BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.1 Uji Prasyarat atau Uji Asumsi
Penelitian ini meneliti tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Pada bagian ini akan membahas pengaruh PPR terhadap kesadaran siswa. Penelitian dilakukan dengan metode quasi-experimental design tipe non equivalent control group design. Instrunen penelitian yang digunakan untuk
mengukur kesadaran siswa adalah berupa kuesioner atau angket yang terdiri dari 35 item.
Penentuan validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan melalui expert judgement dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing dan uji
coba di SD Kanisius Sengkan. Hasil perhitungan pengujian reliabilitas yaitu 0,936 yang tergolong dalam kategori sangat tinggi tingkat reliabilitasnya.
Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas IV B dan kelas yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas IV A dengan jumlah masing-masing kelas yaitu 27 siswa. Pengukuran dan pengambilan data dilakukan dua kali, yaitu saat pretest dan posttest baik kelompok kontrol maupun
eksperimen. Dari pengambilan data tersebut, maka diperoleh empat jenis data yaitu pretest kelompok kontrol, posttest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen dan posttest kelompok eksperimen.
4.1.1.1Uji Normalitas
Data yang telah diperoleh dari pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program SPSS 20. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan
menentukan jenis statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed) > 0,05, distribusi data dikatakan normal
2. Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed) < 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal.
Berdasarkan kriteria di atas, diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 7. Hasil uji normalitas kesadaran siswa
No Aspek Nilai
Signifikansi Keterangan 1 Rerata skor pretest
kelompok kontrol 0,199 Normal
2 Rerata skor posttest
kelompok kontrol 0,158 Normal
3 Rerata skor pretest
kelompok eksperimen 0,200 Normal 4 Rerata skor posttest
Dari analisis statistik di atas, diketahui bahwa distribusi data normal sehingga aspek menganalisis ini akan dianalisis dengan statistik paametrik dalam hal ini t-test. Analisis data dilakukan dengan dua cara. Cara pertama menguji perbandingan skor pretest jika hasil perhitungan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pretest maka menguji perbedaan pretest ke posttest yang dilanjutkan uji pengaruh perlakuan. Cara kedua dengan menguji perbandingan skor pretest, jika hasil perhitungan skor pretest terdapat perbedaan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan menguji selisih skor.
4.1.1.2Uji homogenitas
Hasil data berupa pretest kelompok kontrol dan eksperimen diuji homogentinasnya untuk mengetahui apakah varian kelompok data sama atau tidak. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan uji homogenitas adalah sebagai berikut. Jika harga sig > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Sehingga kelompok data kontrol dan eksperimen memiliki varian yang sama. Jika harga sig < 0,05, maka Hi diterima dan Hnull ditolak. Sehingga kelompok data kontrol dan eksperimen memiliki varian yang berbeda. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent samples t-test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan:
Hi : Varian kedua kelompok berbeda
Hnull : Varian kedua kelompok sama
Tabel 8. Hasil uji homogenitas
No Aspek Nilai
signifikansi
Nilai
Levene’s Keterangan 1 Pretest kelompok kontrol
dan eksperimen 0,301 0,104
Varian data sama
Hasil analisis statistik di atas berdasarkan menunjukkan aspek pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen adalah 0,301 dengan nilai Levene’s 0,104, sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya kelompok dan kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai varian yang sama sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji selanjutnya.
4.1.2 Uji Statistik
4.1.2.1Perbandingan skor pretest
Langkah pertama yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara hasil pretest di kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen. Cara ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis memiliki titik pijak yang sama sehingga dapat dibuat perbandingannya. Analisis yang digunakan yaitu statistik parametrik independent sample t-test dengan hipotesis sebagai berikut:
Hi : Ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen.
Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu jika harga sig (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Maksudnya, ada perbedaan antara
skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan arti lain kedua skor pretest berada pada level yang tidak sama sehingga akan digunakan analisis
perbandingan selisih skor pretest ke posttest dari kelompok eksperimen dan kontrol.
Jika harga sig (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Maksudnya tidak ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan arti lain kedua skor pretest berada dalam level yang sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen.
Tabel 9. Perbandingan skor pretest kesadaran siswa Hasil pretest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan
kelompok eksperimen 0,301 Tidak berbeda
Berdasarkan tabel hasil perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) adalah 0,301 sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen.
4.1.2.2Perbandingan skor pretest ke posttest
Langkah selanjutnya yaitu melihat apakah terdapat kenaikan skor antara skor pretest ke posttest baik kelompok kontrol maupun eksperimen. Dari perhitungan akan diperlihatkan presentase kenaikan masing-masing kelompok. Analisis yang digunakan yaitu statistik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95% dengan hipotesis statistik:
Hi : Ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen
Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol
atau eksperimen
Jika harga sig (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen. Atau bisa dikatakan bahwa tidak terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest.
Jika harga sig (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen. Atau bisa dikatakan terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest.
