commit to user
59 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian pengembangan modul biologi berbasis Discovery learning adalah sebagai berikut.
1. Pendahuluan dan Pengumpulan Informasi
Studi pendahuluan dilakukan dengan cara studi literatur dan studi lapangan sebagai berikut:
a. Studi Literatur
Studi literatur digunakan untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar secara teori dan kebutuhan tuntutan Kurikulum 2013. Daryanto dan Dwicahyono (2014) menyebutkan bahwa salah satu pengembangan bahan ajar adalah untuk menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran adalah modul. Menurut purwanto, dkk (2007) modul adalah bahan ajar yang dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu dan dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil dan memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu tertentu.
Hasil studi literatur menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis model dapat mempengaruhi hasil belajar. Modul pembelajaran berbasis model pembelajaran yang dinyatakan layak oleh ahli dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Suardana, 2006; Rainah, 2011; Putri, 2012; Sugiyanto et al., 2013; Septian et al., 2014).
b. Studi Lapangan
Studi lapangan digunakan untuk merumuskan kebutuhan pengembangan modul yang diperlukan siswa. Studi lapangan dilakukan dengan cara menganalisis 8 Standar Nasional Pendidikan , mengalisis daya serap Ujian Nasional, mengalisis hasil ulangan harian, mengalisis penggunaan laboratorium, mengalisis angket dan
commit to user
wawancara, dan melakukan observasi kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 1 Magelang.
1) Analisis 8 Standar Nasional Pendidikan
Hasil observasi pemenuhan delapan SNP di peroleh dengan melakukan wawancara terhadap guru biologi, kepala sekolah, Wakasek Kurikulum, dan staf TU (Tata Usaha) sebagai tenaga pendidikan di SMA Negeri 1 Magelang.
Gambar 4.1. Histogram Perbandingan Persentase Nilai Ideal (putih) dan Real (hitam) 8 SNP di SMA Negeri 1 Magelang
Keterangan: Standar (1:Standar Isi), (2: Standar Proses), (3: Standar Kompetensi Lulusan), (4: Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan), (5: Standar Sarana dan Prasarana), (6: Standar Pengelolaan), (7: Standar Pembiayaan), dan (8: Standar Penilaian)
Berdasarkan hasil observasi dan analisis Instrumen Faktor Penyebab Dengan 8 Standar di SMA Negeri 1 Magelang di peroleh nilai Implementasi NSP sebesar 94.79% dan gap sebesar 5.21%. Nilai gap terbesar disumbang oleh Standar Proses sebesar 1.90%, Standar Pendidikan dan Kependidikan sebesar
11.37 14.22 17.06 14.22 15.64 5.69 3.79 18.01 10.43 12.32 17.06 12.80 15.64 5.69 3.79 17.06 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 STANDAR 1 STANDAR 2 STANDAR 3 STANDAR 4 STANDAR 5 STANDAR 6 STANDAR 7 STANDAR 8 N il a i R er a ta Indik a to r (%) Indikator Evaluasi KONST RIBUSI IMPLEM ENTASI
commit to user
1.42%, Standar Isi dan Standar Penilaian yang masing-masing menyumbang gap sebesar 0.95% (lihat lampiran 5 dan 6).
2) Analisis Daya Serap UN
Analisis daya serap UN atau pemetaan materi biologi sesuai Standar Kompetensi Lulusan SMA di pakai untuk memetakan materi yang dikembangkan dalam pembuatan modul. Pemetaan materi dilakukan dengan melihat hasil analisis daya serap UN SMA/MA oleh BNSP pada tahun 2010-2011 dan 2012-2013.
Berdasarkan hasil analisis daya serap UN yang dilakukan oleh BSNP pada tahun 2010-2011 untuk materi Bioteknologi sebesar 83.89%, kemudian analisis daya serap UN materi Bioteknologi tahun 2012-2013 turun menjadi 62.73% yang berarti mengalami penurunan daya serap UN materi Bioteknologi sebesar 21.16%. Capaian nilai daya serap UN siswa SMA Negeri 1 Magelang materi bioteknologi pada tahun 2012-2013 ternyata lebih rendah dari capaian nilai rata-rata Kab/Kota yaitu sebesar 64.71% dan capaian nilai rata-rata Propinsi yaitu sebesar 69.81%.
Tabel 4.1. Ketuntasan UN Biologi SMA Negeri 1 Magelang
Tahun Pelajaran Daya serap (%)
Sekolah Kota/Kab Prov Nasional
2010/ 2011 2012/2013 83.89 62.73 74.29 64.71 73.06 69.81 75.55 60.71 Sumber:Laporan Hasil UN BSNP (2011, 2013)
3) Analisis Hasil Belajar Siswa
Analisis hasil belajar siswa aspek pengetahuan dilihat dari nilai Ulangan Harian (UH) materi Bioteknologi Tahun Pelajaran 2013/2014 yang menunjukkan bahwa 66% siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Rata-rata nilai yang dicapai adalah 78,5. Nilai rata-rata tersebut masih di bawah nilai KKM yaitu 79. Pemetaan hasil UH Tahun Pelajaran 2013/2014 dijabarkan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. Hasil Belajar Aspek Pengetahuan Materi Bioteknologi SMA Negeri 1 Magelang Tahun Pelajaran 2013/2014
Kelas Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Tingkat Ketuntasan
(%)
commit to user
Kelas Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Tingkat Ketuntasan
(%) XII IA 1 97 57 78 50 XII IA 3 92 50 78 54 XII IA 4 96 52 80 58 XII IA 5 94 64 79 50 XII IA 6 92 57 81 62 Simpulan 97 45 78,5 53,3
Sumber: Kurikulum SMAN 1 Magelang (2014)
Tabel 4.2 menunjukkan rata-rata tertinggi dicapai oleh siswa kelas XII IA 6 dengan nilai 81. Nilai rata-rata XII IA 6 lebih tinggi dari nilai KKM, namun tingkat ketuntasan yang dicapai masih rendah yaitu mencapai 62%. Nilai rata-rata terendah masih di bawah KKM yaitu 75 untuk siswa kelas XII IA 1 dan tingkat ketuntasan baru mencapai 46%.
Hasil belajar siswa pada aspek sikap pada materi Bioteknologi menunjukkan sebagian besar siswa berkategori B. Siswa berkategori A kurang dari 10% dengan nilai rata-rata 78,3. Nilai tertinggi untuk hasil belajar aspek sikap mencapai 90 dan nilai terendahnya 70. Hasil belajar aspek sikap disajikan pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3. Hasil Belajar Aspek Sikap pada Materi Bioteknologi SMA Negeri 1 Magelang Tahun Pelajaran 2013/2014
Kelas Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Kategori
XII IA 1 88 70 79 Baik XII IA 2 90 72 78 Baik XII IA 3 88 70 78 Baik XII IA 4 90 70 78 Baik XII IA 5 90 72 78 Baik XII IA 6 90 70 79 Baik Simpulan 90 70 78,3 Baik
Sumber: Kurikulum SMAN 1 Magelang (2014)
c. Analisis Penggunaan Laboratorium
Hasil belajar aspek keterampilan tidak dinilai guru dalam proses pembelajaran materi Bioteknologi di Tahun Pelajaran 2013/2014. Aspek keterampilan jarang dilatihkan oleh guru. Guru jarang melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium biologi sekolah. Penggunaan laboratorium biologi sekolah untuk praktikum kurang dari 25% dari yang diamanatkan silabus
commit to user
pembelajaran. Tabel 4.4 menunjukkan kegiatan praktikum yang dilakukan di laboratorium biologi SMA Negeri 1 Magelang Tahun Pelajaran 2013/2014.
