Experiential Marketing (XI) Kepuasan Pelanggan (X2)
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 2010:161).
1. Identifikasi Variabel a. Variabel Independen
Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variabel dependen atau variabel terikat. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan
experiential marketing (X1) dan kepuasan pelanggan (X2) sebagai
variabel independen. b. Variabel Dependen
Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Dalam penelitian ini penulis menetapkan loyalitas pelanggan (Y) sebagai variabel dependen.
2. Definisi Variabel
a. Experiential marketing adalah demi mendekati, mendapatkan, dan
mempertahankan konsumen loyal, produsen melalui produknya perlu menghadirkan pengalaman-pengalaman yang unik, positif dan mengesankan kepada konsumen. (Schmitt, 1999; dalam Indriani, 2006).
b. Kepuasan pelanggan adalah suatu tingkatan dimana kebutuhan, keinginan, dan harapan dari pelanggan yang terpenuhi akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut (Band dalam Musanto, 2004:125).
c. Loyalitas pelanggan adalah komitmen yang mendalam untuk membeli kembali atau berlangganan kembali suatu produk atau jasa yang dipilih dimasa mendatang, dengan cara membeli merek yang sama secara berulang-ulang, meskipun pengaruh situasional dan usaha-usaha pemasaran secara potensial menyebabkan tingkah laku untuk berpindah (Oliver dalam Usmara, 2008:122).
Tabel III.1
Tabel Operasional Meliputi Variabel, Dimensi, Indikator
Variabel Dimensi Indikator Skala
Experiential Marketing
(X1)
Demi mendekati, mendapatkan dan mempertahankan
konsumen loyal, produsen melalui produknya perlu menghadirkan
pengalaman-pengalaman yang unik, positif dan mengesankan kepada konsumen. (Schmitt, 1999; dalam SWA, 2001, p.25) Indera (Sense) Perasaan (Feel) Berfikir (Think)
desain tata ruang
alunan musik
citarasa yang sesuai dengan selera
aroma ruang makan
aroma produk
Pelayanan yang cepat
ruangan yang terasa luas
karyawan yang ramah
tempat yang nyaman untuk berkumpul dengan keluarga
tempat yang nyaman untuk berkumpul dengan teman atau relasi
lokasi yang strategis
Ordinal
Ordinal
Tindakan (Act) Kaitan (Relate) tertarik mencoba beragam menu makanan yang ditawarkan tertarik mencoba beragam menu minuman yang ditawarkan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan
menjaga citra yang baik bagi pelanggan
Ordinal
Ordinal
Kepuasan Pelanggan (X2) suatu tingkatan dimana kebutuhan, keinginan, dan harapan dari pelanggan yang terpenuhi akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut (Band dalam Musanto, 2004:125). Bukti Langsung (Tangibles) Keandalan (Reliability) Daya Tanggap (Responsiveness)
desain tata ruang
penyajian produk
alunan musik
mengantarkan produk dengan tepat dan sesuai
pelayanan yang cepat
karyawan yang ramah.
