• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Penelitian

4.2. Analisis Data Penelitian

4.2.3. Pengujian Hipotesis Penelitian

4.2.3.1.1 Uji Koefisien Determinasi

UJi koefisien determinasi ( R2 ) adalah perbandingan antara Y yang dijelaskan oleh X1, X2, dan X3 secara bersama-sama dibanding denganvariabel total Y. Jika selain X1, X2, dan

74 X3 semua variabel di luar data. Tidak ada ukuran yang pasti berapa besarnya R2 untuk menyatakan bahwa suatu pilihan sudah tepat. Jika R2 semakin besar atau mendekati 1, maka data makin tepat.

Tabel 4.12

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate .389a .151 .060 .34398

a. Predictors: (Constant), LN Return On Equity, LN Quick Ratio, LN Return On Asset

b. Dependent Variable: LN Dividend Payout Ratio

Berdasarkan table diatas adjusted R2 0,060. Dengan demikian besarnya pengaruh yang diberikan oleh variabel Quick Ratio, Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) adalah 60%, sedangkan sisanya sebesar 40% adalah dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimiliki dalam penelitian ini.

75 4.2.3.2. Uji Signifikan Simultan

Secara simultan, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F-test. Uji F digunakan untuk menunjukan apakah semua variabel independen yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersam-sama terhadap variabel dependen.

Bentuk pengujian adalah Ho: bi = b2 = ... = bk = 0, artinya semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan atau tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen dan Ha: b1 ≠ b2 ≠ ... ≠ b3 = 0, artinya semua variabel independen merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen atau dengan kata lain semua variabel independen tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

Uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi F hitung dengan ketentuan jika signifikan < 0,05 maka Ha diterima dan Jika signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak Serta membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan F menurut tabel. Bila nilai F hitung lebih besar daripada nilai F tabel, maka Ha diterima dan sebaliknya.

76 Tabel 4.13

Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression .591 3 .197 1.665 .197a

Residual 3.313 28 .118

Total 3.904 31

a. Predictors: (Constant), LN Return On Equity, LN Quick Ratio, LN Return On Asset

b. Dependent Variable: LN Dividend Payout Ratio

Tabel diatas mengungkapkan bahwa nilai sigifikan ( 0,197 ) lebih besar dari 0,05 maka quick ratio, return on asset, dan return on equity secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Jika membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel ( 2, 75297 ) lebih besar dari 0,05 jadi dapat disimpulkan bahwa quick ratio, return on asset, dan return on equity secara bersama- sama tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio.

4.2.3.3. Uji t ( Uji Signifikan Parsial )

Uji secara parsial adalah untuk menguji apakah setiap variabel bebas atau independen memilki pengaruh atau tidak terhadap variabel dependen. Bentuk pengujiannya adalah Ho: bi = 0, artinya suatu

77 variabel independen merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen atau dengan kata lain variabel independen tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Cara melakukan uji t adalah dengan membandingkan siginifikansi t hitung dengan ketentuan Jika Signifikansi < 0,05 maka Ha diterima dan Jika signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak serta dengan membandingkan nilai statistic t dengan t tabel, apabila nilai statistik t > t tabel maka Ha diterima sedangkan nilai statistic t < t tabel maka Ha ditolak.

Tabel 4.14 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

B Std. Error Beta T Sig.

1 (Constant) -1.226 .368 -3.330 .002

LN Quick Ratio -.060 .032 -.344 -1.914 .066

LN Return On Asset .039 .126 .092 .313 .756

LN Return On Equity -.063 .102 -.185 -.623 .539

78 Berdasarkan output tabel diatas diketahui bahwa quick ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio, hal ini terlihat dari nilai signifikansi (0,066) diatas atau lebih besar dari 0,05. Perbandingan nilai t- hitung dengan t- tabel juga menujukkan bahwa quick ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio dimana nilai t- hitung (-1,914 ) lebih kecil dari nilai t-tabel (1,9983).

Return On Asset juga tidak mempengaruhui signifikan terhadap dividend payout ratio, hal ini terlihat dari nilai signifikansi (0,756) diatas atau lebih besar dari 0,05. Perbandingan nilai t- hitungan dengan t-tabel menunjukkan bahwa Return On Asset tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio dimana nilai t-hitung (0,313) lebih kecil dari nilai t-tabel (1,9983).

Return On Equity juga tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,539) diatas atau lebih besar dari 0,05. Perbandingan nilai t- hitung dengan t- tabel juga menunjukkan bahwa Return On Equity tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio dimana nilai t-hitung (-0,623) lebih kecil dari nilai t-tabel ( 1,9983 ).

Berdasarkan tabel diatas maka model analisis linier berganda adalah:

79 4.3. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil uji hipotesis dengan pengujian secara simultan diketahui bahwa variabel quick ratio, return on asset, dan return on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio karena �ℎ�����< ������ ( 0, 198 < 2,575297 ). Ini berarti pihak investor dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan investasinya tidak memperhatikan quick ratio, return on asset dan return on equity secara bersama-sama. Hasil analisis koefisien kolerasi dan determinasi didapat nilai Adjusted R Square sebesar 0,151. Hal ini berarti bahwa 15,1% variasi atau dividend payout ratio dapat dijelaskan oleh quick ratio, return on asset dan return on equity. Sedangkan sisanya sebesar 84,9% dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan dividend payout ratio adalah saat diperoleh pertambahan laba, tingkat resiko proyeksi laba, proposi utang perusahaan terhadap ekuitas, serta kebijakan pembagian dividen. Faktor lainnya yang dapat memepengaruhi pergerakan dividend payout ratio adalah kebijakan dividen dan keadaan harga saham.

Secara parsial quick ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa quick ratio tidak menjadi informasi yang utama bagi investor dan calon investor dalam mengambil keputusan untuk menamkan modalnya dalam sebuah perusahaan. Setelah dilakukan pengujian terhadap variabel return on asset, hasil pengujian menunjukan bahwa variabel return on asset secara parsial tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Hasil penelitian

80 menyimpulkan return on asset tidak menjadi informasi yang utama bagi para investor dan calon investor dalam mengambil keputusan untuk menanamkan modalnya dalam sebuah perusahaan. Dan return on equity tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa return on equity bukan merupakan informasi yang utama bagi investor dan calon investor dalam mengambil keputusan untuk menanamkan modalnya dalam sebuah perusahaan.

81 BAB V

Dokumen terkait