Tabel 4.4. Praktikum yang Dilaksanakan di Kelas XII SMA Negeri 1 Magelang
Tahun Pelajaran 2013/2014
BAB Praktikum yang Seharusnya
Dilaksanakan Praktikum yang Dilaksanakan Judul Jml Judul Jml Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan 1. Perkecambahan 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan 2 1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan 1
Metabolisme 1. Respirasi Aerob 2. Respirasi Anaerob 3. Percobaan Ingenhouze 4. Percobaan Sachs 4 1. Respirasi Anaerob 2. Percobaan Ingenhouze 2 Substansi Genetik 1. Ekstraksi DNA 1 - -
Sintesa Protein 1. Simulasi Sintesa Protein 1 - - Pola-pola
Hereditas
1. Simulasi Pewarisan Sifat dengan Kancing Genetika
1 - -
Evolusi 1. Simulasi Seleksi Alam 1 - -
Bioteknologi 1. Percobaan Produk Bioteknologi Konvensional 2. Simulasi Rekombinasi DNA 3. Simulasi Dampak Bioteknologi 3 - - Jumlah 13 3
Sumber: Kurikulum SMAN 1 Magelang (2014)
d. Analisis Angket Guru dan Siswa
Angket digunakan untuk mengetahui penilain guru dan siswa terhadap bahan ajar yang ada. Berdasarkan data hasil analisis angket yang dimana baik guru dan siswa menyatakan bahwa bahan ajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tidak memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep sendiri, tidak memfasilitasi siswa untuk mengemukakan ide-ide mereka, buku ajar sulit dipahami dan buku ajar kurang memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran berbasis saintifik.
commit to user Tabel 4.5. Hasil Analisis Angket
No. Permasalan Yang Didapat Jumlah (%)
1. Siswa menyetakan buku yang digunakan dalam pembelajaran tidakmemfasilitasi siswa untuk menemukan konsep sendiri.
70
2. Siswa menyatakan buku yang digunakan dalam pembelajaran tidak memfasilitasi siswa mengungkapkan ide-ide mereka sendiri
65
3. Siswa menyatakan sulit menyesuaikan dengan cara belajar yang dituntut dalam Kurikulum 2013
60
4. Siswa menyatakan buku pembelajaran tidak memfasilitasi siswa untuk belajar secara aktif
75
5. Isi buku sulit dipahami 65
Sumber: Data primer yang diolah
e. Catatan Observasi Kegiatan Pembelajaran di Kelas
Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran, guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran, dan siswa yang aktif masih dibawah 60%. Sisanya sebanyak 40% siswa tidak memperhatikan guru saat mengajar. Proses pembelajaran yang berpusat pada guru cenderung monoton dan dalam jangka panjang membuat siswa jenuh. Pada awal pembelajaran siswa terlihat antusias, namun kemudian cenderung menurun. Pada menit awal pembelajaran siswa yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 90%, kemudian 30 menit terakhir turun menjadi 60%.
Permasalahan baru pun muncul saat guru mencoba memadukan model pembelajaran tertentu dengan LKS dalam kegiatan pembelajaran. Menurut pendapat guru, siswa saat diajar dengan menggunakan LKS justru suasana belajar terpecah menjadi 3 kelompok. Satu kelompok sibuk berdiskusi, satu kelompok sibuk mengerjakan sendiri dan satu kelompok menunggu jawaban dari temannya. Hasil analisis LKS yang dikembangkan oleh guru lebih menekankan kepada basis pemecahan masalah tanpa dipadukan dengan basis model yang dapat memberdayakan sikap sosial siswa.
commit to user 2. Perencanaan
a. Penentuan Subyek, Waktu dan Tempat Uji Coba Modul
Tempat dan waktu uji coba modul hasil pengembangan dibagi menjadi menjadi 3 yaitu:
1) uji coba lapangan permulaan: dilakukan di FKIP UNS mulai tanggal 15 Desember 2014 sampai 17 Januari 2015 dengan subyek uji coba adalah dosen FKIP UNS selaku validator ahli materi, ahli modul, ahli pearngkat pembelajaran dan ahli bahasa.
2) uji lapangan utama: dilakukan di SMA Negeri 3 Magelang dan SMA Negeri 1 Sumberlawang pada tanggal 19 Januari 2015 sampai tanggal 7 Februari 2015 dengan subjek uji coba guru biologi selaku praktisi pembelajaran dan 12 siswa selaku penilai pengguna modul.
3) uji lapangan operasional: dilakukan di SMA Negeri 1 Magelang pada tanggal 9 February 2015 sampai tanggal 10 Maret 2015 dengan subyek uji coba adalah siswa kelas XII IPA 5 selaku kelas modul dan siswa kelas XII IPA 4 selaku existing class.
b. Penentuan Prosedur yang Berhubungan dengan Pengembangan Modul
Penentuan prosedur yang berhubungan dengan pengembangan modul mulai dari penentuan subjek penelitian, jenis data yang diperlukan, teknik pengambilan data mulai draf 1 sampai uji coba dan tenik analisis data tertuang dalam Bab III yaitu Metode Penelitian.
3. Pengembangan Produk Awal
Pengembangan prototype modul dilakukan dengan mengadaptasi model pengembangan bahan ajar ADDIE. ADDIE adalah akronim dari Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Model ADDIE merupakan sebuah konsep pembelajaran yang bertujuan mengembangkan subuah produk. Menurut Branch (2009) penggunaan model ADDIE dalam menciptakan suatu produk merupakan salah satu alat yang paling efektif. Hasil pengembangan Prototype modul menggunakan model ADDIE adalah sebagai berikut:
commit to user a. Analyze (Analisis)
Hasil analisis bahan ajar yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yaitu untuk RPP yang dikembangkan oleh guru belum terdapat pembagian materi menjadi materi reguler dan materi pengayaan. Kegiatan pembelajaran terfokus pada ceramah dan pemecahan masalahan, sehingga tidak memfasilitasi siswa untuk mengembangkan sikap sosial siswa. Aspek penilaian hanya pada ranah kognitif sedangkan ranah afektif (sikap sosial dan spiritual) dan psikomotorik (keterampilan) tidak dilakukan. Hasil analisis buku ajar yang digunakan oleh guru seperti buku Biologi 3 terbitan Esis, Biologi 3 terbitan Yudistira dan Menjelajah Duni Biologi terbitan Platinum judul sub materi dengan KD sudah sesuai, pemaparan materi sudah sesuai dengan KD dan sistematika keilmuan yaitu dari umum ke khusus. Kekurangan dari buku ajar yang ada adalah belum ada komponen penilaian autentik, minim kegiatan pembelajaran siswa berbasis saintifik, penilaian hanya menekankan pada penilaian aspek pengetahuan tanpa ada penilaian sikap dan keterampilan tetapi diganti dengan penugasan. Kegiatan pembelajaran siswa cenderung menghafalkan materi.
Berdasarkan hasil analisis modul biologi yang terdapat dipasaran belum dikembangkan sesuai dengan model pembelajaran tertentu. Modul yang ada berisi ringkasan materi, latihan soal yang mengacu pada aspek kognitif dan tiga kegiatan belajar siswa berbasis masalah serta materi pada modul terlalu luas. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang ada dipasaran dan LKS yang dibuat oleh guru berisi ringkasan materi, kegiatan yang menuntut hafalan dan latihan soal yang hanya mengacu pada aspek kognitif. Hasil Analisis baha ajar seperti modul, Buku BSE (Buku Sekolah Elektronik) dan LKS untuk rubrik penilaian sosial, spiritual, pengetahuan dan keterampilan belum ada. Buku BSE hasil analisis untuk cakupan materi sudah tercukupi, kegiatan belajar siswa sudah ada yaitu berbasis masalah, proyek dan praktikum, namun perlu penambahan basis model pembelajaran, penyesuian KD dengan materi dan rubrik penilaian autentik. Data selengkapnya pada lampiran 3, 14 dan 17.
commit to user b. Design (Pola Pengembangan)
Tahap design dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu Perencanaan indikator pembelajaran, menentukan sub pokok bahasan, memilih model pembelajaran yang digunakan sebagai basis model, membuat matriks modul dan membuat format visualisasi modul.
1). Perencanaan Indikator Pembelajaran
Berdasarkan hasil analisis Kurikulum, silabus, RPP dan analisis daya serap UN di SMA Negeri 1 Magelang di gunakan untuk menentukan Kompetensi Dasar yang di tindak lanjuti yaitu pada KD 3.10. memahami tentang prinsip-prinsip bioteknologi yang menerapkan bioproses dalam menghasilkan produk baru untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Indikator pembelajaran yang ingin dicapai berdasarkan KD 3.10 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6. Kompetensi Dasar dan Indikator yang Ingin di Capai
KI Kompetensi Dasar Indikator
1 1.3 Peka dan peduli terhadap
permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya
1.3.1 Menyadari permasalahan yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan. 1.3.2 Berusaha memecahkan masalah
yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
2 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan di dalam
kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium
2.1.1 Teliti dalam melakukan percobaan
2.1.2 Bekerjasama dengan kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
2.1.3 Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas.
