• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

5.1 Analisa Hasil Penelitian

5.1.1. Uji Normalitas

Dalam pengujian normalitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen mempunyai distribusi normal. Model regresi yang baik adalah yang mempunyai distribusi normal.

Analisis regresi umumya digunakan untuk memprediksi hubungan sebab akibat antara variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen

(variabel tak bebas). Histogram seperti terlihat dibawah ini peneliti menganggap data tersebut normal distribusinya

Gambar 5.1.1

Histogram

Untuk menguji data yang berdistribusi normal akan digunakan alat uji normalitas, yaitu One Sample Kolmogorov-Smirnov

Tabel 5.1.1.1

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 149

Normal Parametersa,,b Mean 0,0000000

Std. Deviation 2.26472004E3

Most Extreme Differences Absolute 0,164

Positive 0,164

Negative - 0,114

Kolmogorov-Smirnov Z 2.000

Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001

Hasil analisis yang telah dilakukan bahwa Kolmogorov-Smirnov Test dengan nilai K-S = 0,164 lebih besar dari 0,05 artinya kemiskinan dengan kurva normal tidak signifikan atau dengan kata lain tidak ada perbedaan kemiskinan dengan kurva normal. Kesimpulannya Data kemiskinan memiliki distribusi yang normal. Tabel 5.1.1.2 Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std.

Error Beta t Sig.

1 (Constant) 910,691 391,565 2,2326 0,21

APBN 0,941 0,887 0,282 1,060 0,291

APBD - 2,253 2,918 -0,196 -0,772 0,441

Swadaya 2,807 0,789 0,318 3,558 0,001

Dari pengujian di atas didapat persamaan sebagai berikut:

Nilai konstanta tanpa APBN, APBD, dan Swadaya rata-rata kemiskinan Kota Medan sebesar 910,691. Nilai di atas menunjukan nilai estimasi dimana

koefisien dana APBN sebesar 0,941artinya Apabila nilai Dana APBN meningkat satu juta rupiah maka nilai Kemiskinan akan naik sebesar 9 jiwa. Karena pengaruh ini tidak signifikan hal ini disebabkan APBN merupakan dana yang di peroleh dari pemerintah pusat dan di serahkan ke pemerintah daerah yang alokasinya hanya untuk kegiatan infrastruktur pedomannya telah di tetapkan dalam PMK 168/07/2009 tentang dana penanggulangan kemiskinan daerah untuk tujuan penggurangan kemiskinan.

Koefisien dana APBD sebesar -2,253 mengambarkan bahwa apabila nilai Dana APBD meningkat sebesar satu juta rupiah maka nilai kemiskinan akan turun sebesar 23 jiwa. Jadi APBD mempunyai peran yang sangat penting dalam penggurangan kemiskinan dalam PNPM perkotaan walaupun penggurangan sebesar 23 jiwa dari total kemiskinan per jiwa pada tahun berikutnya.

Koefisien Dana Swadaya Masyarakat sebesar 2,807 mempunyai arti Apabila nilai Dana Swadaya Masyarakat meningkat satu juta rupiah maka nilai Kemiskinan akan naik sebesar 28 jiwa. Pengaruh ini tidak signifikan, hal ini di sebabkan karena Dana Swadaya yang di peroleh dari masyarakat ataupun pihak swasta berpengaruh positif dalam kemiskinan. Artinya dalam hal ini dana swadaya tidak berpengaruh lansung terhadap kemiskinan karena dalam kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan berfokus pada tiga kegiatan Lingkungan, sosial dan ekonomi. Dalam dana swadaya terbesar bersumber dari kegiatan lingkungan yang tidak mempunyai pengaruh lansung terhadap kemiskinan, tetapi dalam dana ini dapat di gambarkan bahwa peran masyarakat dalam Program Nasional

Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan berperan positif dalam partisipasi masyarakat dalam program kemiskinan.

