• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Normalitas Variabel Kinerja Karyawan

Dalam dokumen BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 28-39)

4.4 Uji Normalitas

4.4.5 Uji Normalitas Variabel Kinerja Karyawan

Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.18 dan Gambar 4.11:

Tabel 4.18 Test of Normality Variabel Kinerja Karyawan

Dasar Pengambilan Keputusan

Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal Keputusan

Variabel Z memiliki Sig = 0,146 (≥ 0,05) maka data berdistribusi normal, sehingga variabel Z dapat digunakan dalam analisis jalur berikutnya.

4.5 Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan

Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT IKPT

Sebelum melakukan analisis, akan ditampilkan terlebih dahulu struktur hubungan kausal antara variabel Gaya Kepemimpinan (X1), Budaya Organisasi (X2), dan Pengembangan Karir (X3), Kepuasan Kerja Karyawan (Y), dan Kinerja Karyawan (Z) dalam Gambar 4.12 berikut ini:

Gambar 4.12 Struktur Hubungan X1, X2, X3,Y dan Z

Untuk melakukan analisa jalur maka Struktur Hubungan pada Gambar 4.12 akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sub-struktur 1 dan sub-struktur 2, di mana sub-struktur 1 akan diuraikan dalam bab ini, dan struktur 2 akan diuraikan selanjutnya dalam sub-bab 4.6. r23  r12  r13  ρZY X1  X3  Y    Z  ρyX3 ρyX1  ρZX3 ρZX1 ε1 ε2  X2  ρyX2 ρZX2

Analisa pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1), Budaya Organisasi (x2), dan Pengembangan Karir (X3) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) akan digambarkan dalam sebuah model yang selanjutnya akan disebut dengan sub-struktur 1. Adapun gambar dari sub-struktur 1 tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.13:

Gambar 4.13 Sub-struktur 1

Selanjutnya, dengan menggunakan bantuan program SPSS, analisa data X1, X2, X3, dan Y memperoleh hasil diolah dengan menggunakan program SPSS, sehingga menghasilkan output sebagai berikut :

Tabel 4.19 Deskriptif Data X1, X2,X3, dan Y

Pertama-tama akan diinterpretasikan terlebih dahulu hasil output pada Tabel 4.19. Untuk mengintepretasikan statistik deskriptif data, akan dibuat suatu kriteria mengenai arti nilai masing-masing variabel yang diteliti, yaitu variabel Gaya Kepemimpinan (X1), Budaya Organisasi (X2), Pengembangan Karir (X3), Kepuasan Kerja Karyawan (Y), Kinerja Karyawan (Z). Untuk menentukan kriteria tersebut, digunakan rumus Sturges untuk menghitung jumlah

r13  r23  r12  X1 X3 Y ρyX1 ρyX2 ε1 X2 ρyX3

kelas (k) dan lebar kelas (l), di mana jumlah kelas (k) telah ditentukan terlebih dahulu yaitu sebanyak 5 kelas, yaitu kelas pertama “sangat buruk”, kelas kedua “buruk”, kelas ketiga “cukup”, kelas keempat “baik”, kelas kelima “sangat baik”. Adapun rumus Sturges untuk lebar kelas (l) yaitu:

l = (Xmax-Xmin)/k

Untuk variable X1, X2, X3, Y, dan Z menggunakan nilai baru pada skala interval (bukan skala ordinal). Sehingga kriteria penilaian jawaban untuk variable X1, X2, X3, Y, dan Z adalah sebagai berikut dalam Tabel 4.20:

Tabel 4.20 Intepretasi Nilai Variabel X1, X2, X3, Y dan Z

Interval Variabel X1 Kriteria Interval Variabel Y Kriteria

1,00 – 1,69 Sangat Buruk 1,00 – 1,74 Sangat Buruk

1,70 – 2,39 Buruk 1,75 – 2,49 Buruk

2,40 – 3,09 Cukup 2,50 – 3,24 Cukup

3,10 – 3,79 Baik 3,25 – 3,99 Baik

3,80 – 4,49 Sangat Baik 4,00 – 4,74 Sangat Baik

Interval Variabel X2 Kriteria Interval Variabel Z Kriteria

1,00 – 1,70 Sangat Buruk 1,00 – 1,72 Sangat Buruk

1,71 – 2,41 Buruk 1,73 – 2,45 Buruk

2,42 – 3,12 Cukup 2,46 – 3,18 Cukup

3,13 – 3,83 Baik 3,19 – 3,91 Baik

3,84 – 4,53 Sangat Baik 3,92 – 4,64 Sangat Baik

Interval Variabel X3 Kriteria

1,00 – 1,73 Sangat Buruk

1,74 – 2,47 Buruk

2,48 – 3,21 Cukup

3,22 – 3,95 Baik

3,96 – 4,69 Sangat Baik

Pada Tabel 4.19, terlihat mean (rata-rata) dari variabel Gaya Kepemimpinan (X1) = 3,3315 yang dengan mengacu pada table 4.20, maka dapat dikatakan Gaya Kepemimpinan pada PT IKPT adalah Baik. Untuk variabel Budaya Organisasi (X2) dengan mean = 3,3574 juga dapat dinilai Baik. Pengembangan Karir pada PT IKPT juga dapat dikatakan Baik, di mana mean variabel Pengembangan Karir (X3) = 3,2840. Sedangkan, tingkat kepuasan kerja karyawan PT IKPT termasuk kategori Baik, dengan mean dari variabel Kepuasan Kerja Karyawan (Y) = 3,6615. Selain itu, berdasarkan Tabel 4.19, dapat dilihat bahwa Standard Deviation untuk variabel X1, X2, X3, dan Y cenderung kecil sehingga dapat diketahui bahwa variasi jawaban responden cenderung seragam. Selanjutnya, akan dilihat hubungan bivariat antara variabel X1, X2, X3, dan Y dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain. Berdasarkan tabel 4.21:

Tabel 4.21 Korelasi Pearson X1, X2,X3, dan Y

a. Korelasi Variabel Gaya Kepemimpinan (X1) dan Budaya Organisasi (X2) = 0,759, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat kuat dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi pada PT IKPT

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi pada PT IKPT

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat kuat dan searah. Hubungannya bersifat kuat karena nilai korelasinya sebesar 0,759 berada dalam range 0,60 – 0,799. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Gaya Kepemimpinan (X1) naik, maka nilai variabel Budaya Organisasi (X2) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Gaya Kepemimpinan (X1) turun, maka nilai variabel Budaya Organisasi (X2) juga akan turun.

b. Korelasi Variabel Gaya Kepemimpinan (X1) dan Pengembangan Karir (X3) = 0,190, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat sangat rendah dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan dan Pengembangan Karir pada PT IKPT

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan dan Pengembangan Karir pada PT IKPT

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,029 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan dan Pengembangan Karir memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat sangat rendah dan searah. Hubungannya bersifat sangat rendah karena nilai korelasinya sebesar 0,190 berada dalam range 0,00 – 0,199. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Gaya Kepemimpinan (X1) naik, maka nilai variabel Pengembangan Karir (X3) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Gaya Kepemimpinan (X1) turun, maka nilai variabel Pengembangan Karir (X3) juga akan turun.

c. Korelasi Variabel Budaya Organisasi (X2) dan Pengembangan Karir (X3) = 0,240, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat rendah dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi dan Pengembangan Karir pada PT IKPT

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi dan Pengembangan Karir pada PT IKPT

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,008 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Budaya Organisasi dan Pengembangan Karir memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat rendah dan searah. Hubungannya bersifat rendah karena nilai korelasinya sebesar 0,240 berada dalam range 0,20 – 0,399. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Budaya Organisasi (X2) naik, maka nilai variabel Pengembangan Karir (X3) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Budaya Organisasi (X2) turun, maka nilai variabel Pengembangan Karir (X3) juga akan turun.

d. Korelasi Variabel Gaya Kepemimpinan (X1) dan Kepuasan Kerja Karyawan (Y) = 0,705, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat kuat dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Karyawan pada PT IKPT