commit to user
KI Kompetensi Dasar Indikator
3 3.10. Memahami tentang
prinsip-prinsip bioteknologi yang menerapkan bioproses dalam menghasilkan produk baru untuk meningkatkan
kesejahteraan manusia dalam berbagai aspek kehidupan
3.10.1 Membedakan produk bioteknologi konvensional dengan produk bioteknologi modern
3.10.2 Mendeskripsikan perbedaan pengertian bioteknologi
konvensional dengan bioteknologi modern
3.10.3 Mendeskripsikan pengertian bioteknologi konvensional 3.10.4 Mendeskripsikan konsep pada
proses bioteknologi konvensional 3.10.5 Memberikan contoh
produk-produk bioteknologi konvensional 3.10.6 Menjelaskan peranan
mikroorganisme dalam proses bioteknologi konvensional 3.10.7 Mendeskripsikan pengertian
bioteknologi modern
3.10.8 Mendeskripsikan konsep pada proses bioteknologi modern 3.10.9 Memberikan contoh produk-produk bioteknologi modern 3.10.1 Menjelaskan peranan
mikroorganisme dalam proses bioteknologi modern
3.10.2 Menyimpulkan perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern 3.10.3 Mendeskripsikan dampak positif
penerapan bioteknologi konvensional dalam kehidupan 3.10.4 Mendeskripsikan dampak positif
penerapan bioteknologi modern dalam kehidupan
3.10.5 Mendeskripsikan dampak negatif penerapan bioteknologi modern dalam kehidupan
4 4.10. Merencanakan dan melakukan percobaan dalam penerapan prinsip-prinsip bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk dan mengevaluasi produk yang dihasilkan serta prosedur yang dilaksanakan
4.10.1 Merencanakan percobaan fermentasi bioteknologi konvensional
4.10.2 Melakukan percobaan fermentasi bioteknologi konvensional 4.10.3 Mengkomunikasikan hasil
percobaan
4.10.4 Merencanakan percobaan simulasi DNA rekombinan 4.10.5 Melakukan percobaan simulasi
commit to user
KI Kompetensi Dasar Indikator
1 1.4 Peka dan peduli terhadap
permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya
4.10.6 Mengkomunikasikan hasil simulasi DNA rekombinan 4.10.7 Merencakan simulasi dampak
negative Bioteknologi modern 4.10.8 Melakukan simulasi dampak
negative Bioteknologi modern 4.10.9 Mengkomunikasikan hasil
simulasi.
2). Membuat Sub Pokok Bahasan Materi Bioteknologi
Bahan ajar yang dibuat adalah modul. Modul merupakan suatu bahan ajar yang berisis rangkaian kegiatan belajar yang disusun secara sistematis sehingga memungkinkan siswa untuk belajar mandiri. Modul yang dikembangkan terdiri dari 3 sub-bab yaitu: a) pengertian bioteknologi dan macam-macam produk bioteknologi; b) kultur jaringan dan DNA rekombinan dalam bioteknologi; dan c) dampak positif dan negatif penerapan bioteknologi dalam kehidupan. Setiap sub-bab terdiri dari 2 kegiatan belajar yang memiliki bagian-bagian sebagai berikut; 1) KI, KD dan indikator; 2) alur kegiatan pembelajaran; 3) motivasi; 4) observasi; 5) manipulasi; 6) generalisasi; 7) verifikasi; 8) aplikasi; 9); info bio; 10) materi ; 11) latihan soal; (12) refleksi diri. Modul juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan modul (untuk siswa dan guru) di awal modul, glosarium, kunci jawaban dan daftar pustaka di bagian akhir.
3). Memilih Basis Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih sebagai basis kegiatan dalam modul adalah model Discovery Learning. Pemilihan basis model bertujuan untuk memfasilitasi belajar siswa aktif dalam menemukan konsep, menimbulkan sikap saling menghargai, teliti, berani menyampaikan pendapat dan mengembangkan sikap kerja sama.
4). Membuat Matriks Modul
Matriks modul digunakan untuk membuat rancangan kegiaan guru dan siswa pada modul yang didasarkan pada sintak Discovery learning yang
commit to user
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013 yaitu mensyaratkan adanya kegiatan 5 M (mengamati, menanya, menyelidiki, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan). Secara garis besar matriks modul berdasarkan sintaks Discovery learning harus memuat (a) observasi, siswa diminta mengamati gambar/kasus, (b) manipulasi, siswa diminta membuat pertanyaan dan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan data, (c) generalisasi, siswa membuat sebuah generalisasi atas data-data yang ditemukan untuk membentuk suatu konsep, (d) verifikasi, siswa mempresentasikan hasil generalisasi untuk menyamakan temuan konsep dengan kelompok lain, (e) aplikasi, siswa menggunakan konsep yang telah ditemukan untuk menyelesaikan suatu kasus (lihat lampiran 18).
5). Membuat Format Visualisaasi Modul
Format modul yang dikembangkan merujuk kepada format modul menurut Purwanto dkk. (2007) yang membagi bagian-bagian modul menjadi bagian pendahuluan, bagian inti dan bagian penutup. Format visualisasi bagian pendahuluan terdiri dari: a)halaman sampul, b) halaman judul, c) fransis, d) kata pengantar, e) daftar isi, f) peta isi modul, g) Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator, dan h) pedoman penggunaan modul. Format visualisasi bagian inti modul terdiri dari: a) judul sub pokok bahasan, b) tujuan pembelajaran, c) kegiatan pembelajaran, d) infobio, e) materi pembelajaran, f) rangkuman, g) latihan soal, dan h) refleksi diri. Format visualisasi bagian penutup modul terdiri dari: a) daftar pustaka, b) kunci jawaban soal, dan c) glosarium.
c. Develop (Pengembangan)
Pengembangan produk awal modul dilakukan berdasarkan perencanaan indikator pembelajaran, penentuan sub pokok bahasan, pemilihan model pembelajaran yang digunakan sebagai basis model, hasil pembuatan matriks modul dan format visualisasi modul dengan desain sebagai berikut:
1) Bagian Pendahuluan a) Halaman Sampul
Halaman sampul didesain menggunakan photoshope yang terdiri atas komponen sebagai berikut: 1) nama penysusun modul yaitu Akbar Handoko, 2)
commit to user
peruntukan modul yaitu modul untuk siswa, 3) judul modul yaitu modul biologi berbasis Discovery Learning, 4) materi „ Bioteknologi‟, 5) sasaran pengguna yaitu untuk SMA/MA kelas XII semester genap, 7) gambar bioteknologi (mikro organisme dan kultur jaringan), 8) konsultan modul yaitu Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M. Si dan Prof. Dr. Maridi, M. Pd., 9) tulisan lembaga instansi perguruan tinggi dan logo UNS. Halaman sampul modul untuk siswa berwarna hijau, sedangkan untuk modul konfirmasi guru berwarna biru.
b) Halaman Judul
Halaman judul terdiri atas komponen sebagai berikut: (1) judul modul yaitu modul biologi berbasis Discovery Learning, (2) materi „ Bioteknologi‟, (3) sasaran pengguna yaitu untuk SMA/MA kelas XII semester genap, (4) tulisan lembaga perguruan tinggi, dan (5) sumber gambar halaman sampul.
c) Halaman Francis
Halaman francis memuat: 1) judul modul yaitu modul biologi berbasis Discovery Learning, 2) materi „ Bioteknologi‟, 3) sasaran pengguna yaitu untuk SMA/MA kelas XII semester genap, 4) penulis yaitu Akbar Handoko, 5) konsultan ahli yaitu: Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M. Si dan Prof. Dr. Maridi, M. Pd., 6) validator ahli meliputi: Dr. Ir. Yudi Rinanto, M. P (validator materi), Dr. Mohammad Masykuri, M. Si (validator ahli media), Dr. Baskoro Adi Prayitno, M. Pd (validator perangkat pembelajaran), dan tiga orang praktisi pendidikan SMA, 7) guru model, 8) desain cover yaitu M. Marzuki, dan 9) desain layout yaitu Akbar Handoko.
d) Kata Pengantar
Memuat tentang pembelajaran biologi secara ideal, alasan pemilihan basil model Discovery Learning dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan modul.
e) Daftar Isi
Memuat letak setiap bagian-bagian isi modul yang disertai dengan nomor halaman untuk memudahkan pengguna menemukan isi modul yang ingin dipelajari.
commit to user f) Peta Isi Modul
Memuat komponen-komponen yang terdapat di dalam modul yang dikemas dalam bentuk cuplikan beserta keterangan. Gambaran umum modul menjelaskan:1) bagian awal modul; 2) bagian inti modul; 3) bagian penutup modul.
g) Pedoman Penggunaan Modul
Memuat panduan tata cara penggunaan modul bagi guru dan siswa, yaitu langkah-langkah yang harus dilakukan siswa selama menggunakan modul berbasis Discovery Learning supaya penggunaan lebih maksimal dan bermakna. h) Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator.
