BAB III METODE PENELITIAN
4.3 Uji Instrumen Penelitian
4.3.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur dapat mengungkapkan konsep gejala atau kejadian yang diukur. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner, suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung (correlated item-total correlation) dengan nilai r tabel, jika r hitung > dari r tabel (pada taraf signifikansi 0,05) maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. (Priyatno, 2016)
35
4.3.1.1 Uji Validitas Fokus pada Konsumen (X1)
Tabel 4.13
Hasil Pengujian Validitas Fokus pada Pelanggan (X1)
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Fokus pada Pelanggan (X1) FP.1 0,217 0,195 Valid FP.2 0,165 0,195 Tidak Valid FP.3 0,308 0,195 Valid FP.4 0,332 0,195 Valid FP.5 0,248 0,195 Valid FP.6 0,293 0,195 Valid FP.7 0,251 0,195 Valid FP.8 0,173 0,195 Tidak Valid FP.9 0,387 0,195 Valid FP.10 0,319 0,195 Valid FP.11 0,313 0,195 Valid FP.12 0,229 0,195 Valid FP.13 0,062 0,195 Tidak Valid FP.14 0,368 0,195 Valid
Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa terdapat tiga indikator yang tidak valid sedangkan indikator yang lainnya valid. Suatu indikator dikatakan valid karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100). Indikator yang tidak valid yang mempunyai nilai r hitung lebih kecil dari r tabel adalah indikator FP.2, FP.8 dan FP.13. Langkah yang dilakukan adalah melakukan pengujian kembali dengan mengeluarkan indikator FP.2, FP.8 dan FP.13 dan dilakukan uji validitas kembali menggunakan program spss v.20, maka didapat hasil sebagai berikut :
36 Tabel 4.14
Hasil Pengujian Validitas
Fokus pada Pelanggan (X1) - Uji Kedua
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Fokus pada Pelanggan (X1) FP.1 0,234 0,195 Valid FP.3 0,369 0,195 Valid FP.4 0,335 0,195 Valid FP.5 0,257 0,195 Valid FP.6 0,211 0,195 Valid FP.7 0,286 0,195 Valid FP.9 0,379 0,195 Valid FP.10 0,388 0,195 Valid FP.11 0,268 0,195 Valid FP.12 0,212 0,195 Valid FP.14 0,357 0,195 Valid
Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Setelah dilakukan uji kembali dengan mengeluarkan indikator yang tidak valid, pada tabel 4.14 menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100), sehingga semua indikator dari variabel fokus pada pelanggan adalah valid.
4.3.1.2 Uji Validitas Perbaikan Berkesinambungan (X2)
Tabel 4.15
Hasil Pengujian Validitas Perbaikan Berkesinambungan (X2)
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Perbaikan Berkesinambungan (X2) PB.1 0,280 0,195 Valid PB.2 0,368 0,195 Valid PB.3 0,243 0,195 Valid PB.4 0,271 0,195 Valid PB.5 0,346 0,195 Valid PB.6 0,365 0,195 Valid PB.7 0,293 0,195 Valid PB.8 0,261 0,195 Valid PB.9 0,249 0,195 Valid
37
Tabel 4.15 menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100), sehingga semua indikator dari variabel perbaikan berkesinambungan adalah valid.
4.3.1.3 Uji Validitas Pendidikan dan Pelatihan (X3)
Tabel 4.16
Hasil Pengujian Validitas Pendidikan dan Pelatihan (X3)
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Pendidikan dan Pelatihan (X3) PP.1 0,238 0,195 Valid PP.2 0,534 0,195 Valid PP.3 0,479 0,195 Valid PP.4 0,399 0,195 Valid PP.5 0,431 0,195 Valid PP.6 0,142 0,195 Tidak Valid PP.7 0,176 0,195 Tidak Valid PP.8 0,337 0,195 Valid Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Tabel 4.16 menunjukkan bahwa terdapat dua indikator yang tidak valid sedangkan indikator yang lainnya valid. Suatu indikator dikatakan valid karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100). Indikator yang tidak valid yang mempunyai nilai r hitung lebih kecil dari r tabel adalah indikator PP.6 dan PP.7. Langkah yang dilakukan adalah melakukan pengujian kembali dengan mengeluarkan indikator PP.6 dan PP.7 dan dilakukan uji validitas kembali menggunakan program spss v.20, maka didapat hasil sebagai berikut :
38
Tabel 4.17
Hasil Pengujian Validitas
Pendidikan dan Pelatihan (X3) - Uji Kedua
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Pendidikan dan Pelatihan (X3) PP.1 0,289 0,195 Valid PP.2 0,582 0,195 Valid PP.3 0,496 0,195 Valid PP.4 0,409 0,195 Valid PP.5 0,474 0,195 Valid PP.8 0,206 0,195 Valid Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Setelah dilakukan uji kembali dengan mengeluarkan indikator yang tidak valid, pada Tabel 4.17 menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100), sehingga semua indikator dari variabel Pendidikan dan Pelatihan adalah valid.