5.1.2 Uji Multikolineritas

5.1.2.1 Metode Korelasi

Tabel 5.1.2.1 Metode Korelasi

Kemiskinan APBN APBD Swadaya

Kemiskinan 1,000 0,246 0,194 0,377

APBN 0,246 1,000 0,951 0,472

APBD 0,194 0,951 1,000 0,383

Swadaya 0,377 0,472 0,383 1,000

Nilai Koefifisen Korelasi dapat dililat d tabel di atas < 0,5 sehingga tidak ada Multikolineritas walaupun antara variabel APBN dan APBD mempunyai nilai 0,951 berarti APBN dan APBD mempunyai hubungan yang sangat kuat.

5.1.2.2 Metode Uji VIF/Tolerance

Tabel 5.3.2.2

Uji VIF/Tolerance

Model

Correlations Collinearity Statistics Zero-order Partial Part Tolerance VIF

1 APBN 0,246 0,088 0,081 0,083 12,112

APBD 0,194 - 0,064 - 0,059 0,091 11,025

SWADAYA 0,377 0,283 0,272 0,731 1,367

Dependent Variable: Kemiskinan

Dalam penelitian ini dapat dilihat dari tabel di atas bahwa VIF > dari 1 maka Variabel APBN, APBD, dan Dana Swadaya tidak memiliki gejala Multikolineritas.

5.1.3 Autokorelasi

nilai dalam penelitian ini > 0,05 maka tidak terjadi autokorelasi baik positif atau negatif.

5.1.4 Pengujian Hipotesis 5.1.4.1Uji t Tabel 5.1.4.1 Uji t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std.

Error Beta t Sig.

1 (Constant) 910,691 391,565 2,2326 0,21 APBN 0,941 0,887 0,282 1,060 0,291 APBD - 2,253 2,918 -0,196 -0,772 0,441 Swadaya 2,807 0,789 0,318 3,558 0,001 1. t hitung = b1/ sb (b1) = 0,941 / 0,887 = 1,060

Karena t hitung 1,060 Berada di antara angka t tabel -2,609 dan 2,609 maka

variabel APBN berpengaruh positif secara parsial terhadap penanggulangan kemiskinan Kota Medan.

2. t hitung = b2/ sb (b2)

= -2,253 / 2,918 = -0,772

Karena t hitung -0,772 Berada di antara angka t tabel -2,609 dan 2,609 maka

variabel APBD berpengaruh negatif secara parsial terhadap penanggulangan kemiskinan Kota Medan.

3. t hitung = b3/ sb (b3)

= 2,807 / 0,798 = 3,558

Karena t hitung 3,558 Berada di atas angka t tabel -2,609 dan 2,609 Atau

lebih besar maka variabel dana swadaya berpengaruh negatif secara parsial terhadap penanggulangan kemiskinan Kota Medan.

5.1.4.2 Uji F Tabel 5.1.4.2 Uji F Model Change Statistics R Square Change

F Change df1 df2 Sig. F Change Durbin- Watson

1 0,151 8,614 3 145 .000 1,971

Dependent Variable: Kemiskinan

Karena Fhitung = 8,614 > dari angka Ftabel 2,67 berarti regresi dari APBN,

APBD, dan dana swadaya masyarakat berpengaruh yang signifikan secara simultan terhadap penanggulangan kemiskinan Kota Medan.

5.1.4.3 Uji R2 Tabel 5.1.4.3 Uji R2 Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,389a 0,151 0,134 2288,02824

Predictors: (Constant), Swadaya, APBD, APBN

Nilai Koefisien Determinasi atau R2

= 0,151 artinya variansi variabel APBN, APBD dan dana swadaya masyarakat mampu menjelaskan variabel Kemiskinan sebesar 15,10 % sedangkan sisanya sebesar 84,90 % dijelaskan oleh variabel lain di luar model estimasi. Sedangkan adjusted R2

= 0,134 atau sekitar 13,40 %. Dan Nilai Durbin watsonnya sebesar 1,975.

