Experiential Marketing (XI) Kepuasan Pelanggan (X2)
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Data
4) Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah keadaan dimana pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna antarvariabel independen (experiential
marketing dan kepuasan pelanggan). Pada model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna diantara variabel bebas.
Pengujian multikolinearitas adalah jika nilai Tolerance < 1 dan nilai VIF < 10 maka dikatakan tidak multikolinearitas.
Tabel V.13
Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Independen Tolerance
Value
VIF Kesimpulan
Experiential Marketing 0,934 1,070 Tidak ada multikolinearitas Kepuasan Pelanggan 0,934 1,070 Tidak ada multikolinearitas
Sumber : Data Primer, olah data SPSS 2015
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diketahui bahwa nilai
tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 maka tidak
terjadi multikolinearitas, regresi atau model yang digunakan dalam penelitian bebas multikolinearitas.
b. Persamaan Regresi Berganda
Persamaan regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen:
experiential marketing (X1) dan kepuasan pelanggan (X2)
terhadap loyalitas pelanggan The House Of Raminten (Y) :
Tabel V.14
Hasil Uji Linear Regresi Berganda
Standardized Coefficients
B Std.Error
(Constant) 6,327 2,030
Experiential Marketing 0,301 0,033 Kepuasan Pelanggan -0,616 0,543
Sumber: Data Primer, olah data SPSS 2015
Y = 6,327 + 0,301X1 – 0,616X2
Interpretasi dari persamaan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Nilai konstanta sebesar 6,327. Nilai ini berarti bahwa jika nilai X1 sampai X2 tidak ada atau sebesar nol, maka nilai variabel loyalitas pelanggan adalah sebesar 6,327.
2. Nilai koefisien regresi X1 sebesar 0,301. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi pengaruh atau perubahan secara searah pada nilai variabel X1 (experiential marketing) sebesar 1,
maka nilai variabel loyalitas pelanggan akan berubah sebesar 0,301 dengan asumsi variabel lainnya tetap. Jadi, tanda (+) menyatakan arah hubungan yang searah, dimana kenaikan atau penurunan variabel bebas (X) akan mengakibatkan kenaikan/penurunan variabel terikat (Y).
3. Nilai koefisien regresi X2 sebesar -0,616. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi pengaruh atau perubahan secara berlawanan pada nilai variabel X2 (kepuasan pelanggan) sebesar 1, maka nilai variabel loyalitas pelanggan akan berubah sebesar -0,616 dengan asumsi variabel lainnya tetap. Jadi, tanda (-) menyatakan arah hubungan yang berlawanan, dimana kenaikan atau penurunan variabel bebas (X) akan mengakibatkan penurunan/kenaikan variabel (Y).
c. Uji F
Tabel V.15 Hasil Uji F
Hipotesis:
H0; b1 = b2 = 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel bebas yaitu experiential marketing (X1) dan kepuasan pelanggan (X2) secara simultan terhadap variabel terikat loyalitas pelanggan (Y).
Ha ; b1 ≠ b2 ≠ 0 artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel bebas yaitu experiential marketing (X1) dan kepuasan pelanggan (X2) secara simultan terhadap variabel terikat loyalitas pelanggan (Y). Dengan kata lain minimum 1 dari 2 variabel bebas (experiential marketing dan kepuasan pelanggan) berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan (Y).
Berdasarkan hasil uji F nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas (experiential marketing dan kepuasan pelanggan) secara simultan terhadap variabel terikat (loyalitas pelanggan). Dengan kata lain minimum 1 dari 2 variabel bebas (experiential marketing dan kepuasan pelanggan) berpengaruh terhadap variabel terikat (loyalitas pelanggan) dengan nilai Fhitung adalah 48,421 dengan tingkat keyakinan 95%, signifikansi 0,05 dan df 1 (jumlah variabel-1) 3-1 = 2 dan df 2 (n-k-1) 100-2-1 = 97, maka didapatkan Ftabel adalah sebesar 3, 0902 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Fhitung digunakan untuk menguji apakah ada pengaruh atau tidak secara simultan/bersama-sama
dengan cara membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel. Jadi, Fhitung > Ftabel pada tingkat sig 0,000 artinya experiential marketing dan kepuasan pelanggan secara bersama-sama berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
d. Uji t Tabel V.16 Hasil Uji t Variabel Koefisien Regresi Standar Error t hitung Signifikansi Experiential Marketing 0,301 0,033 9,157 0,000 Kepuasan Pelanggan -0,616 0,543 -1,135 0,259
Sumber: Data Primer, olah data SPSS 2015
1. Pengaruh experiential marketing terhadap loyalitas pelanggan. Nilai signifikansi variabel 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak, berarti secara parsial ada pengaruh experiential
marketing terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai thitung
adalah 9,157. Hal ini dikarenakan arah perubahan experiential
marketing terhadap loyalitas pelanggan bersifat positif atau
2. Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan.
Nilai signifikansi variabel 0,259 ≥ 0,05 sehingga Ho
diterima, berarti secara parsial tidak ada pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai thitung adalah -1,135. Hal ini dikarenakan arah perubahan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan bersifat negatif atau berlawanan.
e. Koefisien Determinasi (R2)
Tabel V.17
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Sumber: Data Primer, olah data SPSS 2015
Berdasarkan hasil koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 0,489 artinya besarnya sumbangan atau pengaruh variabel
experiential marketing dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas
pelanggan adalah sebesar 48,9% sedangkan perubahan loyalitas sebesar 51,1 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
D. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan terhadap pelanggan di The House Of Raminten diperoleh hasil sebagai berikut:
Dari hasil kategori responden diketahui bahwa sebagian besar yang datang di The House Of Raminten adalah perempuan dengan jumlah 65 orang (65%) dan dilihat dari jenis pekerjaan diperoleh bahwa responden pelajar/mahasiswa sebanyak 65 orang (65%) serta dilihat dari segi usia diperoleh bahwa kategori usia 21-30 tahun sebanyak 46 orang (46%) adalah responden yang kebanyakan datang di The House Of Raminten.
