• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH SRI RAHAYU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH SRI RAHAYU"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA, BEBAN KERJADAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN

BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN

BAH JAMBI

OLEH SRI RAHAYU

140502180

PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

DEPARTEMEN MANAJEMEN

PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI

Nama : Sri Rahayu

NIM : 140502180

Program Studi : S1-Manajemen

Konsentrasi : Manajemen Sumber Daya Manusia

Judul : Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja Dan Jaminan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan Pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Bah Jambi

Medan, Juni 2018

Sri Rahayu NIM. 140502180

(3)
(4)
(5)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

DEPARTEMEN MANAJEMEN LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja Dan Jaminan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan Pada PT.

Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Bah Jambi” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Medan.

Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.

Apabila kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, Juni 2018

Sri Rahayu NIM. 140502180

(6)

ABSTRAK

PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA, BEBAN KERJADAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN

BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN

BAH JAMBI

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting yangdimiliki perusahaan dan kinerja karyawan adalah salah satu faktor utama dari keberhasilan tercapainya tujuan perusahaan. Sehingga setiap perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja dari para karyawannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keselamatan kesehatan kerja, beban keja dan jaminan sosial terhadap kinerja karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. Penelitian ini bersifat asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data kuisioner yang dibagikan kepada sampel penelitian. Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. Berdasarkan rumus Slovin sampel penelitian diketahui berjumlah 51 responden. Penyebaran kuisioner kepada responden menggunakan metode simple random sampling. Teknik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian secara serempak menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi.

Pengaruh signifikan terbesar terhadap kinerja jaryawan bagian pengolahan PT.

Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi adalah jaminan sosial (X3) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,508, kemudian diikuti variabel beban kerja (X2) dengan nilai koefesien regresi sebesar 0,338, dan variabel keselamatan kesehatan kerja (X1) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,186. Dari hasil analisa tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa jaminansocialmerupakan faktor dominan yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi.

Kata Kunci: Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja, Jaminan Sosial dan Kinerja Karyawan

(7)

ABSTRACT

THE IMPACT OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH, WORKLOAD AND SOCIAL SECURITY TO EMPLOYEE

PERFORMANCE IN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV UNIT KEBUN

BAH JAMBI

Human resources (HR) is the most important asset owned by the company and employee performance is one of the main factors of the success of a company to achieve its goals. Therefore every company always trying to improve the performance its employee. The purpose of this research is to know and analyze the effect of occupational health safety, work load and social security to the performance of employees in PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. This research is associative with quantitative approach. Quantitative data was obtained based on the results of questionnaire data processing that was distributed to the research sample. The population of this study is the employees in PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. Based on Slovin method there are 51 samples. The distribution of questioners to respondents is being used simple random sampling method. The technique that is being used in this research is multiple linear regressions. Simultaneous test in hypothesis results shows thatoccupational health safety, work load and social security have positive and significant effect to Employee Performance in PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. The greatest influence on the performance in PT. Perkebunan Nusantara IV Bah Jambi is social security variable (X3) with regression coefficient value equal to 0,508, then followed by work load (X2)with regression coefficient value equal to 0,338, and occupational Safety and Health variable (X1) with regresision coefficient value equal to 0,186. From the results of the analysis can be taken a conclusion that Social Security is the dominant factor that has the greatest influence on employee performance of processing PT. Perkebunan Nusantara unit kebun Bah Jambi.

Keywords: Occupational Safety and Health, Workload, Social Security and Employee Performance

(8)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wata‟ala atas rahmat dan karuniaNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA, BEBAN KERJA DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN BAH JAMBI” untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Skripsi ini penulis persembahkan untuk Ibu, Sarbaini Harahap dan Bapak, Suyetno. Terima kasih telah membesarkan, mendidik, dan memberikan dukungan moral dan materil serta kasih sayang dan doa yang tidak ternilai mulai dari penulis lahir hingga dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi S1 Manajemen.

Dalam kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, M.Si dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si,selaku Ketua dan Sekretaris Departemen/Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Fivi Rahmatus Sofiyah, SE, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi serta saran kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(9)

4. Kepada Ibu Magdalena L. Sibarani, SE, M.Si,selaku Dosen Penguji I dan Ibu Dr. Yeni Absah, SE, M.Si,selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.

5. Kepada Bapak dan Ibu Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan memberikan ilmunya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.

6. Kepada Kakak dan Abang; Ayuning Lestari dan Riandri Ramadhani Purba yang telah membantu dan selalu menjadi pendengar terbaik selama pembuatan skripsi ini. Serta Latisha Aqueena Purba yang selalu menjadi penghibur penulis setiap harinya.

7. Kepada Robbiansyah Saragih R.Horbo yang selalu memberikan semangat, doa dan bantuan dalam penyusunan skripsi ini.

8. Kepada sahabat terbaik Afriani Sarah, Dhiyaan Citrasahara dan Gilang Virgiawan Pratama yang selalu membantu, mendukung dan memberikan motivasi penulis dari awal dalam penyusunan skripsi ini.

9. Kepada Sepupu tersayang Elvira Nanda Faramitri Harahap, Ulfa Faramitha Harahap dan Wulan Agustira Harahap yang telah memberi dukungan dan canda tawa dari awal perkuliahan.

10. Kepada teman teman sekelas Manajemen D yang membuat masa perkuliahan menjadi lebih menyenangkan.

11. Pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

(10)

Akhir kata penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi penelitian selanjutnya.