Adapun hasil analisis kemiskinan dengan model PLS (Pooled least Square) dengan pendekatan Random Effect Model (REM) adalah sebagai berikut:

Tabel 5.1.4

Hasil PLS pendekatan REM Dependent Variable: KEMISKINAN

Method:Pooled EGLS (Two-way random effects)

Date: 04/09/13 Time: 14:41

Sample: 1 149

Included observations: 149

Cross-sections included: 4

Total pool (balanced) observations: 596

Wansbeek and Kapteyn estimator of component variances White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 5527,976 415,2191 13,31339 0,0000

Random Effects (Cross)

@APBD--C -3340,397 @SWADAYA--C -3340,397 @KEMISKINAN--C -3340,397 Random Effects (Period) 1--C -4681,976 2--C -4930,976 3--C -5072,976 4--C -3519,976 5--C -5185,976 6--C -4342,976 7--C 11644,02 8--C -1827,976 9--C -2995,976 10--C -2140,976 11--C -4900,976 12--C -4807,976 13--C -4679,976 14--C -4797,976 15--C -960,9756 16--C -5277,976 17--C -5086,976 18--C -4985,976 19--C -2645,976 20--C -5055,976 21--C -4683,976 22--C -5433,976 23--C -1483,976 24--C -3159,976 25--C -2959,976 26--C 1404,024 27--C -4396,976 28--C -5227,976 29--C -3880,976 30--C -4843,976 31--C -172,9756 32--C -4579,976 33--C -4539,976

34--C -3855,976 35--C -4176,976 36--C -4295,976 37--C -5313,976 38--C -4374,976 39--C -5312,976 40--C -4849,976 41--C -5089,976 42--C -3652,976 43--C -4538,976 44--C -4642,976 45--C -4529,976 46--C -4667,976 47--C -4895,976 48--C -4537,976 49--C -5413,976 50--C -5400,976 51--C -5356,976 52--C -5432,976 53--C -4105,976 54--C -4738,976 55--C -3968,976 56--C -5467,976 57--C -4308,976 58--C -5042,976 59--C -727,9756 60--C -5320,976 61--C -1067,976 62--C -4922,976 63--C -4647,976 64--C -4902,976 65--C -4702,976 66--C -4812,976 67--C -5229,976 68--C -4539,976 69--C -4902,976 70--C -2860,976 71--C -4637,976

72--C -1845,976 73--C -4157,976 74--C -4452,976 75--C -4454,976 76--C 2072,024 77--C 4138,024 78--C -3732,976 79--C 5174,024 80--C -2077,976 81--C -3712,976 82--C -4717,976 83--C -4513,976 84--C -3027,976 85--C -1639,976 86--C -3017,976 87--C 758,0244 88--C -4599,976 89--C -5131,976 90--C -3787,976 91--C -5293,976 92--C -5255,976 93--C -5249,976 94--C 577,0244 95--C -4235,976 96--C -3764,976 97--C 1972,024 98--C 1112,024 99--C -5349,976 100--C -4962,976 101--C -5430,976 102--C -5374,976 103--C -4820,976 104--C -4802,976 105--C -4349,976 106--C -4906,976 107--C -5324,976 108--C -3054,976 109--C -4058,976

110--C -3782,976 111--C -4952,976 112--C -5110,976 113--C -4017,976 114--C -2518,976 115--C -3631,976 116--C -3382,976 117--C -2958,976 118--C -4367,976 119--C 312,0244 120--C -1737,976 121--C -4446,976 122--C -4366,976 123--C -4220,976 124--C -1414,976 125--C -4255,976 126--C -5417,976 127--C -4079,976 128--C -3017,976 129--C -4079,976 130--C -3659,976 131--C -4086,976 132--C -2171,976 133--C -2236,976 134--C -823,9756 135--C 1372,024 136--C -4327,976 137--C 1997,024 138--C -688,9756 139--C -4327,976 140--C -3508,976 141--C -1871,976 142--C -1799,976 143--C -292,9756 144--C -104,9756 145--C -4802,976 146--C -957,9756 147--C 2500,024

