Rata-rata nilai variabel kinerja karyawan (Y)
3. Uji Koefiesien Determinasi ( )
Tabel 4.16
Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,569a ,323 ,280 1,70394
a. Predictors: (Constant), jaminan_sosial, beban_kerja, keselamatan_kesehatan_kerja
b. Dependent Variable: kinerja_karyawan Sumber: Lampiran 29
Berdasarkan Tabel 4.16, nilai koefisien determinasi terletak pada kolom R-Square. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar . Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial secara simultan mempengaruhi variabel kinerja karyawan sebesar 32,3 %, sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel keselamatan kesehatan kerja diketahui bahwa sebagian besar karyawan menjawab setuju bahwa
keselamatan kesehatan kerja mempengaruhi kinerja para karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi. Ada empat belas item pernyataan yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi keselamatan kesehatan kerja di perusahaan. Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari enam indikator keselamatan kesehatan kerja yaitu alat pelindung kerja (pelindung diri), peralatan kerja,standarisasi alat pelindung diri,pengawasan kerja,keadaan lingkungan kerja, sarana kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.
Adapun menurut sebagian besar karyawan program keselamatan kesehatan kerja yang ada di PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi belum berjalan dengan baik. Dapat dilihat dari pernyataan ke 10,dimana sebagian besar karyawan menjawab kurang setuju, yang berarti karyawan tidak berada di lingkungan kerja yang aman dan bersih serta pernyataan ke 11 bahwa perusahaan belum secara ketat mewajibkan setiap karyawan untuk menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja. Program keselamatan kesehatan kerja yang tidak cukup baik pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi membuat perusahaan mengalami penurunan kinerja karyawan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi dipengaruhi oleh variabel keselamatan kesehatan kerja.
Nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,3610 yaitu nilai rhitung > rtabel (0,3610). Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0.961 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator
yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen yaitu keselamatan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat pada tabel Coefficient melalui pengujian hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu sebesar 2,010.
Nilai t hitung untuk variabel keselamatan kesehatan kerja (X1) adalah 2,157 > 2,011 dan nilai signifikansi untuk variabel keselamatan kesehatan kerja (X1) adalah sebesar Sig 0,036 < 0,05. H0 yang menyatakan variabel keselamatan kesehatan kerja (X1) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) ditolak, sedangkan H1 yang menyatakan variabel keselamatan kesehatan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) diterima.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rifwan Syaputra (2014) bahwa keselamatan kerja dan kesehatan kerja, secara serempak berpengaruh terhadap kinerja karyawan serta penelitian Ahmad Syukri (2016) yang juga menjelaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikansi terhadap kinerja karyawan.
4.7.2 Pengaruh Beban Kerja(X2) Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel beban kerja diketahui bahwa sebagian besar karyawan menjawab setuju bahwa beban kerja mempengaruhi kinerja para karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun bah jambi.Ada enam item pernyataan yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi kerja di perusahaan. Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari empat indikator beban kerja yaitu volume pekerjaan, pengetahuan/ skill pekerja, kondisi pekerjaan dan standar pekerjaan.
Adapun menurut sebagian besar karyawan beban kerja yang ada di PT.
Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi belum berjalan dengan baik.
Dapat dilihat dari pernyataan pertama,dimana sebagian besar karyawan menjawab kurang setuju, yang berarti bahwa jumlah pegawai yang ada saat ini masih kurang cukup untuk menangani pekerjaan yang ada karyawan. Masalah beban kerja pada karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi ini dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,3610 yaitu nilai rhitung > rtabel (0,3610). Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0.848 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator
yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen yaitu beban kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan.
Hal ini dapat dilihat pada tabel Coefficient melalui pengujian hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu sebesar 2,011.
Nilai t hitung untuk variabel beban kerja (X2) adalah 2,802> 2,011 dan nilai signifikansi untuk variabel beban kerja (X2) adalah sebesar Sig 0,007 < 0,05.