Medan, 27 Maret 2018 Peneliti

Sri Rahayu 140502180

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 11

1.3 Tujuan Penelitian ... 12

1.4 Manfaat Penelitian ... 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 14

2.1 Keselamatan Kesehatan Kerja ... 14

2.1.2 Keselamatan Kerja ... 14

2.1.2 Kesehatan Kerja ... 15

2.1.3 Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) ... 17

2.2 Beban Kerja ... 19

2.2.1 Pengertian Beban Kerja ... 19

2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja ... 20

2.2.3 Indikator Beban Kerja ... 21

2.3 Jaminan Sosial ... 21

2.3.1 Pengertian Jaminan Sosial ... 21

2.3.2 Tujuan Pemberian Jaminan Sosial ... 23

2.3.3 Bentuk Jaminan Sosial ... 24

2.3.4 Syarat Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja ... 24

2.3.5 Manfaat Jaminan Sosial ... 25

2.3.6 Indikator Jaminan Sosial ... 27

2.4 Kinerja Karyawan ... 27

2.4.1 Pengertian Kinerja ... 27

2.4.2 Faktor faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan ... 28

2.4.3 Dimensi Kinerja Karyawan... 29

2.5 Penelitian Terdahulu ... 30

2.6 Kerangka Konseptual ... 34

2.7 Hipotesis ... 37

BAB III METODE PENELITIAN ... 39

3.1 Jenis Penelitian ... 39

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 39

(12)

3.3 Batasan Operasional ... 39

3.4 Definisi Operasional Variabel ... 40

3.5 Skala Pengukuran Variabel ... 41

3.6 Populasi dan Sampel ... 42

3.7 Jenis Data ... 44

3.7 Metode Pengumpulan Data ... 44

3.8 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 45

3.8.1 Uji Validitas ... 45

3.9.2 Uji Reliabilitas ... 46

3.9 Teknik Analisis Data ... 46

3.9.1 Metode Analisis Deskriptif ... 46

3.9.2 Analisis Regresi Linier Berganda ... 47

3.10 Uji Asumsi Klasik ... 47

3.11 Pengujian Hipotesis ... 50

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 52

4.1 Gambaran umum perusahaan... 52

4.1.1 Sejarah Perusahaan ... 52

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan... 53

4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan ... 53

4.1.4 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab ... 56

4.2 KarakterisikResponden ... 64

4.2.1 KarakteristikRespondenBerdasarkanJenis Kelamin ... 64

4.2.2 KarakteristikRespondenBerdasarkanUsia... 65

4.2.3 KaraktersitikRespondenBerdasarkan Lama Bekerja ... 66

4.3 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 66

4.4 Hasil Analisis Data ... 69

4.4.1 Analisis Deskriptif Responden ... 70

4.4.2 Analisis Regresi Linier Berganda ... 83

4.5 Uji Asumsi Klasik ... 85

4.6 Pengujian Hipotesis ... 90

4.7 Pembahasan ... 92

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 100

5.1 Kesimpulan ... 100

5.2 Saran ... 101

DAFTAR PUSTAKA ... 103

LAMPIRAN ... 105

(13)

DAFTAR TABEL

No Tabel Judul Halaman

1.1 Data Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan Bagian

Pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)

Unit kebun Bah Jambi ... 5

1.2 Hasil Pra-survei Mengenai Tanggapan Karyawan Terhadap Jaminan Sosial ... 10

1.3 Hasil Kinerja Karyawan Pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi ... 11

2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan dengan Penelitian ... 30

3.1 Defenisi Operasional Variabel ... 40

3.2 Instrumen Skala Likert Skala Skor ... 42

3.3 Jumlah Sampel ... 43

4.1 Hasil Uji Validitas Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ... 67

4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Beban Kerja (X2)... 68

4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Jaminan Sosial (X3) ... 68

4.4 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) ... 69

4.5 Hasil Uji Reliabilitas ... 70

4.6 Distribusi jawaban responden terhadap Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ... 71

4.7 Distribusi jawaban responden terhadap Beban Kerja (X2) ... 75

4.8 Distribusi Jawaban responden terhadap Jaminan Sosial (X3)... 78

4.9 Distribusi jawaban responden terhadap Kinerja Karyawan (Y) .... 80

4.10 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 83

4.11 Uji Normalitas ... 87

4.12 Uji Glejser ... 89

4.13 Uji Multikoliniearitas ... 89

4.14 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ... 90

4.15 Uji Signifikan Parsial (Uji t) ... 91

4.16 Uji Koefisien Determinasi ... 92

(14)

DAFTAR GAMBAR

No Gambar Judul Halaman

2.1 KerangkaKonseptual... 37

4.1 Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV (persero) Unit Kebun Bah jambi ... 55

4.2 KarakteristikRespondenBerdasarkanJenisKelamin ... 64

4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 65

4.4 KarakteristikRespondenBerdasarkan Lama Bekerja ... 66

4.5 Grafik rata rata nilai variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) . 74 4.6 Grafik rata rata nilai variabelBebanKerja (X2) ... 77

4.7 Grafik rata ratanilaivariabel JaminanSosial (X3) ... 79

4.8 Grafik rata ratanilaivariabelKinerjaKaryawan (Y) ... 82

4.9 Histogram Uji Normalitas ... 85

4.10 Grafik Normalitas p-plot ... 86

4.11 Grafik Scatterplot ... 88

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

No Lampiran Judul Halaman

1 Kuesioner Penelitian ... 105

2 Hasil Pengisian Data Validitas dan Reliabilitas ... 109

3 Hasil Pengisian Data Kuesioner ... 110

4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 114

5 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 114

6 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja ... 115

7 Hasil Uji Validitas Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ... 115

8 Hasil Uji Validitas Beban Kerja (X2) ... 116

9 Hasil Uji Validitas Jaminan Sosial (X3) ... 116

10 Hasil Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y) ... 116

11 Hasil Uji Reliabilitas ... 117

12 Distribusi Jawaban Responden terhadap Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ... 117

13 Distribusi Jawaban Responden terhadap Beban Kerja (X2) ... 117

14 Distribusi Jawaban Responden terhadap Jaminan Sosial (X3) ... 120

15 Distribusi Jawaban Responden terhadap Kinerja Karyawan (Y) .. 120

16 Rata-rata nilai variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ... 120

17 Rata-rata nilai variabel Beban Kerja (X2) ... 121

18 Rata-rata nilai variabel Jaminan Sosial (X3) ... 121

19 Rata-rata nilai variabel Kinerja Karyawan (Y) ... 122

20 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda ... 122

21 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov ... 122

22 Grafik Histogram Uji Normalitas ... 123

23 Grafik p-plot Uji Normalitas ... 123

24 Hasil uji Heterokedastisitas ... 124

25 Grafik Scatterplot Uji Heterokedastisitas... 124

26 Uji Multikoliniearitas ... 124

27 Hasil Uji F ... 125

28 Hasil Uji-t ... 125

29 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 125

(16)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi ini, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perekonomian dunia yang semakin meningkat menunjukkan bahwa persaingan dalam dunia usaha semakin ketat. Setiap perusahaan harus memberikan performanya yang terbaik agar tetap dapat bertahan di tengah pasar global saat ini. Dengan setiap faktor pendukung yang ada dalam perusahaan, semuanya harus dimaksimalkan demi mencapai tujuan perusahaan.