keluhan pelanggan dapat direspon dengan cepat
kesesuaian produk
Ordinal
Ordinal
Jaminan (Assurance)
Empati (Empathy)
yang diterima dalam memesan pengetahuan karyawan terhadap variasi produk karyawan mampu bersikap sopan karyawan memiliki kesabaran dalam melayani pelanggan produk yang ditawarkan selalu tersedia kepedulian terhadap kebutuhan seorang pelanggan keinginan pelanggan dapat diketahui dengan baik
ketersediaan sarana untuk menyampaikan saran atau keluhan
Ordinal
Ordinal
Loyalitas Pelanggan (X3) komitmen yang mendalam untuk membeli kembali atau berlangganan kembali suatu produk atau jasa yang dipilih dimasa
Say positive things
berkata sesuatu yang positif
restoran dengan konsep tradisional
mendatang, dengan cara membeli merek yang sama secara berulang-ulang, meskipun pengaruh situasional dan usaha-usaha pemasaran secara potensial menyebabkan tingkah laku untuk berpindah (Oliver dalam Usmara, 2008:122). Recommend friend Continue purchasing mengatakan kepada teman bagaimana uniknya nama produk
merekomendasikan kepada teman bahwa tempatnya asyik untuk berkumpul
akan datang kembali
akan tetap membeli produk kesukaan meskipun tempat lain menjualnya
Ordinal
Ordinal
3. Pengukuran Variabel a. Pengukuran
Pengkuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert (rating scale). Skala Likert (rating scale) menunjukkan pada suatu pertanyaan mengenai tingkat kesetujuan/ketidaksetujuan yaitu dengan memberikan skala pada masing-masing poin jawaban. Berikut merupakan bobot nilai untuk setiap jawaban:
Tabel III.2 Likert Scale
Kode Pernyataan Bobot
SS Sangat Setuju 5
S Setuju 4
R Ragu 3
TS Tidak Setuju 2
STS Sangat Tidak Setuju 1
b. Pembuatan Interval
Adapun interval untuk setiap variabel yaitu: 1. Experiential Marketing
Berdasarkan skala likert, jumlah kelas dibagi menjadi 3 kelas interval sehingga interval dapat dihitung sebagai berikut: Interval
Interval
Tabel III.3
Experiential Marketing
Kelas Kategori Keterangan
3,68 – 5 Sangat Setuju konsumen menganggap perusahaan sudah menghadirkan pengalaman unik, positif dan mengesankan.
2,34 –3,67 Ragu konsumen belum dapat merasakan perusahan menghadirkan pengalaman unik, positif dan mengesankan. 1,0 – 2,33 Sangat Tidak Setuju konsumen menganggap perusahaan
belum menghadirkan pengalaman unik, positif dan mengesankan.
2. Kepuasan Pelanggan
IKP ≥ 0 : konsumen / pelanggan puas
IKP < 0 : konsumen / pelanggan tidak puas
Menurut Fandy Tjiptono (2006:37), kepuasan konsumen pada kualitas jasa dapat diukur dengan menggunakan Indeks Kepuasan Pelanggan, dengan rumus sebagai berikut:
Dimana :
IKP = Indeks Kepuasan Pelanggan / Konsumen PP = Kerja Nyata (Penceived Performance) EX = Kinerja Harapan (Expectation)
Dengan langkah-langkah perhitungan IKP sebagai berikut :
a. Menghitung PP dan EX b. Menghitung IKP
Untuk masing-masing responden dihitung IKP sebagai pembentuk skor kepuasan konsumen untuk masing-masing dimensi dengan kotak skor, dengan cara mengurangkan rata-rata skor kenyataan dengan rata-rata-rata-rata skor harapan pada suatu dimensi. Skor kenyataan untuk setiap item pertanyaan setiap responden dijumlahkan, kemudian dibagi jumlah item pertanyaan sehingga diperoleh rata-rata skor kenyataan responden yang bersangkutan. Skor harapan setiap item pertanyaan setiap responden dijumlahkan, kemudian dibagi jumlah item pertanyaan sehingga diperoleh rata-rata skor harapan responden bersangkutan. Skor kenyataan rata-rata setiap responden dikurangi dengan skor harapan rata-rata setiap responden sehingga diperoleh IKP masing-masing reponden.
c. Rata-rata skor IKP setiap responden dijumlahkan kemudian dibagi dengan jumlah responden sehingga diperoleh rata-rata IKP yang menunjukkan rata-rata kepuasan semua responden.
3. Loyalitas Pelanggan
Berdasarkan skala likert, jumlah kelas dibagi menjadi 5 kelas interval sehingga interval dapat dihitung sebagai berikut: Interval
Interval
Sehingga diperoleh pengkategorian sebagai berikut:
Tabel III.4 Loyalitas Pelanggan
Kelas Kategori Keterangan
4,24 – 5 Sangat Loyal Pelanggan sangat loyal
3,43 – 4,23 Loyal Pelanggan loyal 2,62 – 3,42 Cukup Loyal Pelanggan cukup loyal 1,81 – 2,61 Tidak Loyal Pelanggan tidak loyal