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Karyawan pada PT IKPT

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan dan tingkat Kepuasan Kerja karyawan memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat sangat kuat dan searah. Hubungannya bersifat sangat kuat karena nilai korelasinya

sebesar 0,705 berada dalam range 0,60 – 0.799. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Gaya Kepemimpinan (X1) naik, maka nilai variabel Kepuasan Kerja Karyawan (Y) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Gaya Kepemimpinan (X1) turun, maka nilai variabel Kepuasan Kerja Karyawan (Y) juga akan turun.

e. Korelasi Variabel Budaya Organisasi (X2) dan Kepuasan Kerja Karyawan (Y) = 0,655, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat kuat dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Karyawan pada PT IKPT

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Karyawan pada PT IKPT

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Budaya Organisasi dan tingkat Kepuasan Kerja karyawan memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat sangat kuat dan searah. Hubungannya bersifat sangat kuat karena nilai korelasinya sebesar 0,655 berada dalam range 0,60 – 0,799. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Budaya Organisasi (X2) naik, maka nilai variabel Kepuasan Kerja karyawan (Y) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel

Budaya Organisasi (X2) turun, maka nilai variabel Kepuasan Kerja karyawan (Y) juga akan turun.

f. Korelasi Variabel Pengembangan Karir (X3) dan Kepuasan Kerja Karyawan (Y) = 0,173, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat sangat rendah dan searah.

Hipotesis

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Pengembangan Karir dan Kepuasan Kerja karyawan pada PT IKPT

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Pengembangan Karir dan Kepuasan Kerja karyawan pada PT IKPT

Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,043 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Pengembangan Karir dan tingkat Kepuasan Kerja karyawan memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat sangat rendah dan searah. Hubungannya bersifat rendah karena nilai korelasinya sebesar 0,173 berada dalam range 0,00 – 0199. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Pengembangan Karir (X3) naik, maka nilai variabel Kepuasan Kerja Karyawan (Y) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Pengembangan Karir (X3) turun, maka nilai variabel Kepuasan Kerja Karyawan (Y) juga akan turun.

Hasil uji korelasi Pearson antara variable X1, X2, X3, dan Y di atas dapat diringkas sebagai berikut dalam Tabel 4.22:

Tabel 4.22 Sifat Hubungan Bivariat X1, X2, X3, dan Y

Hubungan antara Korelasi Sifat Hubungan

X1 dengan X2 0,759 Sangat Kuat, Searah, dan Signifikan

X1 dengan X3 0,190 Rendah, Searah, dan Signifikan

X2 dengan X3 0,240 Rendah, Searah, dan Signifikan

X1 dengan Y 0,705 Sangat Kuat, Searah, dan Signifikan

X2 dengan Y 0,655 Kuat, Searah, dan Signifikan

X3 dengan Y 0,173 Rendah, Searah, dan Signifikan

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Kemudian, sebelum melakukan analisis jalur pada variabel X1, X2, X3, dan Y (sub-struktur 1), harus diuji linieritas hubungan antara keempat variabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan berdasarkan pada Tabel 4.23 dibawah, yakni:

Hipotesis

Ho: Hubungan antara variabel bebas X1, X2, dan X3 terhadap variabel terikat Y bersifat tidak linier

Ha: Hubungan antara variabel bebas X1, X2, dan X3 terhadap variabel terikat Y bersifat linier Dasar Pengambilan Keputusan

Sig ≥ 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil

Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan:

Hubungan antara variabel bebas X1, X2, dan X3 terhadap variabel terikat Y bersifat linier dengan tingkat kepercayaan 95%. Jadi, asumsi mengenai linieritas hubungan dalam analisa jalur terpenuhi.

Kemudian dianalisa sub-struktur 1 dengan menggunakan analisis jalur, dengan persamaan struktural sebagai berikut:

Y= ρyx1 X1 + ρyx2 X2 + ρyx3 X3 + ρy ε1

Tabel 4.23 Anova sub-struktur 1 model 1

Tabel 4.24 Model Summary sub-struktur 1 model 1

Selanjutnya dengan hasil output tabel 4.23 dan 4.24 diatas maka akan dilakukan pengujian secara simultan dan individu dari variabel X1, X2, X3, dan Y.

4.5.1 Pengujian Secara Simultan (Keseluruhan) antara Variabel Bebas X1, X2, dan

Dalam dokumen BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 28-39)

Dokumen terkait