Salah satu unsur mendasar yang akan menentukan baik atau tidaknya performa perusahaan adalah sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan itu sendiri. Bagaimana SDM (karyawan) tersebut bekerja, dan apakah mereka memiliki kualitas dan kemampuan yang baik dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang yang dibutuhkan.Dalam kegiatan pengolahannya pastilah peran sumber daya manusia sangat penting dalam menggerakkan jalannya proses produksi karena alat produksi tidak akan berjalan tanpa dukungan dan keberadaan sumber daya manusia.Dalam proses produksi, karyawan selalu berinteraksi langsung dengan alat-alat produksi (mesin, peralatan, dan bahan kimia) sehingga diperlukan pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam mengoperasikan alat-alat produksi. Karenanya karyawan harus memperoleh perlindungan dari berbagai aspek diantaranya yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Jaminan Sosial.

(17)

Keselamatan kerja berarti prosesmerencanakan danmengendalikan situasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja melalui persiapan prosedur operasi standar yang menjadi acuan dalam bekerja. Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat dan kematian dapat ditekan sekecil-kecilnya. Kesehatan adalah yang merujuk pada kondisi fisik, mental, dan stabilitas emosi secara umum. Individu yang sehat adalah yang bebas dari penyakit, cedera serta masalah mental dan emosi yang bisa mengganggu aktivitas manusia normal umumnya. Kebutuhan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya perlu mendapat perlindungandengan adanya lingkungan kerja yang aman,nyaman dan tenteram karena akanmenimbulkan keinginan untuk bekerja denganbaik. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja semakin sedikitkemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Pemerintah menekankan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia usaha karena kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian namun mempengaruhi kinerja karyawan. Kepala Seksi Pengawasan Norma Ergonomi dan Lingkungan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Muhammad Fertiaz mengatakan, berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kasus kecelakaan kerja mencapai 105.182 kasus pada 2015, dengan korban jiwa mencapai 2.375 orang.

Program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah suatu sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat

(18)

kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja dengan mematuhi/taat pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja, yang tercermin pada perubahan sikap menuju keselamatan di tempat kerja (Rijuna Dewi, 2006:60). Selain itu program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif terjadi hal demikian.

Salah satu perusahaan yang telah menerapkan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero). PTPN IV adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang usaha agroindustri. Komoditas utama yang dikelola PTPN IV yaitu Kelapa Sawit dan Teh. Kebun Bah Jambi adalah salah satu unit usaha dari PTPN IV yang berada di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang agroindustri, PTPN IV merupakan salah satu lingkungan kerja yang beresiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, misalnya di lapangan mulai dari pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengambilan hasil (panen) dan pengangkutan buah (TBS) ke pabrik, kemudian dalam proses produksi di pabrik resiko kecelakaan dapat meliputi ledakan berskala besar (Major Explosion) seperti meledaknya tangki, ketel uap, kebakaran berskala besar (Major Fire), kebocoran bahan berbahaya (Hazardous Explosive).

(19)

Beberapa bentuk kecelakaan kerja yang telah disebutkan sebelumnya setiap saat dapat mengancam keselamatan tenaga kerja dan masyarakat sekitarnya.

Untuk mencegah kecelakaan dan penanggulangan bencana industri maka setiap elemen perusahaan yang ada perlu meningkatkan kesiagaan, kemampuan dan keterampilan dalam mengantisipasi kejadian bahaya atau kejadian darurat.

Dalam mengantisipasi kecelakaan di tempat kerja, pihak PTPN IV (Persero) telah menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar ketetapan yang berlaku. Sebagai penyumbang kecelakaan kerja terbesar, karyawan yang bekerja pada bagian pengolahan dilengkapi APD, terdiri dari:

1. Helm Pelindung (Safety Helmet) berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.

2. Sepatu Boot, berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur.

3. Sepatu Pelindung (Safety Shoes), berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dan sebagainya.

4. Sarung Tangan, berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.

5. Penutup Telinga (Ear Plug/Ear Muff), berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.

6. Kacamata Pengaman (Safety Glasses), berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja

(20)

7. Masker (Respirator), berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara yang buruk (misal berdebu, beracun, berasap, dan sebagainya).

8. Pelindung Wajah (Face Shield), berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja.

Selain menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) pihak perusahaan juga telah menetapkan fungsi dan tugas pengawasan yang dibebankan kepada asisten pengolahan. PTPN IV unit kebun Bah Jambi juga telah menyediakan sarana dan prasarana kesehatan berupa perlengkapan P3K dilapangan dan pusat kesehatan kebun (puskesbun) yang letaknya tidak jauh dari area pabrik.

Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti, program keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan PTPN IV unit kebun Bah Jambi dilaksanakan sesuai UU tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berlaku. Namun, kecelakaan kerja masih tetap terjadi. Berikut ini merupakan tingkat kecelakaan kerja yang terjadi dalam kurun waktu 2013-2017.

Tabel 1.1

Data Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan bagian Pengolahan pada PT.

Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit kebun Bah Jambi

Tahun Jumlah Tenaga Kerja (orang)

Jumlah kecelakaan

Kerja (orang) Persen (%)

2013 101 8 7,92

2014 100 2 2,00

2015 104 9 8,65

2016 95 9 9,47

2017 102 8 7,84

Sumber : PTPN IV (2018)

Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2013 sebanyak 8 orang, adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :

(21)

1. Luka Ringan : 6 orang 2. Luka Sedang : 2 orang 3. Luka Berat : -

Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2014 sebanyak 2 orang, adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :

1. Luka Ringan : 2 orang 2. Luka Sedang : - 3. Luka Berat : -

Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2015 sebanyak 9 orang, adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :

1. Luka Ringan : 6 orang 2. Luka Sedang : 2 orang 3. Luka Berat : 1 orang

Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2016 sebanyak 9 orang, adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :

1. Luka Ringan : 8 orang 2. Luka Sedang : - 3. Luka Berat : -

Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2017 sebanyak 8 orang, adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :

1. Luka Ringan : 6 orang 2. Luka Sedang : 2 orang 3. Luka Berat : -

(22)

Adapun yang termasuk ke dalam klasifikasi luka ringan diantaranya: luka akibat peralatan kerja, benturan ringan dengan material padat di lokasi kerja, dan terpeleset akibat lokasi kerja yang licin. Luka sedang diantaranya: kejatuhan benda kerja akibat tertumpuk dan tidak tersusun rapi, benturan di kepala akibatmaterial padat dan lokasi kerja yang kurang mendukung. Luka berat diantaranya: luka akibat peralatan kerja yang memberikan dampak yang cukup buruk seperti cacat bahkan sampai meninggal dunia

Berdasarkan Tabel 1.1 diatas diketahui bahwa jumlah tenaga kerja karyawan bagian pengolahan pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi mengalami penurunan di tahun 2016, hal ini disebabkan karena adanya mutasi karyawan ke bagian atau unit lain dan juga disebabkan oleh batasan umur produktif karyawan (memasuki masa pensiun). Data tingkat kecelakaan kerja pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi mengalami penurunan di tahun 2014 di bandingkan dengan data kecelakaan kerja di tahun sebelumnya. Namun, data kecelakaan kerja di tahun berikutnya mengalami kenaikan yaitu pada tahun 2015 dengan angka kecelakaan kerja sebesar 8,65%.Kemudian, pada 2 tahun berikutnya persentase dari angka kecelakaan kerja menurun secara perlahan hingga tahun 2017 dengan angka kecelakaan kerja menjadi 7,84%.Tingkat kecelakaan kerja yang terjadi tentunya sangat tidak diharapkan oleh perusahaan, karena perusahaan sudah menerapkan dan melaksanakan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Oleh karena itu, pihak manajemen perusahaan harus mengambil tindakan atau kebijakan untuk meninjau kembali dan menyempurnakan pelaksanaan Program K3, agar dapat diminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan. Misalnya, pihak

(23)

perusahaan harus lebih tegas dalam menerapkan sanksi ketika para karyawan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) pada saat berada dalam lokasi kerja, karena masih banyak karyawan yang tidak mengindahkan hal tersebut sehingga kecelakaan kerja masih saja terjadi.

Tingkat kecelakaan kerja ini merupakan akibat dari kombinasi faktor penyebab kecelakaan kerja yaitu faktor kelalaian tenaga kerja dan beban kerja.Beban kerja yang melebihi batas kemampuan pekerja dapat menyebabkan kelelahan maupun cedera, sedangkan beban kerja yang terlalu ringan dapat menimbulkan efek kebosanan atau kejenuhan pekerja terhadap pekerjaannya.

Beban kerja yang diberikan kepada pekerja sebaiknya adalah beban kerja yang seimbang dengan kemampuan yang dimiliki oleh pekerja. Bila beban kerja yang diberikan tidak seimbang maka dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi pekerja maupun kepada perusahaan.

PT.Perkebunan Nusantara IV Unit kebun Bah Jambi mengusahakan budidaya perkebunan kelapa sawit. Crude Palm Oil (CPO) merupakan hasil pengolahan bagian serabut (endocarp) dengan cara ekstraksi. Untuk mendapatkan kualitas CPO yang baik, perlu diperhatikan manajemen pasca panen dan teknologi proses mulai dari tahap penimbangan Tandan Buah Segar (TBS) hingga pemutuan produk CPO yang dihasilkan, dan semuanya dilakukan oleh karyawan bagian pengolahan. Target produksi yang besar memberikan tekanan berat pada karyawan bagian pengolahan khususnya yang bekerja pada tahap pemutuan CPO.

Karyawan harus teliti dalam pemilihan TBS agar menghasilkan CPO yang bermutu baik. Karyawan bagian pengolahan bekerja dibawah pengawasan asisten

(24)

pabrik yang sering kali menegur bila terjadi kesalahan dalam proses pengolahan.

Mereka juga mempunyai tanggung jawab besar perusahaan karena menyangkut kepada baik tidaknya mutu CPO yang dihasilkan. Jenis beban kerja seperti ini memberikan tekanan secara psikologis pada karyawan bagian pengolahan.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah jaminan sosial. Jaminan sosial yang diberikan oleh perusahaan akan dapat memberikan ketenangan dan perasaan aman pada para pekerjanya. Peran serta tenaga kerja dalam pembangunan nasional semakin meningkat dengan disertai berbagai tantangan dan resiko yang dihadapinya, oleh karena itu kepada tenaga kerja perlu diberikan perlindungan, pemeliharaan dan peningkatan kesejahteraannya, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan kinerja karyawan. Program yang diatur dalam Peraturan tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau Undang-Undang No. 3 Tahun 1992, yang ruang lingkupnya mengatur tentang : Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi memberikan jaminan sosial bagi para karyawannya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Jaminan sosial yang dimaksud berupa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) dan Jaminan Hari Tua. Adapun resiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawannya yaitu, berupa perlindungan peristiwa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, cacat karena kecelakaan kerja, dan meninggal dunia.

(25)

Tabel 1.2

Hasil Pra-survei Mengenai Tanggapan Karyawan Terhadap Jaminan Sosial

No Pernyataan

Kecenderungan Pernyataan

BAIK KURANG

BAIK 1 Kesesuaian Jaminan Hari Tua yang diberikan

perusahaan 80% 20%

2 Kesesuaian Jaminan Kesehatan yang diberikan

perusahaan 85% 15%

3 Jaminan Hari Tua meningkatkan kinerja karyawan 65% 35%

4 Jaminan Kesehatan meningkatkan kinerja karyawan 50% 50%

5 Keamanan dan kenyamanan akibat Jaminan Hari

Tua 80% 20%

6 Keamanan dan kenyamanan akibat Jaminan

Kesehatan 75% 25%

Sumber:Hasil pengolahan data (2018)

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pra-survei yang telah dilakukan kepada 20 orang karyawan bagian pengolahan adalah kecenderungan karyawan merespon baik akan danya jaminan sosial yang di berikan perusahaan kepada karyawan. Jaminan sosial yang di berikan dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam satu sisi, namun di sisi yang lain kinerja karyawan masih tetap di pengaruhi oleh faktor beban kerja yang di tanggung karyawan.

