• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN A.Analisis Hasil Uji Instrumen

D. Hasil Pengujian Hipotesis

2. Uji Komparasi ganda

Setelah diperoleh hasil analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama, langkah selanjutnya adalah uji komparasi ganda. Uji komparasi ganda perlu dilakukan untuk melihat manakah yang secara signifikan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika. Uji lanjut pasca anava menggunakan model Scheffe’. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.9

Komparansi Uji Lanjut Anava

Komparasi Keputusan 0,007 0,05 H0 diterima 5,757 H0 diterima 8,300 H0 ditolak Keterangan :

Menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition.

Menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition

berbantuan metode garis.

Menggunakan model pembelajaran konvensional.

Untuk perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada Lampiran 15. Berdasarkan hasil uji komparasi ganda pada masing-masing model belajar, dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

a. Pada H0 Diketahui bahwa Fhitung = 0,007 dan Ftabel = 6,14. Berdasarkan perhitungan tersebut terlihat bahwa Fhitung > Ftabel. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa H0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik dengan model pembelajaran CIRC dan peserta didik dengan model pembelajaran CIRC berbantan metode garis terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika. Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa rata-rata peserta didik dengan model pembelajaran CIRC yaitu 73,14 dan peserta

didik dengan model pembelajaran CIRC berbantuan metode garis yaitu 74,61. Berdasarkan rata-rata tersebut dapaat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC sama baiknya dengan model pembelajaran CIRC berbantuan metode garis terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika.

b. Pada H0 Diketahui bahwa Fhitung = 5,757 dan Ftabel = 6,14. Berdasarkan perhitungan tersebut terlihat bahwa Fhitung > Ftabel. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa H0 di terima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik dengan model pembelajaran CIRC dan peserta didik dengan model pembelajaran Konvensional terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika antara. Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa rata-rata peserta didik dengan model pembelajaran CIRC yaitu 73,14 dan peserta didik dengan model pembelajaran konvensional yaitu 65,89. Berdasarkan rata-rata tersebut dapaat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika.

c. Pada H0 Diketahui bahwa Fhitung = 8,300 dan Ftabel = 6,14. Berdasarkan perhitungan tersebut terlihat bahwa Fhitung < Ftabel. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik dengan model pembelajaran

CIRC berbantuan metode garis dan peserta didik dengan model pembelajaran Konvensional terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika. Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa rata-rata peserta didik dengan model pembelajaran CIRC berbantuan metode garis yaitu 74,61 dan peserta didik dengan model pembelajaran Konvensional yaitu 65,89. Berdasarkan rata-rata tersebut dapaat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC berbantuan metode garis lebih baik dari model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika.

C. Pembahasan

Penelitian ini dilaksanakan di SD N 2 Sumberejo Bandar Lampung. Penelitian dimulai pada tanggal 20 Januari 2017 sampai tanggal 20 Februari 2017. Tahap penelitian yang dilaksanakan di SD N 2 Sumberejo meliputi; tahap validasi soal, melakukan kegiatan pembelajaran dalam pemberian materi ajar matematika selama tiga kali pertemuan di tiga kelas sebagai subjek penelitian, dan mengevaluasi dengan memberikan posttest.

Tahap pertama yaitu tahap validasi dan revisi yang dilakukan dari tanggal 20 januari sampai 23 Januari 2016, tahap validasi ini merupakan tahap uji instrument soal untuk posttest yang akan digunakan dalam proses evaluasi peserta didik. Untuk tahap selanjutnya yaitu tahap penyempurnaan yang meliputi uji coba dilakukakan dari tanggal 3 Februari 2017, kemudian tahap penerapan dan evaluasi dilakukan dari tanggal 1 Februari sampai tanggal 18 Februari 2017.

Penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) yaitu model pembelajaran

Cooperative Integrated Reading and Composition berbantuan metode garis serta variabel terikat (Y) yaitu kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika. Model pembelajaran Cooperative Learning tipe CIRC merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis ikhtisr dari suatu bacaan akan tetapi perlu menemukan penyelesaian yang melibatkan perhitungan. Langkah-langkah dari model CIRC ini membentuk kelompok, pembagian bacaan berupa soal cerita yang dikemas dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS), diskuksi soal untuk membaca soal, menafsirkn isi soal, membuat rencana penyelesaian, menuliskan hasil penyelesaian soal dan mengecek kembali hasil penyelesaian, dilanjut presentsi kelompok, dan pemberian penguatan.

Pada penelitian ini penulis mengambil tiga sampel penelitian yaitu kelas IV.C (kelas eksperimen CIRC), kelas IV.A (kelas eksperimen CIRC + metode garis), kelas IV.B (kelas kontrol konvensional yang dilakukan oleh peneliti). Peneliti mengambil tiga kelas sampel karena peneliti ingin melihat pengaruh model pembelajaran

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan metode garis

terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika peserta didik, dan penerapan konvensional yang dilakukan oleh peneliti yang diberikan perlakuan pemberian pertanyaan atau soal-soal cerita matematika. Jumlah peserta didik 113 peserta didik, kelas eksperimen CIRC berjumlah 35 peserta didik, kelas eksperimen CIRC berbantuan metode garis berjumlah 39 peserta didik, dan kelas kontrol konvensional berjumlah 39 peserta didik. Kelas IV.C (kelas eksperimen) diterapkan

model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Kelas IV.A (kelas eksperimen) menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated

Reading and Composition (CIRC) berbantuan metode garis, dan kelas IV.B (kontrol)

menggunakan model pembelajaran konvensional yang dilakukan oleh peneliti pada kelas ini peneliti (sebagai pendidik) masih berupaya menggali kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika peserta didik dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang pemahaman matematika kepada peserta didik. Pembelajaran pada masing-masing kelas: kelas IV.C, Kelas IV.A, dan kelas IV.B dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan yaitu 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 pertemuan dilaksanakan evaluasi belajar peserta didik sebagai pengambilan data penelitian dengan bentuk soal essai soal cerita matematika. Soal tersebut adalah instrument yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya.

Pada tanggal 25 Februari 2016 untuk pengambilan surat menyurat yang diperlukan peneliti, tanggapan dan saran guru terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition pada mata pelajaran matematika yang dilakukan. Setelah tahap validasi selesai, peneliti mulai masuk dalam tahap pembelajaran. Pada tahap pembelajaran awal, pertemuan pertama membahas arti perkalian dan operasi perkalian bilangan satuan dan puluhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pertemuan pertama tanggal 1 februari 2017, materi yang akan dibahas tentang menghitung operasi bilangan puluhan dan satuan. sebelum melakukan pembelajaran model CIRC di kelas IV.C, peneliti membagi peserta didik menjadi

kelompok-kelompok kecil secara heterogen sesuai hasil nilai ulangan harian operasi hitung bilangan bulat perkalian. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil pembagin kelompok ini, maka pada saat pembelajaran terdapat 7 kelompok. Pembagian kelompok dimaksudkan agar peserta didik dapat berbagi informasi atau pengetahuan dengan cara berdiskusi dan saling bekerja sama dalam satu kelompok. Hal ini berakibat agar peserta didik dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran sehingga tujuan belajar akan tercapai secara maksimal. Pada pembelajaran ini, para peserta didik melakukan protes karena mereka merasa tidak cocok dengan anggota kelompok

yang telah dibentuk sehingga membuat Susana gaduh. Oleh karena itu, pada pertemuan kedua tanggal 6 februari 2017, diadakan