Kompetensi inti merupakan gambaran mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk suatu jenjang SMA/MA, kelas dan mata pelajaran, sedangkan kompetensi dasar dan indikator merupakan penanda pencapaian indikator dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
2) Bagian Inti Modul a) Judul Poko Bahasan
Memuat judul materi bioteknologi tiap sub pokok bahasan yang menjadi dasar pengelompokkan setiap kegiatan pembelajaran siswa.
b) Tujuan Pembelajaran
Memuat indikator belajar yang harus dikuasai siswa setelah melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran.
c) Kegiatan Pembelajaran
Memuat bahasan dan langkah-langkah yang dilakukan siswa pada saat proses pembelajaran.
(1) Motivasi
Tahapan motivasi bertujuan mempersiapkan kondisi mental siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Motivasi diberikan dengan cara membaca wacana tentang produk bioteknologi. Peran guru pada tahap motivasi adalah
commit to user
menjelaskan wacana. Kegiatan siswa pada tahap motivasi membaca wacana dan mendengarkan penjelasan guru.
Gambar 4.2. Tampilan Tahapan Motivasi Kegiatan Belajar 1
Gambar 4.3. Tampilan Tahapan Motivasi Kegiatan Belajar 2
commit to user (2) Observasi
Pada tahapan observasi siswa diminta mengamati gambar proses pembuatan produk bioteknologi. Siswa diminta menyebutkan gambar-gambar yang diamati merupakan gambar proses kegiatan apa, menyebutkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk, membuat prosedur kerja pembutan produk bioteknologi berdasarkan gambar yang diamati, memilih rumusan masalah yang dijadikan permasalahan dalam kegiatan praktikum dan membuat hipotesis percobaan.
Gambar 4.5. Tampilan Tahapan Observasi Kegiatan Belajar 1
commit to user
Gambar 4.7. Tampilan Tahapan Observasi Kegiatan Belajar 3 (3) Manipulasi
Kegiatan yang dilakukan siswa pada tahap manipulasi adalah melakukan serangkaian percobaan sesuai dengan prosedur kerja yang telah dibuat. Siswa melakukan percobaan pembuatan produk. Perlakuan yang diberikan adalah sesuai dengan hipotesis dan rumusan masalah yang dibuat siswa. Data hasil percobaan dimasukkan pada tabel yang tersedia. Kegiatan guru adalah mengamati dan membimbing kegiatan percobaan siswa. Guru menilai langkah kerja yang dilakukan siswa apakah sesuai dengan prosedur kerja yang dibuat oleh siswa.
commit to user
Gambar 4.9. Tampilan Tahapan Manipulasi Kegiatan Belajar 2
commit to user (4) Generalisasi
Pada tahap generalisasi siswa mencoba menyimpulkan hasil percobaan berdasarkan data-data yang diperoleh. Kegiatan generalisasi dilakukan secara kelompok. Tujuan generalisasi adalah membuat konsep awal tentang pembuatan produk bioteknologi. Tahap generalisasi dibantu dengan adanya pertanyaan pemandu. Fungsi pertanyaan pemandu untuk memudahkan siswa dalam membuat kesimpulan.
Gambar 4.11. Tampilan Tahapan Generalisasi Kegiatan Belajar 1
commit to user
Gambar 4.13. Tampilan Tahapan Generalisasi Kegiatan Belajar 3
(5) Verifikasi
Pada tahap verifikasi salah satu kelompok mempresentasikan hasil kegiatan belajar dari mulai tahap observasi sampai generalisasi. Siswa dari kelompok lain mendengarkan dan memberikan sanggahan jika hasil kerja kelompok yang mempresentasikan terdapat kesalahan. Tujuan verifikasi adalah untuk menyamakan persepsi siswa antara kelompok dengan kelompok lain. Proses verifikasi dapat membantu siswa menemukan konsep bersama tentang pembuatan tapai sebagai salah satu produk bioteknologi. Guru pada tahap verifikasi harus membimbing siswa supaya dapat membuat sebuah konsep hasil kegiatan belajar.
commit to user
Gambar 4.14. Tampilan Tahapan Verifikasi Kegiatan Belajar 1
commit to user
Gambar 4.16. Tampilan Tahapan Verifikasi Kegiatan Belajar 2
(6) Aplikasi
Pada tahap aplikasi kegiatan siswa adalah mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan pembuatan produk bioteknologi konvensional yaitu dengan menampilkan nama produk kemudian siswa diminta menyebutkan nama organisme yang dimanfaat dalam pembuatan produk beserta bahan dasarnya.
commit to user
Gambar 4.18. Tampilan Tahapan Aplikasi Kegiatan Belajar 2
commit to user d) Materi Bioteknologi
Memuat materi pelajaran sesuai kegiatan yang sedang dipelajari. Bertujuan untuk menambah wawasan keilmuan siswa tentang kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.
e) Soal Latihan
Memuat soal-soal latihan pilihan ganda masing-masing sub bab. Dilengkapi dengan umpan balik setelah siswa mempelajari modul dan mengerjakan soal-soal evaluasi serta rubrik penskoran agar siswa dapat mengukur sendiri pencapaian skornya setelah menjawab soal.
f) Refleksi Diri
Memuat refleksi diri berisi petunjuk untuk menilai hasil evaluasi yang telah dikerjakan siswa dan setandar minimal kelulusan untuk meningkat kekegiatan belajar berikutnya.
3) Bagian Penutup a) Uji Kompetensi
Memuat soal-soal latihan yang berbentuk tes pilihan gand. Soal latihan dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran pada semua bab sehingga siswa dapat mengukur sendiri tingkat pemahamannya pada akhir pembelajaran.
b) Daftar Pustaka
Merupakan semua referensi/pustaka yang digunakan sebagai acuan pada saat penyusunan modul.
c) Kunci Jawaban
Memuat jawaban soal-soal latihan yang diberikan setiap akhir pembelajaran dan jawaban soal latihan uji kompetensi.
d) Glosarium
Memuat daftar istilah-istilah penting yang terdapat di dalam modul beserta penjelasannya.
d) Implement (Penerapan)
Pada tahap implement dikembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP berfungsi untuk membantu guru mengimplementasikan modul hasil
commit to user
pengembangan dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di buat berdasarkan indikator pembelajaran yang ingin dicapai yaitu pada KD 3.10. RPP yang dikembangkan disesuaikan dengan sub-pokok bahasan yang telah buat. Kegiatan belajar siswa dalam RPP menggunakan basis model Discovery Learning yang disesuaikan dengan Kurikulum 2013. RPP hasil pengembangan dapat dilihat pada lampiran 2.
e) Evaluate (Evaluasi)
Proses evaluasi dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan produk hasil pengembangan dan alat implementasi (RPP) dengan desain yang telah dibuat. Hasil pengecekan mendapatkan bahwa produk hasil pengembangan dan RPP telah sesuai dengan desain perencanaan. Evaluasi juga dilakukan untuk membandingkan kelebihan produk pengembangan dengan produk yang telah ada Karakteristik modul hasil pengembangan yang membedakannya dengan modul yang ada dipasaran dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.7. Hasil Analisis Karakteristik Modul Hasil Pengembangan
Aspek Yang Dianalisis Kelebihan Modul Hasil Pengembangan
Aspek materi
Materi pada modul disajikan dari umum kekhusus.
Materi yang dikembangkan berdasarkan analisis silabus dan RPP yang ada disekolah. Materi pada sub-bab kultur jaringan bertujuan untuk menjelaskan apa manfaat kultur jaringan pada tumbuhan dalam pembuatan tanaman transgenik.
Materi DNA rekombinan dan dampak postif dan negative penerapan bioteknologi disajikan dalam bentuk penemuan konsep
Aspek sekenario pembelajaran pada modul guru
Pada modul guru sekenario pembelajaran sudah diadaptasi dari RPP sehingga dalam kegiatan pembelajaran guru dapat langsung menggunakan modul guru tanpa melihat RPP lagi.
Aspek kegiatan belajar siswa
Kegiatan observasi: penyajian gambar nyata bermanfaat melatih kemampuan siswa dalam mengamati gambar, membandingkan dan menyusun langkah kerja.
commit to user
Aspek Yang Dianalisis Kelebihan Modul Hasil Pengembangan
Aspek kegiatan belajar siswa
Kegiatan manipulasi: bertujuan melatih kemampuan siswa dalam memilih alat dan bahan percoban, menyusun prosedur kerja, melatih keterampilan unjuk kerja dan melatih keterampilan siswa dalam melakukan pengamatan hasil percobaaan.
