi. Kesimpulan yang diperoleh dari hipotesis pertama yaitu, metode pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar kimia, baik prestasi belajar kognitif maupun afektif. Hal ini sesuai dengan teori yang telah diungkapkan bahwa metode pembelajaran merupakan faktor ekstern yang berpengaruh terhadap prestasi belajar. Dua model pembelajaran yang karakteristiknya berbeda akan mempunyai pengaruh yang berbeda pula terhadap prestasi belajar. Menurut Renante P.Manlunas menyatakan bahwa “ICT a nd Cooperative Lea rning : Renventing the Cla ssroom: (2006:4) “ Cooperative lea rning (CL) is The instructiona l use of sma ll groups through which students work together to ma ximize their own a nd ea ch others lea rning” In this type of cla ssroom, the students intera ct with their groups and
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
perform ta sk-oriented a ctivities designed by the tea cher” . Pembelajaran kooperatif (CL) adalah penggunaan pembelajaran melalui kelompok-kelompok kecil dimana siswa bekerja sama untuk memaksimalkan mereka sendiri dan masing-masing orang lain belajar. Dalam hal ini jenis kelas ,siswa berinteraksi dengan kelompok mereka dan melakukan kegiatan berorientasi tugas yang dirancang oleh guru. Dengan kerja sama antar kelompok didapatkan pemahaman belajar yang lebih. Meskipun model pembelajaran yang digunakan sama, yaitu cooperative lea rning dan metode pembelajaran yang digunakan juga sama, yaitu metode pembelajaran TGT, akan tetapi jenis permainan yang berbeda akan memberi pengaruh yang berbeda terhadap hasil presatsi belajar siswa.
2. Hipotesis kedua
Dari anava tiga jalan dengan sel tak sama untuk hipotesis kedua diperoleh harga F = 5,95 > Fα untuk memori siswa atau P-value = 0,017< 0,05, maka Ho (tidak ada pengaruh prestasi belajar antara siswa yang mempunyai memori tnggi rendah) ditolak, (P > 0,005 tidak ditolak) berarti tidak ada pengaruh prestasi belajar antara siswa yang mempunyai memori tinggi dan rendah. Berarti ada pengaruh memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Dari hipotesis kedua, disimpulkan bahwa ada pengaruh memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif. Dari hasil anava tiga jalan dengan sel tak sama memori berpengaruh terhadap prestasi belajar biologi materi sistem koordinasi pada manusia sebaiknya sebelum pembelajaran guru harus memperhatikan memori siswa terlebih dahulu sebelum pembelajaran dengan lakukan tes memori siswa termasuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
tinggi atau rendah. Siswa yang memiliki memori rendah sebelum pembelajaran dapat diberikan latihan-latian yang sesuai dengan materi, setelah itu bisa mendapatkan pengembangan materi lebih lanjut.
Dari uji lanjut pasca anava dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara memori siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada materi sistem koordinasi pada manusia, (Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 28). Untuk aspek afektif diperoleh P-Value > 0,05. Hal ini berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara memori siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar afektif siswa pada materi sistem koordinasi pada manusia. Rangkuman hasil uji anava dapat dilihat pada Tabel 4.16. (Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 28). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok memori kategori tinggi dan kelompok memori kategori rendah terhadap prestasi belajar siswa aspek kognitif akan tetapi tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada kelompok memori kategori tinggi dan kelompok memori kategori rendah terhadap prestasi belajar siswa aspek afektif.
Memori atau daya ingat adalah kemampuan untuk mengingat pengalaman terdahulu yang kemudian bisa menggunakannya kembali pada situasi yang berikutnya atau disebut (merecall). memori berkaitan dengan konsentrasi dan sebaliknya, karena siswa membutuhkan daya konsentrasi yang cukup agar informasi tersebut dapat tertanam dalam diri siswa. Memori menjadi salah satu hal yang mempengaruhi pembentukan intelegensi siswa. Memori yang baik mempengaruhi aspek intelegensi tapi juga pengelolaan emosi dan interaksi sosial. Semakin tinggi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
tingkat memori siswa akan semakin banyak informasi yang dapat diingat dan pada akhirnya akan semakin banyak pula konsep yang dipahami. Sehingga siswa yang memiliki memori tinggi akan lebih mudah menjawab soal kognitif dibanding siswa yang memiliki memori rendah. Menurut Ungerleider dan Desimone (1986) dalam Larry R. Squire (1987:119) ringkasan hubungan dalam a rea visua l cortex dinyatakan sebagai berikut:
“There a re two ma jor routes from striate cortex (V1): One follows a ventra l route into the tempora l lobe via a rea V4, a nd the other follows a dorsa l route into the pa rieta l lobe via MT. Hea ve arrowhea ds indicate “ forwa rd” projections, light arrowhea ds indicate” ba ckwa rd” projections. “ intermediate” projections a re indicated by two hea vy a rrowheads. ‘d’ indicates that the projection is limited to the dorsa l portion of the a rea, ‘m’ that is limited to the medica l portion. Other potentia l pathwa ys into the parieta l lobe include those ca rrying input from the periphera l visua l field (dotted lines)”.
Penerimaan rangsang visual dapat disimpan dalam memori melalui dua jalur yaitu langsung ke otak dan melalui jalur yang tidak langsung ke otak. Jaur tidak langsung lebih lambat dalam merespon dan kurang dapat terekam dalam memori, sedangkan yang langsung lebih cepat dalam respon dan dapat langsung terekam dalam memori. Menurut Ericsson, Chase dan Faloon (1980) dalam Larry R.Squire (1987:133):
“ Aquisition of a memory skill.During 20 months involving a bout 230 hours of pra ctice (1 hour a da y, 3 to 5 da ys a week, a college student increased his
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
digit span from 7 to 79 digits. Random digits were read to him at the rate of 1 per second. If a sequence wa s reca lled correctly, I digit a s a dded to the next sequence” .
Perulangan berkali-kali dari stimulus, yang ditangkap oleh indera pertama kali adalah stimulus yang berupa media visual, semakin cepat perulangan dan lama perulangan semakin cepat diterima oleh reseptor atau indera dan terekam baik dalam ingatan.
Akan tetapi memori tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar afektif, karena dalam prestasi belajar afektif yang dinilai hanyalah sikap siswa. Disini siswa tidak dituntut memiliki daya konsentrasi yang cukup dalam mengingat untuk