PT.Perkebunan Nusantara IV (persero) unit kebun Bah Jambi merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang menjadi lokomotif kemajuan ekonomi di Indonesia khususnya disektor agribisnis. PTPN IV unit kebun Bah Jambi berusaha untuk terus meningkatkan kinerja karyawannya secara keseluruhan. Namun tidak mudah untuk mencapai tingkat kinerja yang sesuai dengan keinginan manajemen perusahaan. Hasil kinerja karyawan PT.Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi dapat dilihat dari data target yang diharapkan dan realisasi yang tercapai pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 pada Tabel 1.3

(26)

Tabel 1.3

Hasil Kinerja Karyawan Pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi

No Tahun Target

(Rp Juta)

Realisasi (Rp Juta)

Persentase pencapaian (%)

1 2014 547.731 511.995 93,47

2 2015 672.311 652.290 97,02

3 2016 861.207 848.027 98,46

Sumber: PTPN IV

Pada Tabel 1.3 dapat dilihathasil kinerja karyawan belum mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan, dilihat dari persentase pencapaian kinerja karyawan dari tahun 2014-2016 kinerja karyawan belum mencapai target yang ditentukan, antara lain tahun 2014 persentase pencapaian sebesar 93,47%, pada tahun 2015 persentase pencapaian sebesar 97,02%, dan pada tahun 2016 persentase pencapaianmengalami kenaikan sebesar 98,46%. Maka menurut data yang diperoleh pada Tabel 1.3 dapat dilihat kinerja karyawan setiap tahunnya belum mencapai target. Dengan belum meningkatnya kinerja karyawan, peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja Dan Jaminan Sosial terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi”

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu:

(27)

1. Apakah Keselamatan Kesehatan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV(Persero) unit kebun Bah Jambi?

2. Apakah Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV(Persero) unit kebun Bah Jambi?

3. ApakahJaminan Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi?

4. ApakahKeselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja dan Jaminan Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh Kesehatan Keselamatan Kerja terhadap kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi.

2. Untuk mengetahui pengaruh Beban Kerja terhadap kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi.

(28)

3. Untuk mengetahui pengaruh Jaminan Sosial terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi.

4. Untuk mengetahui pengaruh Kesehatan Keselamatan Kerja, Beban Kerja dan Jaminan Sosial terhadap kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT.

Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi

Sebagai masukan kepada pihak PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi dalam menerapkan dan melaksanakan Program Kesehatan Keselamatan Kerja dan Program Jaminan Sosial yang lebih efektif dan efisien 2. Bagi Peneliti Lanjutan

Sebagai bahan referensi dan informasi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian lebih lanjut di masa yang akan datang.

3. Bagi peneliti

Sebagai tambahan informasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir dalam menganalisa setiap gejala dan permasalahan yang dihadapi di lapangan

4. Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU

Sebagai tambahan referensi penelitian di bidang Ilmu - Ilmu Ekonomi pada umumnya dan ilmu manajemen pada khusunya.

(29)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keselamatan Kesehatan Kerja 2.1.1 Keselamatan Kerja

Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata ‘safety’ dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss). Jadi pada hakekatnya keselamatan

sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu pendekatan praktis mempelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan berupaya mengembangkan berbagai cara dan pendekatan untuk memperkecil resiko terjadinya kecelakaan (Syaaf, 2007)

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja bersasaran ke segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara.

Tempat- tempat kerja demikian tersebar pada segenap kegiatan ekonomi, seperti pertanian, industri, pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum, jasa, dan lain lain. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa.

Keselamatan kerja adalah membuat kondisi kerja yang aman dengan dilengkapi alat-alat pengaman, penerangan yang baik, menjaga lantai dan tangga bebas dari air, minyak, nyamuk dan memelihara fasilitas air yang baik.

Keselamatan kerja juga menunjuk pada perlindungan kesejahteraan fisik dengan

(30)

tujuan mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera terkait dengan pekerjaan.

Pendapat lain menyebutkan bahwa keselamatan kerja berarti proses merencanakan dan mengendalikan situasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja melalui persiapan prosedur operasi standar yang menjadi acuan dalam bekerja Hadiguna (2009:47).

Husni (2005) menyatakan bahwa keselamatan kerja bertalian dengan kecelakaan kerja, yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau dikenal dengan istilah kecelakaan industri. Kecelakaan industri ini secara umum dapat diartikan sebagai suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas. Ada 4 (empat) faktor penyebabnya yaitu:

1. Faktor manusianya.

2. Faktor material/bahan/peralatan.

3. Faktor bahaya/sumber bahaya.

4. Faktor yang dihadapi (pemeliharaan/perawatan mesin-mesin).

2.1.2 Kesehatan kerja

Selain faktor keselamatan, hal penting yang juga harus diperhatikan adalah faktor kesehatan. Kesehatan berasal dari bahasa Inggris ”health” yang dewasa ini tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari penyakit, tetapi pengertian sehat mempunyai makna sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara sosial. Dengan demikian pengertian sehat secara utuh menunjukkan pengertian sejahtera.

Yuli (2005)menyatakan bahwa kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaankesehatan

(31)

yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosialnya sehingga memungkinkan karyawan dapat bekerja secara optimal. Adapun kesehatan kerja menurut Mondy adalah kebebasan dari kekerasan fisik. Risiko kesehatan merupakan faktor dalam lingkungan kerja yang meliputi; bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan, lingkungan yang dapat membuat stres, emosi, atau gangguan fisikMarliani (2015).

Kesehatan kerja merupakan suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh pihak pengusaha, dengan adanya program kesehatan yang baik akan menguntungkan para karyawan secara material, karena karyawan akan lebih jarang absen, bekerja dengan lingkungan yang lebih menyenangkan, sehingga secara keseluruhan karyawan akan mampu bekerja lebih lama.