Kegiatan generalisasi: bertujuan melatih kemampuan siswa melakukan analisis data untuk membuat kesimpulan hasil percobaan. Selain itu adanya diskusi kelompok berpotensi mengembangkan sikap sosial siswa dalam satu kelompok.
Kegiatan verifikasi: adanya presentasi kelompok berpotensi mengembangkan sikap sosial siswa dalam satu kelas, menimbulkan keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat, menghargai teman dan menimbulkan rasa pentingnya mufakat dalam diskusi.
Kegiatan aplikasi: dalam kegiatan aplikasi soal yang disajikan bukanlah soal yang bersifat hafalan tetapi suatu permasalahan yang aplikatif dan menuntut siswa mengambil keputusan secara bijak berdasarkan hasil penemuan konsep bersama.
Kegiatan manipulasi: bertujuan melatih kemampuan siswa dalam memilih alat dan bahan percoban, menyusun prosedur kerja, melatih keterampilan unjuk kerja dan melatih keterampilan siswa dalam melakukan pengamatan hasil percobaaan.
4. Uji Coba Permulaan
Draf prototype hasil pengembangan berupa modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi kelas XII semester 2. Draf modul kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli modul, ahli bahasa dan ahli instrument pembelajaran. Validasi bertujuan untuk mengetahui penilaian para ahli terhadap draf prototype modul hasil pengembangan dan untuk mengetahui layak atau tidaknya modul di uji ketahap berikutnya.
commit to user a. Validasi Prototype Modul oleh Ahli Materi
Validasi materi untuk prototype modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi untuk siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Magelang dilakukan oleh dosen bioteknologi. Hasil penilaian modul oleh ahli materi untuk aspek keakuratan materi mendapatkan nilai 100, aspek kemutakhiran materi mendapatkan nilai 100, aspek kemampuan materi mengembangkan kemampuan berfikir mendapatkan nilai 75, dan aspek materi mengikuti sistematika keilmuan mendapatkan nilai 87,5. Penilaian aspek konsep dasar materi mendapatkan nilai 83,3; penilaian aspek konsep sub pokok bahasan mendapatkan nilai 75; dan penilaian aspek konsep gambar mendapatkan nilai 83,3. Penilaian aspek sistematika penyampaian materi dan aspek relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari mendapatkan nilai yang sama yaitu 75. Hasil penilaian keseluruhan item per aspek mendapatkan nilai sebesar 80,95 dengan kriteria sangat baik, sehingga dengan demikian materi pada modul menurut ahli layak untuk diterapkan disekolah (lihat lampiran 19).
b. Validasi Prototype Modul oleh Ahli Modul
Validasi modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi untuk SMA kelas XII IPA SMA Negeri 1 Magelang dilakukan oleh dosen media pembelajaran Program Magister Pendidikan Sains UNS. Hasil penilaian modul oleh ahli media selaku ahli pengembangan modul untuk aspek organisassi penyajian mendapatkan nilai 75, aspek kebermaknaan dan kebermanfaatan mendapatkan nilai 75, aspek keterlibatan siswa secara aktif mendapatkan nilai 100 dan aspek tampilan umum modul mendapatkan nilai 100. Penilaian untuk aspek variasi dalam cara penyampaian informasi mendapatkan nilai 75. Penilaian untuk aspek anatomi modul dan aspek memperhatikan kode etik dan hak cipta mendapatkan nilai yang sama yaitu 100. Hasil penilaian keseluruhan aspek per item penilaian oleh ahli pengembangan modul mendapatkan nilai 91,07 dengan kriteria sangat baik, sehingga disimpulkan modul menurut ahli media layak dijadikan media pembelajaran di sekolah (lihat lampiran 20).
commit to user c. Validasi Prototype Modul oleh Ahli Bahasa
Validasi bahasa yang digunakan dalam modul dilakukan oleh dosen S1 bahasa Indonesia. Adapun hasil penilaian untuk aspek bahasa Indonesia yang baik dan benar mendapatkan nilai 87,5; aspek peristilahan dan aspek kejelasan bahasa mendapatkan nilai 100; dan untuk aspek kesesuaian bahasa mendapatkan nilai 87,5. Total nilai hasil revisi oleh validator bahasa untuk seluruh item aspek sebesar 91,67 dengan kriteria sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa menurut ahli bahasa modul yang dikembangkan telah memenuhi kaidah keterbacaan modul. Modul dapat digunakan dalam proses pembelajaran disekolah (lihat lampiran 21).
d. Validasi Ahli Instrumen Pembelajaran
Validasi instrument pembelajaran yang mendukung modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi kelas XII IPA SMA Negeri 1 Magelang dilakukan oleh dosen kapita selekta Program Magister Pendidikan Sains UNS. Hasil penilaian perangkat pembelajaran oleh ahli untuk aspek materi ajar mendapatkan nilai 75; aspek proses pembelajaran mendapatkan nilai 90; aspek penilaian mendapatkan nilai 81,25; aspek kegiatan yang mendukung pembelajaran mendapatkan nilai 83,33; dan aspek materi dapat meningkatkan kompetensi siswa mendapatkan nilai 90. Hasil penilaian seluruh item penilaian pada semua aspek mendapatkan nilai sebesar 84.52 dengan kriteria sangat baik. Kesimpulan yang diperoleh bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan untuk membantu mengimplementasikan modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi layak digunakan (lihat lampiran 22).
5. Revisi Produk Utama
Revisi dari hasil validasi modul terbagi menjadi 2 yaitu revisi pada modul pegangan guru dan revisi pada modul siswa. Hasil revisi dari ahli materi bioteknologi pada uji coba permulaan produk pengembangan adalah sebagai berikut.
commit to user
Tabel 4.8. Hasil Revisi Dari Ahli Materi Pada Uji Coba Permulaan
Modul Pegangan Guru Modul Siswa Tindak Lanjut
Gunakan gambar yang menarik pada kegiatan observasi dan gambar proses kultur jaringan
Gunakan gambar yang menarik pada kegiatan observasi dan gambar proses kultur jaringan
Gambar pada kegiatan observasi dan proses kultur jaringan dig anti dengan yang lebih menarik
Materi disajikan dari umum kekhusus
Materi disajikan dari umum kekhusus
Materi telah disajikan dari umum kekhusus
Peristilahan asing diterjemahkan ke bahasa Indonesia
Peristilahan asing diterjemahkan ke bahasa Indonesia
Peristilahan asing sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia
Gambar yang menampilkan proses dan prosedur kerja lengkapi dengan angka yang menunjukkan urutan
Gambar yang menampilkan proses dan prosedur kerja lengkapi dengan angka yang menunjukkan urutan
Gambar yang menampilkan proses dan prosedur kerja sudah dilengkapi dengan angka yang menunjukkan urutan Gambar yang menunjukkan
prosedur kerja harus jelas supaya mudah ditelaah siswa
Gambar yang menunjukkan prosedur kerja harus jelas supaya mudah ditelaah siswa
Gambar yang menunjukkan prosedur kerja sudah diganti dengan gambar yang lebih bagus
Gunakan gambar yang nyata atau mendekati nyata untuk mengurangi miskonsepsi siswa
Gunakan gambar yang nyata atau mendekati nyata untuk mengurangi miskonsepsi siswa
Gambar yang menimbulkan multi persepsi sudah diganti Telaah kembali jawaban pada
modul pegangan guru kultur jaringan pada tumbuhan masuk pemuliaan tanaman atau bioteknologi
- Hasil telaah kultur jaringan
pada tumbuhan masuk bioteknologi jika dimanfaatkan dalam pembuatan tanaman transgenik
Hasil revisi dari ahli media untuk penilaian modul pada uji coba permulaan produk pengembangan adalah sebagai berikut.
Tabel 4.9. Hasil Revisi Dari Ahli Media Pada Uji Coba Permulaan
Modul Pegangan Guru Modul Siswa Tindak Lanjut
Perbaiki penulisan daftar isi Perbaiki penulisan daftar isi Penulisan daftar isi sudah
diperbaiki Pada penulisan tabel gunakan
warna yang kontras antara warna huruf dengan baground tabel
Pada penulisan tabel gunakan warna yang kontras antara warna huruf dengan baground tabel
Penulisan tabel sudah
menggunakan warna yang
kontras antara huruf dan
baground Putuskan istilah modul atau
buku
Putuskan istilah modul atau buku Sudah diputuskan bahwa
pengembangan yang dilakukan
bukan buku tetapi
pengembangan modul Cantumkan sumber gambar yang
digunakan pada setiap kegiatan.