perbaikan anggota kelompok. Setelah itu peneliti membahas materi tentang menghitung operasi bilangan ratusan dan satuan. Proses belajar pada kelas eksperimen dilakukan pada peserta didik mulai bisa beradaptasi dengan proses belajar melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), namun beberapa kelompok belajar peserta didik mengalami kesulitan mengerjakaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan pendidik memberikan arahan dan mengantarkan konsep baru untuk pemahaman dalam menghapal perkalian dan tidak memberikan bentuk akhir dengan tujuan peserta didik dapat menggali kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika peserta didik. Perwakilan setiap kelompok di panggil secara acak oleh pendidik untuk mempresentasikan hasil diskusinya akan tetapi ada beberapa perwakilan dari kelompok tidak dapat mempresentasikan hasil

diskusinya karena kurangnya alokasi waktu yang cukup. Beberapa langkah pembelajaran pada kelas eksperimen terlewati, peserta didik cenderung diam dan kurang aktif berdiskusi dikarenakan belum dapat beradaptasi dengan cara belajar kelompok melalui model pembelajaran Cooperative Integreted Reading and

Composition (CIRC), peserta didik yang aktif mengemukakan ide-idenya cenderung

hanya peserta didik yang memiliki kemampuan akademik tinggi, sedangkan peserta didik yang merasa dirinya kurang pandai lebih memilih diam dan menunggu hasil dari teman kelompoknya sehingga proses belajar kelompok peserta didik tidak berhasil untuk meningkatkan kemajuan belajar temannya.

Pertemuan ketiga tanggal 07 februari 2017, materi yang akan dibahas tentang menghitung operasi bilangan puluhan dan ratusan. Sebelum melakukan pembelajaran peserta didik sudah duduk berdasarkan kelompoknya masing-masing. setelah peserta didik berkelompok, proses belajar yang dilakukan pada kelas eksperimen

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang berlangsung dengan

baik karena pesera didik sudah bisa beradaptasi dengan pendidik, model pembelajaran dan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap keberhasilan kelompok belajar peserta didik. Pada kelas eksperimen, peserta didik sudah terbiasa, dan kelemahannya terhadap model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC) adalah pembelajaran ini memerlukan alokasi yang banyak

waktu yang banyak dalam tahap diskusi untuk mencari penyelesaian masalah yang tepat, dan membimbing diskusi kelompok serta dalam penyajian diskusi berupa presentasi masing-masing kelompok.

Pertemuan keempat tanggal 8 februari 2017, peneliti melakukan evaluasi tes soal essai tentang kemampuan menyelesaikan sol-soal cerita matematika dalam penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) didapatkan nilai rata-ratanya adalah 73,14. Memiliki modus = 90, dan median = 80.

Pada pertemuan pertama tanggal 13 februari 2017, sebelum melakukan pembelajaran model CIRC berbantuan metode garis di kelas IV.A, materi yang akan dibahas tentang menghitung operasi bilangan puluhan dan satuan. Sebelum melakukan peneliti membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil secara heterogen sesuai hasil nilai ulangan harian operasi hitung bilangan bulat perkalian. Masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 peserta didik yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil pembagin kelompok ini, maka pada saat pembelajaran terdapat 7 kelompok. Pembagian kelompok dimaksudkan agar peserta didik dapat berbagi informasi atau pengetahuan dengan cara berdiskusi dan saling bekerja sama dalam satu kelompok. Hal ini berakibat agar peserta didik dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran sehingga tujuan belajar akan tercapai secara maksimal. Pada pembelajaran ini, para peserta didik tidak melakukan protes karena mereka merasa cocok dengan anggota kelompok yang telah dibentuk sehingga membuat Susana tenang, namun peserta didik sulit dalam menafsirkan isi serta kata dan konsep perkalian sehingga pendidik mengenalkan penggunaan metode garis agar peserta didik dapat menafsirkan sebuah kata kedalam sebuah garis. Hal ini dapat membantu membuat peserta didik dan menambah motivasi peserta didik agar tertarik

dalam pembelajaran. Beberapa langkah pembelajaran pada kelas eksperimen terlewati, peserta didik cenderung diam dan kurang aktif berdiskusi dikarenakan belum dapat beradaptasi dengan cara belajar kelompok melalui model pembelajaran Cooperative Integreted Reading and Composition (CIRC), peserta didik yang aktif mengemukakan ide-idenya cenderung hanya peserta didik yang memiliki kemampuan akademik tinggi, sedangkan peserta didik yang merasa dirinya kurang pandai lebih memilih diam dan menunggu hasil dari teman kelompoknya sehingga proses belajar kelompok peserta didik tidak berhasil untuk meningkatkan kemajuan belajar temannya.

