4.1 Hasil Penelitian
4.1.4 Pengujian Hipotesis .1.Uji Simultan .1.Uji Simultan
4.1.4.2. Uji Parsial
Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberartian pengaruh dari masing-masing variabel bebas yaitu motivasi belajar (X1) dan kompetensi guru (X2) terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi (Y). Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan program komputasi SPSS for
windows release 13 diperoleh hasil seperti pada yang disajikan pada tabel 4.8
Tabel 4.8 Hasil Uji t Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Correlations Model B Std.
Error Beta t Sig.
Zero‐
order Partial Part
(Constant) 43,381 3,054 14,202 0,000
MOTIVASIBELAJAR 0,178 0,068 0,272 2,600 0,011 0,565 0,282 0,216
1
KOMPETENSIGURU 0,159 0,035 0,481 4,599 0,000 0,646 0,462 0,381
a. Dependent Variable: PRESTASIBELAJAR
Sumber: Data Penelitian, diolah
Berdasarkan tabel 4.8 tersebut diperoleh hasil sebagai berikut: 1). Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi
Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran dan terangkum pada tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel motivasi belajar diperoleh thitung = 2,600 dengan harga signifikansi 0,011 karena harga signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,050 (0,011<0,050) menunjukkan bahwa nilai thitung yang diperoleh tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa variabel motivasi belajar (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi (Y) maka Ha1 diterima.
2). Pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi
Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran dan terangkum pada tabel 4.8 di depan menunjukkan bahwa untuk variabel kompetensi guru diperoleh thitung
= 4,599 dengan harga signifikansi 0,000. Karena harga signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 (0,000<0,050) hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung
(X2) juga berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi (Y) maka Ha2 diterima.
Hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat dalam penelitian ini dapat diketahui dari harga koefisien korelasi secara parsial. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan program komputasi SPSS for
windows release 13 seperti terangkum pada tabel 4.8 diperoleh koefisien korelsi
parsial antara motivasi belajar dengan prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa sebesar 0,282 dan koefisien korelasi antara kompetensi guru dengan prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa sebesar 0,462.
Besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diketahui dari besarnya koefisien determinasi secara parsial (r2) dari masing-masing variabel tersebut. Dengan demikian besarnya pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa adalah r2 (0,282) atau 7,95% dan besarnya pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa adalah r2 (0,462) atau 21,34%.
4.2Pembahasan
Suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dinyatakan berhasil dalam artian adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun yang berasal dari luar diri siswa.
Penelitian ini mengkaji pengaruh prestasi belajar yang berasal dari dalam diri siswa (internal) yaitu berupa motivasi belajar dan yang berasal dari luar diri
siswa (eksternal) yaitu kemampuan atau kompetensi guru dalam membelajarkan siswa berdasarkan dari persepsi siswa.
Berdasarkan analisis deskriptif persentase dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar yang dimiliki siswa dengan indikator dorongan untuk belajar ekonomi akuntansi, ketekunan dan kepatuhan dalam menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan dan tidak cepat puas terhadap prestasi yang telah dicapai dan usaha untuk menguasai materi pelajaran ekonomi akuntansi dalam kategori tinggi. Harapan ke depannya dengan melihat gambaran motivasi belajar siswa belum seperti yang diharapkan atau masih ada dari sebagian siswa yang masih mempunyai motivasi dalam kategori cukup dan dalam kategori rendah, ada perhatian khusus dari semua pihak yang berkaitan dengan anak didik atau siswa tersebut, baik siswa itu sendiri, sekolah, dan juga dari lingkungan keluarga.
Dalam proses kegiatan belajar mengajar guru memegang peran utama, karena di tangan guru letak kemungkinan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran, yaitu membelajarkan siswa. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai diperlukan kemampuan yang baik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan analisis deskriptif dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dari persepsi siswa sudah tergolong baik. Kompetensi guru ini diukur berdasarkan indikator kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional. Meskipun sudah tergolong baik, tetapi perlu dimaksimalkan lagi kompetensi yang sudah dimiliki oleh guru dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai pembelajar. Hal ini ditunjukkan ada dari sebagian
siswa yang mempunyai persepsi terhadap kompetensi guru dalam kategori kurang baik. Harapannya, guru ekonomi akuntansi yang bersangkutan lebih terpacu dan bersemangat untuk mencapai derajat kompetensi yang lebih tinggi.
