Uji lapangan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Magelang yaitu pada kelas XII IPA 5 sebagai kelas modul dan kelas XII IPA 4 sebagai Existing class. Adapun jumlah sampel yang menjadi objek penelitian sebanyak 48 siswa. Uji lapangan dilaksanakan dengan tujuan mengetahui keefektifan modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi terhadap hasil belajar siswa.
Hasil penelitian pada uji coba lapangan berupa hasil belajar siswa ditinjau dari aspek pengetahuan (kognitif), aspek sikap sosial (afektif), dan aspek keterampilan (psikomotor). Penilaian untuk aspek pengetahuan dilakukan dengan tes pilihan ganda. Aspek sikap sosial dengan lembar observasi, angket penilaian diri sendiri dan angket penilaian antar teman, sedangkan aspek keterampilan dengan lembar observasi. Penilaian aspek pengetahuan dan sikap sosial untuk penilaian diri dan antar teman dilakukan setelah kegiatan pembelajaran berakhir. Pelaksanaan penilaian aspek sikap sosial dan keterampilan yang menggunakan lembar observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
a. Hasil Belajar Aspek Pengetahuan
Pengujian hasil belajar aspek pengetahuan dilakukan terhadap kelas Modul dan Existing class. Soal yang diujikan sebanyak 30 soal pilihan ganda yang dimana tipe soal yang digunakan antara kelas Modul dan Existing class sama. Data hasil pengujian aspek pengetahuan dapat dilihat secara lengkap pada lampiran 24 yang terangkum dalam tabel 4.14.
commit to user
Tabel 4.14. Rangkuman Hasil Perhitungan Nilai Pengetahuan
No. Hasil Perhitungan Nilai Existing class Kelas Modul
1. Mean 79,8 86
2. Maksimum 93 100
3. Minimum 66,6 73,3
4. Standar deviasi 6,75089 6,48743
Berdasarkan tabel 4.14 diatas didapatkan bahwa nilai rata-rata (mean) existing class adalah sebesar 79,8 dan kelas modul sebesar 86. Nilai maksimum untuk existing class 93 dan kelas modul 100. Nilai minimum existing class sebesar 66,6 dan kelas modul sebesar 73,3. Dilihat dari besarnya nilai rata-rata, nilai capain maksimum dan nilai minum dapat disimpulkan aspek nilai pengetahuan kelas modul lebih tinggi dibandingkan existing class. Standar deviasi existing class lebih besar dari pada kelas modul yaitu 6,75089 untuk existing class dan 6,48743 untuk kelas modul.
Setelah data ditabulasi dan hitung nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum dan nilai standar deviasinya, kemudian data ditabulasi berdasarkan rentang nilainya. Tabulasi data berdasarkan rentang nilai bertujuan untuk mengetahui perbedaan banyaknya siswa yang mencapai kelompok nilai tertentu pada tiap kelas.
Tabel 4.15. Frekuensi Siswa yang Mencapai Rentang Nilai Pada Tiap Kelas
Berdasarkan tabel frekuensi rentang nilai dapat dilihat bahwa siswa yang berada pada rentang nilai 65-70 pada existing class ada 3 siswa dan kelas modul 0 siswa; rentang nilai 71-76 pada existing class 2 siswa dan kelas modul 1 siswa. Distribusi capaian siswa pada rentang nilai 77-82 untuk existing class ada 5 siswa
No. Rentang Nilai Existing class Kelas Modul
1. 65-70 3 0 2. 71-76 2 1 3. 77-82 9 5 4. 83-88 7 9 5. 89-94 3 7 6. 95-100 0 2 Jumlah 24 24
commit to user 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 65-70 71-76 77-82 83-88 89-94 95-100 3 2 9 7 3 0 0 1 5 9 7 2 J u m la h S isw a Rentang Nilai Existing Class Kelas Modul
dan kelas modul 9 siswa; rentang nilai 83-88 pada existing class ada 7 siswa dan pada kelas modul ada 9 siswa; rentang nilai 89-94 pada existing class ada 3 siswa dan pada kelas modul ada 7 siswa; dan untuk rentang nilai 95-100 untuk existing class ada 0 siswa dan kelas modul 2 siswa. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa capaian nilai pengetahuan siswa kelas modul berdasarkan rentang nilai lebih tinggi dibandingkan pada existing class yaitu untuk rentang 83-100 sebanyak 18 siswa, sedangkan pada existing class hanya 10 siswa. Jumlah siswa pada rentang nilai 61-82 yaitu 14 siswa untuk existing class dan 6 siswa untuk kelas modul. Lebih jelasnya perhatikan gambar histogram dibawah ini.