Pertemuan kedua tanggal 14 februari 2017, materi yang akan dibahas tentang menghitung operasi bilangan ratusan dan satuan. Sebelum melakukan Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan metode garis berjalan baik,

pendidik langsung melakukan proses belajar yang dilakukan pada kelas eksperimen pada kelas eksperimen Cooperativre Integrated Reading and Composition (CIRC) berjalan dengan baik dan peserta didiknya lebih aktif karena diberi bantuan metode garis.

Pada pertemuan ketiga tanggal 16 februari 2017, materi yang akan dibahas tentang menghitung operasi bilangan puluhan dan ratusan. Sebelum melakukan model pembelajaran koperative tipe Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC) berbantuan metode garis baik diterapkan untuk

mengikutsertakan peserta peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas, mampu menyelesaikan soal-soal cerita matematika, dan

pembelajaran ini memerlukan alokasi yang banyak waktu yang banyak dalam tahap pembuatan garis untuk mencari penyelesaian masalah yang tepat. Salah satu kelemahan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) berbantuan yaitu dalam menjelaskan harus menggunakan metode garis, jadi bagi peserta didik yang kurang paham dengan cara penggunaan metode garis, penerapan metode garis masih kurang dimengerti, namun penggunaan metode garis juga sangat baik untuk diterapkan.

Pertemuan keempat tanggal 20 februari 2017, peneliti melakukan evaluasi tes soal essai tentang kemampuan menyelesaikan sol-soal cerita matematika dalam penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) berbantun metode garis didapatkan nilai rata-ratanya adalah 74,61. Memiliki modus = 100, dan median = 80.

Pada pertemuan pertama tanggal 04 februari 2017, materi yang akan dibahas tentang menghitung operasi bilangan puluhan dan satuan. Sebelum melakukan pembelajaran model kontrol konvensional di kelas IV.B diadakan penelitian terhadap kelas kontrol peneliti menerapkan model konvensional dengan teknik ceramah setelah pendidik menjelaskan materi kepada peserta didik dilakukannya proses Tanya jawab antara pendidik dan peserta didik dan diberikan tugas-tugas berupa soal-soal menyelesaikan soal-soal cerita matematika. Pembelajaran pada kelas kontrol peneliti, sebagian peserta didik bersikap positif dilihat dari antusias peserta didik terhadap peneliti (pendidik) dan sebagian peserta didik lainnya terlihat diam tidak memperhatikan penjelasan pendidik dalam proses belajar di kelas dan peserta didik

tidak terbiasa dilatih dengan soal-soal cerita matematika sehingga peserta didik merasa sulit dalam menyelesaikan soal-soal cerita yang diberikan pendidik. Proses belajar pada kelas control berjalan dengan baik karena peserta didik sudah terbiasa dan tidak harus beradaptasi dengan proses belajar yang seperti itu.

Proses pertemuan kedua tanggal 07 februari 2017, pada kelas kontrol peneliti berjalan dengan baik, tetapi beberapa peserta didik tidak mengumpulkan tugas karena ketika peserta didik diberikan latihan sebagian peserta didik malas mengerjakan tugas yang diberikan pendidik dan peserta didik tersebut diam,kurangnya pemahaman peserta didik terhadap hubungan antara konsep-konsep dasar matematika serta kurangnya motivasi belajar peserta didik sehingga peserta didik malas membaca buku bacaan yang berisi materi pembelajaran.

