• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Data

1. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2006), uji normalitas bertujuan untuk menguji

apakah model regresi atau residual memiliki distribusi normal. Pada uji

normalitas ini terdapat dua cara untuk mendeteksi apakah residual

berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.

Dalam pengujian normalitas data ini, normalitas data diukur dengan

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S). Jika menghasilkan nilai

berdistribusi normal. Berikut merupakan dasar pengambilan keputusan pada

uji normalitas :

a. Probabilitas > 0,05: hipotesis diterima berarti data berdistribusi secara

normal.

b. Probabilitas ≤ 0,05: hipotesis ditolak berarti data tidak berdistribusi normal.

2. Analisis Regresi

Analisis regresi merupakan teknik statistik yang dapat digunakan

untuk mengembangkan persamaan matematik yang menggambarkan

hubungan variabel-variabel. Variabel-variabel tersebut disebut dengan

variabel dependen (terpengaruh) dan variabel independen (bebas). Dalam

analisis regresi, model yang digunakan adalah model

probabilistik.Sementara untuk analisis regresi linier sederhana, persamaan

matematik berbentuk garis lurus dan hanya ada satu variabel independen

(Nachrowi 2006).

Persamaan garis lurus :

y = a + bx

Dimana :

y : variabel dependen (terpengaruh/tergentung)

x : variabel independen (bebas)

b : koefisien arah/lereng garis yang bersangkutan.

3. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi merupakan alat statistika yang digunakan untuk

mengukur tingkat atau kekuatan dari asosiasi (hubungan) yang ada antara

dua variabel. Dengan kata lain, koefisien determinasi merupakan suatu

ukuran statistik yang mengindikasikan presentase dan total variansi dari

nilai-nilai sampel Y yang dapat dijelaskan oleh variabel X dalam persamaan

regresi linier sederhana dengan metode kuadrat kecil.

Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel

dependen (Y) dengan variabel penjelas (X), maka digunakan koefisien

korelasi (R). Nilai koefisien korelasi ini berkisar antara -1 sampai dengan 1.

Jika R= 0 atau mendekati 0, berarti antara dua atau lebih variabel yang

diobservasi tidak terdapat hubungan yang erat. Untuk lebih jelasnya berikut

tabel yang memuat nilai R serta penjelasannya (Nachrowi 2006):

Tabel 3.1 Koefisien Determinasi

Nilai R Kriteria Hubungan

0 Tidak ada korelasi 0 - 0,5 Korelasi lemah 0,5 - 0,8 Korelasi sedang 0,8 - 1 Korelasi kuat 1 Korelasi sempurna

4. Pengujian Statistik Model Regresi

Pengujian model regresi untuk melihat signifikansi hubungan antara

variabel dependen dengan variabel independen. Pengujian terhadap

parameter β1 melalui langkah-langkah sebagai berikut (Nachrowi 2006) : a. Menentukan hipotesis penelitian

Ho : β1 = 0 (Tidak ada pengaruh antara variabel X dan Y)

Ha : β1 ≠ 0 (Ada pengaruh antara variabel X dan Y) b. Menentukan nilai kritis pengujian

Nilai kritis penolakan atau penerimaan Ho diperoleh dari t-tabel.

c. Menentukan nilai t-tabel

Nilai t-tabel diperoleh dari daftar nilai t-tabel dengan rumus :

a. Menentukan df (derajat kebebasan) :

n-1= 30-1 = 29

b. Menentukan dk (taraf ignifikan/nyata) :

Df = taraf nyata/2 (uji dua sisi)

= 5%/2 = 0,025

d. Mengambil Keputusan

Jika : - t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima.

- t hitung ≤ - t tabel ≤ t tabel atau t hitung ≥ t tabel maka Ho ditolak.

BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Sejarang Singkat Organisasi 1. Sejarah Umum

Kopdit (Koperasi Kredit) didirikan pada tanggal 17 Agustus 1988

melalui rapat pembentukan Kopdit CU BIMA yang dihadiri oleh tiga belas

orang karyawan Keuskupan Sintang dengan jumlah modal terkumpul

untuk pertama kali sebesar Rp 128.000,00. Terpilih sebagai ketua

pengurus pada saat pembentukan adalah Bapak Paulus Jimbau dan

bendahara merangkap manajer adalah Bapak Agrianus. Berdirinya CU

BIMA lahir dari gagasan seorang pastor yang saat itu menjabat sebagai

ketua komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keusukupan Sintang

yaitu pastor Yoep Van Lier, SMM. Oleh karena itu pada awalnya CU

BIMA dijadikan CU laboratorium oleh Komisi PSE Keuskupan Sintang

sehingga program kerja difokuskan menjangkau masyarakat pedalaman

yang jauh dari jangkauan perbankkan, yaitu beberapa desa di Sepauk Hulu,

beberapa desa di Kayan Hilir, desa Nobal dan sekitarnya, dan yang lebih

dekat dengan perkotaan adalah desa Merpak. Misi utama adalah melayani

masyarakat pedalaman dan memberantas ketidakberdayaan dalam bidang

ekonomi dan keuangan. Adapun nama-nama pendiri Kopdit BIMA

Sintang adalah sebagai berikut :

a. Paulus Jimbau

c. Syarbinus Pangkas d. Agrianus e. Agustinus Aboi f. Sesilia Sero g. Yakobus Cil h. Petrus Liging i. Yosep Adam j. Bartolomeus Gani k. Emil

l. P. Yoep Van Lier, SMM

m. Lambertus Awan

CU BIMA terus mengalami pertumbuhan yang pesat hingga saat ini.

