• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Analisis dan Pembahasan

5. Uji Regresi Linier Berganda

a. Persamaan Regresi Linier Berganda

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan

sebagai alat analisis statistik karena penelitian ini dirancang untuk

meneliti variabel-variabel yang berpengaruh dari variabel independen

terhadap variabel dependen dimana variabel yang digunakan dalam

penelitian ini lebih dari satu. Untuk menentukan persamaan regresi, maka

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.51

Hasil Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 40,645 10,787 3,768 ,001 Word Of Mouth -,363 ,109 -,538 -3,341 ,002 Harga -,468 ,171 -,331 -2,731 ,010 Produk 1,819 ,369 ,625 4,935 ,000 Promosi ,459 ,135 ,515 3,400 ,002 Distribusi -,454 ,327 -,168 -1,389 ,174 Citra Merek -,573 ,195 -,391 -2,945 ,006

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

(Sumber: Hasil output SPSS data primer yang telah diolah, 2013)

Berdasarkan tabel Coefficient diatas, maka dapat diperoleh

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 +b4X4 + b5X5 + b6X6 + e Y = -40,645 + 0,363X1 + 0,468X2 + 1,819X3 + 0,459X4 + 0,454X5 + 0,573X6 + e Keterangan: Y = Keputusan Pembelian X1 =Word of mouth X2 = Produk X3 = Harga X4 = Promosi X5 = Distribusi X6 = Citra merek e = Standar error b. Koefisien Korelasi (R) Tabel 4.52 Hasil Koefisien Korelasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,753a ,567 ,486 1,716

a. Predictors: (Constant), Citra Merek, Harga, Distribusi, Produk, Promosi, Word Of Mouth

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

(Sumber: Hasil output SPSS data primer yang telah diolah, 2013)

Dari tabel diatas diketahui nilai koefisien R sebesar 0,753

mengandung arti bahwa hubungan antara variabel word of mouth, produk,

pembelian sebesar 0,753 atau mempunyai hubungan yang kuat positif

(Sugiyono dalam Duwi Priyatno, 2010: 65).

c. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui

seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel

dependennya yang dilihat melalui R square. Adapun hasil uji determinasi

dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.53

Hasil Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,753a ,567 ,486 1,716

a. Predictors: (Constant), Citra Merek, Harga, Distribusi, Produk, Promosi, Word Of Mouth

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

(Sumber: Hasil output SPSS data primer yang telah diolah, 2013)

Dari tabel koefisien determinasi (R2), menunjukkan besarnya R2 (R

square) adalah 0,486. Hasil ini menunjukkan bahwa 48,6% variabel

keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variasi dari keenam variabel

independen (word of mouth, produk, harga, promosi, distribusi dan citra

merek). Sedangkan selisihnya 51,4% (100% - 48,6%) dijelaskan oleh

variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti variabel

kesadaran merek, kepribadian merek, popularitas, motivasi, persepsi,

penelitian-penelitian sebelumnya berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Seperti

dalam beberapa penelitian berikut yang dilakukan oleh Prisca Andini

(2012) yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Mobil Hyundai i20 (Studi Kasus pada Konsumen

Mobil Hyundai i20 di Semarang)” yang membahas mengenai variabel kualitas produk, harga, promosi, kesadaran merek, citra merek,

kepribadian merek, dan popularitas. Selain itu juga ada penelitian Dewi

Urip Wahyuni (2008) yang meneliti tentang “Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor

Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat”, dimana hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa variabel-variabel yang diteliti berpengaruh

terhadap keputusan pembelian.

d. Uji thitung (Uji Parsial)

Menurut Ghozali (2005:98), uji statistik t pada dasarnya

menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen (word of

mouth, produk, harga, promosi, distribusi dan citra merek) secara

individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (keputusan

Tabel 4.54

Hasil Uji t Hitung (Uji Parsial) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 40,645 10,787 3,768 ,001 Word Of Mouth -,363 ,109 -,538 -3,341 ,002 Harga -,468 ,171 -,331 -2,731 ,010 Produk 1,819 ,369 ,625 4,935 ,000 Promosi ,459 ,135 ,515 3,400 ,002 Distribusi -,454 ,327 -,168 -1,389 ,174 Citra Merek -,573 ,195 -,391 -2,945 ,006

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

(Sumber: Hasil output SPSS data primer yang telah diolah, 2013)

Menurut Duwi Priyatno (2010: 69), dasar pengambilan keputusan

adalah sebagai berikut:

a) Pengaruh antara word of mouth dengan keputusan pembelian:

 Ho1 = tidak terdapat pengaruh antara word of mouth terhadap

keputusan pembelian

 Ha1 = terdapat pengaruh antara word of mouth terhadap keputusan

pembelian

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 3,341, dan

nilai ttabel diketahui sebesar 2,02269. Dengan membandingkan antara

thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung > ttabel = 3,341 > 2,02269,

diperoleh dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi: sig α =

0,002 < 0,05. Karena sig < α, maka dapat disimpulkan bahwa Ha

diterima dan Ho ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel word

of mouth secara parsial (individu) berpengaruh terhadap keputusan

pembelian.

