• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Instrumen Penelitian

I. Uji Instrumen Penelitian

1. Uji Reliabilitas

Menurut Ghozali (2013:47) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konstan atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot

atau pengukuran sekali saja dan kemudian dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan dan pengukuran dengan cara Repeted measure atau pengukuran yaitu seseorang akan disodori pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda dan kemudian dilihat apakah dia tetap konsisten dengan jawabanya (Ghozali, 2010: 48).

Pengukuran reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpa (α) serta

suatu konstruk atau varaibel dikatakan reliabel jika memberikan nilai

Cronbach Alpa (α) > 0,70 (Ghozali, 2013).

2. Uji Validitas

Menurut Ghozali (2013: 52) menyatakan bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu pengukuran dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor

butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Sedangkan untuk mengetahui skor masing-masing item pertanyaan valid atau tidak, maka ditetapkan kriteria statistik sebagai berikut:

a. Jika r hitung > r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid. b. Jika r hitung < r tabel, maka variabel tersebut tidak valid.

c. Jika r hitung > r tabel tetapi bertanda negatif, maka H0 akan tetap ditolak dan H1 diterima.

3. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Multikolonieritas

Multicollinearity adalah situasi dimana terdapat korelasi

variabel-variabel bebas di antara satu dengan yang lainnya. Masalah Multikolinearitas yang serius dapat mengakibatkan berubahnya tanda dari parameter estimasi (Bawono, 2006:115-116).

Menurut Ghozali (2013: 105) uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas didalam model regresi adalah sebagai berikut:

1) Nilai R2 yang dihasilkan oleh estimasi model regresi empiris yang sangat tinggi.

2) Menganalisis matriks korelasi variabel-variabel independen. Jika ada variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolonieritas.

3) Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawanya serta

variance inflation factor (VIF). Nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama

dengan nilai VIF ≥ 10. b.Uji heterokedastisitas

Menurut Ghozali (2013: 139) uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan

residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari

residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut

heteroskedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas.

Bawono (2006:136) menganalisis terjadinya masalah heterokedatisitas, dilakukan dengan menggunakan metode park. Metode

park mengemukakan bahwa O’ merupakan fungsi dari variabel-variabel

bebas, yang dinyatakan sebagai berikut:

O’2= αXiβ

Persamaan ini dijadikan linier dalam bentuk persamaan log.

Sehingga menajdi LnO’2 = α + β Ln Xi + Vi karena O’2 umumnya tidak diketahui, maka ini dapat ditaksir dengan menggunakan u, sebagai proksi, sehingga:

LnU2i= α + β Ln Xi + Vi

c.Uji Normalitas

Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, data variabel dependen dan independen yang digunakan memiliki distribusi normal atau tidak. Ada beberapa cara untuk mengujinya, salah

satunya dengan analisa grafik. Dengan metode grafik kita dapat melihat data yang digunakan memberikan distribusi normal atau tidak dengan melihat histogram dan normal probability plot (Bawono, 2006:174).

Dalam Ghozali (2013: 160) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel penganggu residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah residual itu normal atau tidak, maka akan digunakan analisis grafik dan uji statistik. Pengujian normalitas data dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika nilai signifikansi > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi residual data penelitian adalah normal

2) Jika nilai signifikansi <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi residual data penelitian tidak normal.

4. Uji Statistik

a. Koefisien Determinasi (R2)

Uji R2 bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013:97). Menurut Gujarti dalam Ghozali (2003) jika dalam uji empiris didapat nilai adjusted R2 negatif, maka nilai adjusted R2 dianggap bernilai nol (0). Secara matematis jika nilai R2 =1, maka

adjusted R2 = R2 = 1sedangkan jika R2= 0, maka adjusted R2=

b. Uji T

Uji T dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individu dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013:98). Kriteria dalam menentukan uji T adalah ketika sig. <0,05 atau = 0,05 maka, dapat dikatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen (Ghozali, 2013: 99).

c. Uji F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013:98). Untuk menguji kelayakan model penelitian ini digunakan Uji Anova (uji F) dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika nilai Fhitung> Ftabel atau sig. < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yang diuji merupakan variabel yang tepat dalam memprediksi variabel dependen.

2) Jika nilai Fhitung> Ftabel atau sig. < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yang diuji merupakan variabel yang tidak tepat dalam memprediksi variabel dependen.

5. Analisis jalur (Path Analysis)

Menurut Ghozali (2013: 246) analisis jalur digunakan untuk menguji pengaruh variabel intervening, yang merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda, atau analisis jalur adalah penggunaan analisis

regresi untuk menaksirkan hubungan kausalitas antara variabel yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori. Model penelitian sebagai berikut:

Gambar 3.1

Model Struktural Analisis Jalur

Sumber: Ghozali, 2013

Diagram jalur secara eksplisit menunjukkan hubungan kausalitas antar variabel berdasarkan teori.Anak panah menunjukkan hubungan antar variabel.Nilai P menggambarkan jalur dan koefisien jalur. Berdasarkan gambar model jalur diatas menunjukkan hubungan diantaranya:

a. Pengaruh langsung budaya organisasi terhadap organizational

citizenship behavior (OCB) = P1.

b. Pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap organizational

citizenship behavior (OCB) melalui komitmen = (P2 x P3)

c. Total pengaruh (korelasi budaya organisasi terhadap organizational

citizenship behavior (OCB) = (P1+(P2 x P3))

Komitmen (Z)

Budaya (X) OCB (Y)

e1

e2

P2 P3

Koefisien jalur dihitung dengan membuat dua persamaan struktural yaitu persamaan regresi yang menunjukkan hubungan yang dihipotesiskan. Persamaan tersebut adalah:

Komitmen = β + P2B + e1 OCB = β + P1B + P3K +e2 Keterangan: Berdasarkan nilai e = √ (1-R2) B= Budaya K= Komitmen

Dokumen terkait