4.3.1.4 Uji Validitas Pemberdayaan Karyawan (X4)
Tabel 4.18
Hasil Pengujian Validitas Pemberdayaan Karyawan (X4)
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Pemberdayaan Karyawan (X4) PK.1 0,467 0,195 Valid PK.2 0,405 0,195 Valid PK.3 0,486 0,195 Valid PK.4 0,488 0,195 Valid PK.5 0,389 0,195 Valid Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Tabel 4.18 menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100), sehingga semua indikator dari variabel pemberdayaan karyawan adalah valid.
39
4.3.1.5 Uji Validitas Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5)
Tabel 4.19
Hasil Pengujian Validitas
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5)
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5) KK.1 0,037 0,195 Tidak Valid KK.2 0,128 0,195 Tidak Valid KK.3 0,338 0,195 Valid KK.4 0,221 0,195 Valid KK.5 0,444 0,195 Valid KK.6 0,382 0,195 Valid KK.7 0,210 0,195 Valid KK.8 0,260 0,195 Valid KK.9 0,445 0,195 Valid KK.10 0,448 0,195 Valid KK.11 0,399 0,195 Valid Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Tabel 4.19 menunjukkan bahwa terdapat dua indikator yang tidak valid sedangkan indikator yang lainnya valid. Suatu indikator dikatakan valid karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100). Indikator yang tidak valid yang mempunyai nilai r hitung lebih kecil dari r tabel adalah indikator KK.1 dan KK.2. Langkah yang dilakukan adalah melakukan pengujian kembali dengan mengeluarkan indikator KK.1 dan KK.2 dan dilakukan uji validitas kembali menggunakan program spss v.20, maka didapat hasil sebagai berikut :
Tabel 4.20
Hasil Pengujian Validitas
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5) - Uji Kedua
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5)
KK.3 0,313 0,195 Valid KK.4 0,290 0,195 Valid KK.5 0,447 0,195 Valid
40
Tabel 4.20
Hasil Pengujian Validitas
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5) - Uji Kedua
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
KK.6 0,449 0,195 Valid KK.7 0,133 0,195 Tidak Valid KK.8 0,265 0,195 Valid KK.9 0,480 0,195 Valid KK.10 0,443 0,195 Valid KK.11 0,431 0,195 Valid
Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Setelah dilakukan uji kembali dengan mengeluarkan indikator yang tidak valid, pada Tabel 4.20 menunjukkan bahwa terdapat satu indikator yang menjadi tidak valid yaitu indikator KK.7; Langkah yang dilakukan adalah melakukan pengujian kembali dengan mengeluarkan indikator KK.7 dan dilakukan uji validitas kembali, maka didapat hasil sebagai berikut :
Tabel 4.21
Hasil Pengujian Validitas
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5) - Uji Ketiga
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket
Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5) KK.3 0,308 0,195 Valid KK.4 0,267 0,195 Valid KK.5 0,443 0,195 Valid KK.6 0,411 0,195 Valid KK.8 0,333 0,195 Valid KK.9 0,536 0,195 Valid KK.10 0,460 0,195 Valid KK.11 0,455 0,195 Valid
Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Setelah dilakukan uji kembali dengan mengeluarkan indikator KK.7 yang tidak valid, pada tabel 4.21 menunjukkan bahwa semua indikator mempunyai nilai r hitung
41
lebih besar dari r tabel = 0,195 (nilai r tabel untuk n=100), sehingga semua indikator dari variabel kepemimpinan dan kerjasama tim adalah valid.
4.3.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Sugiono, 2014). Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus
alpha. Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel diperoleh data
sebagai berikut.
Tabel 4.22
Hasil Pengujian Reliabilitas
Variabel r alpha r kritis Keterangan
Fokus pada Pelanggan (X1) 0,646 0,6 Reliabel Perbaikan Berkesinambungan (X2) 0,610 0,6 Reliabel Pendidikan dan Pelatihan (X3) 0,678 0,6 Reliabel Pemberdayaan Karyawan (X4) 0,691 0,6 Reliabel Kepemimpinan dan Kerjasama Tim (X5) 0,693 0,6 Reliabel
Sumber : Output SPSS yang diolah, 2016
Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan melihat hasil perhitungan nilai cronbach alpha (α). Menurut Sekaran (1992) suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha (α) > 0,6 yaitu bila dilakukan penelitian ulang dengan waktu dan variabel yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Tetapi sebaliknya bila alpha (α) < 0,6 maka dianggap kurang handal, artinya bila variabel-variabel tersebut dilakukan penelitian ulang dengan waktu yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.