• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

27. Pudjiadi Prestige Tbk

4.2 Hasil Penelitian .1Analisis Deskriptif

4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda

4.2.4.3 Uji Koefisien Determinasi (R 2 )

Koefisien determinasi (R2 atau R Square) dilakukan untuk mendeteksi seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas dan sebaliknya. Apabila nilai R2 suatu regresi (mendekati satu), maka semakin baik regresi tersebut dan semakin

mendekati nol, maka variabel independen secara keseluruhan tidak bisa

menjelaskan variabel dependen.

Tabel 4.9

Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .538a .289 .267 .1399198

a. Predictors: (Constant), Profitabilitas, Likuiditas, Uk_Perusahaan, Growth_Opportunity

b. Dependent Variable: Struktur_Modal

Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi pada Tabel 4.9 diketahui bahwa R

sebesar 0,538 yang berarti hubungan antara ukuran perusahaan, growth

opportunity, likuiditas, dan profitabilitas terhadap struktur modal adalah sebesar

53,8%. Artinya hubungan antara variabel ukuran perusahaan, growth opportunity,

likuiditas, dan profitabilitas terhadap struktur modaladalah cukup erat.

Nilai Adjusted R Square sebesar 0,267 berarti 26,7% faktor yang

berpengaruh terhadap nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh ukuran perusahaan,

growth opportunity, likuiditas, dan profitabilitas. Sedangkan sisanya yaitu sebesar

73,3% dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Standard Error of the Estimate adalah 0,1399198 dimana semakin kecil

standar deviasi maka model akan semakin baik.

4.3 Pembahasan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, hasil pembahasan

penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan atau serempak variabel ukuran

perusahaan, growth opportunity, likuiditas, dan profitabilitasberpengaruh

signifikan terhadap struktur modalperusahaan property dan real estate yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2013. Hal ini menunjukkan dalam

menentukan struktur modal, manajer perusahaan memperhatikan keempat variabel

bebas tersebut secara menyeluruh.

Berdasarkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel ukuran

perusahaan berpengaruhpositif namun tidak signifikan terhadap struktur modal

2009-2013.Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan ukuran perusahaan

sejalan dengan peningkatan hutang dalam struktur modal perusahaan. Hal ini

sesuai dengan landasan teori yang dikemukakan Sartono (2001) bahwa semakin

besar ukuran perusahaan, maka perusahan akan cenderung meningkatkan hutang

dalam struktur modal. Peningkatan ukuran perusahaan pada perusahaan property

dan real estatemenyebabkan kenaikan hutang dalam struktur modal namun tidak

terlalu signifikan. Hal ini terlihat bahwa rata-rata struktur modal perusahaan

property dan real estate tahun 2009-2013 didominasi oleh penggunaan ekuitas

atau modal sendiri. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang

dilakukan Juniati (2010) dan Hafitz (2011) yang menyatakan bahwa ukuran

perusahaan berpengaruh positif namun tidak sinifikan terhadap struktur modal.

Wimelda dan Marlina (2013) menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif

dan signifikan terhadap struktur modal. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan

penelitian Damayanti (2013) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan penelitian

Kartika (2010) dan Saleemet al.(2013) menyatakan bahwa ukuran perusahaan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.

Berdasarkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel growth

opportunity berpengaruhpositif namun tidak signifikan terhadap struktur modal

perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun

2009-2013. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin besar growth opportunity

maka perusahaan cenderung membutuhkan dana yang lebih besar untuk ekspansi

penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukanSetyaningsih (2012) dan

Md Yusufet al.(2013) yang menyatakan growth opportunity berpengaruh positif

namun tidak signifikan terhadap stuktur modal. Hasil penelitian yang berbeda

dikemukakan oleh Seftianne dan Handayani (2011) yang menyatakan growth

opportunity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal.

Sedangkan Hafitz (2011) dan Saleemet al.(2013)mengemukakan bahwa growth

opportunity berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal.

Perusahan dengan growth opportunity yang tinggi cenderung

meningkatkan hutang karena dana internal yang tidak mencukupi untuk

pengembangan proyek perusahaan (Md Yusuf, et al.,2013). Berdasarkan

Signalling Theory dalam Bringham dan Houston (2001 : 36), perusahaan yang

memiliki growth opportunity (kesempatan bertumbuh) yang tinggi akan mencoba

menghindari penjualan saham dan mengusahakan setiap modal baru yang

diperlukan dengan cara-cara lain termasuk penggunaan hutang yang melebihi

target struktur modal yang normal.Sedangkan para kreditur dalam memberikan

pinjaman cenderung melihat growh opportunity sebagai pertimbangannya.

Semakin tinggi tingkat growth opportunity perusahaan maka semakin mudah bagi

perusahaan mendapatkan dana dalam bentuk hutang (Damayanti, 2013).

Berdasarkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel

likuiditas berpengaruhnegatif dan signifikan terhadap struktur modal perusahaan

property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2013.

Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan

operasional perusahaan. Hal ini sesuai dengan Pecking Order Theory dimana

dalam sumber pendanaan menggunakan dana internal terlebih dahulu lalu

pendanaan eksternal yaitu hutang. Likuiditas yang tinggi mengindikasikan

tersedianya sumber dana internal perusahaan dalam jumlah yang cukup besar

untuk mendanai aktivitas perusahaan terutama berkaitan dengan operasional

sehari-hari yang bersifat jangka pendek. Hal ini menyebabkan berkurangnya

penggunaan hutang secara keseluruhan dalam struktur modal struktur modal.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Juniati (2010),

Hafitz (2011), Md Yusufet al. (2013) dan Jamal et al.(2013). Perusahaan yang

memiliki likuiditas tinggi berarti memiliki jumlah aset lancar yang besar dan kas

yang cukup untuk mendanai aktivitas operasional perusahaan sehingga

mengurangi jumlah hutang (Jamal et al.,2013). Hasil yang berbeda dikemukakan

oleh Wahab et al.(2012) dan Septiannee dan Handayani (2011) yang menyatakan

bahwa likuiditas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap struktur

modal. Pengaruh positif likuiditas terhadap struktur modal disebabkan

peruusahaan yang memiliki likuiditas tinggi mampu membayar kewajiban secara

tepat waktu sehingga mendorong untuk meningkatkan hutang dalam struktur

modal (Wahab, et al.,2012).

Variabel terakhir dalam penelitian ini yaitu profitabilitas secara parsial

berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap struktur modal. Hubungan

pengaruh negatif profitabilitas sesuai dengan Pecking Order Theory dalam

Husnan dan Pudjiastuti (2011 : 276) yang menyatakan bahwa perusahaan dengan

yang berasal dari laba atau laba ditahan perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan

dengan penelitian yang dilakukan olehJuniati (2010) dan Saleem et al.(2013).

Perusahaan dengan tingkat profitabiitas tinggi akan menggunakan dana

internalnya sebab lebih murah dibandingkan dana eksternal seperti hutang

(Juniati, 2010). Sedangkan Jamal et al.(2013) dan Damayanti (2013)

mengemukakan bahwa profitabiltas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

struktur modal. Hasil yang berbeda dikemukakan oleh Septiannee (2011), Wahab

et al (2012) dan Md Yusufet al.(2013) yang menyatakan bahwa profitabilitas

berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Perusahaan

dengan profitabilitas yang tinggi akan semakin meningkatkan penggunaan hutang.

Hal ini disebabkan kondisi keuangan perusahaan tersebut dalam keadaan baik

sehingga menarik minat investor maupun kreditor untuk memberikan pinjaman

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait