Gambar 4.11 Uji Mediasi Menggunakan Sobel Test
a b
c
Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa kepemilikan bank berpengaruh langsung terhadap kinerja bank serta dapat berpengaruh tidak langsung melalui perilaku kehati-hatian sebagai variabel mediasi. Besarnya pengaruh kepemilikan bank pemerintah dan bank asing terhadap perilaku kehati – hatian bank (panel a) sebesar 9.941922 dan 9.379784. Besarnya pengaruh langsung kepemilikan bank pemerintah maupun asing terhadap kinerja bank (panel c) sebesar 1.190366 dan 0.220845. Sementara itu, besarnya pengaruh tidak langsung kepemilikan bank pemerintah dan bank asing terhadap kinerja bank yang di mediasi oleh perilaku kehati – hatian sebesar 0.0023363517 dan 0.0022042492. Kepemilikan bank pemerintah maupun asing terhadap kinerja bank yang dimediasi oleh perilaku kehati – hatian, (panel a) sebesar 9.941922 dan 9.379784 dikalikan dengan perilaku kehati – hatian terhadap kinerja bank (panel b) sebesar 0.000235. Total pengaruh kepemilikan bank pemerintah dan asing terhadap kinerja bank yang dijumlahkan dengan panel ab sebesar 1.1927023517 dan 0.2230492492.
Sab = √
=√( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Kinerja Bank
( Variabel Dependent ) Perilaku Kehati-hatian
( Variabel Mediasi )
Kepemilikan Bank ( Variabel Independent )
40
=√
= √
= 0.091893185 (Bank Pemerintah)
= 0.084837964 (Bank Asing) Thitung =
=
= 0.025424646 (Bank Pemerintah) Thitung =
=
= 0.02398708 (Bank Asing) Ttabel = 1.9736 (sig 0.05).
Berdasarkan uji mediasi menggunakan sobel test maka disimpulkan bahwa thitung< ttabel,
dimana koefisien mediasi sebesar 0.0023363517 dan 0.0022042492 tidak signifikan artinya kepemilikan bank terhadap kinerja perbankan yang dimediasi oleh perilaku kehati – hatian bank tidak ada pengaruh mediasi.
4.10 PEMBAHASAN
Pengaruh Kepemilikan Bank terhadap Perilaku Kehati - hatian Bank
Berdasarkan hasil pengujian regresi model 1 yang dilakukan, maka disimpulkan bahwa kepemilikan bank berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku kehati – hatian bank. Adanya hubungan positif antara kepemilikan bank dengan perilaku kehati – hatian bank yang diukur melalui LDR menunjukkan bahwa kepemilikan bank mampu memberikan pengaruh positif pada perilaku kehati – hatian bank dalam pengambilan sebuah keputusan. Pada ketiga jenis kepemilikan bank maka perilaku bank yang lebih berhati – hati yaitu bank pemerintah, sedangkan bank asing dan bank domestik belum menjalankan perilaku kehati – hatian secara efisien.
41 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Claessens, Demirgüç-Kunt, &
Huizinga, 2001) yang menyatakan bahwa kepemilikan bank asing membuka akses dana internasional dalam meningkatkan profit serta lebih berhati – hati.
Berdasarkan dari hasil uji regresi pada model 1, variabel ukuran bank (SIZE) tidak berpengaruh terhadap perilaku kehati-hatian bank serta mempunyai nilai koefisien negatif.
Ukuran bank memiliki nilai koefisien sebesar -0.326129. Nilai ukuran bank yang tinggi dapat mempengaruhi perilaku pemilik bank dalam mengambil keputusan kebijakan secara hati – hati.
Pengaruh Kepemilikan Bank terhadap Kinerja Bank
Berdasarkan hasil pengujian regresi model 2 yang dilakukan, maka disimpulkan bahwa variabel kepemilikan bank berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank. Dari ketiga jenis kepemilikan bank, maka bank pemerintah kinerjanya lebih bagus dibandingkan dengan bank lainnya. Bank pemerintah mampu memberikan pengaruh positif dalam merumuskan kebijakan.