Gambar 4.20. Histogram Rangkuman Hasil Perhitungan Nilai Pengetahuan
Gambar 4.21. Histogram Distribusi Frekuensi Pada Rentang Nilai Hasil Tes Pengetahuan 0 20 40 60 80 100
Mean Maksimum Minimum Standar
Deviasi 79.8 93 66.6 7 86 100 73.3 6 Nila i Per h itu n g a n Jenis Perhitungan Existing Class Kelas Modul
commit to user
Berdasarkan hasil analisis rentang nilai kemudia data dilakukan uji-t. Data nilai pengetahuan yang telah ditabulasi terlebih dahulu dihitung nilai normalitas data dan homogenitas data. Setelah data diketahui berdistribusi normal dan homogen kemudian dilanjutkan ke uji-t yaitu dengan model Independent Sample Test. Tujuan dari uji-t untuk mengetahui kefektifan modul untuk memberdayakan hasil belajar pada saat uji coba lapangan. Hasil uji homogenitas,normalitas dan uji-t dapat dilihat pada lampiran 25-27. Hasil analisis uji lapangan dapat dilihat pada tabel 4.16 berikut.
Tabel 4.16. Analisis Uji Efektivitas Modul Pada Aspek Pengetahuan
No. Jenis Uji Model Analisis Existing
class
Kelas
Modul Nilai α Simpulan
1. Homogenitas Levenes 0,340 0,05 Homogen
2. Normalitas Kolmogorove-smirnove
0,2 0,097 0,05 Normal 3. Efektivitas Independen S. Test 0,02 0,05 Ada beda
Pada tabel 4.16 tentang analisis uji efektifitas modul pada aspek pengetahuan menggunakan SPSS 20 didapatkan untuk uji homogenitas menggunakan uji levenes didapatkan nilai Sig>0,05 yaitu 0,340 yang berarti data baik pada existing class maupun kelas modul homogen. Hasil uji normalitas menggunakan uji Kosmogorove-smirnove untuk existing class didapatkan nilai Sig sebesar 0,2 dan kelas modul mendapatkan nilai Sig sebesar 0,097 dengan α = 0,05 maka data pada existing class dan kelas modul berdistribusi normal. Hasil uji efektifitas digunakan model analisis Independen Sample Test yaitu dengan nilai Sig=0,02 ≤ α=0,05 yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan perhitungan bahwa penggunaan modul pada pembelajaran lebih baik jika bandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan modul.
b. Hasil Belajar Aspek Sosial
Pengambilan data hasil belajar aspek sosial dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan lembar observasi saat pembelajaran dan pemberian angket setelah pembelajaran usai. Hasil analisis data observasi secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 28 yang terangkum pada tabel 4.17.
commit to user 0 20 40 60 80 100
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
70.57 74.35 75.78 87.24 90.36 95.18 Ni la i Rera ta Kelas Existing Class Kelas Modul
Tabel 4.17. Nilai Rerata Aspek Sosial Hasil Observasi Perpertemuan
No. Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
1. Existing class 70,05 73,57 75,78
2. Kelas Modul 87,24 90,36 95,18
Pada tabel 4.17 dapat dilihat nilai hasil observasi pada pertemuan 1 untuk existing class didapatkan nilai rata-rata 70,05 dan kelas modul didapatkan nilai rata-rata hasil observasi 87,24. Pada pertemuan 2, nilai rata-rata existing class naik menjadi 73,57 dan pada kelas modul naik menjadi 90,36. Pada pertemuan 3 nilai rata-rata existing class kembali mengalami kenaikan menjadi 75,78 dan kelas modul mengalami kenaikan menjadi 95,18. Dari hasil analisis data dapat dilihat bahwa aspek sosial hasil observasi baik existing class maupun kelas modul terus mengalami kenaikan setiap perpertemuannya, tetapi kenaikan rata-rata nilai hasil observasi perpertemuan untuk existing class masih lebih rendah dibandingkan dengan kelas modul. Untuk lebih jelas perhatikan gambar 4.22 berikut.
Gambar 4.22. Histogram Perbandingan Rata-Rata Nilai Aspek Sosial Hasil Observasi Existing class dan Kelas Modul
Pengambilan data aspek sosial menggunakan angket dilakukan melalui 2 cara yaitu melalui penilaian diri sendiri dan penilaian antar teman. Analisis data untuk penilaian diri sendiri dapat dilihat pada tabel 4.18 berikut.
commit to user
Tabel 4.18. Perbandingan Penilaian Diri Sendiri Antara Existing class dan Kelas Modul
No. Indikator Penilaian Existing class Kelas Modul
1. Menyadari permasalahan yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
68,06 90,28
2. Berusaha memecahkan masalah yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
69,44 86,11
3. Teliti dalam melakukan percobaan 79,17 88,19
4. Bekerjasama dengan kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru
84,38 90,97
5. Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas 85,76 86,46
6. Menghargai pendapat orang lain 93,40 95,49
Berdasarkan analisis data penilaian diri sendiri pada tabel 4.15 dapat dilihat bahwa untuk indikator penilaian tentang menyadari permasahalan pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 68,06 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 90,28. Indikator berusaha memecahkan masalah pada existing class mendapatkan nilai 69,44 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 86,11. Indikator teliti dalam melakukan percobaan existing class mendapatkan nilai rata-rata 79,17 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 88,19. Indikator bekerja sama dalam kelompok untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84,38 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90,97. Indikator tanggungjawab dalam mengerjakan tugas untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 85,76 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 86,46. Indikator menghargai pendapat orang lain pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 93,40 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 95,49. Berdasarkan analisis perbandingan rata-rata penilaian diri sendiri antara existing class dan kelas modul dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata penilaian diri sendiri perindikator pada kelas modul lebih baik dari pada existing class.
commit to user
Gambar 4.23. Histogram Perbandingan Penilaian Diri Sendiri Antara Existing class dan Kelas Modul
Analisis data penilaian antar teman antara existing class dan kelas modul dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut.
Tabel 4.19. Perbandingan Penilaian Antar Teman Pada Existing class dan Kelas Modul
No. Indikator Penilaian Existing class Kelas Modul
1. Menyadari permasalahan yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
76,39 94,44
2. Berusaha memecahkan masalah yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
77,78 93,06
3. Teliti dalam melakukan percobaan 85,07 93,75
4. Bekerjasama dengan kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru
90,28 95,14
5. Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas 89,24 92,01
6. Menghargai pendapat orang lain 92,71 96,88
Berdasarkan analisis data penilaian antar teman pada tabel 4.19 dapat dilihat bahwa untuk indikator penilaian tentang menyadari permasahalan pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 76,39 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 94,44. Indikator berusaha memecahkan masalah pada existing class mendapatkan nilai 77,78 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 93,06. Indikator teliti dalam melakukan percobaan existing class
0 20 40 60 80 100 Menyadari Permasalahan Berusaha memecahkan masalah
Teliti Bekerja sama Tanggung jawab Menghargai pendapat 68.06 69.44 79.17 84.38 85.76 93.4 90.28 86.11 88.19 90.97 86.46 95.49 Rera ta Ni la i P era sp ek Aspek Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
mendapatkan nilai rata-rata 85,07 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 93,75. Indikator bekerja sama dalam kelompok untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90,28 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 95,14. Indikator tanggungjawab dalam mengerjakan tugas untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,24 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 92,01. Indikator menghargai pendapat orang lain pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 92,71 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 96,88. Berdasarkan analisis perbandingan rata-rata penilaian antar teman antara existing class dan kelas modul dapat disimpulkan bahwa nailai rata-rata penilaian antar teman perindikator pada kelas modul lebih baik dari pada existing class.
Gambar 4.24. Histogram Perbandingan Penilaian Antar Teman Pada Existing class dan Kelas Modul
Penilaian sikap sosial siswa juga dilakukan oleh guru selama kegiatan pembelajaran. Penilaian sosial yang dilakukan oleh guru dalam bentuk jurnal penilaian guru. Hasil penilaian jurnal guru dapat dilihat pada tabel 4.20 berikut.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Menyadari Permasalahan Berusaha memecahkan masalah
Teliti Bekerja sama Tanggung jawab Menghargai pendapat 76.39 77.78 85.07 90.28 89.24 92.71 94.44 93.06 93.75 95.14 92.01 96.88 Re ra ta Nila i Per a sp ek Aspek Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
Tabel 4.20. Perbandingan Penilaian Jurnal Guru antara Existing Class dan Kelas Modul
No. Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
1. Existing class 89,58 94,79 94,79
2. Kelas Modul 92,08 96,46 97,50
Pada tabel 4.20 dapat dilihat hasil penilaian jurnal guru pada pertemuan 1 untuk existing class didapatkan nilai rata-rata 89,58 dan kelas modul didapatkan nilai rata-rata sebesar 92,08. Pada pertemuan 2, nilai rata-rata existing class naik menjadi 94,79 dan pada kelas modul naik menjadi 96,46. Pada pertemuan 3 nilai rata-rata existing class tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar 94,79 dan kelas modul mengalami kenaikan menjadi 97,50.
Gambar 4.25. Histogram Perbandingan Penilaian Jurnal Guru atara Existing Class dan Kelas Modul
c. Hasil Belajar Aspek Keterampilan
Pengambilan data hasil belajar aspek keterampilan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengambilan data dilakukan setiap pertemuan baik pada existing class maupun kelas modul. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dengan rentang penilaian 1 sampai 4. Analisis
84 86 88 90 92 94 96 98
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 89.58 94.79 94.79 92.08 96.46 97.5 Re ra ta Nila i Per p er te m u a n Waktu Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
data aspek keterampilan dapat dilihat pada lampiran 31 yang terangkum pada tabel 4.21 berikut.
Tabel 4.21. Perbandingan Nilai Rerata Aspek Keterampilan Perpertemuan No. Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
1. Existing class 42,53 25 25
2. Kelas Modul 84,17 87,67 88,89
Gambar histogram mengenai perbandingan nilai rerata aspek keterampilan adalah sebagai berikut.
Gambar 4.26. Histogram Perbandingan Rata-Rata Nilai Aspek Keterampilan Perpertemuan
Berdasarkan tabel 4.18 dan gambar 4.26 tentang perbandingan nilai rerata aspek keterampilan perpertemuan didapatkan bahwa untuk nilai rata-rata keterampilan pada existing class pada pertemuan 1 sebesar 42,53 dan untuk pertemuan 2 sampai 3 tidak ada perubahan yaitu sebesar 25. Nilai keterampilan pada kelas modul terus mengalami kenaikan nilai rata-rata disetiap pertemuannya. Nilai rata-rata keterampilan pada kelas modul untuk pertemuan 1 sebesar 84,17; naik menjadi 87,67 pada pertemuan 2 dan naik kembali pada pertemuan 3 menjadi
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 42.53 25 25 84.17 87.67 88.89 Re ra ta Nila i Per p er te m u a n Waktu Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
88,89. Kesimpulan analisis bahwa nilai rata-rata keterampilan kelas modul lebik baik dibandingan nilai rata-rata keterampilan existing class.
Keefektifan modul berbasis Discovery learning dalam memberdayakan hasil belajar dilakukan dengan analisis menyeluruh terhadap nilai rata-rata hasil belajar pada existing class maupun kelas modul. Analisis nilai rata-rata yang dilakukan mencakup penilaian sosial, penilaian diri sendiri, penilaian antar teman, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Rangkuman perbandingan nilai rata-rata semua aspek penilain dapat dilihat pada tabel 4.22 berikut.
Tabel 4.22. Perbandingan Rerata Nilai Sosial, Nilai Diri Sendiri, Nilai Antar Teman, Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan Antara Existing class dan Kelas Modul
No. Rerata Nilai Existing class Kelas Modul
1. Nilai Sosial 73,13 90,93
2. Nilai Diri Sendiri 83,80 90,05
3. Nilai Antar Teman 87,96 94,37
4. Nilai Pengetahuan 79,80 86,00
5. Nilai Keterampilan 30,84 86,91
Data hasil tabulasi nilai rata-rata penilaian sosial, nilai pengetahuan dan nilai keterampilan dapat disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut.
Gambar 4.27. Histogram Perbandingan Rerata Nilai Sosial, Nilai Diri Sendiri, Nilai Antar Teman, Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan Antara Existing class dan Kelas Modul
0 20 40 60 80 100
Nilai Sosial Nilai Diri Sendiri Nilai Antar Teman Nilai Pengetahuan Nilai Keterampilan 73.13 83.8 87.96 79.8 30.84 90.93 90.05 94.37 86 86.91 Re ra ta Nila i Per a sp ek Aspek Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
Berdasarkan histogram perbandingan rerata nilai sosial, nilai diri sendiri, nilai antar teman, nilai pengetahuan dan nilai keterampilan dapat dilihat bahwa nilai rerata kelas modul pada setiap aspek penilaian jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rerata existing class. Kesimpulan hasil analisis perbandingan rerata hasil belajar adalah menunjukkan bahwa modul biologi berbasis Discovery learning efektif memberdayakan hasil belajar siswa untuk aspek sosial (afektif), keterampilan dan pengetahuan.
d. Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Pengamatan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan oleh 2 observer. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan pembelajaran berbasis Discovery Learning dalam modul terlaksana. Data observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.23.