Cantumkan sumber gambar yang digunakan pada setiap kegiatan
Sudah mencantumkan sumber gambar yang digunakan pada setiap kegiatan
Cantumkan instansi magister pendidikan sains FKIP UNS pada cover
Cantumkan instansi magister
pendidikan sains FKIP UNS pada cover
Sudah mencantumkan instansi
magister pendidikan sains
commit to user
Modul Pegangan Guru Modul Siswa Tindak Lanjut
Perbaiki sistematika penyusunan gambar pada kegiatan observasi
Perbaiki sistematika penyusunan gambar pada kegiatan observasi
Sistematika penyusunan
gambar pada kegiatan
observasi sudah diperbaiki Istilah Pendekatan pembelajaran
diganti cukup menyebutkan
model yang dipakai saja (model Discovery Learning)
Istilah Pendekatan pembelajaran diganti cukup menyebutkan model yang dipakai saja (model Discovery Learning)
Istilah Pendekatan pembelajaran
sudah diganti model Discovery
Learning
Ucapan terimaksih harus
diberikan kepada semua pihak yang terlibat
Ucapan terimaksih harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat
Ucapan terimaksih sudah
diberikan kepada semua pihak yang terlibat
Pedoman penggunaan modul guru berisi: pendahuluan, model Discovery Learning, Pembelajaran biologi, petunjuk
penggunaan modul guru,
penilaian pembelajaran dan
alokasi waktu.
Pedoman penggunakan modul siswa berisi: model Discovery Learning dan petunjuk penggunaan modul siswa
Sudah disesuaikan
Hasil revisi dari ahli bahasa untuk penilaian modul pada uji coba permulaan produk pengembangan adalah sebagai berikut.
Tabel 4.10. Hasil Revisi Dari Ahli Bahasa Pada Uji Coba Permulaan
Modul Pegangan Guru Modul Siswa Tindak Lanjut
Perbaiki kesalahan ketik, ejaan dan spasi
Perbaiki kesalahan ketik, ejaan dan spasi
Kesalahan ketik, ejaan dan spasi sudah diperbaiki
Sesuaikan penulisan dengan
kaidah S-P-O-K
Sesuaikan penulisan dengan kaidah S-P-O-K
Penulisan kata perintah dalam
kegiatan sudah disesuaikan
dengan kaidah S-P-O-K
- Tanda “?” pada soal ganti dengan
“…” Tanda “?” pada soal dimodul siswa sudah dganti dengan
“…”
- Obsion pilihan ganda pada modul
siswa diperbanyak
Obsion pilihan ganda pada
modul siswa sudah
diperbanyak
Hasil revisi dari ahli bahasa untuk penilaian modul pada uji coba permulaan produk pengembangan adalah sebagai berikut.
Tabel 4.11. Hasil Revisi Dari Ahli Perangkat Pembelajaran Pada Uji Coba Permulaan
Modul Pegangan Guru Tindak Lanjut
KD dan Indikator dipisah pada kolom tersendiri KD dan Indikator sudah dipisah pada kolom
tersendiri
Tujuan pembelajaran dihilangkan Tujuan pembelajaran sudah dihilangkan
Materi pembelajaran dibagi menjadi 2 yaitu materi regular dan materi pengayaan
Materi pembelajaran sudah dibagi menjadi 2 yaitu materi regular dan materi pengayaan
commit to user
Hasil validasi prototype I oleh ahli materi mendapatkan nilai 80,95; ahli modul memberikan nilai 91,07; ahli bahasa memberikan nilai 91,67; dan ahli instrumen pembelajaran memberikan nilai 84,52. Hasil validasi dan perbaikan terhadap prototype I menghasilkan produk modul prototype II. Prototype II modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi untuk kelas XII IPA SMA Negeri 1 Magelang kemudian diujicobakan pada uji coba lapangan terbatas.
6. Uji Lapangan Terbatas
Hasil penilaian modul oleh praktisi pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 22 yang dirangkum pada tabel 4.12 berikut.
Tabel 4.12. Hasil Validasi Modul Oleh Praktisi Pembelajaran No. Aspek Penilaian Nilai Rata-rata Kriteria
1. Pengembangan Modul 88,89 Sangat Baik
2. Materi dalam modul 83,33 Sangat Baik
3. Keterbacaan modul 85,42 Sangat Baik
4. Rerata nilai seluruh aspek 85,42 Sangat Baik
Pada tabel 4.12 tentang hasil validasi modul oleh praktisi pembelajaran didapatkan nilai untuk aspek pengembangan 88,89 dengan kriteri sangat baik, aspek materi dalam modul mendapatkan nilai 83,33 dengan kriteria sangat baik dan aspek keterbacaan modul mendapatkan nilai 85,42 dengan kriteria sangat baik. Nilai total seluruh aspek penilaian modul adalah sebesar 85,42 dengan kriteria sangat baik. Dari penilaian tersebut dapat disimpulkan menurut pendapat praktisi pendidikan yang menjadi validator modul layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Penilaian modul oleh siswa mencakup 3 aspek utama yaitu aspek isi modul, aspek penyajian dan aspek keterbacaan modul. Hasil penilaian modul oleh siswa dapat dilihat pada lampiran 23 yang dirangkum pada tabel 4.13 berikut.
commit to user
Tabel 4.13. Penilaian Siswa Terhadap Modul Hasil Pengembangan
No. Aspek Penilaian Nilai Rata2 Kriteria
Isi Modul
1. Materi mudah dipahami 81 Sangat Baik
2. Materi didukung gambar yang jelas 81 Sangat Baik 3. Gambar pada materi dilengkapi keterangan yang
jelas
88
Sangat Baik 4. Aktivitas siswa mudah dilakukan 81 Sangat Baik 5. Pemahaman isi modul (materi, aktivitas siswa,
evaluasi) memerlukan proses berfikir kritis
83
Sangat Baik Jumlah Nilai Rata-Rata 82,92 Sangat Baik
Penyajian
1. Tampilan isi modul menarik dan berwarna 83 Sangat Baik 2. Judul/keterangan gambar sesuai dengan gambar 96 Sangat Baik 3. Gambar disajikan dengan jelas dan berwarna 90 Sangat Baik 4. Gambar pada modul dilengkapi dengan
sumbernya
92
Sangat Baik 5. Penyajian modul mampu mengembangkan
minat baca siswa
83
Sangat Baik 6. Penyajian modul runtut dan logis 77 Baik 7. Petunjuk penggunaan modul jelas 81 Sangat Baik
Jumlah Nilai Rata-Rata 86,01 Sangat Baik
Bahasa/Keterbacaan
1. Bahasa yang digunakan mudah dipahami 79 Baik
2. Bahasa komunikatif 77 Baik
3. Penulisan kata benar 77 Baik
Jumlah Nilai Rata-Rata 77,78 Baik
Total nilai rata-rata semua aspek 83.33 Sangat Baik
Pada tabel 4.13 tentang penilaian siswa terhadap modul hasil pengembangan didapatkan nilai untuk aspek isi modul 82,92 dengan kriteri sangat baik, aspek penyajian materi modul mendapatkan nilai 86,01 dengan kriteria sangat baik dan aspek bahasa/keterbacaan modul mendapatkan nilai 77,78 dengan criteria baik. Nilai total seluruh aspek penilaian modul oleh siswa adalah sebesar 83,33 dengan kriteria sangat baik. Dari penilaian tersebut dapat disimpulkan menurut pendapat siswa yang menjadi validator modul layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
7. Revisi Produk Operasional
Tahap revisi prouduk operasional dilakukan berdasarkan kritik dan saran praktisi dan siswa saat uji lapangan terbatas. Revisi dilakukan pada modul untuk pegangan guru yaitu terdapat salah ketik, kurang spasi, dan memperbaiki indikator
commit to user
pembelajaran. Revisi untuk modul siswa yaitu memperbaiki kata „Kapas Bt‟ menjadi „Kapas Bacilus thuringiensis’, memperbaiki kata-kata yang salah ketik dan membuat daftar pilihan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan. Penambahan materi bioteknologi juga dilakukan untuk menambah wawasan pengetahuan siswa. Setelah direvisi modul kemudian di gunakan pada uji lapangan di SMA Negeri 1 Magelang kelas XII IPA tahun ajaran 2014/2015.
8. Uji Lapangan Operasional
Uji lapangan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Magelang yaitu pada kelas XII IPA 5 sebagai kelas modul dan kelas XII IPA 4 sebagai Existing class. Adapun jumlah sampel yang menjadi objek penelitian sebanyak 48 siswa. Uji lapangan dilaksanakan dengan tujuan mengetahui keefektifan modul biologi berbasis Discovery learning pada materi bioteknologi terhadap hasil belajar siswa.