Pada dasarnya kesehatan itu meliputi empat aspek, antara lain :

1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit.

Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.

3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

(32)

4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.

2.1.3 Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)

1. Pengertian Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu program yang dibuat perusahaan sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja Hadiguna (2009).

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah usaha perlindungan, pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan sebagai berikut:

a. Perlindungan terhadap kecelakaan yang dapat menimpa tenaga kerja (pegawai dan bukan pegawai) dan orang lain yang berada di tempat kerja/berhubungan dengan kegiatan Perseroan (umum dan pelanggan) b. Pencegahan timbulnya kecelakaan, seperti kecelakaan dinas yang

menimpa pegawai (kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan kecelakaan dinas lainnya)

c. Penyelesaian bila terjadi kecelakaan dan kerugian

Dalam pelaksanaannya K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan sistem dan kinerja karyawan.

(33)

2. Tujuan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2012 pada Bab I pasal 2, mengatakan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertujuan untuk:

a. Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.

b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh.

c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas.

3. Manfaat Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)

Apabila perusahaan dapat melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik maka perusahaan akan dapat memperoleh manfaat manfaat sebagai berikut:

1. Meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang

2. Meningkatnya efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih komitmen 3. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi

4. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim

5. Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari partisipasi dan rasa kepemilikan

(34)

6. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan

7. Dan kemudian perusahaan juga dapat meningkatkan keuntungannya secara substansialSchuler & Jackson (1999).

2.2 Beban Kerja

2.2.1 Pengertian Beban Kerja

Menurut Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume kerja dan norma waktu. Sementara Komaruddin (1996)mengemukakan bahwa analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggungjawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas.Secara ringkas pengertian beban kerja dikemukakan oleh Sudiharti dalam Wirnata, merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan bagi seorang tenaga kerja untuk mendapatkan keserasian dan produktivitas kerja yang tinggi selain unsur beban tambahan akibat lingkungan kerja dan kapasitas kerja. Menurut Hart dan Staveland dalam Tarwaka (2010)bahwa beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja.

Beban kerja kadang-kadang juga dapat didefinisikan secara operasional pada

(35)

berbagai faktor seperti tuntutan tugas atau upaya-upaya yang dilakukan untuk melakukan pekerjaan.

2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja

Rodahl (1989) dalam Prihatini (2007:25)menyatakan bahwabeban kerja dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:

1. Faktor Eksternal

Faktor Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tubuh pekerja, seperti:

a. Tugas-tugas yang dilakukan yang bersifat fisik seperti stasiun kerja, tata ruang, tempat kerja, alat dan sarana kerja,kondisi kerja, sikap kerja, sedangkan tugas-tugas yang bersifat mental seperti kompleksitas pekerjaan, tingkat kesulitan pekerjaan, pelatihan atau pendidikan yang diperoleh, tanggung jawab pekerjaan.

b. Organisasi kerja seperti masa waktu kerja, waktu istirahat, kerja bergilir, kerja malam, sistem pengupahan, model struktur organisasi, pelimpahan tugas dan wewenang.

c. Lingkungan kerja adalah lingkungan kerja fisik, lingkungan kimiawi, lingkungan kerja biologis, dan lingkungan kerja psikologis.Ketiga aspek ini disebut wring stresor.

2. Faktor internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh akibat dari reaksi bebankerja eksternal. Faktor internal meliputi faktor somatis (Jenis kelamin, umur, ukurantubuh, status gizi, kondisi kesehatan), faktor psikis (motivasi, persepsi,kepercayaan,keinginan dan kepuasan).

(36)

2.2.3 Indikator Beban Kerja

Indikator yang digunakan untuk melakukan analisis beban kerja diadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Putra (2012) antara lain sebagai berikut:

1. Volume pekerjaan

Banyaknya jumlah pekerjaan dalam suatu kesatuan yang harus diselesaikan pekerja

2. Pengetahuan/skill pekerja

Pengetahuan/keterampilan yang dimiliki pekerja dalam menyelesaikan tugas- tugas yang diberikan

3. Kondisi Pekerjaan

Mencakup tentang bagaimana pandangan yang dimiliki oleh individu mengenai kondisi pekerjaannya,misalnya mengambil keputusan dengan cepat pada saat pengerjaan barang, serta mengatasi kejadian yang tak terduga seperti melakukan pekerjaan ekstra diluar waktu yang telah ditentukan.

4. Standar Pekerjaan

Kesan yang dimiliki oleh individu mengenai pekerjaannya, misalnya perasaan yang timbul mengenai beban kerja yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

2.3 Jaminan Sosial

2.3.1 Pengertian Jaminan Sosial

Menurut Undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang sistem Jaminan Sosial Nasional, dalam Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa jaminan sosial adalah :

(37)

“suatu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.”

Menurut Sentanoe Kertonegoro didalam buku Asyahadi (2017), jaminan sosial dikelompokkan dalam empat kegiatan usaha utama.

1. Usaha-usaha yang berupa pencegahan dan pengembangan, yaitu usaha-usaha di bidang kesehatan, keagamaan, keluarga berencana, pendidikan, bantuan hukum, dan lain-lain yang dapat dikelompokkan dalam Pelayanan Sosial (Social Service)

2. Usaha-usaha yang berupa pemulihan dan penyembuhan, seperti bantuan untuk bencana alam, lanjut usia, yatim piatu, penderita cacat, dan berbagai ketunaan yang dapat disebut sebagai Bantuan Sosial (Sosial Assistance) 3. Usaha-usaha yang berupa pembinaan, dalam bentuk perbaikan gizi,

perumahan, transmigrasi, koperasi, dan lain-lain yang dapat dikategorikan sebagai Sarana Sosial (Social Infra Structure)

4. Usaha-usaha di bidang perlindungan ketenagakerjaan yang khusus ditujukan untuk masyarakat tenaga kerja yang merupakan inti tenaga pembangunan dan selalu menghadapi resiko-resiko sosial ekonomis, digolongkan dalam Asuransi Sosial (Sosial Insurance).

Menurut Soepomo (1983) yang merumuskan bahwa : ”Jaminan sosial adalah pembayaran yang diterima pihak buruh dalam hal di luar kesalahannya tidak melakukan pekerjaannya, jadi menjamin kepastian pendapatan (income security) dalam hal buruh kehilangan upahnya karena alasan di luar kehendaknya.”

