• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Pengujian Prasyarat Analisis

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel penelitian ini berasal dari populasi yang homogen atau tidak homogen. Uji homogenitas data yang digunakan adalah uji Levene Test melalui program SPSS versi 18. Hasil analisis uji homogenitas disajikan pada Tabel 4.18.

Tabel 4.18. Rangkuman Uji Homogenitas

Variabel Sig. Keputusan Uji Keputusan

Prestasi Belajar Kognitif

Media 0,351 H0 Diterima Homogen Kemampuan Verbal 0,639 H0 Diterima Homogen Gaya Belajar 0,228 H0 Diterima Homogen Prestasi Belajar

Afektif

Media 0,144 H0 Diterima Homogen Kemampuan Verbal 0,064 H0 Diterima Homogen Gaya Belajar 0,197 H0 Diterima Homogen Prestasi Belajar

Psikomotorik

Media 0,117 H0 Diterima Homogen Kemampuan Verbal 0,050 H0 Diterima Homogen Gaya Belajar 0,083 H0 Diterima Homogen

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas data diketahui bahwa nilai signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data mempunyai variansi yang homogen. Hasil uji homogenitas selengkapnya terdapat pada Lampiran 43.

C. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji univariate melalui program SPSS versi 18. Untuk prestasi belajar kognitif dan psikomotorik, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji parametrik yaitu uji anava 3 jalan. Hal ini karena berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh semua kelompok data

commit to user

terdistribusi normal. Sedangkan untuk prestasi belajar afektif, pengujian hipotesis menggunakan uji non parametrik yaitu uji Kruskal Wallus. Hal ini karena berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh tidak semua kelompok yang dibandingkan terdistribusi normal. Hasil analisis pengujian hipotesis dapat dilihat pada Lampiran 44 sedangkan rangkuman analisisnya disajikan pada Tabel 4.19.

Tabel 4.19. Rangkuman Uji Hipotesis Penelitian Prestasi Belajar Kognitif

Source Mean Square F Sig. Keputusan Uji

Media_M 456,936 4,073 0,045 Ho ditolak KemampuanVerbal_V 3573,227 31,853 0,000 Ho ditolak GayaBelajar_G 26,452 0,236 0,790 Ho diterima Media_M * KemampuanVerbal_V 1,298 0,012 0,915 Ho diterima Media_M * GayaBelajar_G 110,283 0,983 0,377 Ho diterima KemampuanVerbal_V * GayaBelajar_G 478,653 4,267 0,016 Ho ditolak Media_M * KemampuanVerbal_V *

GayaBelajar_G

52,051 0,464 0,630 Ho diterima

Tabel 4.20. Rangkuman Uji Hipotesis Penelitian Prestasi Belajar Afektif

Source Chi-square Sig. Keputusan Uji

Media_M 456,936 0,462 Ho diterima

KemampuanVerbal_V 17,287 0,000 Ho ditolak GayaBelajar_G 1,593 0,451 Ho diterima Media_M * KemampuanVerbal_V 18,049 0,000 Ho ditolak Media_M * GayaBelajar_G 4,676 0,457 Ho diterima KemampuanVerbal_V * GayaBelajar_G 17,721 0,003 Ho ditolak Media_M * KemampuanVerbal_V *

GayaBelajar_G

21,095 0,032 Ho ditolak

Tabel 4.21. Rangkuman Uji Hipotesis Penelitian Prestasi Belajar Psikomotorik

Source Mean Square F Sig. Keputusan Uji

Media_M 1,355 0,032 0,858 Ho diterima

KemampuanVerbal_V 648,925 15,354 0,000 Ho ditolak GayaBelajar_G 15,461 0,366 0,694 Ho diterima Media_M * KemampuanVerbal_V 32,378 0,766 0,383 Ho diterima Media_M * GayaBelajar_G 36,917 0,873 0,420 Ho diterima KemampuanVerbal_V * GayaBelajar_G 3,270 0,077 0,926 Ho diterima Media_M * KemampuanVerbal_V *

GayaBelajar_G

Hipotesis dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1). Hipotesis nol (H0) menyatakan tidak ada pengaruh ataupun interaksi antara suatu variabel dengan variabel yang lain. Sedangkan hipotesis alternatif (H1) menyatakan sebaliknya, ada pengaruh ataupun interaksi antara suatu variabel dengan variabel yang lain. Pengambilan keputusan dalam uji hipotesis dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut yaitu: jika nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sedangkan jika signifikansi 0,05 maka H1 ditolak dan H0 diterima.

Berdasarkan Tabel 4.19., 4.20., dan 4.21. dan kriteria pengujian hipotesis, maka analisis pengujian hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ada pengaruh pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik terhadap prestasi belajar siswa.

H0 : Tidak ada pengaruh pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik terhadap prestasi belajar siswa.

H1 : Ada pengaruh pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,045 (signifikansi < 0,05), maka H0

ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,462

commit to user

(signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada pengaruh pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,858 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1

ditolak. Hal ini berarti tidak ada pengaruh pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik terhadap prestasi belajar siswa.

2. Ada pengaruh kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa. H0 : Tidak ada pengaruh kemampuan verbal siswa terhadap prestasi

belajar siswa.

H1 : Ada pengaruh kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,000 (signifikansi < 0,05), maka H0

ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,000 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,000 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa.

3. Ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H0 : Tidak ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H1 : Ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,790 (signifikansi 0,05), maka H0

diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,451 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,694 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1

ditolak. Hal ini berarti tidak ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

4. Ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H0 : Tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H1 : Ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa.

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,915 (signifikansi 0,05), maka H0

diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,000 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1

diterima. Hal ini berarti ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,383 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan kemampuan verbal siswa terhadap prestasi belajar siswa.

5. Ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H0 : Tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H1 : Ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,377 (signifikansi 0,05), maka H0

diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,457 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,383 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. 6. Ada interaksi antara kemampuan verbal dan gaya belajar siswa terhadap

prestasi belajar siswa.

H0 : Tidak ada interaksi antara kemampuan verbal dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H1 : Ada interaksi antara kemampuan verbal dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,016 (signifikansi < 0,05), maka H0

ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada interaksi antara kemampuan verbal dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,003 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1

commit to user

diterima. Hal ini berarti ada interaksi antara kemampuan verbal dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,926 (signifikansi 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara kemampuan verbal dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

7. Ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik, kemampuan verbal, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H0 : Tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik, kemampuan verbal, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

H1 : Ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik, kemampuan verbal, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.19., Tabel 4.20., dan Tabel 4.21. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0,630 (signifikansi 0,05), maka H0

diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik, kemampuan verbal, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0,032 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik, kemampuan verbal, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk

prestasi belajar psikomotorik signifikansi = 0,852 (signifikansi 0,05), maka H0

diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dipandu dengan animasi dan komik, kemampuan verbal, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.