Jadi, hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel word of

mouth berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada mobil Suzuki

Swift. Hasil ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Freddy

Rangkuti (2009:77) mendefinisikan word of mouth sebagai usaha

pemasaran yang memicu pelanggan untuk membicarakan,

mempromosikan, merekomendasi, dan menjual suatu produk, jasa,

atau merek kepada pelanggan lain dan sesuai dengan penelitian

terdahulu tentang pengaruh iklan televisi terhadap keputusan

pembelian oleh Yusuf Ardy Suhartomo (2010) yang berjudul “Analisis Pengaruh Word of Mouth (WOM) Terhadap Keputusan Pemilihan

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullan Jakarta”, bahwa dalam

penelitian ini word of mouth berpengaruh terhadap keputusan

pembelian.

b) Pengaruh antara produk dengan keputusan pembelian.

 Ho2 = tidak terdapat pengaruh antara produk terhadap keputusan pembelian

 Ha2 = terdapat pengaruh antara produk terhadap keputusan pembelian

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 2,731, dan

nilai ttabel diketahui sebesar 2,02269. Dengan membandingkan antara

thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung > ttabel = 2,731 > 2,02269,

karena nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa

koefisien regresi variabel produk signifikan. Dan hasil yang diperoleh

dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi: sig α = 0,010 <

0,05. Karena sig < α, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan

Ho ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel produk secara

parsial (individu) berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel produk

berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada mobil Suzuki Swift.

Hasil ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Amstrong dan

Kotler (2008:57) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan

kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, dimiliki, digunakan atau

dikonsumsi yang mungkin dapat memuaskan harapan atau bebutuhan

dan juga sesuai dengan penelitian terdahulu tentang produk terhadap

keputusan pembelian oleh Yulia Kristina Simbolon dan Marhayanie

(2013) yang berjudul “Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Kartu Simpati Telkomsel Pada Mahasiswa

Fakultas Ekonomi Program S1 Universitas Sumatera Utara”, bahwa dalam penelitian ini produk berpengaruh terhadap keputusan

pembelian.

c) Pengaruh antara harga dengan keputusan pembelian.

 Ho3 = tidak terdapat pengaruh antara harga terhadap keputusan

pembelian

 Ha3 = terdapat pengaruh antara harga terhadap keputusan pembelian

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 4,935, dan

nilai ttabel diketahui sebesar 2,02269. Dengan membandingkan antara

thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung > ttabel = 4,935 > 2,02269,

karena nilai thitung lebih kecil dari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa

koefisien regresi variabel harga tidak signifikan. Dan hasil yang

diperoleh dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi: sig α =

0,000 < 0,05. Karena sig < α, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel

kualitas produk secara parsial (individu) berpengaruh terhadap

keputusan pembelian.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel harga

berpengaruh tehadap keputusan pembelian pada mobil Suzuki Swift.

(2001:124), bahwa harga adalah satuan moneter agar memperoleh hak

kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, dan juga sesuai

dengan penelitian terdahulu tentang harga terhadap keputusan

pembelian yang diteliti oleh Yolla Vilanti Utami, Zulkarnain, dan Rio

J. M. Marpaung (2012) yang berjudul “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Bedak Padat Merek Pixy

Pada Konsumen Wanita Di Pekanbaru”, bahwa dalam penelitian ini harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

d) Pengaruh antara promosi dengan keputusan pembelian.

 Ho4 = tidak terdapat pengaruh antara promosi terhadap keputusan

pembelian

 Ha4 = terdapat pengaruh antara promosi terhadap keputusan pembelian

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 3,400, dan nilai

ttabel diketahui 2,02269. Dengan membandingkan antara thitung dan ttabel

maka ditemukan bahwa thitung > ttabel = 3,400 > 2,02269, karena nilai

thitung lebih kecil dari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa koefisien

regresi variabel promosi tidak signifikan. Dan hasil yang diperoleh dari

perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi: sig α = 0,002 < 0,05. Karena sig > α, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho

diterima, artinya koefisien regresi pada variabel promosi secara parsial

(individu) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel promosi

tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada mobil Suzuki

Swift. Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu tentang promosi

terhadap keputusan pembelian yang diteliti oleh Herry Saputra, dan M.

Lies Endarwati (2013) yang berjudul “Effect Of Promotion, Price, And

Location Of Purchase Decision (Case Study At Fina Sport Yogyakarta

Store)”, dan penelitian yang dilakukan oleh Hariadi Ibiyanto (2009)

dengan judul “Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Sepeda Motor Merek Yamaha Mio (Studi

Kasus di PT. Alfa Scorpii Medan)”, bahwa dalam penelitian ini promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

e) Pengaruh antara distribusi dengan keputusan pembelian.