Tabel 4.23. Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran oleh Guru
Kegiatan Uraian Kegiatan Guru
% Keterlaksanaan Setiap Pertemuan
I II III
Observasi
Guru meminta siswa mengamati wacana dan gambar
62.50 79.17 95.83
Guru meminta siswa menjawab pertanyaan tentang wacana dan gambar yang diamati. Guru meminta siswa mendeskripsikan apa yang diamati dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dimodul
Manipulasi
Berdasarkan pengamatan guru meminta siswa merancang percobaan (merumuskan- rumusan masalah percobaan, alat da bahan yang dibutuhkan, membuat hipotesis dan prosedur percobaan)
65.63 81.25 93.75
Guru meminta siswa melakukan percobaan sesuai prosedur yang dibuat.
Guru meminta siswa mencatat data hasil percobaan
Guru meminta siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam modul yang berkaitan dengan percobaan
Generalisasi
Guru meminta dan membimbing siswa mengasosiasikan data yang diperoleh untuk dibuat kesimpulan
commit to user
Kegiatan Uraian Kegiatan Guru
% Keterlaksanaan Setiap Pertemuan
I II III
Verifikasi
Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil observasi, manipulasi dan generalisasi didepan kelas ,meminta siswa mencatat hasil verifikasi konsep bersama, membantu jalannya proses verifikasi dengan meluruskan kesalahan temuan konsep
75 75 87.50
Aplikasi
Guru membimbing siswa untuk mengaplikasikan konsep yang telah diperoleh untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
75 87.50 100
Rerata 66.25 80 93.75
Berdasarkan tabel keterlaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru diatas dapat dilihat bahwa sintak Discovery Learning yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran untuk pertemuan pertama terlaksana sebesar 66.25%, untuk pertemuan kedua naik menjadi 80% dan pada pertemuan berikutnya keterlaksanaan sintak naik menjadi 93.75%. Rendahnya keterlaksanaan basis model pembelajaran pada pertemuan pertama dikarenakan guru masih dalam proses adaptasi terhadap modul hasil pengembangan, hal ini terlihat dari seringnya guru membaca-baca modul selama proses pembelajaran pada pertemuan pertama.
Keterlaksanaan kegiatan pembelajaran Discovery Learning pada modul oleh siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.24 berikut!
Tabel 4.24. Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran oleh Siswa
Kegiatan Uraian Kegiatan Siswa
% Keterlaksanaan Setiap Pertemuan
I II III
Observasi
Siswa mengamati wacana dan gambar 66.67 70.83 95.83 Siswa menjawab pertanyaan tentang wacana
dan gambar yang diamati.
Siswa mendeskripsikan apa yang diamati dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di modul
commit to user
Kegiatan Uraian Kegiatan Siswa
% Keterlaksanaan Setiap Pertemuan
I II III
Manipulasi Berdasarkan hasil pengamatan siswa merancang percobaan (merumuskan rumusan masalah percobaan, alat da bahan yang dibutuhkan, membuat hipotesis dan prosedur percobaan)
68.75 87.50 96.87
Siswa melakukan percobaan sesuai prosedur yang dibuat.
Siswa mencatat data hasil percobaan
Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam modul yang berkaitan dengan percobaan
Generalisasi Siswa mengasosiasikan data yang diperoleh untuk dibuat kesimpulan
62.50 87.50 87.50
Verifikasi Siswa mempresentasikan hasil observasi, manipulasi dan generalisasi didepan kelas dan meminta siswa mencatat hasil verifikasi konsep bersama.
75 87.50 87.50
Aplikasi Siswa mengaplikasikan konsep yang telah diperoleh untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
75 87.50 100
Rerata 68.75 82.50 93.75
Hasil penilaian keterlaksanaan kegiatan pembelajaran untuk siswa pada tabel 4.21 menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama sebesar 68.75%, pada pertemuan kedua naik menjadi 82.50% dan pada pertemuan ketiga naik menjadi 93.75%. Pada awal pembelajaran siswa masih beradaptasi dengan model pembelajaran yang menjadi basis model. Siswa terlihat masih kebingungan saat mengerjakan kegiatan pada modul. Siswa belum terbiasa mengerjakan tugas-tugas yang sifatnya membangun konsep, bukan hafalan materi seperti biasanya.