Untuk variabel terikat, yaitu prestasi belajar ekonomi akuntansi kelas 12 IPS MA Yaspia Ngroto tahun ajaran 2010/2011 yang ditunjukkan dengan data nilai ulangan tengah semester/ mid semester gasal. Setelah data diolah melalui analisis deskriptif, diketahui hasil belajar yang diperoleh sebagian besar siswa dalam kategori cukup baik. Namun hasil belajar siswa pada kategori rendah cukup tinggi, yaitu sebesar 24,69% (20 siswa). Sedangkan persentase hasil belajar siswa yang memenuhi KKM yang ditetapkan oleh sekolah sebesar 62,96% atau 51 siswa dan yang belum memenuhi KKM sebesar 37,04% 30 siswa (lihat tabel 4.1 dan gambar 4.11). Melihat keadaan yang demikian hendaknya semua elemen yang terlibat dan dapat mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa segera memberikan perhatian yang lebih mengenai berbagai faktor yang dapat mempengaruhi prestasi atau hasil belajar siswa, agar kedepannya prestasi belajar siswa bisa lebih baik lagi.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dan persepsi siswa mengenai kompetensi guru baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F dan uji t yang memperoleh signifikan kurang dari 0,05 (lihat tabel 4.6, 4.7 dan 4.8). Hal ini berarti apabila motivasi belajar dan persepsi siswa mengenai kompetensi guru baik maka berpengaruh pada prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa yang optimal. Begitu juga sebaliknya, apabila
motivasi belajar siswa dan persepsi siswa mengenai kompetensi guru kurang baik maka hasil belajar atau prestasi belajar ekonomi akuntansi yang dicapai oleh siswa kurang optimal.
Dalam uji secara simultan memperlihatkan bahwa secara signifikan antara motivasi belajar siswa dan kompetensi guru mengambil peran cukup besar terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa, yaitu sebesar 45% (lihat tabel 4.7). Kontribusi yang diberikan oleh variabel motivasi belajar siswa dan kompetensi guru terhadap prestasi guru dikarenakan tempat para siswa dalam mengeyam pendidikan berada pada lingkungan pedesaan yang mana semuanya serba terbatas, sehingga besar kemungkinan letak berhasil atau tidaknya dalam proses pembelajaran cenderung bergantung pada motivasi dari siswa tersebut dan tentunya siapa yang membelajarkan (guru), sehingga kompetensi yang dimiliki oleh guru sangat berarti dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Adapun secara parsial memperlihatkan bahwa secara signifikan prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa dipengaruhi oleh motivasi belajar. Namun dalam perhitungan yang dilakukan, pengaruhnya tergolong kecil yaitu sebesar 7,95%, untuk variabel kompetensi guru terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa berdasarkan perhitungan yang dilakukan, memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi sebesar 21,34%. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan variabel kompetensi guru lebih besar dari pada variabel motivasi belajar terhadap hasil atau prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa. kondisi yang demikian hendaknya para guru dapat lebih kreatif dalam upaya membelajarkan siswa. Meskipun kedua variabel tersebut memberikan pengaruh terhadap prestasi
belajar ekonomi akuntansi siswa tidak terlalu besar, namun hal ini layak untuk mendapatkan porsi perhatian yang cukup.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program komputasi SPSS for windows release 13 diperoleh persamaan: Ŷ = 43,381 + 0,178X1 + 0,159X2 (lihat tabel 4.5). Dalam persamaan regresi tersebut dapat dimaknai bahwa satu satuan prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa akan dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa sebesar 0,178 dan kompetensi guru sebesar 0,159 pada konstanta sebesar 43,381.
