• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3. Uji Kualitas

4.3.1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kuesioner mengukur apa yang diinginkan. Untuk mengukur validitas digunakan korelasi pearson. Jika korelasi pearson antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menghasilkan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%), maka item pertanyaan dinyatakan valid.

Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel pemahaman wajib pajak (X1):

Tabel 4.9.

Hasil Uji Validitas Variabel Pemahaman Wajib Pajak

Item Nilai Korelasi Pearson Signifikansi Keterangan X1.1 0.896 0.000 valid X1.2 0.782 0.000 valid X1.3 0.803 0.000 valid X1.4 0.854 0.000 valid Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 9 diketahui bahwa uji validitas pada empat item pertanyaan variabel pemahaman wajib pajak menghasilkan nilai signifikansi

korelasi pearson kurang dari 0.05, sehingga semua item pertanyaan yang membentuk variabel pemahaman wajib pajak dinyatakan valid.

Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel kesadaran perpajakan wajib pajak (X2):

Tabel 4.10.

Hasil Uji Validitas Variabel Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak

Item Nilai Korelasi Pearson Signifikansi Keterangan X2.1 0.819 0.000 valid X2.2 0.867 0.000 valid X2.3 0.910 0.000 valid X2.4 0.769 0.000 valid Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 10 diketahui bahwa uji validitas pada empat item pertanyaan variabel kesadaran perpajakan wajib pajak menghasilkan nilai signifikansi korelasi pearson kurang dari 0.05, sehingga semua item pertanyaan yang membentuk variabel kesadaran perpajakan wajib pajak dinyatakan valid.

Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel kepatuhan wajib pajak (X3):

Tabel 4.11.

Hasil Uji Validitas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak

Item Nilai Korelasi Pearson Signifikansi Keterangan X3.1 0.906 0.000 valid X3.2 0.858 0.000 valid X3.3 0.862 0.000 valid Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa uji validitas pada tiga item pertanyaan variabel kepatuhan wajib pajak menghasilkan nilai signifikansi korelasi pearson kurang dari 0.05, sehingga semua item pertanyaan yang membentuk variabel kepatuhan wajib pajak dinyatakan valid.

Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel keberhasilan penerimaan PBB (Y):

Tabel 4.12.

Hasil Uji Validitas Variabel Keberhasilan Penerimaan PBB

Item Nilai Korelasi Pearson Signifikansi Keterangan Y1 0.768 0.000 valid Y2 0.820 0.000 valid Y3 0.869 0.000 valid Y4 0.837 0.000 valid Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 12 diketahui bahwa uji validitas pada empat item pertanyaan variabel keberhasilan penerimaan PBB menghasilkan nilai signifikansi korelasi pearson kurang dari 0.05, sehingga semua item pertanyaan yang membentuk variabel keberhasilan penerimaan PBB dinyatakan valid.

4.3.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kuesioner dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk mengukur reliabilitas digunakan nilai cronbach alpha. Jika nilai cronbach alpha lebih besar dari 0.6, maka kuesioner dinyatakan reliabel.

Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas pada masing-masing variabel penelitian:

Tabel 4.13.

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian

Variabel

Cronbach Alpha

Keterangan

Pemahaman Wajib Pajak (X1) 0.852 reliabel

Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak (X2) 0.856 reliabel

Kepatuhan Wajib Pajak (X3) 0.845 reliabel

Keberhasilan Penerimaan PBB (Y) 0.828 reliabel

Sumber : Lampiran 5

Tabel 13 di atas menunjukkan bahwa variabel pemahaman wajib pajak, kesadaran perpajakan wajib pajak, kepatuhan wajib pajak dan keberhasilan

penerimaan PBB mempunyai nilai cronbach alpha lebih besar dari 0.6, sehingga keempat variabel penelitian dinyatakan reliabel.

4.3.3. Uji Normalitas

Uji F dan uji t pada analisis regresi mengansumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Oleh karena itu dilakukan pengujian normalitas pada residual yang dihasilkan model regresi. Prosedur uji normalitas dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov. Jika nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov > 0.05 (α=5%), maka residual model regresi berdistribusi normal.

Berikut adalah hasil uji normalitas residual: Tabel 4.14. Hasil Uji Normalitas

Unstandardized Residual Keterangan Kolmogorov Smirnov Z 1.339 Nilai Signifikansi 0.055 normal Sumber : Lampiran 6

Berdasarkan Tabel 14 dapat diketahui bahwa nilai signifikan uji kolmogorov smirnov lebih besar dari 0.05 yaitu 0.055, maka disimpulkan bahwa residual model regresi berdistribusi normal.

4.4. Uji Asumsi Klasik

Untuk mengetahui apakah model regresi yang dihasilkan merupakan model regresi yang menghasilkan estimator linier tidak bias terbaik, maka perlu dilakukan pengujian gejala penyimpangan asumsi model klasik. Asumsi klasik yang harus dipenuhi untuk mendapatkan model regresi yang baik adalah non multikolinieritas, non heteroskedastisitas dan non autokorelasi. Dari ketiga asumsi tersebut tidak dilakukan pengujian terhadap gejala autokorelasi. Pengujian gejala autokorelasi merupakan korelasi antar data yang dihitung atau disusun berdasarkan data time series, sedangkan data yang digunakan pada penelitian ini adalah data cross section dimana data yang diambil adalah data yang ada pada saat kuesioner disebar.

4.4.1. Multikolinieritas

Multikolinieritas menunjukkan adanya hubungan linier sempurna antara variabel bebas dalam model regresi. Pendeteksian ada atau tidaknya multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Apabila nilai

tolerance > 0.10 dan nilai VIF < 10, maka model regresi bebas dari

multikolinieritas.

Tabel 4.15.

Hasil Uji Multikolinieritas Colinierity Statistics Variabel

Tolerance VIF

Keterangan

Pemahaman Wajib Pajak (X1) 0.415 2.412 non multikolinieritas

Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak (X2)

0.396 2.523 non multikolinieritas

Kepatuhan Wajib Pajak (X3) 0.505 1.979 non multikolinieritas

Sumber : Lampiran 7

Tabel 15 menunjukkan bahwa nilai tolerance ketiga variabel bebas di atas angka 0.10, demikian pula nilai VIF semuanya di bawah angka 10, sehingga dapat dikatakan model regresi bebas dari multikolinieritas, dengan demikian asumsi non multikolinieritas terpenuhi.

4.4.2. Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas menunjukkan adanya ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan metode korelasi rank spearman yaitu mengkorelasikan variabel bebas terhadap nilai residual. Jika korelasi rank spearman menghasilkan nilai signifikansi > 0.05 (α=5%), maka disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.

Tabel 4.16.

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Variabel Bebas

Korelasi Rank Spearman

Signifikansi Keterangan

Pemahaman Wajib Pajak (X1) -0.018 0.862 non heteroskedastisitas

Kesadaran Perpajakan Wajib Pajak (X2)

-0.001 0.994

non heteroskedastisitas

Kepatuhan Wajib Pajak (X3) -0.004 0.966 non heteroskedastisitas

Sumber : Lampiran 7

Tabel 16 menunjukkan bahwa nilai signifikansi korelasi rank spearman untuk variabel pemahaman wajib pajak, kesadaran perpajakan wajib pajak, kepatuhan wajib pajak semuanya lebih besar dari 0.05 (α=5%), sehingga disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, dengan demikian asumsi non heteroskedastisitas telah terpenuhi.

Dokumen terkait