(38)

Selanjutnya, dalam Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, pengertian jaminan sosial tenaga kerja dirumuskan sebagai berikut : “Jaminan sosial tenaga kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dalam pelayanan sebagai akibat peristiwa yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, bersalin, hari tua, dan meninggal dunia.”

Kesimpulan yang dapat ditarik dari beberapa definisi tersebut adalah bahwa jaminan sosial merupakan jaminan perlindungan yang diberikan perusahaan terhadap hilangnya penghasilan karyawan seperti dalam pemberhentian kerja, karyawan sakit, mengalami kecelakaan, tunjangan kematian dan lain sebagainya.

2.3.2 Tujuan Pemberian Jaminan Sosial

Pada umumnya perusahaan yang mengadakan atau memberikan jaminan sosial mempunyai tujuan tertentu. Tujuan dari pemberian jaminan sosial adalah : 1. Perusahaan menginginkan karyawan dapat bekerja lebih baik.

2. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan agar dapat tercapai tingkat produktivitas yang tinggi.

3. Untuk menambah kegairahan kerja dan semangat kerja yang tinggi dari karyawan

4. Karyawan betah bekerja sehingga turn over karyawan menjadi lebih rendah.

(39)

2.3.3 Bentuk Jaminan Sosial

Dengan diberlakukannya ketentuan Undang-undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja dinyatakan di dalam Pasal 4 ayat (1) : Program jaminan sosial tenaga kerja wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini.

Ruang lingkup dari program jaminan sosial tenaga kerja, seperti diatur di dalam Pasal 6 ayat (1) meliputi :

1. Jaminan Kecelakaan Kerja;

2. Jaminan Kematian;

3. Jaminan Hari Tua;

4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

2.3.4 Syarat Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Perusahaan/Pengusaha diwajibkan untuk mengikut sertakan tenaga kerjanya yang meliputi program jaminan sosial tenaga kerja yang meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pemeliharaan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Bagi pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau

2. Bagi pengusaha yang membayar upah paling sedikit Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) sebulan,

3. Bagi Pengusaha yang telah menyelenggarakan sendiri program pemeliharaan kesehatan bagi tenagakerjanya dengan manfaat yang lebih baik dari Paket

(40)

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar menurut ketentuan yang berlaku, tidak wajib ikut dalam Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara.

4. Pengusaha dan tenaga kerja yang telah ikut program asuransi sosial tenaga kerja sebelumnya, tetap melanjutkan kepesertaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana yang telah berlaku.

2.3.5 Manfaat Jaminan Sosial

Manfaat program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diberikan kepada tenaga kerja sebagaimana diatur dalam (Peraturan Pemerintah No. 14 , 1993) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja beserta peraturan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) terdiri dari :

a. Biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja ke rumah sakit dan atau ke rumahnya termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;

b. Penggantian upah sementara tidak mampu bekerja (STMB)

c. Biaya pemeriksaaan, pengobatan, dan atau perawatan selama di rumah sakit, termasuk rawat jalan.

d. Santunan cacat sebagian untuk selama-lamanya;

e. Santunan cacat total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental f. Santunan kematian dan uang kubur

g. Santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap h. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthose) dan atau alat ganti

(41)

(prothese) bagi tenaga kerja yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja.

Berdasarkan surat keterangan dari dokter pemeriksa dan atau dokter penasehat PT Jamsostek (persero) menetapkan dan membayar semua biaya dan santunan paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya pengajuan pembayaran jaminan. Dalam hal tenaga kerja meninggal dunia pembayaran santunan kematian dibayarkan kepada ahli warisnya.

2. Jaminan Kematian (JK) terdiri dari : a. Jaminan Kematian

b. Biaya Pemakaman c. Santunan berkala

3. Jaminan Hari Tua (JHT) terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta hasil pengembangannya.

4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), terdiri dari :

a. Rawat jalan tingkat pertama meliputi pemeriksaan dan pengobatan dokter umum dan dokter gigi, pemeriksaan diberikan tindakan medis sederhana;

b. Rawat jalan tingkat lanjutan berupa pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis;

c. Rawat inap;

d. Pertolongan persalinan;

e. Penunjang diagnostik berupa pemeriksaan laboratorium, radiologi, EEG dsb;

(42)

f. Pelayanan khusus berupa penggantian biaya protese, orthose dan kacamata;

g. Pelayanan gawat darurat.

2.3.6 Indikator Jaminan Sosial

Indikator-indikator Jaminan sosial menurut Setiadi (2009) antara lain sebagai berikut:

1. Tanggapan karyawan terhadap Jaminan Hari Tua 2. Tanggapan karyawan terhadap Jaminan Kesehatan 3. Rasa nyaman dalam bekerja

2.4 Kinerja

2.4.1 Pengertian Kinerja

Kinerja merupakan gambaranmengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi Moeheriono (2009).

Menurut Sutrisno (2011:67)kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Mathis &

Jackson (2002:78) juga berpendapat bahwa kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain : kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran di tempat kerja dan sikap kooperatif.

(43)

Dari beberapa pendapat ahli, dapat di simpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja yang di lakukan oleh seseorang dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan yang di inginkan suatu organisasi dan meminimalisir kerugian.

2.4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Menurut Handoko (1994:193) yaitu faktor-faktor kinerja juga dipengaruhi oleh motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan, komitmen terhadap organisasi dan aspek-aspek ekonomis, teknis, serta keperilakuan lainnya.

Menurut Tiffin dan Mc. Cormick dalam As„ad (2001:49) ada dua macam faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yaitu:

1. Faktor individual

Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap, sifat kepribadian, sifat fisik, minat dan motivasi, pengalaman, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta faktor individual lainnya.

2. Faktor Situasional

a. Faktor fisik pekerjaan-pekerjaan, meliputi: metodekerja kondisi dan desain perlengkapan kerja, penentuan ruang, dan lingkungan fisik (penyinaran, temperatur dan ventilasi)

b. Faktor sosial dan organisasi, meliputi peraturan organisasi, jenis latihan dan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.