Bank pemerintah (government bank) juga memperhatikan perumusan kebijakan dengan baik sehingga dapat membuat kinerja bank lebih baik dan lebih efisien. Namun kepemilikan bank asing tidak ada pengaruh terhadap kinerja bank serta memiliki kinerja kurang baik dan efisien dibandingkan dengan bank pemerintah. Sedangkan untuk ukuran bank memiliki pengaruh positif terhadap kinerja bank.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dat, 2013) menunjukkan bahwa kepemilikan pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (James R. Barth Ross Levine, 2006), penelitian ini memperlihatkan hubungan negatif atau tidak memiliki pengaruh antara tingkat kepemilikan bank oleh pemerintah terhadap kinerja keuangan bank tersebut. Menurut (Kobeissi & Sun, 2010) dan (Rahman, A. N. A. A., Reja, 2014) menyatakan bank dengan kepemilikan pemerintah memiliki kinerja yang buruk serta kurang efisien dibandingkan bank domestik dan bank milik asing, selain itu kepemilikan bank pemerintah mempunyai pengaruh negatif terhadap profitabilitas bank.
Kepemilikan bank asing tidak berpengaruh terhadap kinerja bank yang diukur melalui ROA. Namun bank asing mempunyai nilai positif antara bank asing dengan kinerja bank serta
42 menunjukkan bahwa kepemilikan asing masih perlu memerhatikan variabel kepemilikan asing dalam perumusan kebijakan. Nilai koefisien kepemilikan asing sebesar 0.22 menunjukkan kepemilikan bank asing mempunyai rata – rata ROA 22% lebih kecil dibandingkan dengan bank swasta domestik, dengan nilai probabilitas bank milik asing sebesar 0.2976 yang disimpulkan bahwa bank milik asing tidak ada pengaruh terhadap kinerja bank.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Xu, B. B., & Hu, 2013) yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara kepemilikan asing terhadap profitabilitas.
Namun hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian (Kobeissi & Sun, 2010) dan (Heryanto, 2012) yang menyatakan bahwa kepemilikan bank asing mempunyai pengaruh positif terhadap profitabilitas bank.
Berdasarkan dari hasil uji regresi pada model 2, variabel ukuran bank (SIZE) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja bank. Ukuran bank terhadap kinerja bank memiliki nilai koefisien sebesar 0.1928. Nilai ukuran bank yang tinggi dapat mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh bank.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Basran Desfian, 2005) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat LDR maka akan semakin banyak dana yang akan disalurkan dalam bentuk kredit, sehingga pendapat bunga semakin meningkat begitu pula tingkat ROA akan semakin tinggi
Pengaruh Kepemilikan Bank terhadap Kinerja Bank yang dimediasi oleh Perilaku Kehati-hatian Bank
Berdasarkan hasil pengujian regresi model 3 yang dilakukan, maka disimpulkan bahwa variabel kepemilikan bank pemerintah dan ukuran bank mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja bank yang dimediasi oleh perilaku kehati – hatian bank. Adanya hubungan positif antara kepemilikan bank pemerintah dengan kinerja bank yang diukur melalui ROA menunjukkan bahwa pemerintah sebagai pemilik bank mampu memberikan pengaruh positif pengelolaan bank, maka konflik keagenan dapat mampu diminimalkan. Nilai koefisien kepemilikan pemerintah
43 pada model 3 sebesar 1.188 menunjukkan kepemilikan bank pemerintah mempunyai rata – rata ROA lebih besar dibandingkan dengan bank lainnya yang artinya bahwa bank pemerintah memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan bank asing dan bank domestik.
Sedangkan hasil uji regresi model 3 disimpulkan bahwa dengan adanya efek mediasi pada model ketiga maka kepemilikan bank pemerintah dan ukuran bank sebagai variabel kontrol berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja bank, namun kepemilikan bank domestik dan bank asing tidak berpengaruh terhadap kinerja bank. Bank pemerintah memiliki kinerja yang bagus serta efisien dengan adanya efek mediasi dari perilaku kehati – hatian bank, namun efek mediasi dari perilaku kehati – hatian tidak berpengaruh antara kepemilikan bank asing dan bank domestik terhadap kinerja bank.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dat, 2013) menunjukkan bahwa kepemilikan pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Dan (Hadad &
Wimboh Santoso, Eugenia Mardanugraha, 2003) yang menunjukkan bahwa kepemilikan bank asing tidak berpengaruh terhadap kinerja bank.
Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dan (James R. Barth Ross Levine, 2006), penelitian ini memperlihatkan hubungan negatif atau tidak memiliki pengaruh antara tingkat kepemilikan bank oleh pemerintah terhadap kinerja keuangan bank tersebut. Serta hasil penelitian yang dilakukan oleh (Kobeissi & Sun, 2010) menunjukkan bahwa kepemilikan asing mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap ROA. Adanya hubungan positif yang ditunjukkan dalam penelitian menyatakan bahwa kedatangan kepemilikan bank asing diharapkan dapat meningkatkan kinerja bank serta meningkatkan persaingan yang sehat pada sektor perbankan di pasar domestik.
Hasil regresi pada model 3 yang dilakukan, maka ditemukan bahwa variabel kepemilikan asing tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja bank yang diukur melalui ROA serta dimediasi oleh perilaku kehati-hatian diukur dengan LDR. Namun koefisien kepemilikan asing mempunyai nilai positif sebesar 0.000235 menunjukkan jika kepemilikan asing mempunyai rata – rata ROA lebih tinggi dibandingkan dengan bank domestik di Indonesia.
Berdasarkan hasil uji regresi pada model 3, variabel ukuran bank (SIZE) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja bank yang diukur melalui ROA yang dimediasi oleh perilaku
44 kehati – hatian bank. Bank yang mempunyai total asset yang besar berbeda dalam kemampuan menghasilkan profitabilitas dengan bank yang mempunyai total asset yang kecil. tinggi rendahnya total asset dapat mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh bank. Ukuran bank sesudah adanya perilaku kehati – hatian yang memediasi memiliki nilai koefisien sebesar 0.1929.
45
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Penelitian ini menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antara kepemilikan bank terhadap kinerja yang dimediasi oleh perilaku kehati- hatian bank. Berdasarkan hasil pengujian regresi model 1 disimpulkan bahwa kepemilikan bank berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku kehati – hatian bank, dimana perilaku bank pemerintah (government bank) lebih berhati – hati dibandingkan dengan bank asing (foreign bank) dan bank domestik (domestic bank), sedangkan ukuran bank tidak berpengaruh terhadap perilaku kehati - hatian bank. Untuk hasil uji regresi model 2 disimpulkan bahwa kepemilikan bank berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank. Maka kepemilikan dari bank pemerintah memiliki return kinerja yang lebih baik atau lebih besar dibandingkan dengan bank domestik, sedangkan kepemilikan bank asing tidak berperngaruh terhadap kinerja bank dan kinerja yang dimiliki bank asing masih kurang baik dibandingkan dengan bank pemerintah. Sedangkan bank asing tidak berpengaruh terhadap perilaku kinerja bank. Ukuran bank sebagai variabel kontrol yang diukur melalui (LN) berpengaruh positif terhadap kinerja bank. Sedangkan untuk hasil uji regresi model 3 disimpulkan bahwa dengan adanya efek mediasi pada model ketiga maka kepemilikan bank dan ukuran bank sebagai variabel kontrol berpengaruh positif terhadap kinerja bank. Perilaku kehati – hatian bank tidak berpengaruh terhadap kinerja bank, namun ukuran bank memiliki pengaruh dan bernilai positif terhadap kinerja bank. Sedangkan diantara ketiga kepemilikan bank maka bank pemerintah yang paling berpengaruh terhadap kinerja bank yang dimediasi oleh perilaku kehati-hatian bank serta memiliki kinerja yang lebih baik dan menerapkan prinsip kehati – hatian bank secara efisien dibandingkan dengan bank asing dan bank domestik.
Namun pada pengujian uji mediasi menggunakan sobel maka dapat disimpulkan bahwa perilaku kehati – hatian tidak memediasi antara pengaruh kepemilikan bank terhadap kinerja bank dengan signifikansi sebesar 5%, namun jika nilai ttabel lebih kecil daripada thitung maka adanya mediasi terdapat perilaku kehati – hatian antara kepemilikan bank terhadap kinerja bank.
46 5.2 IMPLIKASI
Perbankan yang melakukan pengawasan kegiatan usaha atau operasioanl bank pasti juga menerapkan prinsip kehati-hatian. Maka berdasarkan hasil penelitian ini memberikan saran kepada para investor dan masyarakat bahwa bank pemerintah (governance bank) yang lebih baik dibandingkan dengan bank lainnya, karena bank pemerintah sudah menerapkan perilaku kehati-hatian secara efisien serta return kinerja bank pemerintah lebih bagus dibandingkan dengan bank domestik dan bank asing,