Kini CU BIMA merupakan salah satu pilihan utama masyarakat

Kabupaten Sintang bahkan beberapa Kabupaten lain disekitarnya sebagai

mitra keuangannya. Setiap tahun sejak berdiri aset dan anggota CU BIMA

terus bertambah, berikut disajikan data mengenai pertumbuhan aset dan

Tabel 4.1

pertumbuhan aset dan anggota CU BIMA Sintang (Dalam kurun waktu 1988-2012)

No. Tahun Anggota (orang) Aset (Rp)

1 1988 20 471.000 2 2008 17.658 113.416.100.500 3 2009 19.115 132.284.672.900 4 2010 21.559 170.763.170.300 5 2011 25.347 227.606.490.600 6 2012 27.908 252.144.042.200 *sumber : CU BIMA Sintang

2. Visi

Adapun visi CU Bina Masyarakat (BIMA) Sintang adalah sebagai

beriku :

CU yang dicintai dan terbesar di Indonesia” 3. Misi

Adapun misi CU Bina Masyarakat (BIMA) Sintang adalah sebagai

beriku :

a. Pelayanan pendidikan keuangan yang berkualitas dan

berkesinambangan kepada anggota dan masyarakat.

b. Memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.

c. Meningkatkan aset dan anggota.

d. Mengelola manajemen keuangan dengan efektif dan profesional.

e. Menggunakan sistem informasi manajemen terbaik dalam operasional

lembaga.

f. Meningkatkan kompetensi SDM/Karyawan.

g. Melakukan sistem pengawasan kelembagaan yang optimal untuk

h. Memberikan pelayanan pinjaman dengan prinsip kehati-hatian.

4. Nilai-nilai Yang Dianut

a. Behevior/Perilaku

b. Integrity/Konsisten

c. Measurable/Dapat diukur

d. Added Value/Nilai Tambah

B. Struktur Organisasi Kopdit (CU) BIMA Sintang

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Keterangan :

RAT : Rapat Anggota Tahunan

Kadiv : Kepala Divisi

Kabag : Kepala Bagian

Upel : Unit Pelayanan

: Garis Komando

: Garis Koordinasi

C. Produk Utama Kopdit (CU) BIMA Sintang

1. Simpanan Saham (Simpanan Kepemilikan)

2. Simpanan Bunga Harian (SIBUHAR)

3. Simpanan Berjangka

D. Jajaran Penggagas, Pendiri, Susunan Pengurus, dan Pengawas

1. Penggagas :

a. Uskup Sintang

b. Delsos Keuskupan Sintang

2. Pendidiri : a. Paulus Jimbau b. Oyotring c. Syarbinus Pangkas d. Agrianus e. Agustinus Aboi

f. Sesilia Sero g. Yakobus Cil h. Petrus Liging i. Yosep Adam j. Bartolomeus Gani k. Emil

l. P. Yoep Van Lier, SMM

m.Lambertus Awan

3. Pengurus :

Ketua : Antonius, S.Hut.,MP

Wakil Ketua : Lawi

Sekretaris : Drs. Matheus Siong, M.Si

Bendahra : Pujiono, SE

Aggota Bidang :

a. Pengembangan SDM : Florensius Kaha, S.Pd.,M.Si

b. Pengembangan Bisnis dan Pemasaran : M. Pahan Apri, S.Pd

c. Akuntansi dan Keuangan : Galeh Gerson, S.Sos., M.Si

d. Informasi dan Teknologi : Herlena Marlyn

e. Penelitian dan Pengembangan : Kiso, SH

4. Pengawas :

a. Ketua : Antonius

b. Sekretaris : Kamilus

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis regresi

linier sederhana. Namun sebelum melakukan pengujian hipotesis, penulis

terlebih dahulu melakukan uji normalitas untuk memastikan bahwa data yang

penulis peroleh telah terdistribusi secara normal sehingga terhindar dari

penyimpangan.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah

model regresi, nilai residu dari regresi mempunyai distribusi yang normal.

Pada penelitian ini penulis menggunakan bantuan SPSS 16 untuk menguji

normalitas dengan metode one-sampel Kolmogorov-Smirnov Test dan

Scatterplot. Hasil pengujian pertama menunjukan bahwa sebaran data

tidak normal dengan nilai signifikan sebesar 0,037 < 0,05. Merujuk pada

panduan pengolahan data ekonomi dan keuangan karangan Nachrowi D

Nachrowi dan Hardius Usman, jika ditemukan pengolahan data tidak

normal maka dapat dilakukan beberapa langkah untuk mentransformasi

data. Pada penelitian ini penulis menggunakan Model Double Log (Log-

log). Model ini dipilih karena setelah melalui uji normalitas kedua variabel

ditemukan bahwa baik variabel X maupun variabel Y tidak linier. Berikut

Tabel 5.1

Pengujian normalitas sebelum transformasi data

Tabel 5.1

Gambar 5.1

Tabel 5.2

Hasil uji normalitas setelah transformasi data

Gambar 5.2

Hasil uji scatterplot setelah transformasi data

Setelah melakukan proses transformasi data, terlihat bahwa hasil

data terdistribusi secara normal. Selain itu dapat terlihat pada diagram

scatterplot dimana penyebaran data tidak terpusat pada suatu titik.

Dokumen terkait