Pada pertemuan ketiga tanggal 09 februari 2017 model pembelajaran ini sangat membantu dalam penyelesain soal-soal cerita dalam perkalian matematika. pada model pembelajaran konvensional peneliti, pendidik berupaya memotivasi peserta didik untuk aktif mengerjakan tugas diberikan pendidik dan setiap peserta didik wajib untuk mengumulkan tugas-tugasnya dan melengkapi tugas pertemuan lalu untuk peserta didik yang belum mengumpulkan tugas.

Pertemuan keempat tanggal 11 februari 2017, peneliti melakukan evaluasi tes soal essai tentang kemampuan menyelesaikan sol-soal cerita matematika dalam penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) berbantuan metode garis didapatkan nilai rata-ratanya adalah 65,90. Memiliki modus = 90, dan median = 70.

Kemampuan operasi perkalian dengan pengguanaan garismatika diperoleh hasil analisis data dalam kondisi dan Berdasarkan penelitian yang dilakukan Elisa Arisandi dalam jurnal Ilmiah pendidikan khusus analisis antar kondisi terbukti peserta didik terdapat perubahan kemampuan anak dalam operasi perkalian yang hasil bilngannya dua angka. Artinya terbukti bahwa hipotesis alternative di terima dan H0 ditolak. Dapat dinyatakan bahwa kemampuan operasi perkalian yang hasil bilngannya diua angka untuk anak diskalkulia dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode garismatika.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengaruh model CIRC berbasis soal cerita terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Ginyar diperoleh hasil hipotesis penelitian ini adalah uji beda mean (uji-t). Analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran

Cooperative Integrated and Composition berbasis soal cerita dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Haltersebut dibuktikan bahwa thitung = 4,20 > ttabel = 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil bellajar matematika kelas eksperimen = 69,13 > 52,38 kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated and Composition berbasis soal cerita dengan siswa kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Ginyar tahun pelajaran 2013/2014.

Berdasarkan pemaparan tersebut, terdapat peningkatan pada penggunaan metode garis tidak hanya yang menghasillkan perkalian dari bilangan dua angka saja. Metode

ini dapat digunakan dengan bilngan yang lebih dari dua. Penggunaan model CIRC memang pada mulanya memiliki kesulitan dalam suasana dimana peserta didik belum terbiasa dengan dibentuknya suatu pembelajaran yang mengutamakan kerjasama dalam tim. Model CIRC belum dapat diiterapkan sepenuhnya sehingga terdapat beberapa faktor yaitu:

1. Pada saat dilakukan presentasi terjadi kecenderungan hanya peserta didik yang pintar saja yang secara aktif tampil menyampaikan gagaasan,

2. Peserta didik yang pasif akan merasa bosan. Peserta didik diberikan kesempatan bagi peserta didik yang kurang aktif secara bergiliran dalam presentasi sehingga hal ini dapat dijadikan salah satu cara untuk mengatasinya.

Setelah dilaksanakan pembelajaran, materi perkalian dalam soal cerita matematika selesai di kelas eksperimen CIRC, eksperimen CIRC berbantuan metode garis, dan kontrol konvensional peneliti, dilakukan evaluasi akhir untuk mengetahui kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika peserta didik sebagai pengumpulan data hasil penelitian dan diperoleh bahwa skor rata-rata hasil tes kemampuan pemahaman dalam soal cerita matematika dari ketiga kelas tersebut berbeda-beda. Nilai rata-rata kelas eksperimen CIRC yaitu 73,14, rata-rata kelas eksperimen CIRC berbantuan metode garis yaitu 74,61, dan rata-rata kelas eksperimen control konvensional yang dilakukan oleh penelit yaitu 65,90. Dilakukan analisis data dari perhitungan hasil tes yang telah dilakukan, diperoleh hasil uji normalitas yang menunjukkan bahwa sampelberasal dari populasi yang berdistribusi

