• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

2. Uji Reabilitas Keputusan Pembelian (Y) Tabel 4.36

4.3.5 Pengujian Hipotesis .1 Uji Parsial (Uji-T) .1 Uji Parsial (Uji-T)

4.3.5.2 Uji Koefisien Determinasi (R 2 )

Koefisien Goodness of Fit (R2) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat dan menentukan berapa besar pengaruh brand

awareness terhadap keputusan pembelian. Koefisien determinasi (R2) berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 1 (satu), (0 < (R2) < 1). Semakin kecil nilai R2 maka semakin terbatas kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat besarlah kemampuan model dalam menjelaskan variabel terikat. Perhitungan determinasi pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4.40

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .640a .410 .340 3.470

a. Predictors: (Constant), brand awrnss b. Dependent Variable: keputusan pembelian Sumber : Hasil pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.41 di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Nilai R sebesar 0,640 berarti hubungan antara brand awareness

(X) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,640. Artinya hubungan antar variabel tergolong erat karena mendekati 1 (satu).

2. Nilai R Square adalah 0,410. Hal ini berarti 41,0% keputusan pembelian (Y) dapat dipengaruhi oleh variabel brand awareness (X), sedangkan sisanya 59,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

4.4 Pembahasan

Secara umum, penelitian ini menunjukkan penilaian responden terhadap variabel-variabel penelitian yang terdiri dari yaitu variabel brand awareness (X)

dan variabel keputusan pembelian (Y) yang secara umum sudah baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan jawaban responden karena banyaknya yang bertanggapan setuju terhadap variabel penelitian yaitu variabel independen brand awareness terhadap variabel dependen keputusan pembelian konsumen J.CO donuts & coffee di Sun Plaza Medan.

Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner pada tabel 4.1 diperoleh mayoritas responden paling banyak pada penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan dominan membeli gift ataupun oleh-oleh buat teman, ataupun saudaranya. Karena wanita rentan terkenal suka shopping bukan hanya pakaian tapi juga pada makanan. Pada tabel 4.2 Dapat dilihat pada status pekerjaan responden mayoritas terbanyak yaitu mahasiswa sebanyak 42 responden atau 43,8%. Menunjukkan bahwa seorang mahasiswa/i kerap membicarakan tugas atau berdiskusi serta mengerjakan tugas sambil nongkrong ditempat yang menurut mereka santai dan nyaman, sambil menikmati makanan-makanan ringan ataupun minum kopi yang menurut sebagian mereka dapat membuat mereka lebih mudah untuk berfikir. Tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden responden yang berusia di antara 15-22 tahun sebanyak 34 responden atau 35,4%, dengan ini dapat dilihat bahwa kalangan muda-mudi yang suka membeli dan mengkonsumsi produk J.CO atau nongkrong di tempat yang disediakan oleh J.CO menjadi acuan pada dampak pengaruh kepada keputusan pembelian. Tabel 4.4 yang menunjukkan bahwa mayoritas responden berpenghasilan <Rp.2.000.000 yaitu sebanyak 29 responden atau 30,2%, hal ini dikarenakan karena mayoritas dari responden ini berstatus mahasiswa yang kerap suka membeli buat gift buat rekan yang sedang berulang

tahun, oleh-oleh buat teman ataupun keluarganya, dan juga untuk dijadikan makanan penghantar makanan berat (cemilan). Selain itu, dapat dilihat pada tabel 4.5 yang menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai pendidikan tingkat S1 yaitu sebanyak 61 responden atau 63,5%, diketahui bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian produk J.CO donuts

& coffee. Dimana para konsumen menilai bahwa kualitas produk yang diberikan sangat baik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel brand awareness bernilai positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Hermawan dalam bukunya ( 2010 : 64 ) yang mengemukakan pendapat oleh David Aaker dalam bukunya yang berjudul Managing Brand Equity mendefinisikan brand awareness sebagai kemampuan dari pelanggan potensial untuk mengenali atau mengingat bahwa suatu merek termasuk ke dalam kategori produk tertentu. Maka faktor brand awareness akan berdampak pada keputusan pembelian. Kesadaran merek juga dapat diartikan sebagai kekuatan sebuah merek untuk dapat diingat kembali oleh konsumen dan dapat dilihat dari kemampuan konsumen itu sendiri untuk mengidentifikasi merek dalam berbagai kondisi yaitu bagaimana bisa dari banyaknya merek di dunia ini tapi para konsumen hanya mengingat satu merek saja. Hal ini juga menjadi pembuktian dari distribusi 12 item peryataan jawaban responden dari 12 item pernyataan tersebut memberikan jawaban positif, dan dari 12 item pernyataan tersebut sudah dapat menggambarkan bagaimana terjadinya keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen J.CO donuts & coffee Sun Plaza Medan.

Variabel brand awareness menurut putri ( 2013 : 24 ) adalah langka awal

ketika membangun sebuah merek produk. Dikarenakan brand awareness adalah proses bermula dari perasaan seorang konsumen terhadap ketidaktahuan akan suatu merek itu hingga yakin bahwa merek itu adalah hanya satu dalam produk kelas tertentu. Apabila sebuah merek dapat merebut perhatian tetap dalam pikiran konsumen, maka merek tersebut akan sulit digantikan oleh merek lain. Dalam indikator ataupun pernyataan yang ada pada variabel ini yaitu brand recall ( seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat ), brand recognition ( seberapa jauh konsumen dapat mengingat merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu ), purchase ( seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk atau jasa ), dan consumption ( seberapa jauh konsumen dapat mengenali dan membeli ulang produk ). Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.6, 4.7, 4.8, 4.9, 4.10, 4.11, 4.12, 4.13, 4.14, 4.15, 4.16, 4,17. Bahwa mayoritas responden menjawab setuju dan sangat setuju karena menurut mereka produk yang dihasilkan oleh J.CO donuts & coffee produk yang berkualitas, variasi produk-produk baru dengan harga yang terjangkau, kualitas yang bermutu, dan dengan desain produk yang cukup trend dan juga tidak ketinggalan zaman serta cipta rasa yang membuat para konsumen ingin slalu menikmati produk J.CO Donuts &

Coffee ini.

Berdasarkan pengujian parsial atau ( uji t ) hal ini dapat dilihat dari nilai signifikannya variabel brand awareness yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar yaitu ( 5,549 ) bernilai positif dan lebih besar dibandingkan dengan t tabel yaitu ( 1.661 ). Hal ini menunjukkan bahwa brand awareness (X) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ( Y ) produk J.CO Donuts & Coffee Sun

Plaza Medan. Artinya, dengan demikian jika para konsumen sudah mengenali dan tau akan produk J.CO Donuts & Coffee ini maka akan berdampak bagi keputusan pembelian, sehingga konsumen merasa puas dengan apa yang telah diberikan dari J.CO Donuts & Coffee maka konsumen akan loyal sehingga terjadilah pembelian secara berulang. Bukan hanya itu juga, jika sudah loyal maka konsumen yang sudah merasa produk J.CO Donuts & Coffee ini enak, lezat, produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau maka konsumen akan merekomendasikan produk J.CO Donuts & Coffee ini kepada konsumen lainnya.

Dengan demikian apabila J.CO Donuts & Coffee mampu memberikan dan menciptakan produk-produk yang berkualitas, dan membuat variasi produknya maka akan semakin dikenal banyak oleh konsumen tentang brand dari produk J.CO Donuts & Coffee ini. Dengan cara mengadakan pameran-pameran maka brand produk ini juga akan dikenal oleh konsumen yang belum tau akan produk J.CO Donuts & Coffee ini. Tidak hanya itu juga, tempat yang telah disediakan oleh J.CO Donuts & Coffee buat para konsumennya yang ingin menikmati hidangan sambil bersantai, selain bersih, mereka juga menyediakan wifi, tempat yang lebar, akan menimbulkan rasa nyaman buat para konsumennya, dan menarik niat pengunjung lainnya, maka hal ini akan berdampak pada konsumen mengetahui akan merek serta melakukan keputusan pembelian. Artinya semakin banyaknya yang mengenal akan brand produk J.CO Donuts & Coffee ini maka semakin meningkat pula pada keputusan pembelian.

Menciptakan suatu produk yang diferensiasi dari produk lainnya juga sangat penting bagi perusahaan, karena seorang konsumen bukan hanya mengkonsumsi akan produk tersebut, akan tetapi konsumen terlebih dahulu

mengingat, serta mengenali produk tersebut yang akan berdampak pada persepsi tersendiri yang terdapat dalam benak konsumen. Jika konsumen sudah tau dan sangat mengenal akan produk tersebut maka kemungkinan akan terjadinya keputusan pembelian dan pembelian secara berulang. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini menyatakan bahwa besarnya pengaruh yang signifikan pada brand awareness terhadap keputusan pembelian produk J.CO donuts & coffee, adapun nilai R Square yang diperoleh sebesar 41,0% yang artinya brand awareness terhadap produk J.CO donuts & coffee ini berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dan sisanya 59,0% keputusan pembelian tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, sesuai dengan penelitian terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Sallyy Meuthia, dengan hasil penelitiannya yang menunjukkan adanya pengaruh brand awareness yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah hasil penelitian ini diinterpretasikan dan dianalisis pada bab sebelumnya, maka dalam bab ini penulis dapat menarik kesimpulan yang menjadi inti dari penelitian ini yang telah dilakukan, sebagai berikut :

Menurut hasil pengolahan data diketahui bahwa responden paling berpengaruh melakukan keputusan pembelian berjenis kelamin mayoritas wanita pada umur 15-22 tahun. Karena kebanyakan pada kalangan remaja hingga dewasa lebih mengetahui brand (merek) daripada yang lebih tua, dan kalangan remaja hingga dewasa sekalipun kerap melakukan pembelian untuk gift temannya yang berulang tahun ataupun oleh-oleh.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara brand awareness terhadap keputusan pembelian produk J.CO donuts & coffee di Sun Plaza Medan. Hal ini ditunjukkan dari sig, sebesar 0,000 <

0,05 dan nilai thitung ( 5,549 ) > ttabel ( 1,661 ).

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara brand awareness terhadap keputusan pembelian produk J.CO donuts &

coffee di Sun Plaza Medan. Hal ini dibuktikan dari berdasarkan nilai koefisien korelasi (R) yaitu sebesar 0,640 menunjukkan bahwa hubungan antara pengaruh brand awareness terhadap keputusan pembelian adalah kuat. Besarnya (R Square ) adalah sebesar 0,410. Hal ini menunjukkan bahwa brand awareness mempengaruhi keputusan pembelian 41,0% %, sedangkan sisanya sebesar 59,0 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu :

1. Bagi pihak J.CO donuts & coffee Sun Plaza Medan harus terus mempertahankan kualitas produk dari segi variasi produk, atribut, rasa dan aroma serta desain-desain produk yang selalu menciptakan produk-produk tekini agar produk yang diciptakan sesuai dengan harapan konsumen dan dapat menyaingi pesaing lainnya.

2. Sebaiknya pihak J.CO donuts & coffee Sun Plaza Medan sering mengadakan diskon terhadap produk-produknya selain dapat mengambil perhatian konsumen yang belum tau akan produk ini, hal seperti ini juga dapat membuat konsumen lebih tertarik untuk berkunjung ke J.CO donuts & coffee dan melakukan pembelian berulang.

3. Bagi peneliti selanjutnya, apabila membahas atau meneliti mengenai keputusan pembelian maka peneliti harus membuat variabel bebas yang berbeda dari brand awareness agar dapat diketahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk, sehingga dapat menambah wawasan bagi peneliti.

Alamsyah, Zeffry, dkk, (2013). Pemasaran Strategi (Perspektif Value – Based Marketing dan Pengukuran Kinerja). Bogor : Penerbit PT. IPB Press Arikunto. (2006). Metode Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka

Cipta

Chandra Gregorius, dkk, ( 2004 ). Pemasaran Global (Internasionalisasi dan Internetisasi). Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Chandra Gregorius, Fandy Tjiptono, ph.D. ( 2017 ). Pemasaran Strstegik (Mengupas Pemasaran Strategik, Branding Strategy, Costumer Statisfaction, Strategi Kompetitif, Hingga E-Marketing. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Creswell, John W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kwantitatif, dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Durianto, Darmadi, Budiman, Lie Joko. (2014). Brand Eqity Ten (Strategi Memimpin Pasar. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Echdar Saban. (2017). Metode Penelitian (Manajemen dan Bisnis). Bogor : Ghalia Indonesia

Handoko Hani T Drs, Drs. Basu Swastha Dharmmesta, ( 2002 ). Manajemen Pemasaran (Analisa Perilaku Konsumen). Yogyakarta : Pustaka Pelajar Hawkins, Del I., J Best, Roger, dan Coney, Kenneth A. (2001). Consumer Behavior

Building Marketing Strategy. The McGrow : Hill

Kartajaya Hermawan. (2010). Brand Operation. Jakarta : Erlangga

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. (2012). Principles Of Marketing. Global Editon

: Pearson Education

Kriyantono. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : PT. Kencana Prenada

Priansa, Donni Juni. (2017). Perilaku Konsumen (Dalam Persaingan Bisnis Kontemporen). Bandung : Alfabeta

Rochaety. (2007). Metode Penelitian Bisnis : Dengan Aplikasi SPSS. Edisi

Sciffman dan Kanuk. (2007). Perilaku Konsumen. Edisi Kedua. Jakarta : PT.

Gramedia

Simamora, Bilson. (2004). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Cetakan Kedua.

Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Solomon, Michael R. (2011). Consumen Behavior : Buying, Having, and Being.

New Jersey. USA : Pearson Prentice Hall

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Manajemen. Bandung : Alfabeta

Sumarwan Ujang. (2014). Perilaku Konsumen (Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran). Bogor : Ghalia Indonesia

Jurnal dan Skripsi

Andhini Wulan Saputri. (2017). Pengaruh Brand Awareness, Brand Image, dan Media Komunikasi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Jaringan 4G LTE PT. Telkomsel. Jakarta : Universitas Negeri Pancasila.

Khoiriyah. (2016). Pengaruh Brand Awareness dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Motor di Indonesia. Semarang : Managament Analysis Journal 5 (4) (2016)

Putri. (2013). Pengaruh Perluasan Merek dan Kualitas Produk Terhadap

Keputusan Pembelian Shampo Dove di Semarang. Diponegoro Journal Of Social Politic 2 (4). 1-6, Semarang

Rudot Yuli Saputro, dkk. (2016). Pengaruh Brand Awareness, Perceved Quality, dan Price Terhadap Keputusan Pembelian Honda Vario 125 di Dealer Astra Honda Semarang. Volume 2 (2).

Sally. (2017). Pengaruh Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Zara Sun Plaza Medan). Medan : Universitas Sumatera Utara.

Siahaan, H. D. (2016). Analisis Tingkat Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Produk Victoria’s Secret (Pada Konsumen Victoria’s Secret di PVJ Bandung). 9.

Internet

www.j.codonuts.com (2015)

LAMPIRAN

L.1 Kuesioner

Dokumen terkait