Pada analisis masalah dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh experiential marketing dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan secara simultan maupun parsial di The House Of Raminten.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat melakukan pembahasan dari analisis data dengan menggunakan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Pada analisis data variabel terdapat tiga variabel yaitu experiential
marketing, kepuasan pelanggan, dan loyalitas pelanggan. Pada variabel
experiential marketing yang terdiri dari dimensi panca indera (sense) yang
diwakili pada item pertanyaan 1 hingga 5, perasaan (feel) pada item pertanyaan 6 hingga 8, berfikir (think) pada item pertanyaan 9 hingga 11, kebiasaan (act) pada item pertanyaan 12 hingga 13, pertalian (relate) pada
item pertanyaan 14 hingga 15. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada variabel experiential marketing pelanggan menganggap The House Of Raminten sudah menghadirkan pengalaman unik, positif dan mengesankan. Pada variabel experiential marketing skor rata-rata terendah terletak pada dimensi perasaan (feel) dan skor rata-rata tertinggi terletak pada dimensi kebiasaan (act). Hal ini dikarenakan The House Of Raminten banyak menawarkan beragam menu makanan dan minuman yang menarik bagi pelanggan. Beragama menu makanan dan minuman yang ditawarkan antara lain ayam koteka, maheso selo gromo, bubur ayam kelasworo, jamu beken, susu perawan tancep, jamu beken, es krim goreng, dll. Pilihan makanan dan minumannya pun ada ukuran mini maupun jumbo yang dapat dipilih sesuai selera.
Pada variabel kepuasan pelanggan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangibles) yang diwakili pada item pertanyaan 1 hingga 3, keandalan (reliability) pada item pertanyaan 4 hingga 6, jaminan (assurance) pada item pertanyaan 7 hingga 9, daya tanggap (responsiveness) pada item pertanyaan 10 hingga 12, empati (emphaty) pada item pertanyaan 13 hingga 15. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada variabel kepuasan pelanggan merasa puas pada The House Of Raminten. Pada variabel kepuasan pelanggan skor rata-rata terendah terletak pada dimensi bukti langsung (tangibles) dan daya tanggap (responsiveness) dan skor tertinggi terletak pada dimensi jaminan (assurance). Hal ini dikarenakan pelayanan karyawan di The House Of
Raminten mampu bersikap sopan dan sabar dalam melayani pelanggan serta makanan maupun minuman yang ditawarkan selalu tersedia.
Pada variabel loyalitas pelanggan yang terdiri dari dimensi say
positive things yang diwakili pada item pertanyaan 1 hingga 2, recommend
friend yang diwakili pada item pertanyaan 3 hingga 4, continue
purchasing yang diwakili pada item pertanyaan 5 hingga 6. Berdasarkan
hasil analisis diketahui bahwa pada variabel loyalitas pelanggan, pelanggan loyal pada The House Of Raminten. Pada variabel loyalitas pelanggan skor rata-rata terendah terletak pada dimensi continue
purchasing dan skor rata-rata tertinggi terletak pada dimensi say positive
things. Hal ini dikarenakan bahwa The House Of Raminten merupakan
restoran dengan konsep tradisional terutama khas Jawa. Banyak pernak-pernik, alunan musik, nama makanan maupun minuman berciri khas adat Jawa di The House Of Raminten.
Pada persamaan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa ada perubahan yang searah pada variabel experiential marketing terhadap loyalitas pelanggan. Artinya apabila pada variabel experiential marketing meningkat maka variabel loyalitas juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Pada variabel kepuasan pelanggan terjadi perubahan yang berlawanan. Artinya apabila pada variabel kepuasan pelanggan meningkat maka variabel loyalitas akan menurun, begitu pula sebaliknya.
Berdasarkan melihat analisis yang ada dan kesimpulan dari jawaban masalah dalam penelitian, diketahui bahwa ada pengaruh
experiential marketing dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas
pelanggan secara simultan. Dengan kata lain minimum 1 dari 2 variabel bebas (experiential marketing dan kepuasan pelanggan) berpengaruh terhadap variabel terikat (loyalitas pelanggan).
Secara parsial ada pengaruh experiential marketing terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dikarenakan karena The House Of Raminten mampu memberikan pengalaman tersendiri bagi pelanggan dengan menghadirkan konsep restoran yang tradisional yaitu berciri khas Jawa, mulai dari pernak-pernik, alunan musik maupun makanan dan minuman yang ditawarkan sehingga hal tersebut memperngaruhi loyalitas pelanggan secara parsial.
Namun secara parsial tidak ada pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dikarenakan pada kategori responden, responden yang datang di The House Of Raminten adalah pelajar/mahasiswa yang cenderung suka mencoba hal yang baru atau mencoba menu makanan dan minuman lain yang ada di The House Of Raminten. Ketika mereka puas dalam hidangan makanan dan minuman yang ditawarkan ataupun suasananya namun belum tentu pelanggan tersebut yang kebanyakan pelajar/mahasiswa loyal atau datang kembali di The House Of Raminten, sehingga kepuasan pelanggan tidak berpengaruh secara parsial. Disisi lain, ada variabel lain di luar penelitian yang lebih besar mempengaruhi loyalitas pelanggan yaitu kualitas produk dan citra
merek. Hal tersebut dilihat berdasarkan nilai koefisien determinasi (Adjusted R2 square).
83 BAB VI