normal, hal ini terlihat pada hasil perhitungan di kelas eksperimen CIRC di dapat Lobservasi= Lhitung = 0,150 dan taraf signifikan 5% di peroleh Ltabel = 0,151, pada kelas CIRC berbantuan metode garis didapat Lhitung = 0,041dan taraf signifikan 5% di peroleh Ltabel= 0,143 dan pada kelas kontrol konvensional di dapat Lhitung =0,140 dan taraf signifikan 5% diperoleh Ltabel = 0,143. Terlihat bahwa Lhitung > Ltabel, karena data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Sehingga dapat dilanjutkan dengan uji homogenitas varians menggunakan metode Bartlett.

Berdasarkan hasil homogenitas diperoleh = 4,248 dengan taraf signifikan

5% diperoleh = = 5,591 maka sehingga dapat

disimpulkan bahwa ketiga kelas yaitu kelas IV.C, IV.A, dan IV.B mempunyai varians yang sama (homogen). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan ANAVA satu arah dengan sel tak sama di peroleh Fobservasi = 16,835 dan taraf signifikan 5% diperoleh F(0,05;2) = 3,071. Berarti Fobservasi > Ftabel menunjukkan bahwa ketiga perlakuan jelas berbeda dengan ditolaknya H0.

H0 ditolak maka dilanjutkan dengan uji lanjut atua uji komparansi ganda dengan menggunakan metode scheffe’ untuk mengetahui model pembelajaran manakah yang lebih baik untuk mengetahui model pembelajaran yang lebih baik. Berdasarkan hasil perhitungan di peroleh F1-2 = 0,007, F1-3 = 5,757, F2-3 = 8,300 dan Dk{F|F > 6, 14}, dengan membandingkan Fobservasi dengan daerah kritik tampk bahwa yang belum ada perbedaan yang hanyalah dan . Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran

model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

berbantuan metode garis dan model Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC) sama baiknya dengan model konvensional yang dilakukan oleh

peneliti, tetapi model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) berbantuan metode garis lebih baik di bandingkan dengan model konvensional yang dilakukan peneliti. Dari perbedaan perbedaan tersebut sudah terlihat jelas bahwa terdapat pengaruh dalam model pembelajaran CIRC dan CIRC berbantuan metode garis terhadap kemampuan penyelesaian soal-soal cerita matematika peserta didik kelas IV SD N 2 Sumberejo Bandar Lampung.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis, maka untuk menentukan manakah dari ketiga model pembelajaran tersebut yang paling baik, dilakukan uji komparasi ganda dengan model scheffe’ dengan hasil analisis sebagai berikut:

1. Hasil analisis terhadap hipotesis pertama ( )

Dari hasil penelitian analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama diperoleh nilai Fobs < Ftabel berarti H0 di terima sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran CIRC dengan model pembelajaran CIRC berbantuan metode garis. Berdasarkan teori, seharusnya CIRC lebih baik dibandingkan dengan model CIRC berbantuan dengan metode garis, tetapi dari hasil perhitungan uji komparansi ganda diketahui bahwa model CIRC sama baiknya dengan model CIRC berbantuan metode garis. Dalam proses pembelajaran, baik untuk CIRC dan CIRC berbantuan metode garis diketahui

bahwa ada beberapa peserta didik yang tidak dapat mempresentasikan hasil diskusi karena kurangnya alokasi waktu. Proses belajar pada kelas CIRC dan CIRC berbantuan metode garis berjalan dengan baik, hanya saja peserta didik yang aktif mengemukakan ide-idenya hanya peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi saja.

2. Hasil analisis terhadap hipotesis kedua ( )

Dari hasil penelitian analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama diperoleh nilai Fobs < Ftabel berarti H0 di terima sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran CIRC dengan model pembelajaran konvensional (kontrol) terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal cerita matematika. Berdasarkan teori seharusnya CIRC lebih baik dibandingkan dengan

Dokumen terkait