Tabel 10. Perbandingan rata-rata selisih pretest dan posttest kontrol dan eksperimen
Rata-rata Kelompok Kontrol Rata-rata Kelompok Eksperimen No Pretes
t
Posttes
t Selisih No Pretest Posttest Selisih 1 4.66 4.29 -0.37 1 3.83 5.00 1.17 2 4.74 4.31 -0.43 2 4.43 5.00 0.57 3 4.06 4.60 0.54 3 4.34 5.00 0.66 4 4.57 4.77 0.20 4 4.74 5.00 0.26 5 4.57 4.51 -0.06 5 4.66 4.40 -0.26 6 4.43 4.69 0.26 6 4.00 4.54 0.54 7 3.83 4.57 0.74 7 4.54 4.43 -0.11 8 4.80 4.29 -0.51 8 3.71 4.46 0.75 9 3.34 4.57 1.23 9 4.31 4.49 0.18 10 4.46 4.77 0.31 10 4.00 4.60 0.60 11 4.06 4.69 0.63 11 4.34 4.89 0.55 12 4.31 4.57 0.26 12 4.26 5.00 0.74 13 4.26 4.94 0.68 13 4.17 5.00 0.83 14 4.66 4.66 0.00 14 4.40 4.63 0.23 15 4.43 3.54 -0.89 15 3.89 5.00 1.11 16 3.00 4.51 1.51 16 4.00 5.00 1.00 17 4.03 4.46 0.43 17 3.89 4.94 1.05 18 4.54 4.46 -0.08 18 4.26 4.71 0.45 19 4.14 4.09 -0.05 19 4.31 4.49 0.18 20 4.31 3.97 -0.34 20 3.29 4.63 1.34 21 4.23 4.43 0.20 21 3.00 5.00 2.00 22 4.60 4.29 -0.31 22 3.77 4.63 0.86 23 4.34 3.80 -0.54 23 4.31 4.71 0.40 24 4.23 3.57 -0.66 24 4.06 4.83 0.77 25 4.17 4.20 0.03 25 4.49 4.74 0.25 26 4.23 3.86 -0.37 26 4.66 4.66 0.00 27 3.94 3.94 0.00 27 4.20 4.91 0.71 tot 114,9 4 117,35 2,41 111,86 128,69 16,83 rta 4,26 4,35 0,09 4,14 4,77 0,62
Tabel diatas merupakan perhitungan rata-rata dari skor pretest dan posttest yang sudah didapatkan sebelumnya. Rata-rata tersebut dihitung untuk mencari atau menentukan peningkatan dari pretest ke posttest.
Tabel 11. Perbandingan rata-rata pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen Kelompok Rata-rata pretest Rata-rata posttest Selisih
rata-rata Signifikansi keterangan Skor %
Kontrol 4,26 4,34 0,08 1,88 0,417 Tidak Signifikan Eksperimen 4,14 4,77 0,63 15,22 0,000 Signifikan
Berdasarkan hasil tabel perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,417. Maka Hi ditolak dan Hnull diterima. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig (2-tailed) 0,000. Maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.
Tabel 12. Selisih hasil selisih pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen
No Selisih pretest dan posttest Selisih Kelompok kontrol Kelompok eksperimen
1 -0.37 1.17 1.54 2 -0.43 0.57 1 3 0.54 0.66 0.12 4 0.20 0.26 0.06 5 -0.06 -0.26 -0.2 6 0.26 0.54 0.28 7 0.74 -0.11 -0.85 8 -0.51 0.75 1.26 9 1.23 0.18 -1.05 10 0.31 0.60 0.29 11 0.63 0.55 -0.08 12 0.26 0.74 0.48 13 0.68 0.83 0.15 14 0.00 0.23 0.23
15 -0.89 1.11 2 16 1.51 1.00 -0.51 17 0.43 1.05 0.62 18 -0.08 0.45 0.53 19 -0.05 0.18 0.23 20 -0.34 1.34 1.68 21 0.20 2.00 1.8 22 -0.31 0.86 1.17 23 -0.54 0.40 0.94 24 -0.66 0.77 1.43 25 0.03 0.25 0.22 26 -0.37 0.00 0.37 27 0.00 0.71 0.71 Jumlah 14.42 Rata-rata 0.53
Dari perhitungan tabel di atas telah didapatkan selisih dari hasil selisih pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan mencari hasil
tersebut, terlihat jelas peningkatan yang terjadi antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Tabel 13. Harga sig (2-tailed) selisih hasil selisih pretest dan posttet Hasil rata-rata selisih Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 Berbeda
Berdasarkan hasil tabel perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) adalah 0,000. Artinya Hnull ditolak dan Hi diterima. Jadi ada perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata selisih kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
4.1.2.3Perbandingan posttest
Langkah ketiga yaitu melihat apakah ada perbedaan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Analisis statistik yang digunakan yaitu parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:
Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen
Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen
Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu jika harga sig (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi.
Jika harga sig (2-tailed) >0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) tidak berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi.
Tabel 14. Perbandingan skor posttest kesadaran siswa Hasil posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 Berbeda
Berdasarkan hasil tabel perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) adalah 0,000. Artinya Hnull ditolak dan Hi diterima. Jadi kesadaran siswa akan nilai globalisasi terdapat perbedaan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan demikian hasil analisis di atas menerima hipotesis penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi.
Gambar 6. Grafik perbandingan skor pretest dan posttest kelas kontrol dan eksperimen
4.1.2.4Uji bersar pengaruh model pembelajaran Paradigma Pedagogi
Reflektif
Uji besar pengaruh ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan model yang digunakan terhadap peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Dari hasil perhitungan menggunakan rumus effect size diperoleh hasil:
Tabel 15. Uji besar pengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi No Kelompok t df r R2 Presentase kualifikasi
1 Kontrol 2,267 27 0,41 0,16 16,504 Efek menengah 2 Eksperimen -0,805 27 0,16 0,02 2,432 Efek kecil
3.5 4 4.5 5 Pretest Posttest Kontrol Eksperimen
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) memberikan sumbangan 2,432% terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi, yaitu ditunjukkan dengan harga r = 0,16, t(27) = -0,805, R2 = 0,02 dan metode ceramah sebesar 16,504% yang menunjukkan harga r = 0,16, t(27) = 2,267, R2 = 0,16.