 Ho5 = tidak terdapat pengaruh antara distribusi terhadap keputusan

pembelian

 Ha5 = terdapat pengaruh antara distribusi terhadap keputusan pembelian

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 1,389, dan

nilai ttabel diketahui sebesar 2,02269. Dengan membandingkan antara

karena nilai thitung lebih kecil dari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa

koefisien regresi variabel distribusi tidak signifikan. Dan hasil yang

diperoleh dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi: sig α =

0,174 > 0,05. Karena sig > α, maka dapat disimpulkan bahwa Ha

ditolak dan Ho diterima, artinya koefisien regresi pada variabel

distribusi secara parsial (individu) tidak berpengaruh terhadap

keputusan pembelian.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel

distribusi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada mobil

Suzuki Swift. Hasil ini sesuai penelitian terdahulu tentang distribusi

terhadap keputusan pembelian yang diteliti oleh Muhammad Arif

Wangsa, Otto R. Payangan, dan Yansor Djaya (2012) yang berjudul

“Analisis Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Pakan Ternak Japfa Di Sulawesi Selatan (Studi Kasus Di Pt. Japfa Comfeed

Indonesia, Tbk Unit Makassar)”, bahwa dalam penelitian ini distribusi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

f) Pengaruh antara citra merek dengan keputusan pembelian.

 Ho6 = tidak terdapat pengaruh antara citra merekterhadap keputusan pembelian

 Ha6 = terdapat pengaruh antara citra merek terhadap keputusan pembelian

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 2,945, dan

nilai ttabel diketahui sebesar 2,02269. Dengan membandingkan antara

thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung > ttabel = 2,945 > 2,02269,

karena nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa

koefisien regresi variabel citra merek signifikan. Dan hasil yang

diperoleh dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi: sig α =

0,006 < 0,05. Karena sig < α, maka dapat disimpulkan bahwa Ha

diterima dan Ho ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel citra

merek secara parsial (individu) berpengaruh terhadap keputusan

pembelian.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel citra

merek berpengaruh tehadap keputusan pembelian pada mobil Suzuki

Swift. Hasil ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Keller

(2008:56) citra merek merupakan cara masyarakat mempersepsi

(memikirkan) perusahaan atau produknya. Dengan demikian, citra

merek merupakan persepsi dan keyakinan konsumen, seperti tercermin

dalam asosiasi yang terjadi dalam ingatan konsumen mengenai merek

dari suatu produk yang dilihat, dipikirkan, dan dibayangkanya, dan

juga sesuai dengan penelitian terdahulu tentang citra merek terhadap

keputusan pembelian yang diteliti oleh Rizky Iryanita, dan Y.Sugiarto

(2013) yang berjudul “Analisis Pengaruh Citra Merek, Persepsi Harga, Dan Persepsi Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian (Studi

Pada Konsumen Produk ATBM Pekalongan)”, bahwa dalam

penelitian ini citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian

e. Uji Fhitung (Simultan)

Menurut Ghozali (2005:98), uji statistik F pada dasarnya

menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama

terhadap variabel dependen atau terikat.

Tabel 4.55

Hasil Uji F Hitung (Simultan) ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 123,318 6 20,553 6,977 ,000b Residual 94,272 32 2,946 Total 217,590 38

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

b. Predictors: (Constant), Citra Merek, Harga, Distribusi, Produk, Promosi, Word Of Mouth

(Sumber: Hasil output SPSS data primer yang telah diolah, 2013)

Menurut Duwi Priyatno (2010: 67), dasar pengambilan keputusan

adalah sebagai berikut:

 Ha7 = tidak terdapat pengaruh antara word of mouth, produk, harga,

promosi, distribusi, dan citra merek terhadap keputusan pembelian.

 Ho7 = terdapat pengaruh antara word of mouth, produk, harga, promosi, distribusi, dan citra merek terhadap keputusan pembelian.

Berdasarkan tabel Anova di atas, diperoleh nilai Fhitung sebesar

6,977 dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dan df1 = 6, df2 = 32, didapat

nilai Ftabel = 2,40. Nilai Fhitung (6,977) > nilai Ftabel (2,40). Karena nilai F

hitung > F tabel maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha

diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama

antara variabel-variabel independen yaitu word of mouth (X1), produk(X2),

harga (X3), promosi (X4), distribusi (X5), dan citra merek (X6) terhadap

variabel dependen keputusan pembelian (Y).

Kesimpulan yang sama dapat diperoleh dari perbandingan nilai sig

dengan taraf signifikansi (α) adalah (0,000) jadi dapat dilihat bahwa

perbandingan nilai sig < a (0,000 < 0,05). Karena nilai sig < α mempunyai

probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha

diterima dan Ho ditolak. Artinya, keenam variabel independen yaitu word

of mouth (X1), produk(X2), harga (X3), promosi (X4), distribusi (X5), dan

citra merek (X6) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap

variabel dependen keputusan pembelian (Y).

Hasil analisis menunjukkan bahwa word of mouth, produk, harga,

promosi, distribusi, dan citra merek berpengaruh secara bersama-sama

BAB V

Dokumen terkait