Pendapat lain tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, antara lain di kemukakan Amstrong dan Baron dalam (Wibowo, 2007, hal. 100)sebagai berikut:

(44)

1. Personal Factor, ditunjukkan oleh tingkat keterampilan, kompetensi yang dimiliki, motivasi, dan komitmen individu.

2. Leadership factor, ditentikan oleh kualiras dorongan, bimbingan, dan hubungan yang dilakukan menejemen dan team leader

3. Team faktor, ditunjukkan oleh kualitas dukungan yang diberikan oleh rekan sekerja

4. System factor, ditunjukkan oleh adanya sistem kerja dan fasilitas kerja yang diberikan organisasi

5. Contextual/situational factor, ditunjukkan oleh tingginya tingkat tekanan dan perubahan lingkungan internal dan eksternal.

2.4.3 Dimensi Kinerja Karyawan Adapun dimensi dari kinerja yaitu:

1. Kuantitas kerja adalah volume kerja yang dihasilkan. Kuantitas juga menunjukkan banyak jenis pekerjaan yang dilakukan dalamsatu waktu sehingga efektivitas kinerja dapat terlaksana sesuai dengan tujuan perusahaan.

Indikatornya adalah:

a. Target kerja

b. Pengetahuan/ skill pekerja

2. Kualitas kerja adalah ketelitian, kerapian, dan keterikatan hasil kerja yang dilakukan dengan baik agar dapat menghindari kesalahan didalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Indikatornya adalah:

a. Pelaksanaan pekerjaan tepat b. Mengikuti prosedur perusahaan

(45)

c. Minimalisasi tingkat kesalahan dalam kerja

3. Pemanfaatan waktu adalah penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan agar pekerjaan selesai tepat waktu pada waktu yang ditetapkan. Indikatornya adalah:

a. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan b. Inisiatif pekerja

2.5 Penelitian Terdahulu

Penelitian-penelitian terdahulu berfungsi sebagai acuan dan pendukung untuk melakukan penelitian ini. Penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dan pendukung adalah penelitian dengan salah satu atau lebih variabel yang sama dengan penelitian ini Sujarweni (2015:64)

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu yang Relevan dengan Penelitian

No Nama Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian 1 Arsitania (2009) Pengaruh jaminan

sosial tenaga kerja (Jamsostek) terhadap kinerja (studi pada

karyawan tetap divisi transportasi PO Tentrem Malang)

Variabel Bebas:

Jaminan Sosial (X)

Variabel terikat:

Kinerja karyawan (Y)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jaminan sosial (jamsostek) terhadap kinerja karyawan bertanda positif, menunjukkan berpengaruh searah terhadap kinerja karyawan 2 Setiadi (2009) Pengaruh Upah dan

Jaminan Sosial Terhadap

Produktivitas Kerja Karyawan Di PT Semarang Makmur Semarang.

Variabel Bebas:

Upah (X1) dan Jaminan Sosial (X1)

Variabel Terikat:

Produktivitas Kerja Karyawan (Y)

lain di luar upah dan jaminan sosial.

(46)

Lanjutan Tabel 2.1

No Nama Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian 3 Syed Saad

Hussain Shah, dkk (2011)

Workload and Performance of Employees

Variabel bebas:

Beban kerja (X1) Variabel terikat:

Kinerja karyawan (Y)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja

berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan 4 Nia Malinasari

(2012)

Pengaruh Program Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) dan Jaminan Sosial Terhadap

Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Pada PT PJB UP Brantas Karangkates – Kab. Malang).

Variabel Bebas:

Keselamatan Kerja (X1), Kesehatan Kerja (X2) dan Jaminan Sosial (X3) Variabel Terikat:

Produktivitas Kerja Karyawan (Y)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, dan Jaminan Sosial secara simultan bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap

Produktivitas Kerja Karyawan.

Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, dan Jaminan Sosial secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap

Produktivitas Kerja Karyawan.

Kesehatan Kerja berpengaruh dominan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan.

5 Rifwan Syaputra (2014)

Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.

Waskita Karya Medan

Variabel Bebas:

Program

keselamatan kerja (X1) dan program kesehatan kerja (X2)

Variabel terikat:

Kinerja karyawan (Y)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, secara serempak adalah signifikan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.

Waskita Karya Medan. Secara parsial Kesehatan Kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Waskita Karya Medan sedangkan Keselamatan Kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja.

Gambar

Gambar 2.1   Kerangka Konseptual  2.7  Hipotesis
Tabel 3.3  Jumlah Sampel
Tabel  4.2  menunjukkan  semua  butir  pernyataan  memiliki  nilai  rhitung  yang  lebihbesar  dari  nilai  rtabel  sebesar  0,3610
Tabel 4.3 menunjukkan semua butir pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih  besar  dari  nilai  rtabel  sebesar  0,3610
+4

Referensi

Dokumen terkait

Merumuskan bahan kebijakan teknis, strategi, perencanaan strategis dibidang Keagamaan, Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Bagian Kesejahteraan Sosial

The results demonstrate analytically, for the ®rst time, that the moving boundary induces interactions between the two primary tidal oscillations, generating a slowly damped water

(3) Rincian tugas dan fungsi Biro Pemerintahan sesuai Susunan Organisasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran IIa yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari

Dengan melihat dari dasar tersebut, maka akan memudahkan hasil dari program test IQ yang lebih canggih dengan memperhatikan sistem dan cara pembuatan yang baik juga

RSUP Haji Adam Malik Medan periode tahun 2014 dan 2015. Mengetahui sebaran etiologi pasien CTS di RSUP Haji

Pada bagian awal perancangan dilakukan percobaan simulasi pemodelan statistik Design Expert dimana data diperoleh dari hasil simulasi pola medan magnet dan kerapatan fluks magnet

Jarak yang ditempuh dan kalori yang terbakar oleh pemain akan ditampilkan di sebelah kanan layar bersamaan dengan gambar yang dapat dilakukan hover oleh pemain untuk

Bahan kanji adalah unsur dari beberapa bahan kimia yang berguna sebagai bahan pembantu langsung yang digunakan dalam proses produksi yang dikenakan langsung terhadap bahan