Hasil penelitian pada uji coba lapangan berupa hasil belajar siswa ditinjau dari aspek pengetahuan (kognitif), aspek sikap sosial (afektif), dan aspek keterampilan (psikomotor). Penilaian untuk aspek pengetahuan dilakukan dengan tes pilihan ganda. Aspek sikap sosial dengan lembar observasi, angket penilaian diri sendiri dan angket penilaian antar teman, sedangkan aspek keterampilan dengan lembar observasi. Penilaian aspek pengetahuan dan sikap sosial untuk penilaian diri dan antar teman dilakukan setelah kegiatan pembelajaran berakhir. Pelaksanaan penilaian aspek sikap sosial dan keterampilan yang menggunakan lembar observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
a. Hasil Belajar Aspek Pengetahuan
Pengujian hasil belajar aspek pengetahuan dilakukan terhadap kelas Modul dan Existing class. Soal yang diujikan sebanyak 30 soal pilihan ganda yang dimana tipe soal yang digunakan antara kelas Modul dan Existing class sama. Data hasil pengujian aspek pengetahuan dapat dilihat secara lengkap pada lampiran 24 yang terangkum dalam tabel 4.14.
commit to user
Tabel 4.14. Rangkuman Hasil Perhitungan Nilai Pengetahuan
No. Hasil Perhitungan Nilai Existing class Kelas Modul
1. Mean 79,8 86
2. Maksimum 93 100
3. Minimum 66,6 73,3
4. Standar deviasi 6,75089 6,48743
Berdasarkan tabel 4.14 diatas didapatkan bahwa nilai rata-rata (mean) existing class adalah sebesar 79,8 dan kelas modul sebesar 86. Nilai maksimum untuk existing class 93 dan kelas modul 100. Nilai minimum existing class sebesar 66,6 dan kelas modul sebesar 73,3. Dilihat dari besarnya nilai rata-rata, nilai capain maksimum dan nilai minum dapat disimpulkan aspek nilai pengetahuan kelas modul lebih tinggi dibandingkan existing class. Standar deviasi existing class lebih besar dari pada kelas modul yaitu 6,75089 untuk existing class dan 6,48743 untuk kelas modul.
Setelah data ditabulasi dan hitung nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum dan nilai standar deviasinya, kemudian data ditabulasi berdasarkan rentang nilainya. Tabulasi data berdasarkan rentang nilai bertujuan untuk mengetahui perbedaan banyaknya siswa yang mencapai kelompok nilai tertentu pada tiap kelas.
Tabel 4.15. Frekuensi Siswa yang Mencapai Rentang Nilai Pada Tiap Kelas
Berdasarkan tabel frekuensi rentang nilai dapat dilihat bahwa siswa yang berada pada rentang nilai 65-70 pada existing class ada 3 siswa dan kelas modul 0 siswa; rentang nilai 71-76 pada existing class 2 siswa dan kelas modul 1 siswa. Distribusi capaian siswa pada rentang nilai 77-82 untuk existing class ada 5 siswa
No. Rentang Nilai Existing class Kelas Modul
1. 65-70 3 0 2. 71-76 2 1 3. 77-82 9 5 4. 83-88 7 9 5. 89-94 3 7 6. 95-100 0 2 Jumlah 24 24
commit to user 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 65-70 71-76 77-82 83-88 89-94 95-100 3 2 9 7 3 0 0 1 5 9 7 2 J u m la h S isw a Rentang Nilai Existing Class Kelas Modul
dan kelas modul 9 siswa; rentang nilai 83-88 pada existing class ada 7 siswa dan pada kelas modul ada 9 siswa; rentang nilai 89-94 pada existing class ada 3 siswa dan pada kelas modul ada 7 siswa; dan untuk rentang nilai 95-100 untuk existing class ada 0 siswa dan kelas modul 2 siswa. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa capaian nilai pengetahuan siswa kelas modul berdasarkan rentang nilai lebih tinggi dibandingkan pada existing class yaitu untuk rentang 83-100 sebanyak 18 siswa, sedangkan pada existing class hanya 10 siswa. Jumlah siswa pada rentang nilai 61-82 yaitu 14 siswa untuk existing class dan 6 siswa untuk kelas modul. Lebih jelasnya perhatikan gambar histogram dibawah ini.
Gambar 4.20. Histogram Rangkuman Hasil Perhitungan Nilai Pengetahuan
Gambar 4.21. Histogram Distribusi Frekuensi Pada Rentang Nilai Hasil Tes Pengetahuan 0 20 40 60 80 100
Mean Maksimum Minimum Standar
Deviasi 79.8 93 66.6 7 86 100 73.3 6 Nila i Per h itu n g a n Jenis Perhitungan Existing Class Kelas Modul
commit to user
Berdasarkan hasil analisis rentang nilai kemudia data dilakukan uji-t. Data nilai pengetahuan yang telah ditabulasi terlebih dahulu dihitung nilai normalitas data dan homogenitas data. Setelah data diketahui berdistribusi normal dan homogen kemudian dilanjutkan ke uji-t yaitu dengan model Independent Sample Test. Tujuan dari uji-t untuk mengetahui kefektifan modul untuk memberdayakan hasil belajar pada saat uji coba lapangan. Hasil uji homogenitas,normalitas dan uji-t dapat dilihat pada lampiran 25-27. Hasil analisis uji lapangan dapat dilihat pada tabel 4.16 berikut.
Tabel 4.16. Analisis Uji Efektivitas Modul Pada Aspek Pengetahuan
No. Jenis Uji Model Analisis Existing
class
Kelas
Modul Nilai α Simpulan
1. Homogenitas Levenes 0,340 0,05 Homogen
2. Normalitas Kolmogorove-smirnove
0,2 0,097 0,05 Normal 3. Efektivitas Independen S. Test 0,02 0,05 Ada beda
Pada tabel 4.16 tentang analisis uji efektifitas modul pada aspek pengetahuan menggunakan SPSS 20 didapatkan untuk uji homogenitas menggunakan uji levenes didapatkan nilai Sig>0,05 yaitu 0,340 yang berarti data baik pada existing class maupun kelas modul homogen. Hasil uji normalitas menggunakan uji Kosmogorove-smirnove untuk existing class didapatkan nilai Sig sebesar 0,2 dan kelas modul mendapatkan nilai Sig sebesar 0,097 dengan α = 0,05 maka data pada existing class dan kelas modul berdistribusi normal. Hasil uji efektifitas digunakan model analisis Independen Sample Test yaitu dengan nilai Sig=0,02 ≤ α=0,05 yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan perhitungan bahwa penggunaan modul pada pembelajaran lebih baik jika bandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan modul.
b. Hasil Belajar Aspek Sosial
Pengambilan data hasil belajar aspek sosial dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan lembar observasi saat pembelajaran dan pemberian angket setelah pembelajaran usai. Hasil analisis data observasi secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 28 yang terangkum pada tabel 4.17.
commit to user 0 20 40 60 80 100
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
70.57 74.35 75.78 87.24 90.36 95.18 Ni la i Rera ta Kelas Existing Class Kelas Modul
Tabel 4.17. Nilai Rerata Aspek Sosial Hasil Observasi Perpertemuan
No. Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
1. Existing class 70,05 73,57 75,78
2. Kelas Modul 87,24 90,36 95,18
Pada tabel 4.17 dapat dilihat nilai hasil observasi pada pertemuan 1 untuk existing class didapatkan nilai rata-rata 70,05 dan kelas modul didapatkan nilai rata-rata hasil observasi 87,24. Pada pertemuan 2, nilai rata-rata existing class naik menjadi 73,57 dan pada kelas modul naik menjadi 90,36. Pada pertemuan 3 nilai rata-rata existing class kembali mengalami kenaikan menjadi 75,78 dan kelas modul mengalami kenaikan menjadi 95,18. Dari hasil analisis data dapat dilihat bahwa aspek sosial hasil observasi baik existing class maupun kelas modul terus mengalami kenaikan setiap perpertemuannya, tetapi kenaikan rata-rata nilai hasil observasi perpertemuan untuk existing class masih lebih rendah dibandingkan dengan kelas modul. Untuk lebih jelas perhatikan gambar 4.22 berikut.