148--C 526,0244 149—C -3553,976

1. Kelurahan Baru Ladang Bambu

Kemiskinan = -4681,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4681,971 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Baru Ladang Bambu dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

2. Kelurahan Sidomulyo

Kemiskinan = -4930,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4930,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Sidomulyo dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif

sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

3. Kelurahan Lau Chin

Kemiskinan = -5072,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 5072,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Lau Chin dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

4. Kelurahan Namu Gajah

Kemiskinan = -3519,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 3519,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Namu Gajah dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka

sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

5. Kelurahan Kemenangan Tani

Kemiskinan = -5185,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 5185,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Kemenangan Tani dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

6. Kelurahan Simalingkar B

Kemiskinan = -4342,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4342,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan

Kelurahan Simalingkar B dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

7. Kelurahan Simpang Selayang

Kemiskinan = 11644,02+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka sebesar 11644,02 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Simpang Selayang dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

8. Kelurahan Tanjung Selamat

Kemiskinan = -1827,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 1827,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Tanjung Selamat dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

9. Kelurahan Mangga

Kemiskinan = -2995,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 2995,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Mangga dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

Kemiskinan = -2140,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 2140,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Kwala Berkala dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

11. Kelurahan Gedung Johor

Kemiskinan = -4900,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4900,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Gedung Johor dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar

2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

12. Kelurahan Kedai Durian

Kemiskinan = -4807,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4807,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Kedai Durian dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

13. Kelurahan Suka Maju

Kemiskinan = -4679,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4679,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Suka Maju dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif

sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

14. Kelurahan Titi Kuning

Kemiskinan = -4797,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4797,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Titi Kuning dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

15. Kelurahan Pangkalan Mansur

Kemiskinan = -960,9756+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 960,9756 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Pangkalan Mansur dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN

menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

16. Kelurahan Harjosari II

Kemiskinan = -5277,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 5277,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Harjosari II dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

17. Kelurahan Sitirejo II

Kemiskinan = -5086,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 5277,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan

Kelurahan Sitirejo II dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

18. Kelurahan Sitirejo III

Kemiskinan = -4985,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4985,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Sitirejo III dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

19. Kelurahan Harjosari I

Kemiskinan = -2645,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 2645,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Harjosari I dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

20. Kelurahan Amplas

Kemiskinan = -5055,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 5055,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Amplas dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

Kemiskinan = -4683,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 4683,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Timbang Deli dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

22. Kelurahan Bangun Mulia

Kemiskinan = -5433,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model Kelurahan Bangun Mulia menunjukan angka negatif sebesar 5433,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Bangun Mulia dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya

menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

23. Kelurahan Binjai

Kemiskinan = -1483,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 1483,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Binjai dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

24. Kelurahan Medan Tenggara

Kemiskinan = -3159,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 3159,976 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Medan Tenggara dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif

sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

25. Kelurahan Denai

Kemiskinan = -2959,976+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka negatif sebesar 2959,976 yang mengandung arti bahwa rata-rata kemiskinan Kelurahan Denai dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan. APBD menunjukan angka negatif sebesar 2,253 yang mengandung arti bahwa APBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Swadaya menunjukan angka sebesar 2,807 yang mengandung arti bahwa swadaya berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan.

26. Kelurahan Tegal Sari Mandala III

Kemiskinan = 1404,024+910,691+0,941 (APBN) -2,253(APBD) +2,807(SWADAYA)

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Nilai konstanta pada Random Effect Model menunjukan angka sebesar 1404,024 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan Kelurahan Tegal Sari Mandala III dan angka sebesar 910,691 yang mengandung arti bahwa jumlah kemiskinan di Kota Medan. APBN

menunjukan angka sebesar 0,941 yang mengandung arti bahwa APBN

Dokumen terkait