Adanya persamaan regresi tersebut dapat dijadikan dasar oleh pihak-pihak yang membutuhkan sebagai alat untuk memprediksi variabel prestasi belajar akuntansi, yaitu dengan cara mengelola variabel independen yang ada dalam model regresi tersebut, dalalm hal ini adalah motivasi belajar siswa dan persepsi siswa mengenai kompetensi guru ekonomi akuntansi. Misalkan berkeinginan untuk meningkatkan prestasi belajar ekonomi akuntansi, maka poin-poin indikator motivasi belajar siswa dan kompetensi guru juga harus ditingkatkan. Cara itu bisa dijadikan sebagai dasar untuk meningkatkan prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa. Hasil regresi ini harapannya dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan seperti para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah serta para pakar yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untuk peduli dalam menangani masalah peningkatan prestasi belajar siswa.
Bertolak dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa pengaruh motivasi belajar siswa dan persepsi siswa mengenai kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa kelas 12 IPS MA Yaspia Ngroto tergolong cukup tinggi mengingat
banyak komponen dalam lingkungan pendidikan, ksususnya yang dapat mempengaruhi hasil belajar atau prestasi belajar siswa.
Hasil temuan dalam penelitian ini menegaskan begitu pentingnya pengaruh motivasi belajar dan kompetensi guru dalam penyelenggaraan pembelajaran, oleh karena itu agar penyelenggaraan pembelajaran lebih bermutu harus ada keterpaduan dan kerja sama dari semua komponen pendidikan, menyamakan persepsi arti penting sebuah pendidikan dan adanya aksi atau tindakan nyata, bukan hanya sekedar isapan jempol semata.
77
5.1.Simpulan
Berdasarkan hasil penellitian dan pembahasan, maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut:
1). Ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi siswa 12 IPS MA Yaspia Ngroto Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011.
2). Ada pengaruh positif kompetensi guru terhadap prestaasi belajar ekonomi akuntansi siswa kelas 12 IPS MA Yaspia Ngroto Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011.
3). Ada pengaruh positif antara motivasi belajar dan persepsi siswa mengenai kompetensi guru terhadap prestasi belajar ekonomi akuntansi kelas 12 IPS MA Yaspia Ngroto Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011.
5.2.Saran
Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan dalam
kesimpulan di atas, maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut: 1). Motivasi belajar yang ada pada diri siswa sebagian besar dalam kategori
cukup tinggi. Namun masih ada juga siswa yang mempunyai motivasi belajar dalam kategori rendah, bahkan sangat rendah. Hal ini tampak pada indikator ketekunan dan kepatuhan dalam menghadapi tugas serta indikator usaha untuk menguasai mata pelajaran ekonomi akuntansi Oleh karena itu hal ini
bisa dijadikan sebagai perhatian utama bagi semua pihak yang terkait dengan pendidikan mengenai upaya konkrit untuk menumbuhkan motivasi belajar yang ada pada diri siswa bisa dioptimalkan dan harapannya hasil belajar atau prestasi belajarnya meningkat.
2). Kompetensi guru yang dipersepsikan oleh siswa sebagian besar dalam kategori baik, namun masih ada dari sebagian siswa yang menilai kompetensi guru berada dalam kategori kurang baik, bahkan tidak baik. Penilaian siswa ini tampak pada indikator kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian. Oleh karena itu hal ini bisa dijadikan pedoman bagi para guru untuk meningkatkan kualitas kompetensi yang dimilikinya, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial maupun kompetensi profesional.
3). Adanya penilaian yang berbeda dari masing-masing siswa terhadap kompetensi guru, maka diharapkan guru dapat menjaga sikap serta tindakan mengenai kemampuan yang mereka miliki, agar citra seorang guru dapat terjaga. Sebab apa yang dinilai siswa terhadap guru dapat mempengaruhi tindakan dan perilaku siswa, tindakan dan perilaku tersebut bisa saja pada saat di kelas, lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. 4). Mengingat banyaknya keterbatasan dalam melakukan penelitian ini, para
penulis dapat melakukan penelitian lanjutan ini dengan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa maupun dengan menggunakan metode penelitian yang lain.