H0 yang menyatakan variabel beban kerja (X2) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) ditolak, sedangkan H2 yang menyatakan variabel beban kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) diterima.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Artadi (2015) bahwa beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dimana tekanan beban kerja dapat menjadi positif, dan hal ini mengarah ke peningkatan kinerja.
4.7.3 Pengaruh Jaminan Sosial(X3) Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel jaminan sosial diketahui bahwa sebagian besar karyawan menjawab setuju bahwa jaminan sosial mempengaruhi kinerja karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi. Ada enam item pernyataan yang dapat menggambarkan bagaimana tanggapan karyawan terhadap jaminan sosial yang diperoleh dari perusahaan. Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari tiga indikator yaitu: tanggapan karyawan terhadap jaminan hari tua,tanggapan karyawan terhadap jaminan kesehatan dan rasa nyaman dalam bekerja.
Terdapat satu indikator dengan respon tertinggi yaitu indikator tanggapan karyawan terhadap jaminan kesehatan, dapat dilihat dari pernyataan ketiga,dimana sebagian besar karyawan menjawab setuju mengenai jaminan kesehatan, yang berarti bahwa pihak perusahaan telah memberikan jaminan kesehatan yang sesuai yang mampu menjamin kebutuhan kesehatan karyawan.
hal ini akan mempengaruhi kinerja para karyawan, dengan jaminan kesehatan
yang jelas, para karyawan akan bekerjadengan nyaman sehingga terjadi peningkatan pada kinerja karyawan.
Nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,361 yaitu nilai rhitung > rtabel (0,361). Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0.922 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator
yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen yaitu keselamatan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat pada tabel Coefficient melalui pengujian hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu sebesar 2,011.
Nilai t hitung untuk variabel jaminan sosial (X3) adalah 2,474> 2,011 dan nilai signifikansi untuk variabel jaminan sosial (X3) adalah sebesar Sig 0,017 <
0,05. H0 yang menyatakan variabel jaminan sosial (X3) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) ditolak, sedangkan H3 yang menyatakan variabel jaminan sosial (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) diterima.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arsitania (2009) bahwa pengaruh jaminan sosial (jamsostek) terhadap kinerja karyawan bertanda positif, menunjukkan berpengaruh searah terhadap kinerja karyawan.
4.7.4 Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (X1), Beban Kerja (X2) dan Jaminan Sosial (X3) Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi
Pada penelitian ini, 34 (tiga puluh empat) pernyataan kuesioner dari 4 (empat) variabel yaitu Keselamatan Kesehatan Kerja (X1), Beban Kerja (X2) dan Jaminan Sosial (X3) terhadap Kinerja Karyawan(Y) telah dibagikan kepada 51 responden pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi
Berdasarkan hasil koefisien determinasi ( ) yang bertujuan melihat besarnya pengaruh hubungan antara ketiga variabel bebas yaitu keselamatan kesehatan kerja (X1), beban kerja (X2) dan jaminan sosial (X3) terhadap variabel terikat kinerja karyawan (Y) secara simultan berdasarkan hasil yang di dapat nilai R sebesar 0,569 berarti hubungan antara keselamatan kesehatan kerja (X1), beban kerja (X2) dan jaminan sosial (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar0,569 artinya hubungan antar variabel tergolong erat.
Nilai R Square adalah 0,323. Hal ini berarti 32,3% kinerja karyawan (Y) bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi dapat dipengaruhi oleh variabel keselamatan kesehatan kerja (X1), beban kerja (X2) dan jaminan sosial (X3) Sedangkan sisanya 67,7 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk pada penelitian ini.
Selanjutnya berdasarkan uji-F dapat dilihat bahwa fhitung sebesar 7,488 dengan tingkat signifikasi 0.000. Sedangkan ftabel pada tingkat kepercayaan 95%
(ɑ = 0,05) adalah 2,802. Oleh karena itu, dikarenakan fhitung (7,488) > ftabel (2,802) dan nilai probabilitas 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H4diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen (bebas) yaitu keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (terikat) yaitu kinerja karyawan PT.Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi.
BAB V