Gambar 4.22. Histogram Perbandingan Rata-Rata Nilai Aspek Sosial Hasil Observasi Existing class dan Kelas Modul
Pengambilan data aspek sosial menggunakan angket dilakukan melalui 2 cara yaitu melalui penilaian diri sendiri dan penilaian antar teman. Analisis data untuk penilaian diri sendiri dapat dilihat pada tabel 4.18 berikut.
commit to user
Tabel 4.18. Perbandingan Penilaian Diri Sendiri Antara Existing class dan Kelas Modul
No. Indikator Penilaian Existing class Kelas Modul
1. Menyadari permasalahan yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
68,06 90,28
2. Berusaha memecahkan masalah yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
69,44 86,11
3. Teliti dalam melakukan percobaan 79,17 88,19
4. Bekerjasama dengan kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru
84,38 90,97
5. Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas 85,76 86,46
6. Menghargai pendapat orang lain 93,40 95,49
Berdasarkan analisis data penilaian diri sendiri pada tabel 4.15 dapat dilihat bahwa untuk indikator penilaian tentang menyadari permasahalan pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 68,06 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 90,28. Indikator berusaha memecahkan masalah pada existing class mendapatkan nilai 69,44 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 86,11. Indikator teliti dalam melakukan percobaan existing class mendapatkan nilai rata-rata 79,17 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 88,19. Indikator bekerja sama dalam kelompok untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84,38 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90,97. Indikator tanggungjawab dalam mengerjakan tugas untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 85,76 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 86,46. Indikator menghargai pendapat orang lain pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 93,40 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 95,49. Berdasarkan analisis perbandingan rata-rata penilaian diri sendiri antara existing class dan kelas modul dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata penilaian diri sendiri perindikator pada kelas modul lebih baik dari pada existing class.
commit to user
Gambar 4.23. Histogram Perbandingan Penilaian Diri Sendiri Antara Existing class dan Kelas Modul
Analisis data penilaian antar teman antara existing class dan kelas modul dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut.
Tabel 4.19. Perbandingan Penilaian Antar Teman Pada Existing class dan Kelas Modul
No. Indikator Penilaian Existing class Kelas Modul
1. Menyadari permasalahan yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
76,39 94,44
2. Berusaha memecahkan masalah yang timbul akibat penerapan bioteknologi pada lingkungan
77,78 93,06
3. Teliti dalam melakukan percobaan 85,07 93,75
4. Bekerjasama dengan kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru
90,28 95,14
5. Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas 89,24 92,01
6. Menghargai pendapat orang lain 92,71 96,88
Berdasarkan analisis data penilaian antar teman pada tabel 4.19 dapat dilihat bahwa untuk indikator penilaian tentang menyadari permasahalan pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 76,39 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 94,44. Indikator berusaha memecahkan masalah pada existing class mendapatkan nilai 77,78 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 93,06. Indikator teliti dalam melakukan percobaan existing class
0 20 40 60 80 100 Menyadari Permasalahan Berusaha memecahkan masalah
Teliti Bekerja sama Tanggung jawab Menghargai pendapat 68.06 69.44 79.17 84.38 85.76 93.4 90.28 86.11 88.19 90.97 86.46 95.49 Rera ta Ni la i P era sp ek Aspek Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
mendapatkan nilai rata-rata 85,07 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata 93,75. Indikator bekerja sama dalam kelompok untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90,28 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 95,14. Indikator tanggungjawab dalam mengerjakan tugas untuk existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,24 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 92,01. Indikator menghargai pendapat orang lain pada existing class mendapatkan nilai rata-rata sebesar 92,71 dan kelas modul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 96,88. Berdasarkan analisis perbandingan rata-rata penilaian antar teman antara existing class dan kelas modul dapat disimpulkan bahwa nailai rata-rata penilaian antar teman perindikator pada kelas modul lebih baik dari pada existing class.
Gambar 4.24. Histogram Perbandingan Penilaian Antar Teman Pada Existing class dan Kelas Modul
Penilaian sikap sosial siswa juga dilakukan oleh guru selama kegiatan pembelajaran. Penilaian sosial yang dilakukan oleh guru dalam bentuk jurnal penilaian guru. Hasil penilaian jurnal guru dapat dilihat pada tabel 4.20 berikut.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Menyadari Permasalahan Berusaha memecahkan masalah
Teliti Bekerja sama Tanggung jawab Menghargai pendapat 76.39 77.78 85.07 90.28 89.24 92.71 94.44 93.06 93.75 95.14 92.01 96.88 Re ra ta Nila i Per a sp ek Aspek Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
Tabel 4.20. Perbandingan Penilaian Jurnal Guru antara Existing Class dan Kelas Modul
No. Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
1. Existing class 89,58 94,79 94,79
2. Kelas Modul 92,08 96,46 97,50
Pada tabel 4.20 dapat dilihat hasil penilaian jurnal guru pada pertemuan 1 untuk existing class didapatkan nilai rata-rata 89,58 dan kelas modul didapatkan nilai rata-rata sebesar 92,08. Pada pertemuan 2, nilai rata-rata existing class naik menjadi 94,79 dan pada kelas modul naik menjadi 96,46. Pada pertemuan 3 nilai rata-rata existing class tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar 94,79 dan kelas modul mengalami kenaikan menjadi 97,50.
Gambar 4.25. Histogram Perbandingan Penilaian Jurnal Guru atara Existing Class dan Kelas Modul
c. Hasil Belajar Aspek Keterampilan
Pengambilan data hasil belajar aspek keterampilan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengambilan data dilakukan setiap pertemuan baik pada existing class maupun kelas modul. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dengan rentang penilaian 1 sampai 4. Analisis
84 86 88 90 92 94 96 98
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 89.58 94.79 94.79 92.08 96.46 97.5 Re ra ta Nila i Per p er te m u a n Waktu Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
data aspek keterampilan dapat dilihat pada lampiran 31 yang terangkum pada tabel 4.21 berikut.
Tabel 4.21. Perbandingan Nilai Rerata Aspek Keterampilan Perpertemuan No. Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
1. Existing class 42,53 25 25
2. Kelas Modul 84,17 87,67 88,89
Gambar histogram mengenai perbandingan nilai rerata aspek keterampilan adalah sebagai berikut.
Gambar 4.26. Histogram Perbandingan Rata-Rata Nilai Aspek Keterampilan Perpertemuan
Berdasarkan tabel 4.18 dan gambar 4.26 tentang perbandingan nilai rerata aspek keterampilan perpertemuan didapatkan bahwa untuk nilai rata-rata keterampilan pada existing class pada pertemuan 1 sebesar 42,53 dan untuk pertemuan 2 sampai 3 tidak ada perubahan yaitu sebesar 25. Nilai keterampilan pada kelas modul terus mengalami kenaikan nilai rata-rata disetiap pertemuannya. Nilai rata-rata keterampilan pada kelas modul untuk pertemuan 1 sebesar 84,17; naik menjadi 87,67 pada pertemuan 2 dan naik kembali pada pertemuan 3 menjadi
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 42.53 25 25 84.17 87.67 88.89 Re ra ta Nila i Per p er te m u a n Waktu Penilaian Existing Class Kelas Modul
commit to user
88,89. Kesimpulan analisis bahwa nilai rata-rata keterampilan kelas modul lebik baik dibandingan nilai rata-rata keterampilan existing class.
Keefektifan modul berbasis Discovery learning dalam memberdayakan hasil belajar dilakukan dengan analisis menyeluruh terhadap nilai rata-rata hasil belajar pada existing class maupun kelas modul. Analisis nilai rata-rata yang dilakukan mencakup penilaian sosial, penilaian diri sendiri, penilaian antar teman, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Rangkuman perbandingan nilai rata-rata semua aspek penilain dapat dilihat pada tabel 4.22 berikut.
Tabel 4.22. Perbandingan Rerata Nilai Sosial, Nilai Diri Sendiri, Nilai Antar Teman, Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan Antara Existing class dan Kelas Modul
No. Rerata Nilai Existing class Kelas Modul
1. Nilai Sosial 73,13 90,93
2. Nilai Diri Sendiri 83,80 90,05
3. Nilai Antar Teman 87,96 94,37
4. Nilai Pengetahuan 79,80 86,00
5. Nilai Keterampilan 30,84 86,91
Data hasil tabulasi nilai rata-rata penilaian sosial, nilai pengetahuan dan nilai keterampilan dapat disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut.
Gambar 4.27. Histogram Perbandingan Rerata Nilai Sosial, Nilai Diri Sendiri, Nilai Antar Teman, Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan Antara Existing class dan Kelas Modul
0 20 40 60 80 100
Nilai Sosial Nilai Diri Sendiri Nilai Antar Teman Nilai Pengetahuan Nilai Keterampilan 73.13 83.8 87.96 79.8 30.84 90.93 90.05 94.37 86 86.91 Re ra ta Nila i Per a sp ek Aspek Penilaian Existing Class Kelas Modul